Bagaimana dengan penerapan cashless di masa pandemi saat Ini? Memudahkan atau malah menyulitkan?

image

Masyarakat sudah mulai beralih dari pembayaran yang menggunakan uang cash menjadi cashless seperti menggunakan kartu, OVO, Gopay dan lain sebagainya. Ditambah lagi pada masa pandemi seperti sekarang, semua masyarakat dianjurkan untuk mengurangi kontak secara langsung dengan orang lain untuk mencegah penyebaran Covid-19, maka dari itu sudah ada beberapa tempat makan atau tempat tranksasi jual beli yang tidak lagi menerima uang cash.

Menurut kamu bagaimana dengan penerapan cashless di masa pandemi saat Ini? Memudahkan atau malah menyulitkan?

1 Like

menurut saya sistem e-money ini ada kelebihan serta kekurangannya masing-masing. di satu sisi kita dipermudah dalam sistem transaksi yang tidak perlu bertemu tapi bisa di remote dari jauh dan cepat serta pencatatan sistem transaksi yang real dapat dipantau oleh kedua arah, belum lagi promo yang ditawarkan sangat banyak selain mempermudah dapat juga memperingan biaya. tetapi, dilihat dari sisi kekurangannya tidak semua e-money ini dapat diberlakukan pada seluruh daerah. ada beberpa daerah terpencil yang belum bisa menerapkkan sistem tersebut karena terkendali oleh ketidaktahuan serta tidak memumpuni daerah dengan sistem jaringan yang kuat. belum lagi adanya tangan-tangan jahil dari beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan keadaan ini. mereka membodohi dan mengelabui masyarakat yang kurang mengerti mengenai sistem pembayaran e-money ini melalui penipuan atau hacker yang membobol tabungan. saya berpikir sistem cashless ini sangat berguna dan efesien tetapi perlu dilihat juga bahwa banyak celah yang masih harus diperbaiki seperti perkuatnya sistem pengamanan transaksi atau menyimpan uang dalam setiap unit dan perlunya juga edukasi mengenai penggunaan sistem e-money atau cashless tersebut bagi masyarakat awam agar terhindarnya penipuan atau kejadian lain yang tidak diinginkan.

1 Like

Menurut data Ipsos untuk Asia Tenggara pada September 2020 lalu, penggunaan cashless di Indonesia melonjak sebesar 44 persen selama pandemi covid-19. Istilah cashless society sendiri semakin familiar selama beberapa tahun terakhir. Secara sederhana, ini adalah sebuatan untuk masyarakat atau komunitas yang lebih banyak menggunakan transaksi non-tunai dalam keagiatan ekonomi sehari – harinya. Kecenderungan konsumen memilih transaksi digital didorong kekhawatiran uang tunai bisa menjadi sumber penularan virus corona. Sehingga, pembayaran akan menjadi cara baru saat bertransaksi di era post-Covid-19. Pada akhirnya, pembayaran digital seperti e-wallet tidak lagi dipilih konsumen karena faktor promo, tapi sudah menjadi kebutuhan lantaran dianggap memberi keamanan dan kenyamanan transaksi

Namun kita harus senantiasa mempelajari cara mengoperasikan aplikasi uang eektronik karena setiap jenis aplikasi digital memiliki cara aktivasi dan penggunaan yang berbeda. Ada yang hanya perlu melakukan transfer saldo namun ada juga yang harus melakukan scan QR kode terlebih dahulu. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan aplikasi digital tersebut, hendaknya mempelajari terlebih dahulu bagaimana prosedur aktivasi dan cara bertransaksinya.

1 Like

menurut saya cashless memudahkan dalam bertransaksi. Apalagi jika memiliki aplikasi mobile banking di handphone kita menjadi lebih memudahkan untuk top up saldo OVO, Gopay, dan lain-lain sehingga tidak perlu pergi ke ATM.

Terutama saat ini, cashless juga dapat meminimalisir kemungkinan penularan virus. Namun penerapannya menurut saya belum merata, seperti warung. Kebanyakan warung saat ini masih bertransaksi menggunakan uang tunai.

1 Like

Menurut saya sangat memudahkan sekali. Sebab di masa pandemi seperti ini, kita diharapkan bisa meminimalisir kontak dengan orang lain. Apalagi uang adalah benda yang paling banyak disentuh orang. Kita tidak tau orang-orang yang menyentuh uang tersebut adalah orang yang mengidap sakit atau pun tidak. Dengan cashless juga memudahkan kita untuk bertransaksi dengan orang yang jauh dari kita. Namun, mungkin penerapan cashless ini belum menyeluruh sebab tidak semua orang memiliki smartphone. Saya masih menjumpai ada sebagian orang yang memiliki hp seadanya (yang penting bisa dipakai sms dan telepon). Bahkan yang memiliki smartphone saja belum tentu mereka memiliki cashless yang disimpan dalam e-wallet. Sebab beberapa dari mereka mungkin masih nyaman bertransaksi secara langsung dengan uang tunai.

1 Like

Menurutku, kalau di masa pandemi saat ini, penerapan penggunaan cashless pasti memudahkan. Selain memudahkan transaksi (tak usah repot kembalian, uang pas, bawa uang banyak di dompet, dll), itu juga dapat mengurangi penyebaran Covid-19 dan pandemi Covid-19 pun dapat segera berakhir.

1 Like

Meskipun metode transaksi cashless memudahkan bagi masyrakat di kondisi pandemi, bagi sebagian orang khususnya di usia 50 tahun ke atas kesulitan untuk menggunakan metode ini karena butuh waktu yang lama untuk mempelajari dan memahami caa penggunaannya. Apalagi banyak para orang tua yang tidak memiliki media yang memadahi. Kebanyakan mereka lebih nyaman menggunakan metode yang konvensional yaitu menggunakan uang kertas atau koin. Karena lebih mudah dan bisa dibawa kemanapun. Namun, mau tidak mau memang masyarakat sudah seharusnya mengikuti perkembangan zaman. Dengan adanya uang elektronik akan membuat pekerjaan lebih cepat dan efektif. Mungkin yang sebelumnya harus pergi ke bank untuk transfer, sekarang kita bisa langsung transfer menggunakan m-banking dengan sekali pencet di handphone yang kita punya.

1 Like

Setuju sekali dengan pendapat teman-teman diatas yang menyebutkan bahwa penerapan cashless memang lebih efisien, lebih banyak keuntungan karena diskon / promo dan sesuai dengan kebutuhan di zaman sekarang.

Terkadang saya membayangkan, ketika pandemi gini, bagaimana ya jika saat ini belum ada yang membuat aplikasi e-wallet seperti ovo, gopay, dana, dll ? Apakah kita tetap menggunakan uang untuk bertransaksi di masa covid-19 ini? yaa walaupun sebenarnya ada kartu debit / kredit, tetapi dengan kartu tersebut juga masih rentan terkena virusnya.

Jadi penerapan cashless ini memang sangat memudahkan dan amat sangat dibutuhkan di era pandemi ini

1 Like

Tren cashless saat ini mulai diminati di Indonesia. Apalagi, selama masa pandemi Covid-19, banyak tempat yang mensyaratkan hanya dapat bertransaksi cashless. Alhasil, transaksi cashless pun semakin meningkat. Meski transaksi cashless memudahkan banyak orang, hal ini juga memiliki dampak yang negatif bagi orang yang sulit mengontrol konsumsinya. Bisa jadi kita menjadi orang yang boros dan suka membeli ini itu tanpa pertimbangan yang matang, apalagi untuk melakukan transaksi tinggal membuka aplikasi di handphone dan sekali klik. Maka kita harus tahu batasan dalam melakukan pembelian. Belum lagi yang menggunakan kartu kredit, jika kita tidak membatasi diri dalam mengonsumsi barang yang kita mau,lama kelamaan tagihan kita akan menumpuk plus bunga yang harus dibayarkan.

1 Like

Penerapan cashless menurut saya sangat bagus. Masalahnya, ada beberapa elemen yang belum siap untuk menerapkan sistem cashless.

Kalau dilihat di lapangan, beberapa elemen seperti kaum tua (bukan bermaksud merendahkan) sudah minta ampun jika diminta menerapkan sistem yang menggunakan smartphone dan teknologi canggih. Pada intinya, cashless adalah sistem yang memudahkan tergantung subyek dan penerapan secara global.

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa virus Covid-19 yang sedang mewabah hingga saat ini dapat menular melalui droplet dan kontak fisik, sehingga kita harus selalu berhati-hati dengan menjaga protocol kesehatan dimanapun kita berada. Untuk itu, WHO dan pemerintah menghimbau masyarakat mulai beralih pada pembayaran non-tunai atau menerapkan gaya hidup cashless. Hal ini karena pada sebuah penelitian menunjukkan bahwa virus Corona mampu bertahan hidup pada kertas tisu selama 3 jam, kayu dan kain selama 2 – 3 hari, uang kertas selama 4 hari, serta plastik dan stainless steel selama 7 hari. Sehingga disimpulkan bahwa penggunaan uang kertas dapat memberikan resiko penularan virus Covid-19 (Woodward & Gal, 2020) dalam (Rahmawati dan Maika, 2021).

Jika ditanya menyulitkan atau memudahkan dalam menggunakan pembayaran cashless, menurut saya ini memudahkan karena kita cukup membawa gadget untuk melakukan transaksi kemudian juga lebih aman dan praktis sehingga kita tidak perlu repot-repot membawa dompet yang rawan untuk dicuri. Tidak hanya memudahkan, transaksi cashless pada beberapa gerai tertentu juga seringkali memberikan bonus berupa cashback, diskon atau potongan harga yang sangat menguntungkan bagi penggunanya.

Namun, transaksi secara cashless ini menurut sebagian banyak orang menyulitkan karena tidak semua orang paham dalam menggunakan sistem cashless terutama para orang tua yang harus menyesuaikan diri sehingga mereka kemungkinan akan lebih memilih untuk membayar dengan uang tunai berupa fisik. Bukan hanya itu, tidak semua gerai memiliki fasilitas transaksi dengan sistem cashless, contohnya seperti warung kecil, pasar tradisional, dll sehingga kita harus menyiapkan uang tunai secara fisik. Selain itu, biasanya sistem cashless tersebut juga terdapat biaya administrasi yang ditanggung oleh pengguna dengan nominal yang berbeda-beda. Jadi, kesimpulannya sulit atau mudahnya pembayaran dengan sistem cashless ini tergantung dari penggunanya.

Sumber

Rahmawati, Rizka Elisa. Maika, M. Ruslianor. 2021. Penerapan Model UTAUT terkait akseptasi mahasiswa terhadap Cashless Payment di masa Pandemi COVID-19. 17(1): 1-14

Dengan adanya pandemi ini, fitur cashless mulai naik daun di kalangan masyarakat awam. Fitur cashless dinilai bisa memudahkan tiap individu untuk melakukan pembayaran, karena fitur cashless membuat orang-orang tidak perlu membawa uang tunai, sehingga lebih nyaman dan aman dari pencurian. Dengan fitur cashless kita juga lebih hemat waktu dan memudahkan penjual untuk tidak perlu memberikan pembelian. Dengan segala kemudahan ini, sebagian besar para penjual yang menyediakan fitur cashless pada dagangannya akan memanfaatkannya dengan memberikan promo & diskon untuk menarik calon pembeli. Sehingga, kita sebagai konsumen akan cenderung untuk membeli dan membeli pada penjual tersebut dengan menggunakan fitur cashless. Kemudian fitur cashless ini juga saya pikir sedikit rentan dengan pencurian digital (hack dan sebagainya).

Jadi, menurut saya fitur cashless ini sangatlah memberikan kemudahan bagi sebagian orang yang mau belajar dan mengerti dengan teknologi. Fitur cashless juga harus disokong dengan perangkat yang mumpuni pula. Disisi lain, bagi orang yang masih belum mengerti dengan cara kerja dan lain sebagainya, lebih baik menggunakan pembayaran konvensional saja. Karena ibu saya memiliki pengalaman pada saat berbelanja di supermarket, kemudian beliau menemui seseorang yang sedang melakukan pembayaran dengan fitur cashless. Namun, yang terjadi malah membuat antrean semakin panjang karena terkendala macetnya perangkat orang tersebut.

Menurutku penerapan cashless di masa pandemi sekarang ini sangat membantu, selain untuk memperkecil risiko penyebaran virus Covid-19 juga mengurangi risiko hilang/dicuri. Lalu, dengan sistem pembayaran digital menjadi lebih praktis dan hemat waktu karena dalam transaksi uang yang dibayarkan akan pas tidak perlu lagi untuk memberikan uang kembalian.

Namun, perlu diingat juga untuk menjaga keamanan uang digital kita dengan baik karena banyak sekali bentuk-bentuk kejahatan dalam dunia maya yang dapat dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.

Buat aku ini sangat memudahkan karena aku juga emang udah biasa pakai metode cashless dari sebelum pandemi. Terlebih saat ini kia sebisa mungkin juga harus meminimalkan kontak langsung dengan orang lain. Penggunaan metode cashless juga sudah didukung dengan fitur-fitur yang sangat cepat dan mudah, jadi dari berbagai kalangan usia menurut aku saat ini pasti bisa menggunakannya kalau mau belajar. Aplikasi pembayarana cashless juga banyak yang menyediakan tawaran unik seperti potongan harga dan cashback, jadi bukan hanya memudahkan, metode ini juga banyak membawa keuntungan untuk kita.

Kalau bagiku ini sangat-sangat memudahkan karena dimasa pandemi saat ini, dimana kita harus menjaga kontak erat dengan sesama dan membatasi kegiatan diluar rumah ini adanya cashless sangat membantu. selain itu cashless juga sangat praktis dan cukup aman karena hanya dengan menggunakan gadget saja sudah bisa melakukan transaksi sebesar apapun dan terdapat verfikasi sebelum melakukan transaksi sehingga cukup aman. Tak jarang transaksi melalui e-wallet juga banyak menawarkan potongan harga dan promo sehingga sangat menarik untuk digunakan.

Namun, dalam penggunaannya tetap harus bijak karena dengan adanya kemudahan tersebut bukan berarti kita harus menggunakannya setiap saat karena akan berdampak pada kegiatan konsumtif sehingga dapat merugikan diri sendiri. selain itu, meskipun cukup aman tetap harus berhati-hati karena kejahatan dunia maya seperti penipuan sampai sekarang masih ada.

Seperti banyak nya tanggapan yang ada, aku setuju kalo cashless itu memudahkan transaksi dan juga sebagai bentuk perlindungan diri dari penyebaran Covid-19. Karena Covid-19 sendiri bisa tertular melalui berbagai hal, antara lain droplets atau tetesan cairan ketika batuk dan bersin, kontak pribadi seperti bersentuhan dan berjabat tangan, kontaminasi tinja, serta menyentuh benda bervirus dan tidak mencuci tangan. Khusus cara penyebaran terakhir, dilansir New York Post, Minggu (8/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, ada kemungkinan infeksi penyakit Covid-19 terjadi melalui uang tunai.

Menurut saya penerapan cashless di masa pandemi saat ini dapat memudahkan dan dapat pula menyulitkan orang-orang. Cashless dapat memudahkan orang-orang ketika ingin melakukan transaksi atau membeli sesuatu dalam masa pembatasan kegiatan sosial seperti saat ini. Tetapi cashless juga sedikit menyulitkan karena tidak semua kebutuhan orang dapat dipenuhi dengan cashless, contohnya masih banyak toko-toko yang tidak bisa menggunakan virtual payment. Dan tidak semua orang juga dapat menggunakan cashless dengan mudah, contohnya orang-orang tua yang tidak begitu mengerti teknologi, akan menyusahkan mereka karena mereka bisa jadi tidak memiliki gadget yang memadai dan tidak paham bagaimana cara menggunakannya.

Penerapan cashless di masa pandemi saat ini menurut aku ada mudah dan ada sulitnya.

Mudahnya kita dapat melakukan transaksi tanpa perlu susah-susah mengantri mengambil uang cash terlebih dahulu di ATM dan langsung melakukan transaksi di kasir tempat toko kita berbelanja, cashless juga membantu mengurangi penyebaran COVID-19 dengan kita tidak memegang uang yang mungkin sudah dipegang banyak orang, terlebih lagi jika kita melakukan transaksi dengan cashless terdapat banyak promo, potongan harga dan cashback.

Namun, tidak semua orang merasa menggunakan cashless itu mudah. Ada beberapa orang yang merasa bahwa sulit untuk menggunakan jenis transaksi ini (ribet) terlebih jika orang yang baru saja menggunakannya, hal yang kurang juga dari penggunaan cashless ini yaitu jika tidak berhati-hati dalam mengatur privasi dan kata sandi akun kita bisa di hack oleh seseorang yang berniat buruk serta kekurangan dari penggunaan cashless bagi beberapa orang dapat membuatnya menjadi semakin boros karena mudahnya bertransaksi.