Bagaimana Dasar Hukum Penetapan Tarif Cukai Cairan Vape (Rokok Elektrik)?

image
Apakah benar ada kebijakan dimana pemerintah akan menetapkan cukai bagi rokok elektronik termasuk liquid vape dengan besaran 57 persen mulai 1 Juli 2018? Katanya sudah ada aturan yang jelas dan sudah berlaku. Bagaimana rincian pengaturannya?

Vape/Rokok Elektrik
Menurut Pasal 1 angka 1 pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 86 Tahun 2017 tentang Ketentuan Impor Rokok Elektrik (“Pemendag 86/2017”), Rokok Elektrik adalah perangkat rokok yang digunakan dengan memanaskan cairan yang menghasilkan asap dan dihisap oleh pemakainya yang termasuk Likuid nikotin dan pengganti likuid nikotin yang digunakan sebagai isi mesin dan aparatus elektrik yang termasuk dalam Pos Tarif/HS:
ex. 8543.70.90: Mesin dan aparatus elektrik, mempunyai fungsi tersendiri, tidak dirinci atau termasuk pada pos lainnya dalam Bab ini. - Mesin dan asparatus lainnya: - - Lain-lain, yang digunakan untuk Rokok Elektrik.
ex. 8543.90.90: Mesin dan aparatus elektrik, mempunyai fungsi tersendiri, tidak dirinci atau termasuk pada pos lainnya dalam Bab ini. - Bagian: – Lain-lain, yang digunakan untuk Rokok Elektrik.
ex. 3824.99.99: Olahan pengikat untuk acuan atau inti penuangan logam; produk dan preparat kimia dari industri kimia atau industri terkait (termasuk olahan yang terdiri dari campuran produk alami), tidak dirinci atau termasuk dalam pos lainnya.

Bahan dasar cairan vape berasal dari tembakau juga dapat dilihat dalam artikel Tahun Depan Cairan Vape Dikenakan Cukai sebagaimana yang kami akses dari laman Kompas.com, Direktur Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) Heru Pambudi mengatakan antara lain bahwa bahan dasar produk cairan vape berasal dari tembakau.

Pengaturan Cairan Vape (Rokok Elektrik)
Menjawab pertanyaan Anda tentang tarif cukai rokok elektrik, kami akan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (“PMK 146/2017”).

Dalam Pasal 1 angka 14 PMK 146/2017 dijelaskan mengenai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (“HPTL”), yaitu:

Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (“HPTL”) adalah hasil tembakau yang dibuat dari daun tembakau selain yang disebut dalam angka 4 sampai dengan 13 yang dibuat secara lain sesuai dengan perkembangan teknologi dan selera konsumen, tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatannya.

HPTL meliputi:[1]
ekstrak dan esens tembakau;
tembakau molasses;
tembakau hirup (snuff tobacco); atau
tembakau kunyah (chewing tobacco).

Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa cairan vape (rokok elektrik) berasal dari tembakau, maka cairan vape termasuk sebagai HPTL yaitu ekstrak dan esens tembakau.

Ekstrak dan esens tembakau yang diimpor bersamaan dengan peralatan untuk mengkonsumsinya, diperlakukan sebagai komoditi/barang yang terpisah dari peralatan yang digunakan untuk mengkonsumsinya.[2]

Tarif Cukai dan Harga Jual Eceran
Tarif cukai hasil tembakau ditetapkan dengan menggunakan jumlah dalam rupiah untuk setiap satuan batang atau gram hasil tembakau. Besaran tarif cukai hasil tembakau didasarkan pada:[3]
jenis hasil tembakau;
golongan pengusaha; dan
Batasan Harga Jual Eceran per batang atau gram, yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Jenis tembakau yang diatur dalam PMK 146/2017 ini adalah:[4]
Sigaret adalah hasil tembakau
Sigaret Kretek Mesin
Sigaret Putih Mesin
Sigaret Kretek Tangan
Sigaret Kretek Tangan Filter
Sigaret Putih Tangan
Sigaret Putih Tangan Filter
Sigaret Kelembak Kemenyan
Cerutu (“CRT”)
Rokok Daun atau klobot
Tembakau Iris
HPTL

Khusus untuk jenis HPTL, tarif cukai hasil tembakau ditetapkan sebesar 57% dari Harga Jual Eceran yang diajukan oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir.[5]

Tarif cukai hasil tembakau HPTL ini untuk masing-masing Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau Importir ditetapkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai atau Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai dengan menerbitkan keputusan mengenai penetapan tarif cukai hasil tembakau.[6] Kemudian terkait dengan Harga Jual Eceran HPTL harus dalam kelipatan Rp25,00 (dua puluh lima rupiah).[7]

Ketentuan mengenai tarif cukai dan Harga Jual Eceran untuk jenis HPTL sebesar 57% yang tercantum dalam Lampiran II PMK 146/2017 ini, mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2018.[8]

Sumber