Bagaimana Dasar-dasar kamera dalam kecepatan rana?

Ketika memotret, Anda tentu ingin memahami tentang kecepatan rana serta efeknya yang baik pada foto Anda. Efek semacam apakah yang bisa Anda ciptakan pada kecepatan rana yang lebih pesat atau lebih lambat?

Kecepatan rana dapat “mengontrol” pergerakan subjek dalam foto Anda

Hal yang perlu dicatat

  • Kecepatan rana yang lebih pesat, membekukan subjek yang sedang bergerak.
  • Kecepatan rana yang lebih lambat menciptakan efek buram gerakan dari pergerakan subjek.
  • Anda bisa menyesuaikan jumlah cahaya, dengan membuka atau menutup rana.

Kecepatan rana (juga waktu pencahayaan) adalah lama waktu ketika rana terbuka dan cahaya memasuki sensor gambar di dalam kamera. Kecepatan rana ditunjukkan sebagai 1 det., 1/2 det., 1/4 det. … 1/125 det. hingga 1/250 det., dll.

Kecepatan rana yang lebih pesat mengurangi lama waktu di mana cahaya bisa masuk, sedangkan kecepatan rana yang lebih lambat, menambah panjang waktu ini. Oleh karena itu, semakin lambat kecepatan rana, semakin besar jumlah cahaya yang bisa masuk ke kamera.

ecepatan rana tidak hanya memungkinkan untuk mengubah jumlah cahaya, tapi juga bisa mengubah cara pergerakan subjek yang ditangkap. Pada kecepatan rana yang lebih pesat, Anda bisa membekukan sepenuhnya gerakan subjek yang sedang bergerak. Sebaliknya, apabila menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat, Anda bisa memburamkan subjek pada arah gerakan, dan menangkap gerakan subjek, seperti air yang mengalir. Dengan kata lain, kecepatan rana memungkinkan untuk mengontrol cara pergerakan subjek fotografis yang diambil.

Menggunakan pengaturan kecepatan rana untuk mengubah cara pergerakan subjek fotografis ditangkap

foto tersebut menggunakan kamera canon EOS 5D Mark III dengan lensa kit EF24-105mm f/4L IS USM dan setingan FL: 105mm/ Shutter-priority AE (f/14, 1/10 det., EV+1,3)/ ISO 100 1/10 det.
dapat dianalisa hasilnya tidak terlalu detail dan seharusnya percikan air dapat terlihat dengan detail.


foto tersebut menggunakan kamera canon EOS 5D Mark III dengan lensa kit EF24-105mm f/4L IS USM dan setingan FL: 105mm/ Shutter-priority AE (f/8, 1/160 det., EV+1,3)/ ISO 100 1/160 det. foto tersebut terlihat sedikit blur namun percikan air dapat terlihat detail tapi masih ada noice.


foto tersebut menggunakan kamera canon EOS 5D Mark III dengan lensa kit EF24-105mm f/4L IS USM dan setingan FL: 105mm/ Shutter-priority AE (f/4, 1/2500 det., EV+1,3)/ ISO 400 1/2500 det. perbedaan dari kedua foto sebelumnya adalah dikualitas foto yang lebih jernih dan lebih natural, setiap percikan air dapat terlihat jelas dan tidak ada noice atau blur.

Tergantung pada pergerakan subjek, menyesuaikan kecepatan rana memungkinkan kalian mengontrol cara pergerakan subjek ditangkap - entah kalian menggunakan kecepatan rana yang lebih pesat untuk membekukan aksi subjek, atau memilih untuk menangkap pergerakannya dengan menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat.

Buram gerakan dan goyangan kamera sebagai konsepan

Ada dua jenis buram yaitu :

  • buram gerakan
  • goyangan kamera

yang berasal dari sumber yang berbeda. Buram gerakan terjadi apabila pergerakan subjek lebih pesat daripada kecepatan rana. Latar belakang tidak bergerak, jadi hanya subjek yang diburamkan. Goyangan kamera terjadi apabila tangan yang memegang kamera, bergoyang saat rana dilepaskan, sehingga menyebabkan seluruh gambar menjadi buram. Pada keduanya, keburaman bisa dicegah dengan meningkatkan kecepatan rana.

foto diatas termasuk Buram gerakan: Hanya subjek di tengah yang buram. foto tersebut menggunakan kamera canon EOS 5D Mark III dengan lensa kit EF24-105mm f/4L IS USM dan setingan FL: 105mm/ Aperture-priority AE (f/22, 1/2 det., EV+0,7)/ ISO 100.

foto diatas termasuk Goyangan kamera: Seluruh foto buram. oto tersebut menggunakan kamera canon EOS 5D Mark III dengan lensa kit EF24-105mm f/4L IS USM dan setingan FL: 105mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/6 det., EV+1,0)/ ISO 100.

Hubungan antara kecepatan rana dan jumlah stop pada sebuah konsepan

Apabila meningkatkan kecepatan rana dari 1/30 det. ke 1/60 det., misalnya, ini memotong separuh panjang waktu ketika rana sedang terbuka, dan hal ini dirujuk sebagai “membuat kecepatan rana 1 stop lebih pesat”. Sebaliknya, apabila mengurangi kecepatan rana dari 1/60 det., ke 1/30 det., maka, panjang waktu digandakan ketika rana sedang terbuka, dan karenanya “memperlambat kecepatan rana 1 stop”.

Pada umumnya, kecepatan rana kamera DSLR bisa disesuaikan pada interval 1/2 dan 1/3 stop selain 1 stop. Misalnya, dengan menggunakan 1/2 stop, 1 stop bisa dibagi menjadi dua interval untuk kecepatan rana 1/30 det., 1/45 det., dan 1/60 det., dengan kecepatan tambahan di antaranya. Jumlah cahaya yang memasuki kamera bisa disesuaikan lebih halus dengan menggunakan interval yang lebih singkat seperti separuh stop (1/2 stop) ini.

Fakta yang berguna: Kisaran kecepatan rana berbeda-beda di antara sejumlah kamera

Tiap model kamera memiliki batas kecepatan rana yang lebih tinggi dan lebih rendah yang sudah ditentukan sebelumnya, dan kalian bisa secara bebas menyesuaikan kecepatan rana dalam kisarn nilai itu. Pada kamera yang memiliki rana berkecepatan tinggi dengan batas atas sepesat 1/8000 detik, tidak saja kalian dapat membekukan aksi subjek yang bergerak cepat dalam foto, kalian juga dapat memperlebar aperture (yaitu, menurunkan f-number), bahkan dalam pengaturan cerah, dan hal ini bisa kalian manfaatkan sewaktu mengambil bidikan dengan bokeh. Selain itu, dalam auto exposure (pencahayaan otomatis), banyak kamera yang memiliki batas kecepatan rana yang lebih rendah, selambat 30 detik. Jika kalian ingin memperlambat kecepatan rana lebih jauh lagi, gunakan fungsi “BULB”.