Bagaimana cerita kehidupan Sabar Subadri sebagai Pelukis Tuna Daksa ?

Memiliki kekurangan fisik tidak membuat semua orang menjadi patah semangat. Salah satunya adalah Sabar Subadri pelukis tuna daksa, bagaimana ceritanya ?

Sabar Subadri
image

Sabar Subadri, 32, boleh saja tak memiliki dua lengan. Ia cacat sejak lahir. Namun, keterbatasan itu tak membuatnya merasa menjadi orang yang berbeda dengan orang normal. Justru yang membuatnya berbeda adalah semangat dan pencapaiannya, yang bisa dikatakan berhasil melampaui pencapaian orang normal pada umumnya.
Sabar adalah salah satu dari sedikit pelukis cacat yang melukis menggunakan kaki. Yang membuatnya bangga, ia bisa masuk menjadi anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA).
Saat duduk di bangku Kelas I SDN Kalicacing 2, Salatiga, bungsu dari tiga bersaudara itu pernah meraih juara pertama lomba lukis tingkat Kota Salatiga. Dan, sejak kelas V SD, ia pun memutuskan untuk menggeluti dunia lukis sebagai jalan hidupnya.
Kini, sudah ratusan lukisan yang ia buat dengan kakinya. Dan, sebagian dari lukisan tersebut telah dinikmati orang Kanada, Australia, Amerika Serikat, Korea serta sejumlah negara lain.