Bagaimana Caranya Percaya pada Pasangan Kita?

menghargai perbedaan dalam cinta

Dalam menjalani suatu hubungan, pasangan kekasih pasti memiliki hal yang berbeda diantara keduanya, seperti karakter, hobi, kebiasaan, sifat, dll. Bagaimana caranya menghargai perbedaan yang ada pada pasangan kita ?

Worchel (dalam Lau & Lee, 1999) mengungkapkan bahwa kepercayaan merupakan kesediaan ( willingness ) individu untuk menggantungkan dirinya pada pihak lain dengan resiko tertentu. Scanzoni (dalam Rempel, dkk, 1985) menjelaskan bahwa kepercayaan adalah kesediaan seseorang untuk menetapkan dan menyerahkan segala aktivitasnya kepada orang lain karena yakin bahwa orang tersebut seperti apa yang diharapkan. Hendrick dan Hendrick (dalam Rempel, dkk, 1985) juga mengemukakan bahwa kepercayaan merupakan salah satu kualitas dalam hubungan intim yang seringkali dikaitkan dengan cinta dan janji yang merupakan dasar hubungan yang ideal.

Jadi, dari beberapa definisi yang telah disampaikan diatas maka kepercayaan adalah suatu elemen dasar bagi terciptanya suatu hubungan baik antara kedua belah pihak yang berisi harapan terhadap integritas, kemampuan, karakter dan kebenaran yang dimiliki olehpihak lain. Kepercayaan merupakan dasar dalam membangun dan mempertahankan hubungan intrapersonal.

Kepercayaan terhadap pasangan akan meningkat apabila pasangan dapat memenuhi pengharapan individu dan bersungguh-sungguh peduli terhadap pasangan ketika situasi memungkinkan individu untuk tidak memperdulikan mereka (Rempel dkk, 1985).

Pondasi kepercayaan meliputi saling menghargai satu dengan lainnya dan menerima adanya perbedaan. Individu yang memiliki kepercayaan tinggi cenderung lebih disukai, lebih bahagia, dianggap sebagai orang yang paling dekat dibandingkan individu yang memiliki kepercayaan rendah. Kepercayaan merupakan elemen dasar bagi terciptanya suatu hubungan yang baik dan sebagai unsur mendasar bagi keberhasilan suatu hubungan. Tanpa adanya kepercayaan, maka suatu hubungan tidak akan bertahan dalam waktu panjang (Dietz, 2011).

Prinsip Kepercayaan terhadap Pasangan


Menurut Simpsom (2007) ada empat prinsip dalam kepercayaan, antara lain yaitu:

  • Pertama, individu mengukur sejauh mana mereka percaya terhadap mitra dengan mengamati apakah perubahan motivasi mitra dalam situasi trust- diagnostic (situasi kepercayaan atau strain-test di mana mitra membuat keputusan yang bertentangan kepentingan pribadi-pribadi mereka sendiri dan mendukung kepentingan terbaik dari individu atau hubungan).

  • Kedua, situasi trust-diagnostic sering terjadi secara alami dan tidak sengaja selama kehidupan sehari-hari. Tergantung pada keadaan situasional. Bagaimanapun, individu mungkin masuk, mengubah, atau kadang-kadang membuat situasi trust-diagnostic untuk menguji apakah seseorang saat ini berada pada tingkat kepercayaan yang benar terhadap pasangan.

  • Ketiga, perbedaan individu dalam orientasi hubungan, harga diri, atau self- diferensiasi mempengaruhi pertumbuhan atau penurunan kepercayaan dari waktu ke waktu dalam hubungan. Orang yang lebih berpasangan, memiliki harga diri yang lebih tinggi, atau memiliki lebih konsep diri yang berbeda akan lebih mungkin memiliki kepercayaan serta mengalami peningkatan kepercayaan dalam hubungan sepanjang waktu.

  • Keempat, baik tingkat maupun lintasan kepercayaan dalam hubungan dapat sepenuhnya dipahami tanpa mempertimbangkan disposisi dan tindakan dari kedua mitra hubungan, terutama di situasi trust-diagnostic .

Aspek-aspek Kepercayaan Terhadap Pasangan


Menurut Rempel dkk (1985), kepercayaan terhadap pasangan terdiri dari tiga aspek utama yaitu:

  1. Keadaan dapat diramalkan (Predictability) yakni seseorang yang dapat diramalkan adalah seseorang yang mempunyai perilaku yang konsisten walaupun perilaku tersebut terus menerus buruk.

  2. Keadaan dapat diandalkan ( Dependability) yakni keadaan dapat diandalkan yang berhubungan dengan perasaan yang timbul bahwa pasangannya adalah seseorang seorang yang bisadiandalkan.

  3. Keyakinan ( Faith) yakni kemampuan seseorang dalam pengambilan risk taking, indepth relationship, percaya pada janji yang diberikan dengan mengorbankan penghargaan seseorang untuk sebuah keuntungan yang akan datang.