Bagaimana caranya meningkatkan Etos kerja (Job Ethic)?

etika

Job Ethic atau Etika Profesional berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu kehendak atau kebiasaan baik yang tetap. Yang pertama kali menggunakan kata-kata itu adalah seorang filosof Yunani yang bernama Aris Toteles.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika atau moral adalah ajaran tentang baik dan buruk mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya. Menurut K. Bertenes, Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang dalam mengatur tingkah lakunya. Dari pengertian di atas, disimpulkan bahwa Etika merupakan ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan tingkah laku ( akhlak ).

Jadi, Etika membicarakan tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sadar di pandang dari sudut baik dan buruk sebagai suatu hasil penilaian.

Pada Etika Khusus dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu :

  • Etika Individual ;

yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap diri sendiri. Salah satu prinsip yang secara khusus relevan dalam etika individual adalah prinsip integritas pribadi, yang berbicara mengenai perilaku individual tertentu dalam rangka menjaga dan mempertahankan nama baiknya sebagai pribadi moral.

  • Etika Sosial ;

yaitu suatu etika yang berbicara mengenai kewajiban dan hak, pola dan perilaku manusia sebagai makhluk sosial ber-intraksi dengan sesamanya. Hal ini tentu saja sebagaimana hakikat manusia yang bersifat ganda, yaitu sebagai makhluk individual dan sosial, etika individual dan etika sosial berkaitan erat. Bahkan dalam arti tertentu sulit untuk dilepaskan dan dipisahkan satu dengan lainnya. Karena kewajiban seseorang terhadap dirinya berkaitan langsung dengan banyak hal yang mempengaruhi pula kewajibannya terhadap orang lain, dan demikian pula sebaliknya.

  • Etika Lingkungan Hidup ;

yaitu sebuah etika yang saat ini sering dibicarakan sebagai cabang dari etika khusus. Etika ini adalah hubungan antara manusia dengan lingkungan alam yang ada di sekitarnya. Sehingga etika lingkungan ini dapat merupakan cabang dari etika sosial (sejauh menyangkut hubungan antara manusia dengan manusia, yang bersangkutan dengan dampak lingkungan) maupun berdiri sendiri dengan sebagai etika khusus (sejauh menyangkut hubungan manusia dengan lingkungannya).

Lingkungan hidup dapat dibicarakan juga dalam kerangka bisnis, karena pola interaksi bisnis sangat mempengaruhi lingkungan hidup.

  • Etika profesi,

yang menyangkut hubungan manusia dengan sesamanya dalam satu lingkup.profesi serta bagaimana mereka harus menjalankannya profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat yang menggunakan jasa profesi tersebut. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggung jawabkan tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan pekerjaannya. Profesional adalah merupakan yang ahli dibidangnya, yang telah memperoleh pendidikan atau pelatihan khusus untuk pekerjaannya tersebut.

Profesional merupakan suatu profesi yang mengandalkan keterampilan atau keahlian khusus yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Adapun Ciri-ciri dari Profesi yang secara umum , yaitu Memiliki Keahlian dan Ketrampilan Khusus,Adanya komitmen moral yang tinggi,Seorang Profesional adalah orang yang hidup dari profesinya,Mempunyai tujuan mengabdi untuk masyarakat, Memiliki sertifikasi maupun izin atas profesi yang dimilikinya.

###Mengapa etika itu penting ?

Etika itu penting karena Bersifat universal, dan dapat Menentukan keberlangsungan peradaban manusia, Selalu relevan sepanjang masa dalam arti etika itu saling berhungan terus,Etika sangat berperan bagi kemajuan suatu bangsa,apalagi dalam Negara Indonesia ini yang sangat mengedepankan moral bangsanya dalam hal beretika, Etika mempertanyakan kewajiban manusia sebagai “manusia” dan Etika menentukan reformasi birokrasi yaitu upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.

###Hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk mencapai etos kerja yang baik dan maksimal?

  • Pertama adalah kita harus bisa Menumbuhkan sikap optimis seperti Mengembangkan semangat dalam diri, dan memelihara sikap optimis yang telah dipunyai,Memotivasi diri untuk bekerja lebih maju.

  • Kedua adalah Jadilah diri anda sendiri yaitu Lepaskan impian dan raihlah cita-cita yang anda harapkan.

  • Ketiga Keberanian untuk memulai Jangan buang waktu dengan bermimpi, Jangan takut untuk gagal, dan harus mampu merubah kegagalan menjadi kesuksesan.

  • Keempat Kerja dan waktu yaitu kita harus bias lebih menghargai waktu (tidak akan pernah ada ulangan waktu) dan Jangan cepat merasa puas.

  • Kelima Kosentrasikan diri pada pekerjaan denga cara Latihan berkonsentrasi dan Perlunya beristirahat.

  • Dan yang terakhir kita harus percaya bahwa Bekerja adalah sebuah panggilan Tuhan.

Selain hal-hal tersebut ada pula aspek yang harus dilakukan agar bisa mencapai etos kerja yang baik seperti :

Aspek kecerdasan yang perlu dibina dalam diri, untuk meningkatkan Etos Kerja :

  1. Kesadaran : keadaan mengerti akan pekerjaanya.

  2. Semangat : keinginan untuk bekerja.

  3. Kemauan : apa yang diinginkan atau keinginan, kehendak dalam bekerja.

  4. Komitmen : perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan (janji dalam bekerja).

  5. Inisiatif : usaha mula-mula, prakarsa dalam bekerja.

  6. Produktif : banyak menghasilkan sesuatu bagi perusahaan.

  7. Peningkatan : proses, cara atau perbuatan meningkatkan usaha, kegiatan dan sebagainya dalam bekerja.

  8. Wawasan : konsepsi atau cara pandang tentang bekerja

Etos kerja adalah suara hati yang tulus dan ikhlas dari setiap sumber daya manusia pribadi dan manusia oerganisasi untuk mau bekerja keras tanpa pamrih dalam memberikan pelayanan terbaik yang lebih kepada setiap orang tanpa terkecuali.

Etos kerja yang baik lahir dari pribadi-pribadi yang proaktif dalam mempersiapkan diri untuk menjadi manusia-manusia organisasi yang siap menjalankan visi dan misi organisasi dengan nilai-nilai positif yang tidak dapat dikompromikan lagi.

Nilai positif berarti setiap pikiran da tindakan selalu hanya berkonsentrasi untuk memberikan pelayanan berkualitas tinggi. Dan etos kerja yang baik harus selau dibungkus dengan pengetahuan,keterampilan,teknologi,dan keinginan untuk selalu berbuat baik. Etos kerja juga harus memiliki kebiasaan-kebiasaan yang menjadi budaya rutin yang efektif dalam memberikan sinar kebahagiaan.

Referensi :

4 Likes

Selama ini, work ethics atau etos kerja selalu disalahartikan sebagai suatu nilai yang hanya berdasarkan pada kerja keras dan ketekunan seseorang dalam bekerja. Padahal pada zaman sekarang, work ethics meliputi berbagai hal yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menjalankan pekerjaannya, tidak sebatas hanya bekerja keras. Tidak benar bahwa bekerja berlebihan akan meningkatkan produktivitas. Hal yang paling penting adalah bekerja dengan pintar demi meningkatkan kualitas produktivitas itu sendiri sehingga memperoleh hasil yang berkualitas pula.

Dalam suatu wawancara, Will Smith menyampaikan pentingnya posisi etos kerja dalam menentukan kesuksesan seseorang,

Saya tidak pernah merasa memiliki talenta yang spesial. Hal yang saya miliki adalah etos kerja yang tinggi

Di dalam dunia kerja, perusahaan menetapkan etos kerja sebagai perilaku yang harus dimiliki oleh karyawannya untyk mewujudkan tujuan perusahaan. Etos kerja yang dimiliki oleh karyawan-karyawan tersebut kemudian akan berubah menjadi suatu budaya perusahaan. Budaya perusahaan yang baik akan menentukan kesuksesan perusahaan di masa mendatang.

BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN ETOS KERJA?

Dunia kerja pada zaman sekarang sangatlah kompetitif. Perusahaan tidak akan mencari orang-orang yang hanya memenuhi kebutuhan untuk melakukan pekerjaan saja, namun mereka juga mencari orang-orang yang memiliki etos kerja yang positif. Etos kerja yang positif berpengaruh besar dalam kesuksesan bisnis dalam jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun etos kerja yang kuat, yaitu:

Langkah 1: Bersikap profesional terhadap pekerjaan anda

Profesionalisme meliputi pengetahuan, nilai dan sikap yang dimiliki oleh seseorang selama menjalankan profesinya. Seorang individu dituntut untuk selalu berpikir positif di tengah-tengah lingkungan yang tantangannya beranekaragam. Sebagai makhluk sosial, manusia harus belajar berkomunikasi secara konstruktif dan positif dengan orang lain. Sehingga akan tercipta hubungan yang sehat antar individu dan transfer informasi yang positif. Latih diri anda untuk menjadi individu yang memiliki integritas yaitu jujur dan konsisten terhadap terhadap apa yang dikatakan dan dikerjakan dengan cara bekerja secara konsisten dan berkualitas walau dilihat maupun tidak dilihat oleh orang lain. Berikan hasil terbaik untuk segala jenis pekerjaan yang anda lakukan.

Langkah 2: Mengatur waktu

Cara untuk mengatur waktu yang tepat adalah dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan diri. Hilangkan hal-hal yang dapat mengganggu anda saat sedang bekerja sehingga jam kerja bisa dimanfaatkan secara optimal. Tentukan prioritas pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cara membuat daftar prioritas dan memberi deadline untuk setiap tugas. Hindari melakukan hal-hal yang tidak berguna saat sedang bekerja. Jangan tunda untuk melakukan suatu pekerjaan jika anda bisa melakukannya sekarang, pekerjaan bisa dikerjakan sedikit-sedikit hingga selesai. Dengan menentukan jadwal terhadap diri sendiri, maka hal tersebut akan membentuk jiwa kedisiplinan dalam diri seseorang. Selain itu juga dapat mengurangi beban kerja yang harus dikerjakan dalam satu waktu.

Langkah 3: Jaga keseimbangan dalam bekerja dan beristirahat

Dengan aktivitas kerja yang padat, anda tidak boleh mengesampingkan waktu untuk beristirahat. Jaga kondisi badan anda dengan cara mengatur pola makan yang sehat, rutin berolahraga, tidur yang cukup dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar di waktu senggang. Manusia perlu memanfaatkan waktu untuk bersantai seoptimal mungkin agar ia tetap memiliki pikiran yang jernih saat sedang bekerja dan agar terhindar dari stress.

Langkah 4: Kembangkan kebiasaan yang baik saat bekerja

Manusia tidak dapat terhindar dari kesalahan, dengan demikian anda harus mengembangkan kemampuan diri untuk selalu belajar dari pengalaman kerja yang dimiliki. Kebiasaan yang baik bisa dimulai dengan hal kecil yaitu selalu menghargai waktu dalam melakukan segala aktivitas. Jadikan diri anda sebagai orang yang fleksibel dalam menghadapi berbagai masalah pekerjaan. Jadikan diri anda sebagai orang yang kreatif dengan cara menciptakan solusi untuk suatu masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Berkonsentrasilah dalam melakukan setiap pekerjaan anda sehingga pekerjaan bisa diselesaikan sampai tuntas dengan hasil yang berkualitas.

Sumber: https://www.cleverism.com/work-ethic-definition-elements-strong-work-ethic/

2 Likes

Sebuah etos kerja adalah sebuah nilai-nilai yang didasarkan pada cita-cita kerja keras dan disiplin. Membangun etos kerja yang handal berarti melatih diri untuk mengikuti nilai-nilai ini. Melatih diri sehingga pekerjaan menjadi otomatis bukan sebuah perjuangan.

Constructing Habits

Sebuah etos kerja berdasarkan kebiasaan. Ketekunan, fokus, “melakukannya sekarang,” dan “melakukannya dengan benar” adalah kebiasaan utama dalam membangun etos kerja handal.

Berikut adalah beberapa langkah untuk membangun kebiasaan mereka:

  1. Forming the Persistence Habit
    Bagian pertama dari etos kerja yang handal adalah ketekunan. Jika Anda secara cepat menyelesaikanpekerjaan hanya dalam waktu singkat atau Anda tidak bisa tetap fokus pada tugas sebelumnya, Anda kurang ketekunan. Membangun ketekunan adalah seperti membangun ketahanan untuk perlombaan, perlahan melatih diri untuk bekerja lebih keras untuk waktu yang cukup lama. Kegigihan harus selalu seimbang dengan periode istirahat. Bekerja dua belas jam langsung biasanya tidak akan menjadi strategi yang paling efektif bahkan jika etos kerja Anda kuat. Tapi melatih diri untuk bekerja lebih lama dapat membantu dan membuat bekerja periode waktu pendek lebih mudah.

  2. Forming the Focus Habit
    Yang lebih penting daripada ketekunan adalah fokus. Memfokuskan semua energi untuk waktu yang singkat dapat melelahkan, tapi dikombinasikan dengan kegigihan itu adalah kemampuan yang kuat untuk memiliki.

    Berikut adalah beberapa tips untuk membentuk kebiasaan fokus:

    • Timebox - Beri diri Anda 60-90 menit untuk bekerja pada tugas tertentu. Selama waktu itu Anda tidak boleh beristirahat atau terlibat dalam gangguan apapun.
    • Accelerate - Ini bisa berlangsung dari 10-30 menit untuk membangun fokus terkonsentrasi. Luangkan waktu untuk mempercepat perfokusan.
    • Cut Distractions – Biasakan menghindari kebisingan dari luar. seperti Telepon, e-mail, RSS, Twitter dan pengunjung.
  3. Forming the “Do It Now” Habit
    Jangan biarkan diri Anda menunda-nunda. Memiliki etos kerja yang kuat berarti memiliki waktu untuk melakukannya sekarang. Waktu untuk bersantai baik-baik saja, tetapi jika Anda mencoba untuk bekerja memastikan satu-satunya hal yang Anda lakukan adalah bekerja. Jangan biarkan diri Anda menunda-nunda ketika Anda masih memiliki yang belum selesai untuk dikerjakan.

  4. Do it Now for 30 Days
    Menghilangkan kesalahan penundaan untuk yang baik. Selama tiga puluh hari berikutnya menentukan masa hari-hari anda.

  5. Forming the “Do it Right” Habit
    Aspek terakhir dari menyelesaikan sesuatu yang dilakukan dengan benar. pekerjaan ceroboh, buru-buru menyelesaikan hal-hal atau menghabiskan terlalu sedikit waktu bekerja keluar menyebabkan kualitas anda buruk.Perfeksionisme tidak diperlukan untuk banyak tugas, tapi kebanyakan hal memerlukan standar minimum kualitas. Menulis kode tanpa nama variabel berguna untuk dokumentasi.

  6. Using the Habits
    Melakukan kemalasan mungkin tampak seperti solusi yang ideal jika Anda bekerja di pekerjaan yang Anda benci. Tetapi jika Anda terlibat dalam pekerjaan atau proyek pribadi yang Anda cintai, memiliki etos kerja berarti Anda bisa membuat, mencapai dan memberikan lebih.

Sumber:
http://www.lifehack.org/articles/featured/how-to-build-a-reliable-work-ethic.html

3 Likes

Melihat dunia sekarang ini yang semakin maju, dengan berbagai penunjang kehidupan yang semuanya serba menggunakan teknologi-teknologi maju nampaknya memang tidak lepas dari sebuah etos kerja masyarakat yang demikian tinggi. Manfaat etos kerja yang dibawa oleh masyarakat tidak hanya menguntungkan secara individu, namun bahkan juga memiliki imbas yang cukup signifikan dalam perannya membentuk suatu negara yang maju. Sehingga memang adanya etos kerja adalah suatu bagian yang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam rangka penunjang faktor kesuksesan suatu perusahaan. Etos kerja yang memiliki makna sebagai suatu sikap yang dimiliki oleh seseorang yang muncul atas kehendak sendiri dan kesadaran sendiri yang didasarkan pada nilai budaya terhadap kerja.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan sekarang untuk mengembangkan etika kerja yang baik :

  1. Tepat waktu.
    Mengembangkan kebiasaan tepat waktu atau lebih awal untuk semua kegiatan.

  2. Mengembangkan profesionalisme.
    Profesionalisme terhadap pekerjaan yang dilakukan. Hal ini termasuk sikap Anda, nilai-nilai, dan sikap. Praktek menjadi positif dan ramah. Jadilah menghormati orang lain. Mengembangkan
    reputasi integritas, yang berarti jujur, adil, dan konsisten dalam apa yang Anda katakan dan lakukan.

  3. Memupuk disiplin diri.
    Tetap fokus pada tujuan jangka panjang dan tidak berpihak oleh kepuasan jangka
    pendek. Melatih diri untuk menjadi gigih dan untuk menindaklanjuti proyek. Berusaha untuk unggul dalam tugas Anda.

  4. Gunakan waktu dengan bijak.
    Benjamin Franklin mengatakan, “Jangan pernah meninggalkan itu sampai besok yang Anda dapat lakukan hari ini.” Selesaikan tugas dengan tepat waktu karena “Waktu adalah uang.”

  5. Tetap seimbang.
    Memiliki etos kerja yang kuat tidak berarti menjaga mata Anda terpaku pada monitor komputer Anda. Hal ini termasuk mengetahui bagaimana mengurus diri sendiri. Mendapatkan tidur yang tepat. Makan yang benar. Mengambil waktu untuk bersantai dan mengisi waktu luang. Menjaga prioritas Anda dalam hidup yang jelas membantu Anda mempertahankan perspektif yang tepat di tempat kerja.

Sumber : http://blog.online.saintleo.edu/career-advice/How-To-Develop-A-Good-Work-Ethic-In-5-Easy-Steps

2 Likes

5 cara untuk meningkatkan etos kerja:

  1. Matikan hal-hal yang dapat menganggumu
    Tips pertama untuk tetap bekerja ialah, letakkan ponsel yang jauh dari jangkauan kamu, atau lebih baik jika kamu mematikan ponselmu, agar kamu tetap fokus pada suatu pekerjaan. Fokus pada suatu hal selama 3 menit tidak mungkin terjadi jika ponselmu diletakkan di dekat mu. jika kamu sedang tidak menunggu telepon penting, lebih baik kamu matikan ponselmu sementara dan kamu dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan.

  2. Buatlah sebuah daftar
    Buatlah daftar apa yang ingin kamu capai, baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Tempelkan catatan disekitar meja kerjamu, apapun yang ingin kamu lakukan sebaiknya dicatat di list. Mencatat daftar tidak harus di kertas, tetapi bisa menggunakan, kalender google dan papan putih dirumah.

  3. Tetap positif dan termotivasi
    Jadilah orang-orang yang positif, agar orang disekeliling kamu dapat termotivasi

  4. Etos kerja. Apa itu?
    lifehack.org penulis Scott H.Young menampilkan beberapa pendapat tentang “Cara membangun Etos Kerja yang Handal”, mendefinisikan etos kerja adalah seperangkat nilai-nilai yang didasarkan dengan kerja keras dan disiplin untuk menggapai cita-cita.

  5. Keep Moving
    Kehidupan akan menjadi sibuk, tetapi jika kamu terus bergerak kamu akan tetap seimbang. dan setelah itu kamu termotivasi untuk mencapai hal yang diinginkan, dan kamu tidak akan berhenti sampai kamu puas dengan hasilnya.

1 Like

Sebuah etos kerja yang kuat sangat penting pada sebuah perusahaan untuk mencapai tujuannya. Setiap karyawan harus memiliki etos kerja yang baik untuk menjaga perusahaan berfungsi sebagaimana mestinya sehingga terus mencapai tujuanya.

  1. Kejujuran.
    Kejujuran merupakan sifat yang harus mesti dimiliki oleh seorang karyawan. Jujur juga perlu diterapkan untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

  2. Tanggung jawab.
    Tanggung jawab adalah salah satu ciri orang beradab.Dengan adanya tanggung jawab seseorang dituntut untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.Dibutuhkan kesadaran diri untuk bisa melaksanakan tanggung jawab

  3. Saling menghormati.
    Perlunya pengakuan atau penilaian atas prestasi kerja dalam, hal ini akan menciptakan rasa saling menghormati dan menghargai karya satu sama lain di dalam perusahaan.Saling menghormati juga menumbuhkan rasa saling menghargai atas hasil yang dilakukan oleh karyawan.

  4. Kepedulian.
    Apabila ketiga hal diatas diaplikasikan dengan rasa kepedulian yang besar maka akan menciptakan rasa nyaman baik dalam lingkungan sendiri maupun masyarakat luas.

Kerja, Kerja, Kerja!

“Get going. Move forward. Aim High. Plan a takeoff. Don’t just sit on the runway and hope someone will come along and push the airplane. It simply won’t happen. Change your attitude and gain some altitude. Believe me, you’ll love it up here.” ― Donald J. Trump

Etos kerja merupakan salah satu factor penting dalam sebuah organisasi untuk menjalankan system kerja mereka. Etos kerja adalah selera kerja dalam perusahaan yang dilakukan staff nya untuk melakukan yang terbaik. Etos kerja yang tinggi mampu membuat visi perusahaan mudah untuk dicapai. Berikut merupakan beberapa cara untuk meningkatkan jiwa etos kerja :

1. Practice Punctually
Ketepatan waktu adalah awl dari segal sesuatu. Ketika kita sudah berusaha untk tepat waktu maka hal itu menunjukan kecintaan akan prioritas kerja yang kita lakukan. Penggunaan waktu yang tepat memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuat lebih banyak tentang suatu tugas.

2. Develop Professionalism
Profesionalisme diibaratkan sebagai sebuah pakaian yang melekat pada diri kita. Ini merupakan segala tindak tanduk kita dan nilai-nilai yang harus kita jalankan dengan baik. Jadi lah diri yang selalu bersikap positif dan ramah. Menghindari berbagai gosip serta memilki integritas yang tinggi terhadap pekerjaan. Selalu berusaha dalam bersikap jujur, adil, dan konsisten dengan apa yang kita kerjakan.

3. Cultivate self-discipline
Segala sesuatu harus dilakukan dengan disiplin dan tetap selalu fokus dengan apa yang kita kerjakan. Kita harus melatih diri untuk tetap gigih dengan apa yang dikerjakan serta berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan upaya yang maksimal.

4. Use time wisely
Waktu adalah uang. Jangan tunda pekerjaan mu. Kerjakan hari ini selagi bisa. Waktu tidaklah dapat diputar ulang. “Never leave that ‘till tomorrow which you can do today.”

5. Stay Balanced
Etos kerja yang baik tidak hanya melulu harus didepan koputer kita untuk mengerjakan tugas hingga selesai. Hal itu harus diimbangi dengan kegiatan positif lainnya. Luangkan waktu juga untuk beristirahat atau juga mengisi waktu luang dengan olahraga misalnya. Makan dan tidur juga harus cukup, sehingga pekerjaan yang kita kerjakan kedepan adalah usaha terbaik yang kita miliki.

Membangun Etos Kerja yang Kuat


Pernahkah kamu bekerja dalam sebuah tim namun merasa tim kita tidak bekerja sama dengan baik? Pernahkah merasa kurang dalam motivasi pada saat bekerja? Atau merasa tidak percaya diri dengan pekerjaan yang kita lakukan?

Ya, sering kali saya menemukan diri saya terjebak dalam situasi tersebut dan biasanya butuh waktu untuk kembali ‘sadar’ bahwasanya pekerjaan ini harus segera diselesaikan. Ada beberapa sikap yang seharusnya kita camkan di dalam diri kita masing-masing agar memiliki semangat dan etos kerja yang baik.

1. Profesionalitas
Menjadi seorang yang profesional akan membangkitkan motivasi dan semangat dalam bekerja. Kita bisa menyebutnya dengan totalitas dalam bekerja, Cara kita berpakaian, menempatkan emosi pada tempatnya, dan menghargai waktu

2. Menghargai orang lain
Terkadang menjadi seseorang yang menjunjung tinggi profesionalitas cenderung untuk besikap egois terhadap tim. Misalnya ketika bagian pekerjaan kita sudah selesai kita kerjakan sedangkan anggota tim yang lain masih belum selesai, kita tidak mencoba untuk mendukung anggota tim. Tidak ada nilai pengahargaan untuk anggota tim yang lain. Kurangnya penghargaan ini akan mengurangi kepercayaan kita terhadap orang lain.

3. Ketergantungan
Cobalah untuk tidak selalu bergantung kepada orang lain dan waktu. Misalnya kita diberikan tugas dengan deadline satu minggu. Tanpa menunggu satu mingggu pun sebenernya kita bisa menyelesaikannya, oleh karena itu berusahalah mengerjakan segala pekerjaan di awal waktu.

4. Dedikasi
Tidak berhenti sampai pekerjaan selesai dikerjakan dan menghasilkan keluaran yang benar. Manusia cenderung memiliki ekspektasi yang tinggi di awal waktu terhadap suatu pekerjaan, oleh karena itu jadilah seorang manusia yang menaruh dedikasi tinggi pada setiap pekerjaan yang dkerjaan, tidak peduli seberapa besar nilai yang didapat, orang akan melihat usaha yang kita lakukan bukan hasilnya.

5. Tekad yang Bulat
Jadilah seseorang yang memiliki keteguhan dalam memilih suatu jalan. Walaupun dia akan menghadapi rintangan di depan, dia akan terus maju samapi tujuan itu berhasil ia capai.

6. Bertanggung Jawab
bertanggung jawablah atas apa yang kamu lakukan. Misalnya terjadi kesalahan yang karena memang itu adalah kesalahanmu maka akui bahwa itu adalah kesalahan yang sebenarnya tidak kamu harapkan terjadi. Lalu pelajari apa yang membuat kesalahan itu terjadi, kamu bisa menjadikan itu sebagai pembelajaran untuk kamu ke depannya.

7. Kerendahan Hati
Di awal saya sudah menjelaskan bahwa orang yang profesional cendderung egois dan cuek. Untuk bisa menumbuhkan etos kerja yang kuat, kita haruslah menjadi orang yang rendah hati dan terbuka terhadap semua orang. Jika ada anggota tim yang belum paham, kita harus mencoba untuk memberi dia pemahaman walaupun tidak seperti apa yang ia ekspektasikan. Bergaul dengan semua orang walaupun misal kita adalah seorang ketua tim. Berbagi dengan orang lain itu sangatlah penting untuk menjalin dan memperkuat hubungan.


Referensi : https://www.entrepreneur.com/article/250114