© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana caranya menggapai negara dengan masyarakat yang bahagia ?

Bertepatan dengan perayaan Hari Kebahagiaan Internasional atau International Happiness Day, Senin (20/3), PBB kembali merilis World Happiness Report untuk yang kelima kalinya sejak pertama kali diluncurkan pada 2012.

Ada enam faktor yang digunakan sebagai tolok ukur penilaian, yaitu :

  • Pendapatan per kapita
  • Dukungan sosial
  • Hidup yang sehat
  • Kebebasan sosial
  • Kedermawanan
  • Level korupsi

World Happiness Report 2017 menekankan pentingnya pondasi sosial dalam mencapai kebahagiaan dan mengeksplorasi lebih detail faktor-faktor sosial yang dapat mempengaruhi tingkat kebahagiaan individu dalam tiap-tiap negara.

Berikut adalah daftar 20 negara terbahagia menurut PBB.

Sedangkan sepuluh negara di peringkat terbawah adalah Yaman, Sudan Selatan, Liberia, Guinea, Togo, Rwanda, Suriah, Tanzania, Burundi, dan peringkat paling buncit diduduki oleh Republik Afrika Tengah.

Bagaimana dengan Indonesia ?

Indonesia menduduki peringkat ke-81 atau turun dua peringkat dari tahun lalu. Indonesia berada di bawah Filipina (72) Malaysia (42), Thailand (32), dan Singapura (26), namun berada di atas Vietnam (94), Myanmar (114), dan Kamboja (129).

Dokumen lengkap laporan World Happiness Report 2017 dapat dilihat di sini.

Masyarakat yang bahagia haruslah mengikuti peraturan-peraturan yang ada dipemerintahan dalam tanda kutip undang-undang yang berlaku. Karna jika peraturan ini dijalankan maka rakyat akan bahagia karna tak ada pembunuhan, kerusuhan, perpecahan, serta pelanggaran peraturan lain. Yang bisa membuat masyarakat bahagia adalah masyarakat itu sendiri, selain itu juga adalah kepemimpinan pemerintah dalam menggunakan dana-dana pembangunan dengan tepat sehingga kebutuhan masyarakat tercapai. Dengan adanya inovasi pada daerah itu juga bisa membuat masyarakat yang bahagia.

Definisi Model Pembangunan GNH (Gross National Happiness)

hhG

Pembangunan manusia yang berkelanjutan merupakan akar kuat dari Gross National Happiness (GNH), yang pertama kali diperkenalkan oleh raja Bhutan Jigme Singnye Wangchuck pada tahun 1972, jauh sebelum pembangunan berkelanjutan menjadi agenda global. Jigme menekankan bahwa GNH lebih penting daripada Produk Nasional Bruto yang merefleksikan kepercayaan tradisional Bhutan bahwa terdapat hidup yang lebih efektif daripada pembangunan materi. Hal ini didasarkan pada dasar pemikiran bahwa pembangunan sejati terjadi ketika kesejahteraan sosial, ekonomi, spiritual dan lingkungan terjadi berdampingan untuk melengkapi dan memperkuat satu sama lain.

  • Dalam setiap indikator inti, secara umum filosofi GNH didasarkan pada empat pilar utama sebagai berikut:

    • Pembangunan sosial-ekonomi yang merata .
      Pemerataan antara individu dan masyarakat serta daerah untuk mempromosikan harmoni sosial, stabilitas dan kesatuan dan memberikan kontribusi untuk pengembangan masyarakat yang adil dan penuh kasih

    • Pelestarian lingkungan hidup .
      Memperkaya kegiatan pembangunan yang berada dalam batas-batas pelestarian lingkungan hidup dan dilakukan tanpa mengganggu produktivitas hayati dan keragaman lingkungan hidup.

    • Pelestarian dan promosi budaya.
      Menanamkan apresiasi terhadap warisan budaya dan melestarikan nilai-nilai spiritual dan emosional yang berkontribusi terhadap kebahagiaan dan meredam masyarakat dari dampak negatif modernisasi.

    • *Promosi tata pemerintahan yang baik.
      Membangun institusi negara, sumber daya manusia dan sistem pemerintahan dan memperbesar peluang bagi orang-orang di semua tingkatan untuk berpartisipasi penuh dan secara efektif membuat pilihan pembangunan yang benar terhadap keadaan dan kebutuhan keluarga, komunitas dan bangsa secara keseluruhan.

  • Selain itu setiap dari sumber daya berikut merupakan subjek yang harus diperbaiki kembali sebagai produksi atau memproduksi dalam menghasilkan aset. Sebagai contoh:

    • Sumber daya alam yang habis ketika hutan over login, air tercemar, tanah dan sumber daya air rusak, atau udara dipenuhi dengan karbon.
    • Sumber daya sosial berkurang ketika ketidaksamaan sosial, keterasingan, isolasi dan kejahatan meningkat, dan ketika jaringan sosial hancur seperti yang sering terjadi dalam migrasi desa-kota.
    • Sumber daya manusia terdepresiasi ketika tingkat diabetes, stres, depresi, bunuh diri dan meningkatnya penyakit kesehatan fisik dan mental lain, ketika tingkat keterampilan dan pengetahuan menurun, atau ketika waktu luang diperas keluar terlalu banyak.
  • Indeks GNH Bhutan adalah satu dari banyak percobaan dalam menciptakan sebuah nilai keseimbangan untuk mengukur kondisi kesejahteraan dan hasil dari masyarakat dalam cara yang lebih komprehensif daripada melalui ukuran Gross Domestic Product (GDP) secara konvensional. Pengukuran multidimensi lain dari kemajuan yang sedang dieksplorasi oleh negara, kelompok-kelompok non-pemerintah dan organisasi internasional diseluruh dunia.

  • Indeks GNH merupakan suatu pedoman dalam kemajuan kritis yang ditinjau seperti dalam penerapan pada pembuatan kebijakan. Meskipun demikian, hal ini membantu menyediakan sebuah langkah pertama yang berguna dalam penilaian kemajuan negara dalam rangka mewujudkan hasil kesejahteraan yang adil dan berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan alam, manusia, masyarakat dan ekonomi. GNH bersama-sama dengan indeksnya adalah sebuah konsep yang dinamis yang harus menanggapi terus-menerus tantangan riil di dunia politik agar efektif.

Indeks GHN yang terdiri dari 9 domain berikut yang dimaksudkan untuk ditinjau ulang untuk mencerminkan perubahan sosial.

  • Keanekaragaman ekologi dan ketahanan.
    Kehidupan manusia dan kegiatan ekonomi tergantung pada ekosistem global yang sehat yang dapat diperbaiki, misalnya, melalui penyediaan kawasan lindung, konservasi satwa liar, melarang praktek pertanian yang kejam dan pergeseran ke pertanian organik. Indeks GNH saat ini menggunakan empat indikator untuk menilai kesehatan ekosistem sesuai dengan tingkat polusi, pembangunan perkotaan, keragaman satwa liar dan masyarakat yang peduli akan tingkat tanggung jawab lingkungan. Sejak indeks GNH didasarkan pada data survei, namun, itu tidak cukup menilai kesehatan ekosistem secara komprehensif. Diakui bahwa indikator objektif tambahan diperlukan. Hal ini akan berfokus pada misalnya, dampak dari aktivitas manusia seperti penggundulan hutan, penipisan tanah, hilangnya keanekaragaman hayati, penebangan yang dikomersialisasikan pada jenis tertentu dan praktek-praktek yang tidak berkelanjutan lainnya seperti tingkat polusi udara dan air, emisi gas rumah kaca dan penyerapan karbon, keanekaragaman spesies, penipisan sumber daya air, dan banyak lagi.

  • Standar hidup.
    Indeks GNH seperti saat ini dibentuk, memfokuskan pada pendapatan rumah tangga, aset dan kualitas hunian, dan juga memungkinkan dalam penilaian distribusi pendapatan, kemiskinan, keamanan ekonomi dan hasil ekonomi utama lainnya. Pendekatan indikator ekonomi ini berbeda dari langkah-langkah GDP saat ini, dimana GDP berfokus pada pendapatan daripada input seperti pertumbuhan ekonomi yang sering memperlebar kesenjangan antara kaya dan miskin, memperburuk ketidakadilan sosial, dan meningkatkan standar hidup untuk beberapa segmen penduduk dengan mengorbankan orang lain.

  • Kesehatan.
    Konsepsi akan kesehatan telah lama berpindah diluar adanya perihal kesederhanaan dari penyakit dan ukuran ekspetasi kehidupan termasuk banyak faktor-faktor penentu kesehatan yang tercermin dalam domain GNH lainnya. Sebagai contoh, sebuah laporan dari World Health Organisation (WHO) menyebut pendekatan yang sepenuhnya baru dalam pengembangan kesehatan yang mencakup tingkat kondisi kehidupan sehari- hari (misalnya investasi dini perkembangan anak dan program perlindungan sosial sepanjang hidup), dan mengurangi distribusi kekuasaan yang tidak adil seperti uang dan sumber daya.

  • Pendidikan.
    Dilihat sebagai domain penting dalam GNH. Misalnya lingkungan alam yang sehat membutuhkan ekologi literasi, budaya membutuhkan pengetahuan tentang bahasa pribumi, seni tradisional dan kerajinan, dan sebagainya. Dengan demikian, dimensi dari domain pendidikan melampaui pencapaian konvensional, termasuk beberapa aspek dari pengetahuan masyarakat untuk belajar.

  • Keragaman budaya dan ketahanan.
    Nilai instrumental budaya dicantumkan dalam empat dimensi tentang ide dasar GNH yang meliputi bahasa dan signifikansi simbolik dan identitas; seni dan keahlian dalam membuat kerajinan tangan sosial yang mengacu pada budaya pakaian tradisional, kebiasaan konsumsi, sikap dan bahasa tubuh dalam mengekspresikan dan menghasilkan harmoni sosial.

  • Vitalitas masyarakat.
    Studi empiris mengidentifikasi masyarakat sebagai salah satu faktor penentu kesejahteraan yang signifikan. Indikator indeks GNH mencakup tujuh aspek utama dalam kesejahteraan masyarakat seperti: vitalitas keluarga, rasa aman, timbal balik, kepercayaan, dukungan sosial, sosialisasi dan idensitas kekerabatan.

  • Penggunaan waktu dan keseimbangan.
    Meskipun fokus dalam mengukur progres yang konvensional hampir secara eksklusif dinilai pada pekerjaan yang diukur dengan waktu, ukuran semua pada nilai indeks GNH adalah waktu individu, termasuk waktu bekerja dan bersantai. Untuk tujuan ini, waktu yang komprehensif digunakan dalam menilai survei perspektif temporal seperti orientasi masa lalu, sekarang atau masa depan, keseimbangan dalam bekerja atau bersantai, tugas di tempat kerja dengan waktu sosial, laju kehidupan umum, sikap diam, waktu istirahat, menunggu, rekreasi dan unsur-unsur lain dalam menggunakan waktu.

  • Pemerintahan yang baik.
    Salah satu dari semua domain teratas di dalam kebijakan yang menyadari secara efektif, hal ini dimaksudkan sebagai hasil dari kesejahteraan. Baik termasuk transparansi, akuntabilitas, dan kebebasan dari korupsi juga mencakup derajat partisipasi, keterlibatan inklusi dan memungkinkan aktor local seperti pembagian tingkat kekuasaan dan kapasitas untuk mempengaruhi lembaga politik dan ekonomi; kebebasan berekspresi dan media; dan program untuk mempromosikan keadilan restoratif dan reformasi hukum dan judical lainnya.

  • Kesejahteraan Psikologi.
    Hal ini sering dimasukkan sebagai dimensi kesehatan penduduk di banyak langkah-langkah kualitas hidup yang ada dan sistem indikator kesehatan mental. Karena menyatakan keinginan untuk menciptakan kondisi untuk kebahagiaan manusia, namun, Bhutan telah memilih untuk mendefinisikan kesejahteraan psikologi sebagai domain terpisah dalam indeks GNH mencakup tindakan subjektif kesejahteraan yang mencoba untuk mengukur tingkat kekuatan dari keterlibatan, hubungan yang positif, makna dalam hidup dan otonomi pribadi. Tujuan dari hasil penilaian multi-dimensi ini adalah agar pemerintah dan masyarakat luas dapat mengidentifikasi kesenjangan kinerja, untuk melihat apakah prioritas sudah menetapkan dan solusi bagi masyarakat yang ada dalam jalur paradigma baru sehingga mendukung keputusan kebijakan efektif dan alokasi tanggung jawab dari sumber daya yang dimiliki.

Referensi

Gross National Happines in Bhutan: A Living Example of an Alternative Approach to Progress , Alejandro Adler Braun, 9-1-2009.

Ura, K. et al. 2012a. “A Short guide to Gross National Happiness Index” , Thimphu, Centre for Bhutan Studies.

Bhutan worlds happiest country” , diakses dari https://www.oneworldeducation.org.