© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana caranya mengatasi kurangnya kerjasama antar anggota tim?

Menurut kalian apa itu Lack of Teamwork ? Kenapa itu bisa terjadi ? Bagaimana cara mengatasinya ?

4 Likes

Kalau diartikan lack of teamwork itu bisa berarti kurangnya kerjasama antara anggota tim, biasanya penyebab hal itu bisa terjadi adalah kurangnya komunikasi atau miskomunikasi antara anggota dan menurut saya hal itu bisa diatasi dengan meningkatkan komunikasi antar anggota.

3 Likes

Jadi untuk membuat tim yg baik itu seperti apa, terutama untuk menjalin komunikasi sehingga tidak terjadi miskomunikasi dan tim bisa berjalan sesuai dengan job description nya ?

3 Likes

Dari artikel yang saya baca, Lack of Team Work (kurangnya kerjasama team) adalah permasalahan pada saat team sudah terbentuk.Kenapa bisa terjadi? dan bagaimana cara mengatasinya? menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan cara mengatasinya:

  1. proses saat perekrutan tim/pembentukan tim.
    dalam proses ini, seharusnya sebagai, misalnya Project Manager harus menyiapkan kategori penilaian dari tiap divisi yang akan diwawancarakan pada saat screening. Begitu pula parameter yang dibutuhkan harus jelas agar pemilihan tim bisa tepat.

  2. Terlalu banyak tekanan.
    Ini juga bisa menjadi sebuah masalah psikis bagi tim saat menjalankan tugasnya. Terkadang Project Manager juga menginginkan suatu project dapat dikerjakan secara cepat istilahnya mengejar deadline agar project cepat terselesaikan. Seharusnya dibuatkan managemen planning yang benar pada saat akan mengerjakan sebuah project, perhitungannya tdak hanya cara menyelesaikan project tepat waktu tapi faktor sdm saat mengerjakan project juga harus di perhitungkan. agar project berjalan sebanding dengan tingkat pengerjaan project dan kondisi sdm yang mengerjakan project.

  3. Kurangnya komunikasi.
    seringkali terjadi saat tim sudah terbentuk. Pada saat ada salah satu anggota tim dirasa memahami masalah yang akan diselesaikan, maka anggota - anggota lain merasa menunggu intruksi saja tanpa melakukan inisiatif. Padahal inisiatif tiap anggota tim itu sangat dibutuhkan dalam hal kerjasama tim. Maka sebagai teamwork harus saling memberikan informasi dan komunikatif saat mengerjakan pekerjaannya agar pekerjaan bisa dijalankan secara bersama tanpa mengandalakan beberapa orang saja.

3 Likes

berdasarkan pengalaman saya kerjasama dalam team itu sangat penting karena kalau dalam team tersebut hanya satu orang yang bekerja maka akan memberatkan orang yang bekerja dalam team itu itu sendiri . kenapa bisa terjadi karena jaman sekarang banyak orang yang nggak mau capek , mau enaknya sendiri. kalau cara mengatasinya mungkin dengan pertama harus percaya sama team itu dan memberikan tugas masing-masing ketika misal seperti ada projek. kan biasanya kalau tugasnya dibagi-bagi sesuai dengan jobdesknya paling tidak orang tersebut memahami jobdesk yang diterima dan jadinya mengerjakan tugasnya.

1 Like

ya mungkin harus bertemu secara langsung biar tidak ada miskomunikasi . kan kalo ketemu langsung diskusinya atau ngobrolnya juga jadi lebih enak.

3 Likes

kemudian kenyamanan di dalam team itu juga sangat perlu. soalnya kalau kita awalnya memang tidak nyaman sama team kita itu juga bisa mempengaruhi kinerja didalam team tersebut hehe.

3 Likes

Komunikasi memang sangat penting. Karena jika dalam team tidak ada komunikasi antar anggota bagaimana kerjasama bisa terjalin. Bagaimana kerjasama bisa dilakukan.

Karena menurut Elizabeth Smith -smallbusiness.chron.com, karekteristik dari Teamwork yang baik adalah

  • Komunikasi : komunikasi yang terbuka. Setiap anggota tim harus mampu berkomunikasi dengan seluruh kelompok untuk mendapat update terbaru proyek, pertanyaan, ide-ide dan masukan. sebuah tim yang mendukung komunikasi terbuka memungkinkan setiap orang unutk dapat berbagi ide dan pendapat mereka tanpa rasa takut.

  • Respect : Untuk tim untuk menjadi tempat yang nyaman dan aman untuk semua anggota, setiap orang harus menghormati orang lain. Anggota harus menghormati setiap aspek dari anggota lain, meskipun mereka mungkin tidak setuju dengan hal itu: ide-ide, kemampuan komunikasi, latar belakang, agama, gaya kerja dan tradisi budaya. Karena tim besar membutuhkan komunikasi yang terbuka, menghormati dapat membuat kepercayaan yang akan memungkinkan anggota untuk menjadi rebtan.

  • Kolaborasi
    Teamwork membutuhkan kolaborasi yang efektif; setiap orang harus mencari tahu bagaimana keterampilan dan bakat nya cocok dengan orang-orang dari anggota tim lainnya. Untuk tim bekerja, setiap orang harus memahami apa peran mereka dan bagaimana menggunakannya untuk berkontribusi pada kesuksesan tim. Setiap anggota tim harus memahami bahwa bagian semua orang dalam proyek ini adalah sama-sama penting.

  • Problem solving : Tim yang efektif harus mengembangkan strategi sendiri pemecahan masalah dan manajemen konflik. Strategi ini akan berbeda dari tim untuk tim berdasarkan situasi dan anggota individu; tim individu harus bekerja di luar metode pemecahan masalah yang paling cocok untuk itu. Ketika anggota tim Anda dapat bekerja melalui penghalang jalan bersama-sama, tim akan dapat bekerja dengan lancar bahkan selama masa-masa sulit.

  • Common Goal : Sebuah misi bersama dapat membantu sekelompok orang bekerja sama dan menciptakan antusiasme. Ketika semua orang menggunakan kemampuan mereka sendiri untuk bekerja menuju tujuan bersama, hasilnya lebih besar dari upaya satu orang. Dalam tim yang kuat, baik dari tujuan umum datang sebelum preferensi dan kepentingan masing-masing anggota. Tujuannya juga memberikan kontribusi untuk kelancaran; tim dapat menyelesaikan masalah dan perbedaan pendapat dengan menentukan apa yang terbaik untuk tim dan tujuan akhir.

3 Likes

bisa dengan banyak-banyak berdiskusi, berdialog, mendengarkan dengan seksama, dan advokasi tanpa agresivitas

3 Likes

sepertinya kata-kata “advokasi tanpa agresivitas” bisa bermakna banyak untuk dipahami. Mohon tolong dijelaskan apa itu advokasi tanpa agresivitas.

2 Likes

Dalam KBBI advokasi dapat diartikan sebagai pembelaan. Dan agresivitas menurut Brigham (1991) adalah tingkah laku yang bertujuan unutk menyakiti orang yang tidak ingin disakiti, baik secara fisik maupun psikologis.
Jadi yang saya maksudkan dengan advokasi tanpa agresivitas adalah pembelaan tanpa menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikolog

2 Likes

untuk itu dibutuhkan seorang leader dalam membangun sebuah tim. seorang leader yang membagi job description masing-masing personal dalam tim dan juga memantau perkembangan dari job descriptionnya. hal ini dibutuhkan leader yang benar-benar memahami kondisi tim, baik dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawab tim dan juga kondisi tim yang ada di dalamnya. leader harus bisa membagi job desc tim sesuai dengan kemampuan atau skill dari masing-masing personal tim, hal ini berguna agar tidak terjadi ketimpangan dalam pembagian tugas yang dibebankan leader kepada tim.

2 Likes

Sebelum lebih jauh menanggapi kekurangan sebuah tim, yang sering kita jumpai dalam sebuah tim yaitu kurangnya pemahaman mengenai tujuan/goal setting dari organisasi tersebut. Sehingga tim tidak tau mau bertindak seperti apa dan sejauh mana langkah yang akan diambil dalam mengerjakan tugas dari tim tersebut. Jadi yang paling penting, tentukan tujuan utama dari sebuah tim kemudian menyusun strategi-strategi dalm mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, mencari sebuah solusi dari permasalahan yang ditemui, kemudian mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah. Langkah yang diambil harus memperhatikan resikonya, sebisa mungkin langkah yang diambil adalah resiko terendah yang akan ditemui dan kita sudah menyiapkan langkah-langkah berikutnya ketika resiko itu benar-benar terjadi. Dari hal tersebut setidaknya dari tim sudah melakukan tindakan pencegahan (preventif) sebelum timbul suatu masalah. Komunikasi yang baik sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah sampai pada tahap penyelesaian suatu masalah. Hal diatas berdasarkan pengalaman saya dalam menjalankan organisasi.

2 Likes

Dalam berdiskusi juga dibutuhkan data, sehingga dalam berdikusi akan menghasilkan sebuah kesimpulan. Hal ini sangat dibutuhkan agar tidak terjadi pembahasan diluar konteks, berbeda dengan diskusi yang dilakukan untuk menjalin komunikasi yang baik dalam sebuah tim. Yang pertama biasanya dilakukan ketika rapat dan dibutuhkan untuk pengambilan keputusan sedangkan diskusi yang kedua digunkan untuk menjalin komunikasi yang baik antar sesama tim. Hal ini diperlukan agar masing-masing personal dari tim memahami karakternya masing-masing, baik dari gaya bicaranya, kebiasan kesehariannya dan sebagainya.

2 Likes

Banyak tekanan bisa diartikan positif dan negatif. Sisi positifnya ketika project manager memiliki deadline yang ketat, anak buah bisa jadi menjadi semakin terpacu bagaimana caranya untuk mencapai target yang telah diberikan. Sisi negatifnya ketika karyawan pemalas, diberi tugas yang berat dan deadline yang ketat semakin dibiarkan pekerjaannya menumpuk dengan berbagai alasan misalnya terlalu banyaknya tugas yang diberikan dengan tenggat waktu yang mepet. Ketika karyawan memang terobsesi dengan pekerjaannya, tekanan dari project manager mungkin malah jadi tantangan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contoh realnya Steve Jobs dengan perusahaan Apple nya, dengan karakter yang keras dan cenderung otoriter dia mampu menggerakkan karyawan menjadi tim yang solid. So, pintar-pintarnya di project manager memahami kondisi karyawannya sesuai dengan karakternya.

2 Likes

Saya kira untuk advokasi itu dilakukan ketika terjadi suatu permasalahan atau menginginkan kerja sama antar lembaga bukan di dalam sebuah tim. Kalau di dalam sebuah tim cukup dengan berdiskusi saja bukan advokasi.

1 Like

Kalau menurut artikel yang saya baca di www.forbes.com, Professor IESE Carlos Rodríguez Lluesmaada mengatakan bahwa ada 10 hal yg menyebabkan kenapa teamwork itu bisa tidak berjalan dengan baik, yaitu :

  1. Lack of Trust, terkadang banyak orang yang tidak bisa percaya dengan tim nya sendiri sehingga menimbulkan ketidaknyamanan kalau membagi tugas dengan orang tersebut, untuk mencegah hal itu terjadi kita bisa menaruh sedikit kepercayaan kepada tim kita, atau jika tidak berpura-puralah sedikit percaya dengan mereka, supaya mereka juga bisa merasakan kalu dirinya dipercayai.

  2. Lack of communication, seperti yang saya katakan diatas komunikasi yang buruk dapat memperburuk tim juga, jadi komunikasi antar tim juga harus diperbaiki, caranya dengan bertemu, tidak perlu sering bertemu, sekali-sekali saja bisa, misalnya saat membahas permasalahan yang dihadapi oleh tim tersebut atau rapat, isi dari pembicaraan itulah yang penting bukan seberapa sering mereka bertemu untuk berkomunikasi, karena jika isi pembicaraannya keluar dari topik maka akan membuat anggota tim malas berkomunikasi atau bertemu karena mereka berpikir “untuk apa bertemu toh hanya begitu-begitu saja”.

  3. Cognitive biases, kadang banyak anggota tim berpikir bahwa mereka saling mengerti satu dengan yang lainnya tetapi ternyata tidak, sehingga terkadang hal ini bisa menimbulkan konflik ketika orang yang dirasa telah dikenal dengan baik ternyata tidak seperti itu, nah untuk menghindari yang satu ini anggota tim tidak harus memasukkan ke dalam hati perkataan anggota tim yang sedang berkonflik dengannya.

  4. Lack of context in virtual teams, ketika kita membentuk suatu tim pasti kita membuat semacam grup chat untuk tempat berkomunikasi bagi tim kita, hal ini ada untung dan ruginya, misalnya untungnya kita bisa memberikan kabar dengan cepat ke semua anggota tim, tetapi terkadang hal ini bisa merugikan tim juga karena mereka berpikir cukup berhubungan dari sana saja, konteks yang akan disampaikan dalam grup chat tidak akan semaksimal ketika bertemu langsung, misalnya satu orang memberikan ide tetapi tidak satupun yang membaca atau membahas maka hal itu akan mempengaruhi tim.

  5. Misrecognizing levels of interpendence, penting untuk mengetahui seberapa dekat tim untuk bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan mereka, hal ini dilakukan untuk menghindari membuat keputusan negatif yang bisa mempengaruhi efesiensi dari tim tersebut, cara untu mengatasi ini adalah setiap orang diberikan tugas nya masing masing, kedua dilakukan pengerjaan tugas bergilir, misalnya setelah si A menyelesaikan bagiannya maka dia akan memberikan hasil itu kepada orang yang selanjutnya mengerjakan dan yang ketiga adalah sama-sama mengerjakan. Tetapi melalui pengalaman pribadi saya sendiri berpendapat bahwa bagus untuk memberikan tugas pada setiap anggota tetapi mera harus tetap bertemu untuk mendiskusikan apakah tugas tersebut sudah sesuai atau tidak.

  6. Poor demographic designs, pembetukan tim harus dilakukan dengan cara memilih anggota yang memiliki tujuan yang sama dengan apa yang diingin dicapai oleh tim, bagus untuk sebuah tim jika memiliki beragam tipe orang tetapi akan lebih berat tantangannya untuk menyatukan semua tim, jadi kita harus memilih anggota tim dengan baik.

  7. Inter-personal conflict (not ideas conflict), hal yang bagus dalam sebuah tim pada saat anggota tim aktif untuk menyampaikan ide atau pendapat, namun ketika berargumen masalah pribadi dibawa-bawa akan membuat tim sangat tidak diuntungkan sehingga itu bisa membunuh tim itu sendiri. Ada 3 cara yang disaran kan dalam artikel tersebut untuk mengatasi ini : 1)Dengarkan ide yang dikeluarkan bukan faktanya, fokus kepada apa yang dikatakan kepada mu secara umum, jangan fokus kepada hal-hal kecil yang dikataknnya yg bisa menimbulkan masalah. 2) Dengarkan dulu anggota tersebut meyampaikan pendapatnya sampai akhir, jangn memotong pembicaraannya di tengah jalan. 3) Mencari bukti dari perkataan yang disampaikan oleh si anggota tersebut, sehingga jika anda ingin menyanggahnya, bisa disanggah dengan bukti yang jelas.

  8. Group Think, saling meyampaikan pendapat ketika berdiskusi baik tetapi hati-hati atau siap siaga ketika orang yang menyampaikan mulai agresif dan kelihatan marah, kontrol emosi dan dengarkan sampi selesai lalu berikan saran.

  9. No shared identity/mission – which leads to stereotyping, ketika kita tidak membagikan data diri kita anggota tim akan mengelompokan diri mereka dengan pikiran “aku orang yg seperti ini” sehingga bisa mempengaruhi bagaimana misi dalam sebuah tim dikerjakan dan diselesaikan. Untuk menghindari ini fokuskan tim kepada misi utam dalam pembentukan tim dan jangan lupa membagikan informasi dengan satu sama lain sehingga mereka berpikir bahwa mereka satu tim.

  10. Language mismanagement, ketika di dalam tim ada orang yang native speaker hindari berbahasa yang mereka tidak mengerti sehingga tidak terjadi kesalahpahan dan harus mengerti dengan kesulitan yang dihadapi oleh non-native speaker, untuk yang non-native speaker tidak booleh malu untuk bertanya ketika mereka tidak mengetahui sesuatu.

(source : https://www.forbes.com/sites/iese/2015/06/02/ten-teamwork-killers-and-how-to-avoid-them/#12654a323e52)

3 Likes

Maka dari itu agar bisa dapat mencapai tujuan bersama ada baiknya apabila ada seorang anggota kelompok ada suatu masalah, maka harus diberitahukan kepada yang lainnya untuk dicarikan solusi bersama agar mendapatkan langkah dan kerja yang selaras untuk mencapai tujuan bersama.

2 Likes

Sedikit kutipan dari lagu Bondan Prakoso & Fade 2 Black
“ Kau yang disana yang berjiwa lemah, mendekat padaku dan raih tanganku karena kudisini pantang menyerah. Bersatu kita kuat, bersama kita hebat dan tak terkalahkan “ .

2 Likes

Apa hubungannya lagu Bondan Prakoso & Fade 2 Black dengan kekurangan dari sebuah tim ??
Boleh sebuah lagu dijadikan buat menyatakan realitas kehidupan, tetapi dengan penjelasan atau korelasi antara lagu dengan konteks permasalahan yang ada. Tidak hanya sekedar kutipan, karena akan banyak menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda. Mungkin bisa dijelaskan lebih detil korelasi lagu itu dengan konteks tema ini, biar tidak menimbulkan ke ambiguan.

1 Like