Bagaimana caranya menanamkan nilai dari setiap peran kepada anggota tim?

Conveying role value adalah kemampuan untuk memanfaatkan berbagai kapasitas (empati, interpersonal, dan kepemimpinan) untuk menanamkan kepada karyawan nilai dari tugas yang diberikan.

Di dalam organisasi maupun perusahaan, setiap orang pasti memiliki tugas masing-masing yang berbeda-beda. Penempatan mereka juga pasti sesuai dengan kemampuan tiap individu masing-masing. Tujuannya adalah agar setiap individu merasa senang dengan pekerjaan tersebut dan dapat melaksanakan tugas dengan baik. Namun, tidak jarang juga orang yang kurang senang dalam melakukan pekerjaannya.

Alasannya ada beragam, bisa karena orang tersebut yang kurang menguasai pekerjaan itu, orang tersebut merasa tidak nyaman dengan suasana kerja, orang tersebut merasa pekerjaan tersebut kurang bergengsi dan tidak terlalu penting, dan berbagai masalah lain. Nah, kemampuan untuk menanamkan suatu nilai kedalam suatu pekerjaan inilah yang akan berguna untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Seseorang harus dapat menanamkan kepada diri-sendiri, teman, ataupun karyawannya untuk dapat menghargai pekerjaan masing-masing. Ini bukan tentang seberapa paham seseorang tentang nilai dari pekerjaan tersebut, namun ini tentang bagaimana cara mengkomunikasikannya kepada orang lain tentang nilai pekerjaan tersebut.

Seseorang yang ahli dalam softskill ini akan mampu untuk mempengaruhi karyawannya untuk bekerja secara maksimal dengan membuat karyawannya percaya bahwa apa yang dikerjakannya adalah sesuatu yang penting dan bermanfaat.

Orang yang memiliki softskill ini akan mampu untuk meyakinkan anggotanya tentang bagaimana dan kenapa setiap orang memiliki peran yang penting dalam suatu organisasi atau perusahaan. Di lain hal, orang yang tidak mempunyai softskill ini akan menemui beberapa masalah dalam proses kepemimpinan ataupun hal lainnya. Beberapa contoh masalah tersebut adalah para anggota atau karyawan tersebut akan menganggap remeh suatu pekerjaan, atau mereka tidak dapat menghargai dan mengerti maksud dan tujuan dari pekerjaan tersebut.

Jika anda adalah seorang pemimpin, maka anda harus benar-benar memahami peran masing-masing karyawan anda dan menghargai peran mereka masing-masing. Anda juga perlu untuk berkomunikasi dan mengapresiasi peran mereka secara teratur dan memastikan bahwa karyawan atau anggota tim anda percaya bahwa anda menghargai mereka dalam bekerja. Salah satu cara untuk melakukan itu secara efektif adalah dengan berkomunikasi dan menyampaikan dengan antusias peran anggota tersebut.

Lalu bagaimana cara mengembangkan keterampilan ini?

Beberapa cara yang dapat berguna untuk melatih keterampilan ini adalah dengan memahami uraian jabatan untuk setiap posisi anggota atau karyawan anda. Memahami karakter dan bakat unik setiap anggota anda juga penting karena setiap orang memiliki respon yang berbeda dalam menerima tanggapan orang lain.

Anda juga harus paham bagaimana cara menyikapi suatu keberhasilan ataupun kegagalan karyawan anda dalam suatu pekerjaan. Anda harus mengapresiasi karyawan anda jika memang dia melaksanakan tugasnya dengan baik, namun anda juga harus mengambil tindakan yang tepat tetapi jangan sampai membuat karyawan anda merasa gagal dalam menjalankan pekerjaannya.

Referensi :

A post was merged into an existing topic: Apa saja tugas dan peran seorang manajer di sebuah perusahaan?

Setiap bisnis yang unik dan nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Perusahaan bertindak sebagai kompas untuk bagaimana bisnis berperilaku secara kolektif, serta bagaimana masing-masing anggota melakukan pekerjaan masing-masing di antara pelanggan dan orang lain.

Meskipun mungkin ada hal-hal yang anda rasa adalah pengetahuan umum. Kenyataannya adalah bahwa setiap individu datang dengan jati diri mereka sendiri dan pengalaman masa lalu yang mungkin berbeda jauh dengan apa yang anda coba capai. Menanamkan nilai-nilai perusahaan anda adalah tentang melibatkan tim anda dalam semua tahap.

Berikut cara menanamkan nilai untuk anggota dari BusinessRoom :
1. Mengembangkan Kumpulan Nilai dari Perbedaan
Meskipun anda mungkin memiliki pemahaman umum tentang nilai-nilai anda sendiri dalam bisnis, ketika mencoba untuk menanamkan mereka pada orang lain sangat penting bahwa nilai-nilai ini, yang spesifik dan konkret bisa menjadi ide yang baik untuk melibatkan tim anda dalam pengembangan nilai-nilai perusahaan anda. Tidak hanya tindakan sebagai cara untuk mendorong keterlibatan dan komitmen, itu juga memungkinkan untuk ada nilai-nilai yang mendasari untuk ditemukan daripada diproduksi. Dengan kata lain, bukan memaksakan nilai-nilai anda sendiri pada orang lain, tetapi lebih memberikan kesempatan bagi tim untuk menemukan dan mengembangkan nilai-nilai inti kolektif mereka sendiri.

2. Membuat Agar Nilai Jelas Untuk Semua Anggota Tim
Kunci untuk menanamkan nilai-nilai bisnis yang berarti dan secara konsisten. Menggunakannya dalam setiap pertemuan atau gathering akan mengingatkan tim anda dari apa yang mendorong pengambilan keputusan. Agar nilai-nilai jelas dan mengesankan, sangat penting bahwa mereka relevan dan bermakna untuk tim.

3. Membuat Nilai Bagian dari Perusahaan
Cara lain untuk mendorong keselarasan internal perusahaan adalaha dengan membuat mereka terlihat oleh pelanggan. Ini lebih menekankan pada apa yang diharapkan dari tim anda.

4. Menjadi Contoh yang Baik
Ketika anda mampu menjadi contoh bagaimana untuk mematuhi nilai-nilai perusahaan, bertindak dengan cara lain untuk menunjukkan apa yang diharapkan dari mereka. Hal ini juga berharga untuk memasukkan nilai perusahaan ke dalam mentoring dan pelatihan.

Menyampaikan Nilai Peran adalah kemampuan untuk menyampaikan nilai dan peran penting ke orang lain. Hal ini bukan pengukuran seseorang untuk memahami nilai peran, tetapi untuk berkomunikasi tentang nilai dengan kelompok atau orang lain.

Seseorang yang memiliki keterampilan dalam Menyampaikan Nilai Peran dapat menanamkan kepada karyawan mereka keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan memiliki nilai secara efektif. Mereka mampu untuk menggambarkan dengan jelas tentang bagaimana dan mengapa setiap orang memiliki peran penting – untuk diri mereka sendiri, perusahaan, dan lain-lain.

Seseorang yang tidak terampil dalam Menyampaikan Nilai Peran mungkin memiliki dua masalah yaitu mereka tidak menghargai peran yang ada atau mereka mungkin tidak memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan ide-ide atau konsep kepada orang lain.

Menyampaikan Nilai Peran adalah praktik yang harus sering digunakan, terutama dalam situasi berikut:

  1. Wawancara calon karyawan
  2. Melatih karyawan baru
  3. Mengevaluasi karyawan
  4. Ketika karyawan mencapai keberhasilan
  5. Ketika karyawan mengalami kegagalan
  6. Ketika karyawan tidak puas
  7. Ketika karyawan puas
  8. Dan berjalan sesuai rencana

Sebagai seorang manajer atau pemimpin tim, bagian itu adalah bagian dari tanggung jawab anda untuk memastikan bahwa karyawan anda atau anggota tim percaya bahwa anda menghargai mereka dan menghargai apa yang mereka buat.

Sumber : http://manage.freshpage.com/admincp/upload/34_files/wb.pdf