Bagaimana caranya melatih memahami sikap (attitude) orang lain terhadap kita?

Understanding attitude atau memahani perilaku sebuah individu adalah bagaimana cara seseorang memahami perilaku seseorang dari berbagai aspek, mulai dari bagaimana seseorang sedang senang, sedih ataupun sedang emosi. Soft skill ini sangatlah penting bagi semua individu dalam memahami perilaku individu.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan atau diperhatikan agar kita dapat mendalami softskill tersebut, antara lain :

  • Kenalilah lebih dekat orang tersebut.
    Poin ini sangat penting dikarenakan untuk memahami perilaku orang kita terlebih dahulu harus mengenalnya lebih dekat, mungkin untuk pertama kali bertemu dengan cara berkenalan dan berilah kesan yang baik untuk orang tersebut.
  • Mencoba bertanya tentang apa yang sedang orang rasakan.
    Poin ini sangatlah penting untuk meningkatkan softskill kita dalam Understanding Attitude. Mengapa? Untuk sebagai contoh kita bertanya kepada seseorang untuk mengatahui apa yang sedang ia rasakan, seperti “Saya dapat merasakan apa benar anda sedang sedih?” dengan menanyakan pertanyaan seperti itu kita bisa lebih cepat memahami perilaku seseorang.
  • Lebih ekspresif.
    Penelitian menjelaskan bahwa semakin kita ekspresif di hadapan orang, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.

Beberapa poin diatas wajib kita lakukan untuk membantu kita dalam meningkatkan softskill kita, pakar psikologi pun seperti William Ickes, Ross Buck mengatakan hal yang sama tentang bagaimana kita dapat memahami perilaku seseorang.

Mengapa softskill ini sangat penting?

Banyak yang ber asumsi bahwa softskill inikurang penting bagi seseorang dan malah dianggap negatif karena bagi beberapa orang beranggapan bahwa tidak perlu atau tidak pernting seseorang memahami perilaku setiap orang, tetapi sebenarnya softskill ini sangat penting di dalam kehidupan sehari hari, kita bisa mendapatkan banyak teman dekat jika kita mendalami softskill terebut, kita dapat mendapatkan informasi yang belum tentu orang tersebut memberitau kepada orang lain.

Tak hanya di kehidupan sehari-hari dalam dunia kerja pasti kita akan bertemu dengan orang yang memiliki perilaku yang berbeda-beda, untuk sebagai contoh jika kita di dunia kerja sebagai orang yang cukup penting dan harus mengikuti meeting tentu saja kita bertemu orang yang kita anggap sebagai atasan atau bahkan bertemu dengan orang yang belum pernah kita temui sebelumnya, kita belum tahu bagaimana perilaku orang tersebut, soft skill ini sangat dibutuhkan karena kita perlu memahami perilaku seseorang agar tidak terjadinya kesalahpahaman antar individu yang menyababkan individu tersebut emosi atau malah menjadi stress.

Willian Ickes seorang professor di departemen psikologi The University of Texas adalah orang yang sangat kuat dalam softskill Understanding Attitude

William Ickes mengatakan bahwa “ The ability to infer the specific content of another person’s thoughts and feelings” tidak hanya itu ia juga pernah mengatakan “Understanding what other people think and feel”.

Dari quote tersebut William menjelaskan bahwa betapa pentingnya kita di dalam kehidupan sehari-hari untuk memahami perilaku seseorang agar kita dapat mengetahui bagaimana karakteristik dan perilaku orang tersebut yang akan membantu kita dalam berbagai aspek di dunia, seperti di dunia kerja, di lingkungan sekitar maupun di lingkungan keluarga.

Sebagai sesama manusia kita harus tahu cara untuk memahami orang yang ada di sekitar kita, memahami sesorang bukan merupakan sebuah bakat. Memahami sesorang marupakan ketrampilan dan kebiasaan kita mengahadapi sesorang. Mungkin ada beberapa cara untuk memahami orang yang ada di sekitar kita, antara lain :

1. Menggunakan empati dalam semua interaksi
Dalam berinteraksi dengan sesama manusia kita sebaiknya menggunakan empati yang benar. Hal ini merupakan salah satu cara agar kita bisa memahami orang lain, bisa mengerti apa yang dirasakan orang tersebut sehingga tidak menyinggung perasaan. Menempatkan diri pada tempat yang tepat akan membuat orang lain lebih bisa menerima kita dengan baik.

2. Aktif mendengarkan orang lain
Dengan mendengarkan sesorang berbicara kita bisa lebih memahami mereka. Karena pada dasaranya manusia memiliki kecendurangan untuk menceritakn tentang dirinya kepada orang lain. Sebagai pendengar sebisanya kita juga terlibat dalam percakapan, bukan hanya mengangguk. Hal ini membuat kita bisa masuk kedalam cerita dan kehidupan orang tersebut.

3. Melihat kesan pertama
Kita harus melihat orang dari kesan pertama kita bertemu orang tersebut. Kebanyakan orang melihat kesan pertama dan langsung menghakimi bahwa orang tersebut baik atau tidak untuk diajak interaksi. Padahal kita belum pernah melakukan interaksi dengan orang tersebut. Sebaiknya kita banyak mencoba unutk memulai interaksi baru dengan lebih banyak orang untuk menambah banyak pelajaran dalam berinteraksi dengan orang lain.

4. Memahami bahwa banyak orang yang sepemikiran atau tidak dengan kita layaknya kita melihat diri kita sendri
Sebagian besar dari kita gagal memahami orang lain karena terlalu egois dalam berfikir. Karena kita tidak pernah membandingkan dengan diri kita sendiri. Padahal jika kita ada pada posisi orang yang berinteraksi dengan kita, belum tentu kita bisa melakukan lebih baik dari orang tersebut. Jadi lebih baik kita juga melihat diri kita sendiri untuk lebih memahami orang yang berinteraksi dengan kita.

5. Memperhatikan bahasa tubuh orang lain
Melihat bahasa tubuh orang lain juga sangat penting dalam memahami orang lain. Kebanyakan orang bisa memberikan pertanda apa yang dia rasakan melalui gerakan tubuh. Dengan begitu kita juga bisa memahami orang lain tanpa harus menanyakan langsung. Ini juga salah satu bentuk perhatian kita dalam berinteraksi dengan orang lain, karena banyak orang tidak bisa mengungkapkan sesuatu dengan kata, melainkan hanya menunjukkan dengan bahasa tubuh. Dan ini tugas kita memahami mereka dengan baik dan cermat.

REFERENSI : How to Be Understanding

Kenapa Attitude itu penting?

Apa itu sikap(attitude) ? sikap adalah bagaimana kita berperilaku. Sikap mempengaruhi semua yang ada diseikitar kita, mulai dari pekerjaan,orang lain atau bahkan kebahagiaan kita sendiri. Perilaku orang lain kepada anda juga bias memperlihatkan bagiamana anda bersikap.

Cara bersikap tergambarkan dari suara,gerak tubuh, dan ekspresi wajah. Sikap juga akan memberikan pengaruh besar jika anda ingin menjadi seseorang yang anda inginkan.

“Masa lalu Anda dan sekarang adalah hasil dari sikap dimasa lalu. Namun, sikap Anda sekarang akan menentukan masa depan Anda. Sekarang, Anda adalah penulis untuk masa depan Anda”

Kutipan dari NASP memberikan gambaran bahwa cara kita bersikap sehari-hari menentukan bagaimana karakter kita terbentuk baik untuk sekarang atau masa depan. Hal baik dari sikap adalah itu tidak mutlak, artinya bagaimana anda sikap itu terbentuk tergantung diri anda mengkreasikannya.

Hal pertama yang dapat anda lakukan dapat dimulai dari bagaimana anda percaya pada keyakinan anda. Anda sudah dewasa dan dapat menentukan antara baik dan buruk sehingga hanya anda yang bias mengubah keyakinan anda. Bagaimana anda melihat diri anda sendiri, hargai diri, dan percaya diri adalah bagian dari bersikap. Pengaruh eksternal (orang lain) juga bisa mempengaruhi sikap anda. Intinya bagaimana anda menentukan semua itu apakah baik atau buruk untuk anda dapat membantu untuk membentuk sikap anda

Ada contoh pertanyaan sederhana untuk meningkatkan sikap anda :

  • Dalam skala 1 – 10 berapa nilai yang anda berikan untuk sikap anda sekarang, jika 1 itu buruk dan 10 itu baik ?
  • Mengapa anda menilai diri anda seperti itu?
  • Apa yang harus anda lakukan untuk mencapai nilai 10?

Ingat, sikap anda 100 % dalam kendari diri anda sendiri sehingga anda bisa membangun sikap sesuai keinginan.

Sumber : https://www.nasp.com/article/8101F6DD-6537/why-is-an-understanding-attitude-critical-to-your-success.html

How to Be Sensitive to Other People’s Feelings?

Percakapan dengan teman-teman Anda kadang-kadang dapat menjadi emosional. Bahkan jika niat Anda baik, Terkadang tanpa menyadari semua itu mungkin Anda telah menyakiti perasaan seseorang. Cara terbaik untuk mengetahui perasaan orang lain adalah mendengarkan dengan cermat apa yang mereka katakan, dan berbicara ramah. Maka dari itu, sangat penting mempelajari cara-cara untuk memahami perasaan orang lain :

1. Recognizing Social Cues About Emotions

Memperhatikan wajah seseorang. Wajah adalah bagian tubuh yang paling menonjol untuk mengetahui emosi seseorang. Jika Anda mencoba untuk menentukan apakah seseorang sedih, marah, kesepian atau sakit, mulai dengan melihat lebih dekat ekspresi wajah orang tersebut. Ekspresi wajah dapat berubah dengan cepat, dan dapat berkomunikasi lebih dari satu emosi pada suatu waktu. Misalnya, wajah seseorang bisa menunjukkan baik hiburan dan takut jika sesuatu yang sangat mengejutkan yang telah terjadi. Pelajari tanda-tanda kesedihan. Ketika seseorang sedih, Anda mungkin akan dapat melihat di wajahnya. Ini tidak akan terlihat seperti kartun digambar dengan senyum terbalik, tapi sudut-sudut bibir seseorang cenderung sedikit ditarik ke bawah. Menyadari tanda-tanda ketakutan. Menjadi sensitif ketika seseorang takut dapat membantu Anda mengubah perilaku Anda sendiri. Ketika seseorang takut, mulutnya kemungkinan akan diadakan terbuka dengan bibirnya sedikit membentang dan ditarik kembali. alisnya biasanya diangkat dan ditarik bersama-sama dalam garis datar.

2. Listening with Empathy

Memperjelas bahwa Anda memahami apa yang orang lain katakan. Meringkas atau parafrase apa yang dikatakan orang lain akan memungkinkan Anda untuk berbagi pemahaman Anda tentang makna, dan menawarkan dia kesempatan untuk membiarkan Anda tahu jika Anda sudah mengerti dia benar. Cobalah untuk mengambil perspektif pembicara saat ia berbicara, dari pada menanggapi dari sudut pandang Anda. Ini tidak berarti bahwa Anda harus setuju dengan apa yang orang lain katakan. Ini hanya berarti bahwa sementara orang tersebut berbicara, tetap berpikiran terbuka. Sikap yang baik juga mencakup mendengarkan dengan hati-hati dan kepekaan terhadap perasaan orang lain. Misalnya, menahan diri dari mengganggu orang lain selama dia berbicara, atau mengangguk untuk menunjukkan kesepakatan dan pemahaman cara bahwa perilaku sopan dapat menunjukkan rasa hormat untuk orang lain.

3. Communicating Kindly

Mengajukan pertanyaan adalah cara yang bagus untuk mempelajari lebih lanjut tentang perspektif orang lain. Pertanyaan juga akan memungkinkan orang untuk secara tidak langsung tahu bahwa Anda menghargai pikiran dan perasaannya. Gunakan kontak mata saat Anda berbicara. Hal ini akan memungkinkan orang lain untuk menyadari bahwa Anda sungguh-sungguh mencoba berkomunikasi dengan jujur. Namun, kontak mata tidak dipertahankan untuk jangka waktu yang lama, atau mungkin ditafsirkan sebagai agresi.

4. Taking Care of Your Own Feelings

Menjadi sadar akan perasaan Anda. Jika Anda akan menjadi sensitif terhadap perasaan orang lain, tempat terbaik untuk memulai adalah dengan menyadari Anda sendiri. Belajar untuk mengenali tanda-tanda ketakutan, kemarahan, kecemasan, dan kesedihan pada diri sendiri akan membantu Anda lebih mudah berempati dengan perasaan orang lain. Memperhatikan tanda-tanda konkret perasaan Anda sendiri. Misalnya, perhatikan jika telapak tangan Anda mulai berkeringat, atau jika Anda mulai goyang. Ketika Anda melihat tanda-tanda emosi yang kuat, Anda harus tahu cara untuk mengelola perasaan Anda sehingga mereka tidak membanjiri Anda. Apakah Anda mengatasi perasaan Anda dengan mengambil napas dalam-dalam, berbicara dengan seorang terapis atau teman terpercaya, atau kombinasi dari pendekatan, hal yang paling penting adalah bahwa Anda membiarkan diri Anda untuk mengakui perasaan Anda dengan cara yang sehat.

Sumber : http://www.wikihow.com/Be-Sensitive-to-Other-People’s-Feelings