Bagaimana caranya manusia dapat melakukan multitasking ?

image

Komputer dapat melakukan banyak pekerjaan sekaligus, bagaimana dengan manusia? Dapatkah melakukan multitasking? Apakah ada cara-cara khusus supaya manusia dapat melakukan multitasking supaya lebih efisien.

Bagaimana caranya manusia dapat melakukan multitasking ?

Meskipun multitasking dapat membuat seseorang mudah stres, tetapi tidak semua orang mampu mengembangkan kemampuan multitasking. Seseorang membutuhkan keterampilan khusus untuk melakukan 2 sampai 3 hal sekaligus dalam satu waktu.

Menurut para ahli, multitasking sama seperti kecanduan, di mana seseorang dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus di luar kontrol otak. Tidak semua orang memiliki kemampuan multitasking, dan penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat kemampuan multitasking pada seseorang akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Dave Crenshaw, penulis buku ‘The Myth of Multitasking: How “Doing It All” Gets Nothing Done’ menyatakan bahwa kemampuan multitasking terbentuk karena budaya, di mana seseorang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang terbiasa melakukan beberapa hal dalam satu waktu, seperti dikutip dari ivillage, Selasa (18/12/2012).

Sebenarnya otak benar-benar tidak bisa multitasking, meskipun mungkin tampak seperti dapat memikirkan hal yang berbeda-beda secara bersamaan. Yang dilakukan oleh otak ketika Anda melakukan beberapa hal sekaligus adalah mengalihkan konsentrasi dengan cepat antara tugas yang satu dengan yang lain.

Otak tidak mampu mengelola proses berpikir secara kritis selama lebih dari satu tugas pada satu waktu. Sehingga, multitasking tidak akan menawarkan hasil yang sempurna tetapi mungkin akan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai.

Ketika Anda melakukan beberapa tugas sekaligus, satu atau dua tugas utama biasanya telah sering Anda lakukan di luar kepala, misalnya mencuci pakaian, menata meja, menyapu dan tugas rumah lainnya. Sehingga jika Anda menambah beberapa tugas lagi, otak hanya perlu berkonsentrasi pada hal baru.

Penelitian yang dilakukan di University of Michigan’s Brain, Cognition and Action telah menemukan bahwa hanya 2 persen dari orang-orang yang mampu melakukan mulitasking dapat mengerjakan semua pekerjaannya dengan hasil sempurna.

Sebaliknya sebanyak 98 persen lebih sering keteteran dalam mengerjakan satu tugas tertentu dan jika terjadi kesalahan, dirinya membutuhkan waktu yang lebih lama hingga dua kali lipat untuk membenahinya dibandingkan jika tugas tersebut dilakukan satu per satu.

Cara berpikir secara bersamaan :

  • Tentukan bagian-bagian dari suatu masalah yang dapat ditangani pada waktu bersamaan.

  • Garis bawahi manfaat yang mungkin dihasilkan dari berpikir atau bertindak bersamaan dalam situasi tertentu.

Ketika memecahkan suatu masalah ada unsur-unsur daripada yang bisa ditangani secara bersamaan dan ini jelas ditunjukkan dalam proses pembangunan rumah. Dinding tidak dapat dipasang sebelum pondasi berada di tempat.

Referensi

Apa yang dimaksud dengan berpikir Concurrently dalam Computational thinking?
https://health.detik.com/read/2012/12/18/110004/2121189/763/mengapa-seseorang-bisa-bekerja-multitasking

Multitasking adalah konsep untuk melakukan banyak tugas (juga dikenal asprocesses) selama periode waktu tertentu dengan mengeksekusi mereka secara bersamaan. Tugas baru mulai dan mengganggu sudah dimulai sebelum selesai, alih-alih menjalankan tugas secara berurutan sehingga masing-masing mulai mengerjakan tugas sampai akhir sebelum yang baru dimulai.

Multitasking tidak berarti bahwa banyak tugas dijalankan pada waktu yang bersamaan (bersamaan). Dengan kata lain, multitasking tidak menyiratkan eksekusi paralel, tapi ini berarti lebih dari satu tugas dapat dilakukan secara parsial melalui eksekusi pada saat yang bersamaan, dan lebih dari satu tugas memajukan selama periode waktu tertentu.

Menurut para ahli, multitasking sama seperti kecanduan, di mana seseorang dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus di luar kontrol otak. Tidak semua orang memiliki kemampuan multitasking, dan penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat kemampuan multitasking pada seseorang akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Sebenarnya otak benar-benar tidak bisa multitasking, meskipun mungkin tampak seperti dapat memikirkan hal yang berbeda-beda secara bersamaan. Yang dilakukan oleh otak ketika Anda melakukan beberapa hal sekaligus adalah mengalihkan konsentrasi dengan cepat antara tugas yang satu dengan yang lain.

Otak tidak mampu mengelola proses berpikir secara kritis selama lebih dari satu tugas pada satu waktu. Sehingga, multitasking tidak akan menawarkan hasil yang sempurna tetapi mungkin akan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai.