© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana caranya agar kita selalu berada (istiqomah) di jalan yang lurus?

Berikut adalah ayat-ayat Al-Quran yang memerintahkan kepada kita agar selalu istiqomah berada pada jalan yang lurus,

QS. Hud [11] : 112

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

QS. Fussilat [41] : 6

Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,

QS. Ash-Shuraa [42] : 15

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)”.

QS. Yunus [10] : 89

AlIah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui”.

Berikut adalah ganjaran bagi orang-orang yang istiqomah di jalan yang lurus, sesuai dengan fiman-Nya,

QS. Fussilat [41] : 30-31

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.

QS. Al-'Ahqaf [46] : 13

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

QS. Al-'Ahqaf [46] : 14

Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

QS. Al-Jinn [72] : 16

Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).


Bagaimana caranya agar kita selalu berada (istiqomah) di jalan yang lurus?

Melaksanakan amalan baik tentu tidak sulit. Yang menjadi sulit adalah membuatnya menjadi terus menerus dilakukan atau tetap istiqamah. Amalan yang konsisten adalah amalan terbaik dibanding melakukan besar-besaran dan penuh semangat membara, namun hanya sekali saja.

Memang wajar apabila manusia mengalami turun naik mood dalam beribadah. Namun jika terus menerus mengikuti mood dan memleihara dinamika yang terus turun naik, tentu tidak akan baik terhadap amalan ibadah kedepannya. Manusia juga harus Istiqomah apalagi dalam menjalankan misi hidupnya sebagaimana Tujuan Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan apa yang adala dalam fungsi agama dan telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Tanpa istiqomah, tentu manusia tidak akan bisa meraih Sukses Menurut Islam, Sukses Dunia Akhirat Menurut Islam, dengan Cara Sukses Menurut Islam. Dunia Menurut Islam memang tempat sementara untuk beramal, namun jika amalan tidak dilakukan Istiqomah, maka kesuksesan sulit akan didapat.

Tentu tidak mudah untuk istiqomah, apalagi dalam diri manusia senantiasa terdapat hawa nafsu dan setan yang selalu membisikkan pada diri manusia untuk berbuat zalim dan melenceng dari aturan Allah. Berikut adalah cara agar tetap istiqomah melaksanakan amalan kebaikan dalam keseharian kita.

Mengisi Daya Diri dengan Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah dasar dari kehidupan manusia. Tanpa ilmu pengetahuan manusia akan tersesat dan terjebak pada jalan yang keliru. Untuk itu, cara agar istiqomah salah satunya adalah dengan cara mencari dan mengisi diri kita dengan ilmu pengetahuan.

Allah memerintahkan manusia untuk senantiasa menggunakan akal dan tidak menggunakan hawa nafsu. Akal manusia akan berjalan dan berfungsu jika memang ada ikatan atau ada informasi yang masuk ke dalamnya. Ibarat sebuat mesin pembuat roti, ia tidak akan bekerja jika tanpa ada adonan atau bahan bahan yang masuk. Untuk itu, menjadi penting agar istiqamah di jalan kebaikan adalah dengan mnggunakan ilmu pengetahuan.

Tentu jangan sampai kita menjadi seseorang, sebagaimana yang Allah sampaikan dalam ayat berikut:

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS Al Jumuah : 5)

Pengetahuan yang harus diperkuat agar istiqomah salah satunya adalah mengenai ajaran agama. Hal ini contohnya adalah memperdalam pengetahuan dasar islam tentang rukun islam , rukun iman , Fungsi Iman Kepada Kitab Allah, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia, dsb.

Mengkondisikan diri Dengan Al Quran

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (QS Al A’raf:52)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Al Quran adalah petunjuk yang menjelaskan mengenai pengetauhan dasar tentang Allah dan Kekuasaannya. Dan inilah yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Untuk itu, dalam menjaga keistiqomahan, maka seorang muslim harus tetap berinteraksi dengan Al-Quran dan mengkondisikan dirin bersamanya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:

Membaca Isi Al Quran

Membaca isi Al Quran adalah salah satu bentuk kita mengkondisikan diri dan berinteraksi degan Al Quran. Membaca Al Quran tentu bukan hanya sekedar membaca teks nya saja melainkan juga membaca makna dan isi dari Al-Quran. Walaupun dalam memahami dan menafsirkannya membutuhkan ilmu tersendiri, namun umat islam dapat mempelajarinya dan menanyakannya kepada ulama Al-Quran. Hal ini sesuai kedudukan dan fungsi Al Quran, sebagaimana ayat berikut:

“Al Quran ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran” . (QS: Ibrahim :52)

Mencoba Mengamalkannya

Mencoba mengamalkan Al-Quran walau sedikit-sedikit tetap bisa membuat diri kita istiqomah bersama Al-Quran. Yang terpenting bukanlah pada hasilnya, namun proses konsisten dan peningkatan amalan terus menerus. Orang yang mencoba mengamalkan Al Quran tentu saja akan dipermudah jalannya oleh Allah.

Menghayatinya Sebagaimana Allah berbicara kepada Kita

Menghayati Al-Qiuran selain membayangkan bagaimana isi dan maknanya juga bisa seakan akan Allah yang langsung berbicara kepada kita. Tentu perasaan seperti itu akan membuat kita semakin merasa di awasi dan diperingatkan oleh Allah secara langsung.

Bergabung dengan Orang-Orang yang Shaleh
Untuk membantu istiqomah dalam hal-hal kebaikan tentunya juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita. Lingkungan yang baik dan shaleh tentu akan membantu kita juga semakin semangat dalam mengamalkan kebaikan. Meskipun memang tidak selalu dalam lingkungan yang baik maka setiap orangnya akan baik. Akan tetapi hal ini dapat mempermudah kita mengkondisikan diri dan terus terpacu untuk konsisten atau istiqomah dalam amalan kebaikan.

Orang-orang shaleh mempunyai ciri-ciri berikut ini:

  • Senantiasa melakukan amar ma’ruf nahi munkar
  • Mengajak untuk beramal shalih dan berlomba-lomba berbuat kebaikan
  • Mengajak berada dalam lingkungan yang baik dan kondusif
  • Tidak menjerumuskan pada aktifitas yang sia-sia
  • Senantiasa menjauhi untuk membicarakan keburukan orang lain

Jangan sampai kita menjadikan teman-teman kita atau lingkungan kita adalah orang-orang yang zalim, fasik dan mendekati kepada kekafiran. Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam Al-Quran sebagai berikut:

“Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)”. (QS AL A’raf : 202)

Berusaha Menjalankan Amalan Walau Belum Sempurna

Menjalankan amalan secara sempurna memang tidaklah mudah namun bukan juga harus ditinggalkan ketikan hal tersebut sangat sulit. Hal ini sebagaiman disampaikan Allah dalam Al Quran.

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS Huud : 112)

Ketika amalan yang kita lakukan tidak sempurna tentu saja bukan menjadi kita berputus asa lantas kembali berbalik ke belakang. Menjalankan amalan baik bisa dilakukan sedikit-sedikit, walau tidak sempurna sambil jalan kedepan sekaligus memperbaikinya. Tidak ada manusia yang sempurna, yang terpenting adalah terus menerus memperbaiki diri dna tetap menjalankan amalan walau terdapat banyak kekurangan.

https://rumaysho.com/731-kiat-agar-tetap-istiqomah-seri-1.html

Istiqomah itu teguh tegak kokoh pendirian seperti alif, itulah istiqomah. Maksudnya apa yang sudah diyakini agar diyakini sekuat-kuatnya tidak mudah goyah dan terpengaruh lagi, tetap dan rutin.

Bagaimana agar seseorang mudah untuk istiqomah??

hanya ada satu jawaban saja. Laa syarikalahu, DIA tidak berserikat, karenanya janganlah engkau terlalu banyak berserikat/kumpul2, menurut seperlunya saja. Kapan engkau terlalu banyak kumpul-kumpul engkau akan terpengaruh dan luntur secara pelan-pelan.

Mengapa bisa begitu??

Dalam proses berserikat/kumpul2 itu sebenarnya mudhorot2 dari orang2 akan masuk kedalam tubuh, namun memang tidak kasat mata, wujudnya seperti hawa negatif yang masuk menyelinap, lalu menimbulkan rasa sesak didalam dada, rasa terhimpit dan resah. Mudhorot2 ini hanya tertangkap dengan mata hakiki, tidak tertangkap mata lahiriah. Kalau terlalu banyak yang masuk engkau akan mengalami kegoyahan secara pelan-pelan, cara setan memang seperti itu. Pengetahuanmu tentang hal ini mungkin belum sampai.

:man_with_turban:‍♂Abah FK