Bagaimana caranya agar kita dapat berkomitmen terhadap pekerjaan kita?


(Hanif Hasanain) #1

BPR Gunung Rizki

Komitmen merupakan sebuah janji, bisa jadi janji pada diri sendiri maupun janji kepada orang lain. Komitmen bukan hanya sekedar keluar Dari kata kata saja namun harus tercermin juga dalam tindakan kita sebab komitmen merupakan pengakuan seutuhnya yang berasal dari dalam diri seseorang.

Dan yang dimaksud soft skill Komitmen kepada pekerjaan merupakan suatu janji / sumpah terhadap diri sendiri untuk setia terhadap perusahaan dan pekerjaannya, selalu bekerja keras dan bersungguh sungguh dalam menjalankan segala pekerjaaanya sehingga ia akan merasa bertanggung jawab jika goals dari pekerjaannya tidak tercapai. Komitmen mudah diucapkan. Namun lebih sukar untuk dilaksanakan.

Mengiyakan sesuatu dan akan melaksanakan dengan penuh tanggungjawab adalah salah satu sikap komitmen. Komitmen sering dikaitkan dengan tujuan, baik yang bertujuan positif maupun yang yang bertujuan negatif. Menurut Mowday dalam Sopiah (2008:155) menyebut komitmen kerja sebagai istilah lain dari komitmen organisasional.

“Komitmen organisasional merupakan dimensi perilaku penting yang dapat digunakan untuk menilai kecenderungan pegawai.

Komitmen organisasional adalah identifikasi dan keterlibatan seseorang yang relatif kuat terhadap organisasi.

Komitmen organisasional adalah keinginan anggota anggota organisasi untuk tetap mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi dan bersedia berusaha keras bagi pencapaian tujuan organisasi”.

Ada beberapa Hal yang harus dilakukan dan dipersiapkan agar kita menjadi seseorang yang berkomitmen, terutama dalam pekerjaan. Diantaranya :

  • Bekerja Sesuai kemampuan dan passion

Ini poin yang paling penting untuk menjadi orang yang berkomitmen, banyak sekali orang yang bekerja hanya untuk mencari uang, bukan kenyamanan. Padahal kenyamanan itu yang paling penting. Tips agar kita nyaman dengan pekerjaan kita adalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion kita. Jika kita sudah nyaman dengan pekerjaan kita maka tingkat stress saat bekerja akan berkurang dan walaupun kita digaji pas –pas an atau bahkan kurang, kita tetap akan merasa senang.

  • Bahagia dengan pekerjaan kita

Hal yang paling dasar agar kita menjadi orang yang berkomitmen adalah kita harus bahagia dengan pekerjaan kita, melihat sisi positif dari apa yang kita kerjakan. Sebab ada saatnya kita akan merasakan bosan bahkan merasa tertekan sehingga kita ingin keluar dari pekerjaan kita, oleh karena itu temukan sisi positif dari apa yang kita kerjakan dan berbanggalah ketika kita mencapai suatu pencapaian.

Ada banyak tokoh di dunia yang mempunyai skill seperti diatas namun saya akan memberi contoh 1 tokoh saja yaitu Steve Jobs,Steve jobs merupakan Pendiri dari perusahaan apple, di jaman sekarang bahkan perusahaan Apple dijuluki “Richest Company in the planet” dibalik sebuah kesuksesan perusahaan tersebut ada seseorang yang sangat berperan, yaitu Steve jobs. di awal – awal berdirinya ia rela bekerja keras hanya untuk mempopulerkan konsep komputer rumah tangga seperti komputer-komputer yang berada di rumah kita sekarang. Bahkan ia pernah dipecat dari perusahaan yang ia bangun sendiri karena bertikai dengan CEOnya.

Ia merupakan salah satu orang yang menyadari potensi dari antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface). 1 hal yang ia pegang dari dulu yaitu software design dan hardware yang baik adalah kunci dari kesuksesan dan ia terapkan hal itu kepada apple. Dan sekarang apple merupakan perusahaan terkaya di dunia. Yang dilakukan oleh steve jobs tersebut merupakan contoh orang yang berkomitmen terhadap pekerjaanya, hal itu telah terlihat dari apa yang telah dia berikan untuk perusahaannya, ia terus bekerja keras sampai perusahaan yang ia miliki mencapai goalsnya.

Sumber :


Kompetensi soft skill apa saja yang dibutuhkan saat ini ?
(Muhammad Audi) #2

Sebagian orang sangat berkomitmen kepada pekerjaannya karena mereka menyukai apa yang mereka kerjakan atau karena tujuan yang akan didapat dari perusahaannya. Lalu, ada juga orang-orang yang terpaksa untuk berkomitmen karena mereka takut jika meninggalkan komitmen tersebut, maka mereka akan mendapatkan beberapa kerugian. Selain itu ada juga orang-orang yang tetap memegang komitmennya karena kewajibannya terhadap pekerjaannya disebuah perusahaan.
Beberapa dari tipe-tipe komitmen dapat memberikan efek negatif bagi seseorang dalam hal self-respect nya dan kepuasan kerjanya.

Menurut John Meyer dan Natalie Allen (1991), Terdapat tiga buah komponen model komitmen yang dapat mempengaruhi bagaimana perasaan seorang karyawan terhadap pekerjaannya. Tiga komponen model dari sebuah komitmen tersebut antara lain adalah :

1. Affection for Your Job (Affective Commitment)
Rasa cinta terhadap pekerjaan kita terjadi ketika kita merasakan perasaan emosional yang kuat terhadap perkerjaan kita . Kemungkinan besar dari kita akan mengidentifikasikannya dengan tujuan organisasinya. Saat kita mencintai pekerjaan kita , kita akan merasa baik dan puas dengan pekerjaan kita. Sebagai balasannya, hal ini akan meningkatkan kepuasan kerja kita dan akan menambahkan rasa dari sebuah komitmen yang afektif .

2. Fear of Loss (Continuance Commitment)
Tipe dari komitmen ini terjadi ketika kita mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan saat ingin keluar dari perusahaan tersebut. Kita mungkin akan merasakan untuk tetap bertahan diperusahaan tersebut karena kita akan mendapatkan kerugian yang besar saat kita meninggalkan pekerjaan kita tersebut dibandingkan dengan keuntungan yang kita dapatkan saat berada ditempat pekerjaan yang baru. Kerugian tersebut bisa berasal dari segi keuangan ( gaji ), segi profesionalitas ( skill atau keahlian yang ada selama bekerja ) dan segi sosial ( teman kerja ). Akibat dari banyaknya faktor kerugian yang didapat, orang yang berada di tipe komitmen ini cenderung melanjutkan komitmennya di tempat kerja tersebut.

3. Sense of Obligation to Stay (Normative Commitment)
Tipe komitmen ini terjadi ketika kita merasa berkewajiban untuk perusahaan atau pekerjaaan kita walaupun kita tidak senang atau bahkan jika kita ingin mengejar peluang yang lebih baik. Kita merasa bahwa kita harus tetap berada dengan perusahaan karena itu merupakan pilihan yang tepat. Rasa berkewajiban ini berasal dari beberapa faktor.
Kita mungkin merasakan bahwa kita harus tetap berada didalam perusahaan karena perusahaan tersebut telah banyak menyalurkan uang atau waktunya untuk memperkerjakan kita atau bahkan perusahaan kita juga telah membantu membiayai pendidikan kita. Kewajiban ini menjadi salah satu faktor untuk kita tetap berkomitmen terhadap perusahaan kita.

Referensi : https://www.mindtools.com/pages/article/three-component-model-commitment.htm


(putri puspitasari) #3

Pada saat ini sulit sekali mencari orang-orang yang mempunyai komitmen pada pekerjaan yang sedang digelutinya. Menjadi seseorang yang memiliki komitmen berarti dirinya siap untuk menghadapi segala rintangan dan kegagalan yang menghadang. Seseorang yang memiliki komitmen yang kuat pasti penuh pertimbangan dan yakin atas langkah yang dipilih.

Menjadi seseorang yang berkomitmen artinya juga siap untuk gagal dan mencoba terus-menerus. Apa lagi jika seseorang tersebut sedang merintis sebuah usaha, tentunya dibutuhkan keuletan dan keyakinan pada saat seseorang itu melangkah dan mengambil keputusan. Jika seseorang tersebut berusaha dan menemukan sebuah rintangan lalu orang tersebut menyerah, itu menandakan tidak adanya komitmen dalam menjalani sebuah usaha. Komitmen adalah hal yang harus di pegang teguh dan tentunya memiliki tujuan pasti.

Seperti apa perilaku yang dapat menunjukkan bahwa kita memiliki komitmen? Ada beberapa karakter yang baik untuk kita terapkan dan tunjukkan yaitu :
####1. Kepemimpinan
Menjadi pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang selalu mengarahkan dan berada pada baris terdepan dalam berbagai kondisi, baik itu hal baik maupun buruk. Seorang pemimpin harus dapat membawa usahanya ketingkat yang lebih baik dari yang sebelumnya. Pemimpin yang dapat menyelesaikan masalah perusahaannya dengan baik dan tidak meninggalkan atau melepaskan tanggung jawab adalah contoh pemimpin yang memiliki komitmen yang baik.
####2. Ambisi
Ambisi merupakan hal yang harus dimiliki sebagai seseorang yang memiliki komitmen yang baik. Dengan ambisi, seseorang tersebut akan selalu berusaha untuk meningkatkan dan memperbaiki usaha yang dia rintis sampai mencapai tujuannya.
####3. Motivasi
Motivasi disini berarti seseorang tersebut berusaha keluar dari zona nyamannya dan terus berusaha memperbaiki usahanya tanpa merasa puas. Orang-orang yang memiliki komitmen tentu membutuhkan motivasi agar komitmen tersebut dapat terus dipegang teguh
####4. Kehidupan sosial
Adanya komitmen seseorang untuk maju dan membangun usahanya tentu akan ada hal-hal yang harus dikorbankan, termasuk kehidupan sosial dengan teman-teman atau keluarga. Pasti ada beberapa hal yang akan berubah, karena jika kita memiliki komitmen untuk menjadi seseorang yang lebih baik atau membangun usaha kita menjadi lebih baik kita tidak dapat terus berada pada zona nyaman yang ada dan dengan lingkungan sosial yang sama.
####5. Fleksibel
Jika kita ingin sukses dengan usaha yang kita rintis, berarti kita harus dapat menjadi seseorang yang fleksible. Fleksible dalam hal apapun, seperti dalam pekerjaan, pemikiran, tindakan, komentar orang lain, kita sebagai seseorang yang memiliki komitmen harus dapat fleksible dengan hal-hal tersebut. Orang yang memiliki komitmen akan melakukan hal apapun agar hal yang diinginkan bisa tercapai.

6. Liburan

Jika anda sudah memiliki komitmen untuk menjalankan usaha dengan baik, tentu selain hubungan anda dengan lingkungan sosial, waktu yang anda gunakan untuk bermain atau berlibur pasti akan tersita karena waktu tersebut anda gunakan untuk mengembangkan bisnis anda. Jangan khawatir, karena hasil yang nantinya anda dapat tidak akan menghianati proses yang telah anda tempuh.

Hal-hal tersebut merupakan tanda dari sebuah komitmen yang anda pilih agar usaha anda bisa berjalan sesuai rencana.

Jadi, jika anda menanyakan apakah anda termasuk orang-orang yang memiliki komitmen, coba anda lihat sejauh apa usaha yang telah anda lakukan dan sebaik apa anda mempertahankan dan memajukan usaha yang sedang anda rintis . Bagi seseorang yang memiliki komitmen untuk memajukan usahanya atau mengembangkan usahanya, tidak akan terlintas kata puas atas hal yang dapat dia raih saat ini.

Sebagai contoh pendiri Facebook Mark Zuckerberg, pada awal Mark merintis usahanya tersebut banyak sekali rintangan dan kegagalan yang dia hadapi. Begitupun pada saat dia mencapai kesuksesan pada usahanya, Mark tidak berhenti dan tidak merasa puas atas apa yang telah dia raih. Terbukti sampai detik ini Mark masih berusaha untuk mempertahankan dan memperbaiki Facebook agar tetap dapat bertahan di era persaingan IT ini. Mark adalah salah satu contoh dari orang yang memiliki komitmen terhadap pekerjaannya. Masih banyak orang yang sukses karena memiliki komitmen atas apa yang telah dia usahakan, dan bisa jadi salah satunya adalah anda.


Sumber : http://www.international-coaching-news.net/importance-commitment-committed/


(Tri Susanto) #4

TUNJUKKAN KOMITMEN DALAM PEKERJAAN

Membawa energy positif dan inisiatif untuk menunjukkan komitmen pada pekerjaan setiap hari. Lebih peduli terhadap pekrjaan dan organisasi akan menunjukkan hasil dari apa yang ditanam. Menunjukkan komitmet dapat mendemonstrasikan potensi kepemimpinan terhadap manager dan unggul dalam peluang karir. Seorang manager yang efektif dan berdedikasi mempunyai pengaruh besar terhadap komitmen karyawan. Beberapa alasan mengapa karyawan komitmen terhadap pekerjaannya:

1. Profesionalisme
Memperhatikan pekerjaan secara detail dapan menunjukkan komitmen di tempat kerja. Contohnya, disiplin dan mempersiapkan segalanya ketika bekerja, mematuhi peraturan di tempat kerja atau menghadiri pertemuan ketika dituntut untuk menunjukkan bahwa Anda dapat menangani kewajiban pekerjaan. Banyak aturan dasar tempat kerja yang dapat merusak kredibilitas disaat komitmen perlu untuk bersinar.

2. Customer adalah Prioritas
Berusaha untuk kepuasan pelanggan menunjukkan komitmen seseorang terhadap tujuan pekerjaannya. Bahkan ketika pekerjaan tidak melibatkan interaksi dengan pelanggan langsung, pekerjaan dapat berperan dalam menjaga basis pelanggan untuk setia dan bertambah.

3. Kerja Sama Tim
Meberikan kontribusi signifikan di beberapa pekerjaan tim juga menunjukkan komitmen dalam bekerja. Menunjukkan keyakinan terhadap ide-ide Anda, kemampuan dan solusi lah yang menjadi nilai lebih bagi bos. Menjadi orang yang bisa diandalkan menunjukkan komitmen terhadap tujuan tim dan menekankan tentang Anda dalam gambaran yang lebih besar.

4. Menjaga Motivasi Tetap Kuat
Menjaga diri dan rekan kerja atau bawahan termotivasi dapat menunjukkan komitmen terhadap semua tantangan dan permintaan dalam bisnis tersebut. Tantangan ini dapat meningkatkan peforma pegawai ketika komitmet mereka pada pekerjaan berkurang.


(Rino Dwi Purnomo) #5

Langkah untuk Memperbarui Komitmen dalam Bekerja

Apakah kita pernah merasa salah dalam memilih tempat kerja yang mengakibatkan kita tidak bia maksimal dalam bekerja? atau kita merasa ada empat lainyan lebih cocok bagi kita untuk bekerja ketimbang tempat yang sekarang?.

Tapi tunggu dengan mempraktekkan 7 langkah ini kita dapat membuat diri kita lebih nyaman dan dapat membuat kita sukses dalam bekerja ditempat kerja kita sekarang.

Kenali diri untuk dapat mengetahui kekuatan dalam diri

ketika kita mengetahui kekuatan yang ada didalam diri kita, kita akan dapat melakukan yan terbaik pada pekerjaan kita, ketika kita mengunakan bakat alami yang kita miliki kita dapat melakukan yang terbaik sehingga akan membuat diri kita puas.

Gunakan Kelebihan yang dimiliki untuk meningkatkan kinerja

kita kita menggunakan kelebihan kita untuk mencapai sebuah tujuan maka secara tidak sadar kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan akan bertanggung jawab secara penuh atas kerja yang kita lakukan.

Mintalah Manager utuk memberitahu mengenai kinerja kita

Seringkali manajer merasa ragu untuk memberikan feedback yang berharga kepada karyawannya padahal hal ini sangat dibutuhkan bagi karyawan agar dapat meningkatkan kinerjanya sehingga target yang dibebankan kepada karyawan dapat tercapai. Mintalah waktu kepada manajer serta tanyakan bagaimana cara membuat manajer tersebut puas dengan kinerja kita.

Jaga agar manajer tetap mengetahui apa yang telah kita raih

Telusuri kinerjamu terutama pada bagian hasil dan berikan laporan tersebut secara terus-menerus kepada manajer bahkan ketika manajer tersebut tidak memintanya.

Bekerjalah dengan Profesional

Ketika perusahaan tempatmu bekerj tidak mempekerjakan seorang profesional, kita akan mengerahkan energi yang kita miliki untuk meningkatkan karir yang kita miliki dengan cara yang terbaik karna kita akan mendiskusikan tujuanny adengan peniliti dari luar perusahaan.

##Periksa nilai-nilai baik itu nilai yang kamu miliki maupun nilai ari tempat kerjamu
Salah satu sumber paling umum untuk menilai sumber dari tempat kerja adalah bagaimana hubungan antara kamu dan manajer ditempat kerja tersebut atau nilai yang kamu miliki dan nilai dari organisasi tempatmu bekerja, kita akan melihat segala sesuatu segala berbeda dan prioritas yang berbeda.

Guanakan sumber energi lain untuk dapat digunakan saat bekerja.

Perhatikan bagaimana kamu menjaga diri baik secara jasmani maupun rohani dan sumber daya tersebut akan membuat enerji baru yang akan membawa ketempat kerja dengan enerji yang baru. Ada ikatan kuat antara bagaimana kamu membawa enerji didalam tubuh, bagaimana caramu menghilangkan stress, bagaimana sistem pendukungserta kemampuan untuk menemukan kepuasan diri ditempat kerja.

"Ada sebuah fakta yang menyatakan ketika kita bahagia kita akan menemukan kepuasan dimanapun kita berada"

read more for more experience…


(higam saiful sadzali) #6

Cara untuk tetap berkomitmen pada tujuan

  1. Benarkan Mindset
    Sukses dalam setiap aspek kehidupan dimulai dengan pola pikir Anda. Dalam rangka untuk benar-benar “All Out”, Anda harus membuat keputusan untuk menghadapi apapun. Anda harus benar-benar melihat tujuan Anda dan memutuskan bahwa tidak ada yg menghalangi anda dalam menuju kesuksesan.

  2. Perjelas Tujuan
    Sulit untuk berkomitmen diri untuk sesuatu jika garis finish Anda samar-samar di kejauhan. Jadi sebelum Anda melakukan perjelas seperti apa hasil akhir Anda. Kuncinya adalah untuk memahat visi yang begitu freaking awesome Anda bersedia melakukan apa saja untuk mencapainya.

  3. Fokus pada apa yang penting
    Sementara mindset Anda memberikan motivasi tetapi, jika Anda fokus pada kegiatan yang tidak penting makan kamu akan tetap pada posisimu. Jadi, apa yang harus kamu kerjakan tergantung pada tahap apa kamu sekarang berada.

  4. Bertanggung Jawab
    Sayangnya, tips diatas mungkin cukup untuk Anda untuk memulai, tapi setelah satu atau dua minggu antusiasme awal Anda perlahan-lahan mulai memudar.

Agar tetap berkomitmen, Anda perlu bertanggung jawab.

Bagaimana? Berikut adalah tiga cara agar tetap bertanggung jawab:

  1. Menggunakan sistem Gol Mingguan Harian untuk melacak tugas Anda yang paling penting. Pada awal setiap minggu, menuliskan tujuan utama Anda untuk 7 hari berikutnya.
  2. Memberitahu orang lain apa yang Anda lakukan. Setidaknya, memberitahu keluarga Anda tentang tujuan yag hendak andai capai.
  3. Bergabung dengan komunitas. Tempatkanlah diri Anda dengan orang-orang yang memiliki visi yang sama. Hal ini dapat memberi kepercayaan diri dan motivasi yang Anda butuhkan.

(Farah Amalia) #7

Ketika kamu sudah mulai merasa jenuh dengan pekerjaan kamu saat ini, mungkin dikarenakan kurangnya motivasi dari diri kamu sendiri. Jangan dikarenakan kurangnya minat, motivasi atau komitmen, dapat mengancam kesuksesaan perusahaan kamu itu.

Berikut merupakan cara bagaimana kamu dapat berkomitmen pada pekerjaan kamu saat ini :

  • Mengakui pada diri sendiri bahwa kamu memiliki komitmen
    Memiliki komitmen yang kuat, merupakan bagian cara agar kita tetap bertahan dipekerjaan kita. Contoh jika kamu yakin bahwa kamu tidak jenuh atau bosan pada pekerjaan yang sedang kamu tekuni, maka kamu dapat menghindari hal itu.

  • Tetapkan tujuan kamu dipekerjaan ini
    Kamu memiliki tujuan pada pekerjaan yang sedang kamu buat, misalkan kamu mendapatkan sebuah proyek besar lalu kamu membuat jadwal kapan tugas kamu itu harus selesai, dengan begitu kamu dapat menyelesaikan proyek ini secara tepat waktu walaupun disatu sisi proyek ini menggangu produktivitas kamu selama ini.

  • Membuat kesepakatan terbuka
    Ketika kamu memiliki tujuan pada diri sendiri maka akan timbul rasa tanggung jawab. Bila kamu berjanji dengan karyawan lainnya bahwa pekerjaan yang kamu buat akan selesai dalam kurun waktu tertentu, maka komitmen yang kamu miliki untuk tujuan itu meningkat dikarenakan adanya perjanjian yang diketahui oleh banyak orang yang memicu semangat kamu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara tepat waktu.

  • Berikan selamat pada dirimu sendiri,
    Berpikiran positif memiliki efek yang kuat pada komitmen yang kamu punya sehingga mampu mendorong kamu untuk mencapai tujuan yang kamu buat

  • Mengambil istirahat
    Sering-seringlah beristirahat untuk menjaga kepala kamu agar tetap jernih. jika kamu bekerja selama 50 menit maka ambilah 10 menitnya untuk beistirahat.


(Inggrid E. A. Siahaan) #8

##Komitmen Pada Pekerjaan (Commitment to the Job)


Ketika kita mendapatkan suatu pekerjaan, kita dituntut untuk berkomitmen pada pekerjaan tersebut, dan dengan mudahnya pula kita mampu mengucapkan komitmen itu. Namun kebanyakan orang akan mulai ragu terhadap komitmen pada pekerjaannya seiring berjalannya waktu. Banyak faktor yang menyebabkan keraguan terhadap komitmen pada pekerjaan, misalnya jenuh terhadap pekerjaan yang itu-itu saja, pekerjaannya terlalu sulit, atau mungkin pula karena masalah pribadi.

Salah satu cara yang paling ampuh agar seseorang tetap berkomitmen pada pekerjaannya adalah dengan menikmati hidup dan pekerjaanmu. Bagaimana cara menikmati hidup dan pekerjaan? Berikut cara menikmati hidup dan pekerjaan berdasarkan wikiHow :

PART 1: MAINTAIN A WORK-LIFE BALANCE

  1. Mengevaluasi Prioritas
    Tanyakan pada dirimu sendiri, aspek kehidupan apa yang menghabiskan sebagian besar waktu dan energimu. Kemudian atur ulang kehidupan Anda. Kerjakan hal-hal yang perlu untuk Anda dan berikan waktu yang sedikit untuk hal-hal yang tidak penting atau tidak perlu Anda lakukan.

  2. Menelusuri Waktu
    Mencari tahu berapa banyak waktu yang Anda habiskan di berbagai kegiatan sepanjang hari dan sepanjang pekerjaan Anda, seperti: tidur, makan, bekerja, menonton televisi, dan sebagainya. Menghitung rata-rata harian atau mingguan untuk setiap kegiatan. Setelah Anda mengetahui berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk setiap kegiatan, Anda dapat memetakan waktu Anda lebih efektif sehingga Anda memiliki ruang dalam hidup Anda untuk bekerja dan bermain.

  3. Schedule Downtime
    Jika hidup Anda terlalu sibuk, Anda mungkin bisa menunda downtime sampai beberapa waktu. Itu bahkan lebih menguntungkan jika Anda dapat merencanakan acara tertentu untuk downtime Anda seperti: menjadwalkan kencan dengan pasangan Anda, keluar dengan teman-teman Anda, atau melakukan weekend trip dengan keluarga Anda. Dengan menjadwalkan aktivitas tertentu, Anda akan memiliki sesuatu untuk aktif melihat ke depan.

  4. Hilangkan Kegiatan yang Mubazir

  5. Tata Ulang Tugas Anda
    Menata ulang tugas misalnya melakukan tugas-tugas yang Anda cintai.

  6. Jadilah Aktif
    Aktivitas fisik (olahraga) mengurangi penumpukan stres dalam tubuh Anda, membuat Anda merasa lebih seimbang dan berenergi. Misalnya cobalah berolahraga selama 30 menit dalam dua sampai empat kali seminggu.

7.Carilah Project yang Sesuai Keinginan Anda
Jika bayaran Anda dalam pekerjaan tidak terlalu memuaskan, carilah proyek relawan atau hobi yang dapat melibatkan diri Anda yang mungkin bisa memuaskan Anda.

  1. Mulai Dari Hal Kecil
    Mulailah melakukan pekerjaan dari yang terkecil atau yang paling mudah dan bekerjalah seperlunya dengan cara Anda.

PART 2: HAVE A FULFILLING WORK LIFE

  1. Mengevaluasi Pekerjaan Anda Saat Ini
    Jika pekerjaan Anda saat ini membuat Anda tidak bahagia, tanyakan pada diri sendiri mengapa hal itu terjadi. Masalah dengan pekerjaan itu sendiri akan sulit untuk memperbaiki tanpa perubahan karir, namun masalah dengan kondisi pekerjaan Anda biasanya sedikit lebih mudah untuk memecahkan.

  2. Ubah Deskripsi Pekerjaan Anda
    Bicarakan dengan atasan Anda tentang bagaimana jika Anda mengubah tanggung jawab dan tugas Anda. Jika Anda merasa terlalu banyak bekerja atau kewalahan, bos Anda mungkin bisa mengatur ulang tanggung jawab Anda dengan cara yang akan memungkinkan Anda untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi di lingkungan yang lebih nyaman. Demikian pula, jika Anda merasa tak tertandingi di tempat kerja, kebanyakan bos akan senang untuk menetapkan Anda tugas yang lebih menantang.

  3. Melakukan Transfer Dalam Perusahaan
    Jika Anda tidak dapat lagi melakukan pekerjaan yang diperlukan dalam departemen Anda saat ini, cari tahu apakah ada departemen lain dalam perusahaan yang bisa menampung Anda sebagai gantinya.

  4. Bekerja Denga Orang yang Berbeda
    Bekerja dengan rekan kerja baru dapat menjadi ide yang baik dari waktu ke waktu bahkan jika Anda bergaul dengan orang-orang yang saat ini bekerja dengan Anda. Hal itu dapat membuat Anda melihat pekerjaan Anda dari perspektif yang berbeda. Ketika Anda menemukan orang yang dapat bekerja sangat baik dengan Anda, maka berkolaborasi dengan mereka sesering mungkin.

  5. Curhat dengan Rekan Kerja yang Terpercaya
    Persahabatan di tempat kerja dapat berisiko, tetapi mereka juga bisa sangat bermanfaat. Misalnya jika Anda jenuh dalam melakukan pekerjaan, Anda bisa melakukan beberapa aktivitas dengan rekan kerja Anda, seperti: curhat, membicarakan waktu akhir pekan, minum kopi bersama, dan sebagainya.

6.Memindahkan Jam Kerja
Jika Anda tidak menyukai jam Anda bekerja karena orang-orang yang bekerja Anda dengan selama jam tersebut, atau jika Anda lebih suka yang berbeda dari jam yang biasanya, maka mintalah atasan Anda (jika itu mungkin) untuk mengubah jam kerja Anda.

  1. Personalisasi Ruang Kerja Anda
    Personalisasi ruang Anda dengan beberapa gambar atau kenang-kenangan yang berarti yang dapat membuat lingkungan lebih estetis dan lebih nyaman untuk bekerja. Pikirkan cara-cara untuk membuat diri Anda secara fisik lebih nyaman, seperti membawa bantal untuk kursi Anda atau menyimpan sweater yang berguna jika kantor Anda terasa dingin.

  2. Membereskan Kekacauan
    Gunakan downtime Anda untuk melakukan hal-hal seperti: membersihkan email, dokumen atau folder lama dari komputer dan meja Anda. Kekacauan dapat membuat Anda merasa sesak dan kewalahan. Mengurangi jumlah kekacauan dalam kehidupan kerja Anda dapat membantu Anda merasa lebih tenang.

  3. Kurangi Multitask
    Jika Anda dapat mengambil tiga atau empat tugas sekaligus, jangan lakukan itu. Penelitian menunjukkan bahwa pikiran ada pada performa puncaknya ketika berfokus sepenuhnya pada satu tujuan. Melakukan terlalu banyak pekerjaan pada saat yang sama dapat membuat Anda merasa lelah dan tidak bahagia.

  4. Berpikir Ke Depan
    Pekerjaan Anda saat ini tidak harus menjadi pekerjaan yang Anda miliki untuk sisa hidup Anda. Jika Anda benar-benar berpikir bahwa perubahan karir adalah perlu,maka rencanakanlah salah satunya ketika anda masih aman dalam pekerjaan yang Anda miliki sekarang.

PART 3: ENJOY THE REST OF YOUR LIFE TO THE FULLEST

  1. Berfikir Hal-Hal Aditif
    Ketika Anda membuat kesalahan, tidak berhenti pada hanya menunjukkan kesalahan untuk diri sendiri. Anda juga harus mengatakan kepada diri sendiri apa yang harus Anda lakukan sebagai gantinya. Melakukan hal itu memungkinkan Anda untuk belajar dari kesalahan Anda dan memungkinkan Anda untuk merasa seolah-olah Anda secara bertahap membuat kemajuan dalam hidup Anda.

  2. Berhenti Membandikan Dirimu Dengan Orang Lain

  3. Batasi Diri Sendiri
    Misalnya, jangan mengatakan, “Saya tidak bisa pergi ke bioskop pada hari Jumat.” Sebaliknya, katakan kepada diri sendiri, “Aku tidak akan pergi karena saya memiliki prioritas yang lebih besar untuk menghadiri,” atau, “Saya tidak ingin pergi karena ada sesuatu yang lain dalam hidup saya yang lebih penting sekarang.”

  4. Membina Hubungan yang Positif
    Habiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang mendukung Anda dan sedikit waktu dengan orang-orang yang terus-menerus menyeret Anda ke bawah (menjatuhkan Anda).

  5. Luangkan Waktu Untuk Diri Sendiri
    Orang yang Anda cintai mungkin menjadi bagian besar dari kehidupan Anda, tetapi itu tidak berarti bahwa setiap menit waktu luang yang Anda miliki harus ditujukan kepada mereka. Ketika merencanakan waktu luang, pastikan bahwa Anda menjadwalkan waktu untuk sendirian dengan pikiran Anda, melakukan apa yang ingin Anda lakukan.

  6. Mencoba Hal Baru
    Mencoba hal-hal baru bisa membuat hidup Anda tampak lebih menarik.

  7. Lebih Fokus Terhadap Pengalaman Daripada Harta
    Tidak ada salahnya membeli hal-hal yang Anda benar-benar ingin, tetapi “barang” tidak akan membuat emosional Anda terpenuhi. Memperkaya kehidupan Anda dengan pengalaman dan mengumpulkan kenangan bukan pernak-pernik.

  8. Menerima Diri Sendiri
    Anda memiliki kekuatan dan Anda memiliki kelemahan, seperti orang lain. Hanya dalam belajar untuk mengasihi dan menerima diri, dapat Anda datang untuk menikmati hidup.

Referensi : http://www.wikihow.com/Enjoy-Your-Life-and-Your-Job


(Yudistira Maulana) #9

BERKOMITMEN PADA PEKERJAAN

Komitmen sesungguhnya adalah kualitas paling tinggi yang dicapai dan didapatkan dari pekerja. Berkomitmen pada pekerjaan sudah seperti berkomitmen pada pernikahan.

Punctuality
Datang tepat waktu adalah indikator utama anda dalam level berkomitmen. Pekerja yang secara pribadi menginvestasikan pekerjaannya cenderung menjadi seperti mereka dibutuhkan. Selain itu, komitmen sering berarti melampaui panggilan tugas. Karyawan yang berdedikasi mungkin akan datang lebih awal dan pulang terlambat karena dia senang dengan pekerjaannya, atau dia ingin menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu. Saat kamu bangga dan nyaman dengan pekerjaanmu, kamu akan jarang untuk melihat jam, karena kamu menikmatinya. Jika kamu melakukan apa yang kamu sukai, kamu tidak akan pernah merasa bekerja dalam hidupmu.

Leave it Outside
Karyawan yang berkomitmen pada pekerjaan tahu bagaimana meninggalkan kehidupan pribadinya sementara saat dia bekerja. Walaupun terkadang sulit untuk memisahkan kehidupan pribadi dengan profesionalitas, sebagai seorang yang berdedikasi pada pekerjaannya, perlu dibuat usaha untuk memfokuskan pikiran dan perhatian anda pada pekerjaan ditempat kerja untuk sementara. Bagaimana caranya? Mintalah orang terdekat anda untuk tidak menelpon saat sedang bekerja kecuali memang dalam keadaan genting. Juga jangan terlalu sering mengecek email pribadi saat jam kerja, ceklah saat jam makan siang atau istirahat. Berkomitmen pada pekerjaan juga mungkin harus menahan diri untuk tidak sering membuka media sosial, dan meminimalisir membicarakan hal yang tidak penting dengan rekan saat jam kerja.

Get it Done
Ketika berkomitmen pada pekerjaan, ini berarti harus menyelesaikan seluruh tugas dengan tepat waktu. Lebih dari hanya mengikuti perintah, komitmen berarti mengambil inisiatif dan ambilah tambahan yang lain. Jika kamu berpikir bisa untuk menambahkan sesuatu yang bernilai dalam project, tambahkanlah. Komitmen juga berarti berpikir lebih untuk menganalisis kemampuan dan apa saja yang bisa anda capai. Saat kamu berkomitmen pada pekerjaan, kamu harus mencoba untuk melakukan yang terbaik dan menargetkan yang tertinggi. Karyawan yang berdedikasi melakukan apa yang bisa dilakukan dengan benar.

Be a Team Player
Karyawan dengan tingkat komitmen yang tinggi akan memahami bahwa tidak ada kata “Saya” dalam sebuah “Tim. Dan seperti kata pepatah, “Sebuah rantai hanya sekuat kaitan terlemahnya”. Karyawan berdedikasi tau bahwa sukses adalah perjuangan tim, dan tanggung jawab semua untuk berkontribusi di kekuatannya dan mensupport rekan agar lebih kuat. Ini berarti memiliki sikap yang baik, menawarkan dan menerima kritik yang membangun, mau mendengarkanm sering mengungkapkan apresiasi untuk timnya sendiri dan tentu saja tidak sering complain dan bergosip tentang rekannya yang lain. Berlatih langsung, komunikasi jujur.

Don’t Give Up
Karyawan yang berkomitmen dengan pekerjaannya tidak akan menyerah atau berhenti dengan mudah. Ini bukan untuk menyiratkan bahwa godaan tidak akan menyerang, tetapi karyawan yang paling berdedikasi akan berjuang melalui hal apapun karena mereka percaya pada perusahaannya dan bersedia untuk mencapau tujuan kolektif.

Referensi: http://woman.thenest.com/means-committed-job-3033.html


(Yulie Fauzanah) #10

bagaimana caranya agar kita dapat berkomitmen terhadap pekerjaan kita?

  1. jangan pernah menyerah dan putus asa
    "Lemparkan tentara Anda ke posisi fro mana tidak ada melarikan diri, dan mereka akan lebih memilih kematian untuk penerbangan. Jika mereka akan menghadapi kematian, tidak ada yang mereka mungkin tidak mencapai. Perwira dan prajurit sama akan mengerahkan kekuatan ujung mereka. “Sun Tzu”

  2. tetapkan tujuan
    buatlah tujuan utama anda dalam melakukan pekerjaan tersebut yakinkan diri anda bahwa anda dapat mencapai tujuan tersebu.

  3. berfikir positif
    utamakan fikiran positif anda kedepan menjadi lebih baik. ambil waktu anda untuk istirahat sejenak seperti olahraga, bersantai, pergi dengan orang terdekat anda untuk menghilangkan rasa penat dalam pekerjaan yang telah rutinkan.

  4. bekerja sesuai dengan passion
    pastikan bahwa apa yang anda kerjakan sesuai dengan bidang yang anda geluti karna ini poin utama agar dapat berkomitmen terhadap pekerjaan yang dapat anda kembangkan menjadi lebih maju dan anda merasa senang serta nyaman dalam menjalani.

Referensi


(Andry Lesmana) #11

Komitmen adalah hal yang paling penting saat anda sudah memasuki dunia kerja , bagaimana cara menumbuhkan komitmen ? seperti kata Dustin Wax

1. Komitmen adalah Gairah
Gairah atau obsesif, mungkin. Seseorang yang benar-benar berkomitmen untuk sesuatu yang melakukan pekerjaan sepenuh hati dengan kenyamanan dan keinginan yang amat sangat mendalam dan itu harus didapatkan dengan lakukan semuanya DENGAN SEPENUH HATI. Kamu tidak bisa hidup tanpa mencapai tujuan kamu atau menjadi lain dengan signifikan. Memenuhi komitmen yang memberi kamu kesenangan besar - yang dengan orang yang kamu cintai, ini sangat memuaskan untuk orang yang berkomitmen.

2. Komitmen adalah tindakan
Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, bukan? Seseorang yang berkomitmen menunjukkan komitmen itu, berulang, dalam tindakannya. Jika tindakan kamu tidak cocok komitmen kamu, kamu hanya tidak berkomitmen untuk itu. kamu mungkin memiliki keyakinan, firasat, preferensi, keinginan, tetapi tidak komitmen.

3. Komitmen merupakan kewajiban
Buat pekerjaan kalian itu menjadi sebuah tanggung jawab dan kewajiban bagi kamu , berkomitmen dari sisa dari kita adalah cara kita merangkul bagian dari pekerjaan , lakukan pekerjaan anda selama kita mampu dan kita bisa ,kamu melakukan hal-hal bukan karena hadiah yang kita dapatkan menyenangkan atau membahagiakan di kita sendiri, tetapi karena komitmen kamu menuntut kamu melakukannya.

4. Komitmen lebih besar dari diri
Komitmen yang pribadi, tapi mereka juga tentang hubungan. Anggap pekerjaan kalian lebih dari diri kalian sendiri artinya lakukan pekerjaan yang mungkin di luar ekspektasi yang dapat kalian lakukan tapi buat diri anda mengekspresikan lebih besar dari diri kalian seperti seorang pemadam kebakaran yang rela untuk melawan api untuk menyelamatkan korban meskipun merelakan nyawanya.

5. Komitmen bersifat sukarela
Komitmen merupakan kewajiban, ya, tapi itu dipilih secara bebas . Bahkan wamil memilih untuk menjadi pahlawan dalam panas tempur - atau tidak. Orang tua memilih untuk memiliki dan menjaga anak, tidak peduli seberapa disengaja kehamilan, pekerja memilih untuk tinggal di tempat kerja. Itu adalah bahwa pilihan yang membuatnya komitmen - tanpa pilihan itu hanya perbudakan.

Ketika kita merasa terpaksa menjadi sesuatu, ketika kita merasa kewajiban tergantung pada kita seperti elang laut, ketika tindakan kita gagal untuk mencocokkan keyakinan kita - ini adalah tanda-tanda bahwa kita tidak berkomitmen seperti kita pikir Perhatikan tanda-tanda - itu mudah untuk meyakinkan diri dari komitmen yang tidak benar-benar komitmen sama sekali.


(Pratama Rahmad Imawan) #12

pengukuran komitmen orgnisasi terdiri dari tiga dimensi yaitu:

Affective Commitment, didefinisikan sebagai sampai derajad manakah seorang individu terikat secara psikologis pada organisasi yang mempekerjakan melalui perasaan seperti loyalitas, terikat dan sepakat dengan tujuan organisasi. Dengan demikian, komitmen afektif seorang individu berhubungan dengan ikatan emosional atau identifikasi individu dengan organisasi. Komitmen ini meliputi perasaan emosional karyawan sebagai bagian dari organisasi, rasa untuk mengidentifikasikan dirinya, ketertibatan dalam organisasi.
Continuance Commitment, mengacu pada suatu kesadaran tentang biaya yang diasosiasikan dengan meninggalkan organisasi. Kontinuen komitmen adalah suatu keadaan dimana karyawan merasa membutuhkan untuk tetap tinggal, dimana mereka berfikir bahwa meninggalkan perusahaan akan sangat merugikan bagi mereka. Dengan kata lain individu dengan komitmen yang tinggi akan bertahan dalam organisasi atau sikap karyawan untuk mempertahankan diri pada organisasi karena membutuhkan gaji, kebutuhan-kebutuhan hidup yang lainnya.
Normative Commitment, merupakan sikap karyawan yang meliputi kesadaran seorang karyawan sebagai bagian dari organisasi yang harus melakukan kewajiban-kewajiban yang melekat padanya. Komitmen normatif dikarakterisasikan dengan keyakinan dari karyawan bahwa dia berkewajiban untuk tinggal / bertahan dalam suatu organisasi tertentu karena suatu loyalitas personal. Dengan kata lain karyawan dengan komitmen normatif yang tinggi akan bertahan dalam organisasi karena mereka merasa harus melakukan hal tersebut.

Referensi : Malang Digital