Bagaimana Caranya agar dapat Mempunyai Ekspetasi yang Realistis?

ekspektasi yang realistis

Realistic merupakan serapan dari kosa kata bahasa inggris yang artinya kenyataan, yaitu cara berpikir yang penuh perhitungan dan sesuai dengan kemampuan, sehingga gagasan yang akan diajukan bukan hanya angan-angan atau mempi belaka tetapi adalah sebuah kenyataan. Dan expectation yang berarti keterbalikan dari arti realistic atau bisa diartikan sebagai harapan, impian, atau angan-angan .

Realistic expectation sendiri adalah kemampuan untuk memiliki harapan yang realistis muncul jika individu menentukan sendiri harapannya yang disesuaikan dengan pemahaman mengenai kemampuan dirinya, bukan harapan yang ditentukan oleh orang lain dalam mencapai tujuannya.

Semakin realistis seseorang terhadap harapan dan tujuannya, maka akan semakin besar kesempatan tercapainya harapan dan tujuannya. Ekspektasi yang kita miliki terhadap diri sendiri berasal dari berbagai sumber. Menetapkan ekspektasi yang realistis menjadi sangat penting bila kita ingin terhindar dari kekecewaan. Salah satu cara untuk menghindari kekecewaan adalah dengan menurunkan ekspektasi kita. Tapi cara ini juga akan meningkatkan resiko kita untuk menjadi malas dan tidak berusaha sekuat tenaga.

Menentukan harapan yang kita inginkan itu mulai dan ditentukan dari diri kita sendiri,bukan dari orang ataupun diarah-arahkan oleh orang lain, dan pula kita tak lupa untuk menentukan tujuan yang kita harapkan dan mengukur kemampuan diri sendiri agar peluang terhadap harapannya semakin besar dan maka harapan yang ditujukan dapat tercapai atau itu akan menjadi sebuah kenyataan. Mungkinkah itu terjadi? Jawabannya adalah bisa. Sangat bisa.

Maka dari itu, adapun hal hal yang dipersiapkan dan dilakukan untuk menyusun softskill Realistic Expectations sebagai berikut:

  1. Belajarlah untuk berharap dan percayalah pada harapanmu sendiri. Seseorang yang tidak pernah percaya akan kemampuannya sama saja tidak percaya bahwa ia telah di ciptakan dengan bentuk yang paling sempurna. Bagaimana harapan itu akan mempercayaimu jika kau sang pemilik raga tak percaya akan dirimu sendiri?
  2. Siapkan harapan terbesarmu atau harapan yang kamu impi-impikan. Memiliki harapan besar sangatlah sulit. Bukan sulit untuk meraih nya, namun sulit untuk membayangkan nya karena itu terlampau besar.
  3. Buatlah sebuah yang kamu anggap itu angan-angan menjadi realistis. Harapan yang realistis berati menyegerakan segalah urusan mengenai harapanmu, pertama dimulai dari mencari informasi sebanyak mungkin, kedua pikirkan cara untuk mencapainya, ketiga melakukan usaha semaksimal mungkin dan dalam setiap langkah yang kau jalani harus disertai doa yang tulus dan ikhlas.

Memiliki harapan yang realistis itu penting tapi harus disertai dengan alasan yang logis.

Karena dengan dapat menentukan harapan yang diinginkan maka arah dan tujuan menjadi fokus atau hanya tertuju pada harapan itu saja. Dengan mengukur kemampuan diri sendiri maka kita dapat tahu batasan-batasan yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan harapan. Sikap optimis, tidak mudah putus asa dan bekerja keras dapat memudahkan kita untuk mewujudkan harapan secara mudah dan cepat.

“Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.” - Top Ittipat

[details=Referensi:]

1 Like

harapan yang realistis memiliki kekuatan untuk membuat kita bahagia.


Banyak rasa sakit dan kecewa yang berasal dari harapan yang tidak terpenuhi,***blogs.psychcentral.com*** mengatakan bahwa kita mendapatkan masalah dengan harapan ketika kita tidak menempatkan mereka pada realita yang ada.

“Expectations are resentments waiting to happen.” – Anne Lamott

menjadi realistis bukan berarti mengharapkan yang terburuk.

Harapan yang realisitis memungkinkan kita untuk membuat ulang sebuah rencana.

jika kita memiliki harapan yang realisitis maka kita akan terhindar dari perasaan sedih dan kecewa . Kemudian akan membantu kita untuk fokus melakukan hal-hal yang baik

healthyplace.com mengajarkan kita untuk berhenti terlalu banyak berharap, yaitu:

1. Melepas diri untuk mejadi sempurna
Menetapkan tujuan yang realisitis dan membiarkan diri untuk membuat kesalahan dan menyadari bahwa salah adalah proses dari pembelajaran diri.

2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain
Setiap orang memiliki hal yang berbeda berhenti untuk membandingkan diri.

3. Tanyakan harapan pada diri sendiri
Tanyakan pada diri sendiri apakah harapan sesuai dengan kita atau hanya untuk menyenangkan orang lain?

Realistic Expectations

Ekspektasi merupakan bayangan dari apa yang kita harapkan. Semua orang pasti mempunyai sebuah ekspektasi dalam hidupnya. Namun, realita seringkali bertolak belakang dari ekspektasi seseorang. Jika Anda terbiasa menetapkan harapan terlalu rendah, Anda tidak akan benar-benar mengeluarkan banyak tenaga dalam usaha Anda. Jika Anda terbiasa menetapkan harapan terlalu tinggi, Anda akan menerima risiko dalam usaha Anda dan jika tidak sesuai ekspektasi maka akan berpotensi terhadap diri Anda yang akan menjadi seorang yang pesimis.Memiliki ekspektasi yang realistis memungkinkan Anda dapat menerima kekurangan setiap orang. Selain itu, memiliki ekspektasi yang realistis juga dapat meminimalisir kekecewaan Anda.

There are two ways to be happy: improve your reality or lower your expectations.

Beberapa cara untuk membantu Anda memiliki ekspektasi yang realistis, yaitu:

  1. Lakukan sesuatu dengan maksimal
    Jangan terpaku dengan hasil, Anda hanya perlu berusaha dengan maksimal karena hasil yang baik merupakan bonus dari apa yang telah Anda lakukan.

  2. Ingatlah Anda tidak bisa memiliki segalanya
    Anda harus membuat pilihan tentang bagaimana Anda akan melakukan sesuatu. Keunggulan dan kesempurnaan setiap orang berbeda-beda. Anda hanya perlu menjadi nyaman pada setiap keunggulan Anda.

  3. Memahami bahwa Tuhan menawarkan perdamaian dan harapan tetapi tidak untuk kesempurnaan
    Dalam setiap kitab tidak menjanjikan bahwa setiap orang selalu memiliki kesehatan, kekayaan, dan kemudahan. Namun, terdapat janji dalam setiap kitab bahwa kehidupan yang terdapat penderitaan dan kesulitan akan memiliki makna pada hasil yang bahagia.

Give without expectation, accept without reservation, and love with hesitation.


Referensi:
Realistic Expectations for Life
Managing Your Expectations Is The Key To Happiness

1 Like

Menurut Sharon Martin dalam artikel Set Realistic Expectations and You’ll be Happier yang dibuatnya bahwa banyak rasa sakit dan kekecewaan berasal dari harapan yang belum terpenuhi. Masalahnya adalah diri kita tidak menyadari harapan diri kita. Berikut adalah cara untuk menetapkan harapan realitas, yaitu:

Kita mendapatkan masalah pada harapan kita ketika tidak mendasarkan harapan pada realitas
Terkadang kita kecewa karena tidak realistis dalam mengharapkan sesuatu berjalan semestinya. Jika mengetahui sesuatu yang berubah secara signifikan maka solusinya adalah terima apa yang terjadi dan lakukan adaptasi. Kekecewaan juga kerap kali terjadi ketika tidak realistik dalam mengharapkan sesuatu yang berbeda.

Menjadi realistis, bukan pesimis
Menjadi realistis tidak berarti sebagai bencana atau menduga yang terburuk. Berpikiran sebagai bencana merupakan sesuatu yang bermasalah karena kita menciptakan skenario “apa” dan “jika” tidak salah sama sekali. Gunakan waktu masa lalu untuk merencanakan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Masa lalu adalah sebuah prediktor yang baik di masa depan. Sangat penting untuk diingat bahwa mengubah diri sendiri adalah kunci kebahagiaan.

Harapan yang realistis memungkinkan untuk membuat rencana penanggulangan
Apabila memiliki harapan yang realistis maka akan terhindar dari dari perasaan sakit hati dan marah. Hal tersebut juga membantu untuk lebih fokus pada hal yang bisa dilakukan lebih baik lagi. Menyesuaikan harapan membantu untuk merencanakan tantangan. Karena daripada membuang-buang waktu untuk mengubah orang lain, lebih baik digunakan untuk menaruh perhatian terhadap bagaimana mengurus kebutuhan. Harapan yang tidak realistis tidak hanya memimpin menyakiti perasaan, kekecewaan dan kemarahan, tetapi juga mencegah dari membuat rencana penanggulangan

Sangat penting bagi kita saat bersikap realistis tentang apa yang kita lakukan di masa lalu. Namun juga ingin berpikir praktis tentang apa yang dapat di lakukan di masa depan. Kebanyakan orang membuat kesalahan dengan menetapkan harapan terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Apakah Anda berharap terlalu banyak dari diri Anda sendiri? Atau tidak cukup?

Belajar Dari Pengalaman Masa Lalu
Bila Anda memiliki pengalaman buruk di masa lalu, kadang-kadang sulit untuk mencoba lagi. Bersedia untuk memberikan pendidikan atau pekerjaan Anda mencari kesempatan lain. Sama seperti orang yang berbeda, masing-masing sekolah dan tempat kerja yang berbeda. Dibutuhkan usaha untuk menemukan tempat yang tepat untuk Anda. Jika Anda membiarkan pengalaman menyenangkan mengendalikan pikiran Anda, ini bisa menjadi hambatan bagi keberhasilan Anda.

  • Fokus pada kesuksesan yang pernah ada di masa lalu. Ingatkan diri Anda bahwa ada banyak hal yang Anda lakukan dengan baik.
  • Menghabiskan waktu dengan orang-orang positif yang mendukung anda dan usaha anda.

Harapan tinggi
Adalah untuk memiliki harga diri yang tinggi dan tujuan. Sebagai orang yang dewasa kita telah belajar bagaimana untuk melakukan banyak hal. Namun, karena ada keinginan untuk maju dalam hidup, belajar mungkin menjadi lebih sulit, dan memiliki lebih banyak tanggung jawab yang mengganggu keinginan untuk maju. Jika harapan terlalu tinggi, ini bisa menjadi rintangan. Pikirkan tentang menjaga hal-hal yang praktis.

  • Beberapa pekerjaan tidak akan lagi terbuka untuk Anda karena sejarah kriminal Anda. Cari tahu pekerjaan apa yang dipengaruhi oleh catatan kriminal sebelum Anda memulai pencarian Anda.
  • Kebanyakan program sertifikat dan gelar memakan waktu lebih lama dari yang Anda mungkin berpikir untuk menyelesaikannya. Mereka juga memerlukan studi lebih mandiri daripada yang Anda harapkan.
  • Kebanyakan pekerjaan entry-level tidak membayar gaji besar. Anda mungkin tidak mendapatkan promosi secepat yang Anda inginkan.

Referensi : Setting Realistic Expectations