Bagaimana cara untuk mendapatkan hasil gambar yang tajam?

foto tajam

Nah saya kadang ngelihat hasil hasil foto ada yang tajam dan ada yang tidak. Tapi teman saya memang sudah professional, Nah bagaimana caranya untuk mendapatkan hasil gambar foto yang tajam ?

Mendapatkan foto yang tajam merupakan hal yang sangat penting bagi semua fotografer. Bagi Fotografer Komersial hal tersebut dapat memberi nilai tambah pada hasil fotonya yang nantinya akan diberikan kepada klien-kliennya. Para professional diluar sana menyebutnya “Tack Sharp” yang menggambarkan tingkat ketajaman tertinggi, temperatur warna yang pas, serta tidak ada bagian yang kabur.Dengan begitu foto anda akan lebih nyaman dilihat.

Dibawah ini tips untu mendapatkan hasil gambar yang tajam:

  1. Gunakan Tripod
    Walaupun terdengar merepotkan, gunakanlah tripod jika situasi memungkinkan. Kelebihan dari tripod adalah membuat kamera lebih stabil dibanding menggunakan tangan. Tripod juga sangat membantu jika anda memotret pada kondisi cahaya gelap, karena pada kondisi tersebut otomatis rana yang digunakan lebih lambat. Jika anda memiliki uang lebih, tidak ada salahnya menginvestasikan uang untuk membeli tripod, pasalnya tripod ini dalam beberapa tahun tidak mengalami perubahan secara signifikan.

  2. Kepala Tripod
    Tidak kalah penting, kepala tripod juga berkontribusi pada hasil akhir foto. Untuk fotografi direkomendasikan menggunakan kepala tripod berjenis “Ball Head”. Kelebihannya yaitu mudah memposisikan kamera secara akurat serta mengunci body kamera lebih mantap sehingga tidak mudah tejatuh.

  3. Manfaatkan Fasilitas Mirror Lockup
    Pada kamera DSLR fasilitas ini berfungsi untuk mengunci pergerakan cermin kamera keatas, jadi saat anda menjepret, cermin tidak akan bergerak sebelum exposure yang tepat diperoleh. Hasilnya foto anda terlihat lebih tajam. Pada kamera Nikon fasilitas ini bernama exposure delay mode.

  4. Gunakan Cable Release
    Ketika anda menekan tombol pelepas rana, percaya atau tidak kamera anda akan bergerak walaupun hanya sedikit. Hal tersebutlah yang menyebabkan foto anda menjadi kurang tajam. Coba gunakan dan bandingkan hasilnya pada saat menggunakan Cable Release dan ketika tidak menggunakannya!

  5. Gunakan Self Timer
    Anda lupa membawa cable release? Tenang, masih ada self timer. Fungsinya hampir sama seperti cable release, bedanya anda harus menentukan waktu timer-nya. Cobalah set self timer pada kisaran 5 detik, cukup untuk menstabilkan kamera akibat tekanan jari di tombol pelepas rana.

  6. Matikan Fitur Peredam Getaran (Image Stabilization)
    Fitur ini berguna jika anda memotret menggunakan tangan kosong. Tetapi pada saat menggunakan tripod, Image Stabilization (IS) harus dimatikan jika anda menginginkan foto yang tajam. Secara non teknis fitur ini mencari getaran, jika tidak ada getaran fitur tersebut akan terus mencarinya. Dan hal ini akan menyebabkan terjadinya getaran-getaran kecil yang membuat foto anda kurang tajam.

  7. Gunakan ISO Yang Paling Rendah
    Jika anda memotret dengan tripod dalam kondisi rendah cahaya (low light), jangan naikkan ISO, kecuali anda menggunakan tangan dan dilarang menggunakan tripod. Meningkatkan ISO membuat foto anda terlihat noise atau berbintik. Gunakanlah ISO rendah (200 atau 100) agar foto tetap tajam.

  8. Cari Sweet Spot Lensa
    Misalnya anda memiliki lensa fix 50mm dengan bukaan terlebar f/1.8 maka diafragma tertajam lensa tersebut adalah f/5.6. Dengan menurunkan minimal 2 stop atau lebih kecil anda dapat memperoleh sweet spot pada lensa.

Sumber

http://www.infotografi.com

Ada beberapa faktor yang menyebabkan foto yang Anda hasilkan kurang tajam. Saya akan memberikan beberapa tips untuk agar hasil foto Anda lebih tajam

  1. Shutter Speed
    Jika anda mempercepat shutter speed, maka foto anda akan semakin tajam. Ingat aturan baku agar foto tajam saat anda memotret handheld: ”gunakan shutter speed yang lebih cepat dibanding panjang fokal lensa anda”.
    Begini penjabarannya:

    • Jika panjang lensa anda 50mm, potretlah dengan shutter speed 1/100 detik atau lebih cepat
    • Jika panjang lensa anda 100mm, gunakan shutter speed 1/200 detik atau lebih cepat
    • Jika panjang lensa anda 200mm, gunakan shutter speed 1/400 detik atau lebih cepat
  2. Aperture
    Aperture berpengaruh pada depth of field (daerah fokus dalam foto anda). Mengurangi aperture akan menambah depth of field, artinya area tajam dalam foto akan semakin besar meliputi obyek yang dekat maupun jauh, sehingga ketajaman foto secara keseluruhan justru berkurang.
    Maka lakukan sebaliknya, pilih aperture yang besar, maka anda akan memusatkan area tajam hanya didekat fokus. Memilih aperture yang besar memungkinkan anda mendapatkan shutter speed yang lebih cepat.

  3. ISO
    Menambah ISO akan mempercepat shutter speed serta memungkinkan anda memilih aperture yang lebih besar. Jika anda memotret di dalam ruangan, perbesar-lah ISO, tapi jangan berlebihan (misal: pilih ISO 600 untuk memotret didalam rumah). memilih ISO yang terlalu tinggi (diatas 800), bisa menyebabkan noise dan ini memperburuk kualitas gambar (most of the time).

  4. Fokus
    Ketika memotret obyek, pastikan fokusnya memang ada dimana anda ingin area tersebut paling tajam. Autofokus kamera bisa saja salah dan justru menjatuhkan fokus disamping obyek yang anda inginkan

  5. Lensa
    Lensa yang berkualitas baik bisa secara drastis meningkatkan ketajaman foto anda. Lensa KIT yang biasanya ditawarkan dijual sebagai paket komplit bersama kamera biasanya kualitas-nya payah. Saran saya, jika anda baru akan membeli kamera SLR, belilah secara terpisah antara kamera (body only) dan lensa. Jangan membeli paket KIT. Lensa dengan kualitas bagus biasanya ditandai dengan aperture yang besar (misal f/2.8).

  6. Tripod
    Tripod memang tidak praktis dan merepotkan, namun jika anda “sudi” membawanya, anda akan memperoleh foto yang lebih tajam. Terutama jika anda ingin menghasilkan foto HDR atau panorama, relakanlah membawa tripod.

Semoga tips-tipsnya bisa bermanfaat, terimakasih :slight_smile: