Bagaimana cara untuk memutuskan fitur apa saja yang ada pada minimum viable product?

Minimum viable product atau MVP adalah versi baru dari sebuah produk yang memungkinkan tim untuk mengumpulkan jumlah maksimum validasi data tentang pelanggan dengan usaha yang sedikit.

Untuk memandu seorang manajer produk dan tim tekniknya, berikut terdapat tujuh prinsip sederhana yaitu:

a. Kurang adalah lebih dalam pengembangan produk:
Menjadi disiplin tentang fitur bukanlah tanggung jawab tim teknologi, produk dan pemilik bisnis. Yang pertama dapat dilakukan adalah brainstorming dan kitchen sink semua fitur untuk produk ideal yang ingin dibangun. Setelah memiliki daftar yang ideal, mulailah untuk mengurangi serangkaian fitur ke set minimum yang ada pada dua kondisi yaitu waktu tersingkat untuk membawa produk ke pasar dan produk yang memiliki kemampuan untuk memungkinkan tim bisnis melakukan eksperimen pada penemuan & validasi pelanggan.

b. Fitur yang paling membosankan adalah yang paling penting:
Trik untuk pelanggan yang menyukai suatu produk adalah dengqn tidak memiliki terlalu banyak atau fitur baru, tetapi focus pada kualitas fitur. Sebagian besar pemilik bisnis, khususnya di Asia, menolak argumen kualitas dan berakhir dengan produk yang menyematkan terlalu banyak fitur dan tidak dapat mencapai tujuan bisnis mereka. Contoh terbaik untuk mendemonstrasikan argumen tersebut adalah Instagram. Ada banyak aplikasi seluler berbagi foto di lanskap tetapi Instagram menarik jumlah pengguna dan pertumbuhan terbesar karena mereka fokus untuk membuat bagian yang paling membosankan dalam bentuk top notch. Fitur killer adalah fitur yang paling membosankan: mengunggah foto ke server mereka dan mendorong ke jaringan sosial yang berbeda sangat cepat dibandingkan dengan aplikasi lain dalam kategori yang sama.

c. Jalur resistansi terkecil atau Meminimalkan Gesekan:
Dalam pirate metrics Dave McClure, dalam meningkatkan pertumbuhan, terdapat tiga tahap pertama yaitu akuisisi (kesadaran pengguna), aktivasi (pendaftaran pengguna) dan retensi (menghasilkan aktivitas penggunaan) adalah langkah-langkah inti untuk mendorong pertumbuhan awal ke platform Anda. Kuncinya adalah memastikan bahwa langkah-langkah yang terlibat dalam fase aktivasi dan retensi harus sempurna dan meminimalkan gesekan bagi pengguna. Jika Anda mengamati sebagian besar layanan digital baru yang muncul baik web atau seluler, proses pendaftaran biasanya menggunakan Facebook, Twitter atau LinkedIn terhubung sebagai tanda tunggal pada sistem. Alasannya adalah meminimalkan friksi untuk membuat akun menggunakan email, nama pengguna dan kata sandi. Platform sosial ini memungkinkan Anda untuk dapat mengisi secara otomatis tanpa banyak kerumitan. Pada saat yang sama, juga dapat memanfaatkan grafik sosial dari jaringan ini untuk menyelidiki atau menarik koneksi mereka untuk mendaftar di layanan juga. Tindakan satu klik yang sederhana jauh lebih unggul daripada memberikan pilihan ganda kepada pengguna.

d. Pikirkan tentang kelangkaan - Permintaan vs Pasokan:
Kelangkaan adalah fitur mendasar pada masyarakat di mana kebutuhan dan keinginan kita dicocokkan dengan sumber daya yang terbatas. Itu menyiratkan bahwa kita tidak dapat memiliki semua orang dan terikat untuk melakukan pengorbanan dalam mengembangkan produk. Fitur ini menimbulkan fakta bahwa kita mungkin ingin memiliki mekanisme untuk membatasi pasokan ke produk dan menaikkan permintaan. Contoh yang paling menarik adalah aplikasi Mailbox. Pada fase pertumbuhan pengguna awal, pembuat aplikasi mengirimkan undangan terbatas dan meminta mereka yang telah menginstal aplikasi, ke antrean panjang. Sehingga, para pelanggan selalu menggunakan aplikasi untuk memeriksa seberapa jauh antrian yang didepatkan untuk mendapatkan undangan. Jumlah untuk mendapatkan kesempatan menggunakan aplikasi meningkat pesat, sehingga secara tidak sadar dapat membuat pelanggan tertarik untuk sering menggunakan aplikasi. Hal ini dapat mengarahkan pengguna ke arah tindakan (menggunakan aplikasi) dan dengan menggunakan prinsip kelangkaan juga bisa menciptakan kebiasaan dengan pengguna Anda.

e. Fokus pada Menutup Loop untuk pengguna:
Kita dapat mendorong pertumbuhan pengguna dengan mudah, dan yang harus selalu dilakukan adalah menutup loop untuk pengguna. Terdapat pertanyaan mendasar untuk ditanyakan, “Apa satu tindakan yang penting bagi pengguna sehingga dapat menciptakan transaksi?” Aplikasi mobile Uber adalah contoh yang bagus. Dalam langkah mendaftar, uber telah memperoleh rincian kartu kredit. Lalu pada tahap ketika menggunakan aplikasi, dengan jarak yang tidak jauh dari lokasi penjemputan dapat mendapatkan pengemudi untuk menjemput pelanggan. Setelah pengemudi menjemput pelanggan dan mengantar ke tujuan akhir, dengan klik sederhana mendorong transaksi pembayaran dan menutup loop antara pelanggan dan perusahaan. Menutup loop sangat penting karena tidak ada gunanya mendapatkan pengguna tanpa menutup loop yang dapat menghasilkan transaksi yang penting.

f. Iterasi & Sempurnakan dengan Masukan Pengguna & Data aktivitas:
Luncurkan MVP dengan cepat dan dapatkan masukan & data aktivitas pengguna. Pada hari-hari awal, setiap pelanggan akan meminta lebih banyak fitur dan sangat mudah untuk tergangguUntuk mengatas hal ini adalah untuk mengadopsi aturan berikut: jika tidak ada traksi ke versi pertama, lakukan penghitungan cek pada semua permintaan fitur pengguna dan mencari tahu mana yang akan terapkan dulu. Selalu lacak pengembangan fitur baru untuk membantu meningkatkan tujuan bisnis perusahaan, dan itu adalah bintang utara yang Anda butuhkan untuk mengarahkan tim Anda. Salah satu contohnya adalah Jason Goldberg, pendiri Fab.com mengirim login khusus kepada seorang investor (sebelumnya investor tersebut telah menolak untuk bertemu). Pada akhirnya, investor membiayai mereka dengan 40 juta dollar.

g. Bersiaplah untuk pivot jika tidak berfungsi:
Setelah beberapa kali mencoba, dan masih tidak dapat membangun daya tarik pengguna. Tindakan terbaik adalah pivot, yang berarti mengerjakan ide lain. Tidak apa-apa untuk pivot, dan salah satu yang menerapkan pivot dan berhasil adalah adalah, Odeo yang gagal dan kemudian menjadi Twitter.

Referensi:
Minimum Viable Product