Bagaimana cara perawatan tanaman anggrek?

Tanaman Anggrek

Bagaimana cara merawat tanaman anggrek agar bisa sering berbunga ?. Terutama anggrek bulan dan dendrobium. Saya adalah penghoby tanaman anggrek, namun saya masih kesulitan dalam mengatur fase pembungaannya. Banyak anggrek saya yang telah dewasa namun sangat lama berbunga.

1 Like

Cara merawat tanaman anggrek antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Media tanam. Media tanam yang pasuntuk membuat anggrek rajin berbunga tersusun 2 bagian. 1/3 bagian bawah diisi dengan potongan batu bata dan 2/3 sisanya pake pakis.

  2. Konstruksi pot, paling ideal pot yang digunakan ialah pot yang terbuat dari tanah liat dan banyak lobangnya.

  3. kandungan air dari medianya. Bila cuaca panas dibutuhkan penyiraman 2 kali dan bila cuaca hujan tidak harus melalukan penyiraman.

  4. Pemupukan bisa diberikan melalui penyemprotan/ penyiraman bisa juga memakai pupuk slow rilis yang ditaburkan pada media tanam anggrek.

  5. Pemberian ZPT atau hormon. Bisa juga dipakai air kelapa dengan konsentrasi 15 % (150 ml air kelapa dibuat larutan semprot 1 liter)

  6. Pengendalian hama dan Penyakit. Untuk membuat anggrek rajin berbunga harus dibersihkan dari kotoran, gulma dan daun-daun busuk. pemakaian insektisida bila terserang hama, fungisida bila terserang jamur dan bakterisida bila terserang bakteri.

Cara Perawatan Tanaman Anggrek

  1. Aturan meletakkan anggrek dalam pot


    Anggrek biasanya paling bahagia di pot yang relatif kecil. Pot plastik lebih disukai karena ketika saatnya untuk melakukan pot ulang, akarnya dapat lebih mudah terlepas, atau pot dapat dengan mudah dipotong. Untuk memastikan drainase yang baik, kita dapat mengisi satu atau dua inci bagian bawah pot dengan busa. Tangguhkan anggrek di atas pot, dan secara bertahap isi pot dengan potongan kulit pohon cemara atau media tanam apa pun yang kita gunakan. Mahkota tanaman harus sedikit di bawah bagian atas pot. Terkadang sedikit kawat sangat membantu untuk mengamankan tanaman sampai akarnya terbentuk. Beberapa anggrek harus ditanam kembali setiap tahun. Yang lain mungkin senang di pot yang sama selama tujuh tahun atau lebih. Sebagai aturan umum, anggrek jangan dipot ulang kecuali jika diperlukan. Anggrek tidak suka diganggu. Re-pot jika media tanam sudah mulai rusak untuk mengurangi aerasi, jika akarnya merayap jauh melampaui pot atau jika pertumbuhan tanaman baru tidak seimbang.

  2. Penyiraman
    Overwatering adalah penyebab umum anggrek mati. Orang-orang sering bertanya seberapa sering mereka harus menyiram anggrek, jawabannya adalah siram sebelum tanahnya kering. Dalam praktiknya ini bisa bervariasi, dari setiap hari hingga setiap beberapa minggu. Tergantung pada anggrek dan kondisi di rumah. Salah satu kondisi adalah medium tempat anggrek tumbuh. Cara terbaik untuk menilai kelembapan adalah dengan menempelkan jari di media tanam. Jika tidak terasa kelembapan, maka waktunya untuk menyiram. Teknik menyiramnya sama saja seperti menyiram tanaman kebanyakan.

  3. Pencahayaan
    bunga-anggrek-di-kebun-600x399
    Anggrek berpeluang tumbuh lebih lama dengan tingkat cahaya yang redup, hanya saja bunganya tidak akan terlalu mekar. Anggrek bisa tumbuh bagus dengan bantuan cahaya matahari yang kuat, hanya saja jangan terpapar langsung karena itu bisa membuatnya terbakar. Sebaiknya letakkan anggrek di bagian rumah yang memiliki penyinaran matahari yang baik, namun tidak terlalu panas. Gunakan beberapa filter untuk menyaring cahaya panas agar tak membakar anggrek. Jendela rumah yang menghadap ke timur adalah tempat yang bagus untuk menumbuhkan anggrek. Sedangkan jendela yang menghadap ke barat membuat anggrek terlalu panas. Ketika anggrek mekar, kita mungkin tertarik untuk meletakkannya di meja atau di tempat yang jauh dari jendela. Tidak masalah, selama nanti dikembalikan lagi ke tempat yang cahayanya lebih baik.

  4. Sirkulasi udara
    Anggrek harus mendapatkan sirkulasi udara segar. Angin menjadi sangat penting untuk kelangsungan hidup anggrek. Adanya hembusan udara juga membantu membuat air yang tergenang pada anggrek menguap. Air tergenang ini bisa jadi tempat berkembang biak jamur dan bakteri, yang tentunya tidak baik untuk anggrek, jadi udara membantu mengatasi itu. Jika Bunda menanam anggrek dekat jendela, jangan lupa untuk selalu membuka jendela, atau gunakan kipas jika ruangan minim udara. Jika di ruangan tidak ada ventilasi, anggrek bisa mati.

Referensi

haibunda.com

https://www.haibunda.com/moms-life/20200107190519-76-75479/cara-menanam-dan-merawat-anggrek-agar-tidak-cepat-mati

Pemeliharaan anggrek bulan dapat dilakukan melalui:

Penyiraman
Penyiraman anggrek dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca, jika matahari sedang terik sekali, maka penyiraman dua kali sehari (pagi-malam), tetapi jika musim hujan, anggrek tidak perlu disiram. Penyiraman air ini dilakukan agar akar anggrek tetap lembab, maka dari itu jumlah dan frekuensinya perlu diperhatikan. Jika kekurangan dan kelebihan air siraman maka akan mengganggu pertumbuhan tanaman, jika kelebihan air maka akar tanaman akan busuk, pernafasan terganggu, dan anggrek akan mati . Pot anggrek yang terlalu dan sering basah maka akan menyebabkan tumbuh jamur, bakteri dan lumut.

Pemupukan
Selain penyiraman, anggrek juga memerlukan pemupukan. Pemupukan tanaman dibutuhkan paling sedikit 16 macam unsur hara, agar setiap tanaman dapat tumbuh sehat dan normal.

Enambelas unsur hara yang dibutuhkan anggrek agar dapat tumbuh sehat dan normal yakni : Karbondioksida ยฉ, Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor ยง, Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Seng (Zn), Besi (Fe), Tembaga (Cu), Boron (B), Mangan (Mn), Molbdenium (Mo), Khlor (Cl).

Untuk pemupukan tanaman anggrek dapat dilakukan 1 kali seminggu, dengan cara disiramkan pada bagian daun.

Penyemprotan Pestisida
Tanaman anggrek juga seperti tanaman hias lain, tidak akan lepas dari serangan hama dan penyakit tanaman. Maka dari itu sangat perlu dilakukan penyemprotan pestisida agar anggrek dapat berbunga dengan indah tanpa serangan hama dan penyakit yang dapat mengurangi keindahan anggrek itu sendiri. Pemberian pestisida bisa dengan disemprotkan, penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, akan lebih baik dilakukan pada sore hari sekitar jam 5.00 sore. Penyemprotan pada anggrek yang sehat dilakukan dengan rutin yakni kurang lebih 3 bulan sekali. Sedangkan penyemprotan untuk tanaman anggrek yang terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk serangan kutu daun) dilakukan penyemprotan seminggu sekali.

Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk hama antara lain:

  • Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/ 10 liter air untuk ulat pemakan daun

  • Bayrusil 250 EC dosis 2 cc / liter air untuk ulat pemakan daun

  • Malathion dosis 3 gram / liter air untuk ulat, kumbang dan kutu

  • Kelthane dosis 2 gram / liter air untuk kutu

  • Metadeks dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc / 10 liter, untuk keong dan bekicot air

  • Falidol E.605 dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc / 10 liter, untuk keong dan bekicot air

Referensi

Putra, V. H. 2009. Budidaya dan Prospek Pemasaran Anggrek Bulan Lokal ( Phalaenopsis amabilis ) di Kebun Anggrek Widorokandang Yogyakarta. [skripsi]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Surakarta.

1 Like

Pemeliharaan Tanaman Anggrek

1. Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek, karena berbeda jenis anggrek maka perlu perlakuan yang berbeda.

2. Penyiangan

Untuk tanaman anggrek penyiangannya ketika kondisi di sekitar tanaman anggrek terdapat banyak gulma yang merugikan dalam persaingan penyerapan unsur hara, karena jika perebutan unsur hara ini terus terjadi maka akan mempengaruhi proses pertumbuhan anggrek.

3. Pemupukan

Pemupukan untuk usia berbunga (flowerings-size) tanaman anggrek yang sudah berbunga dipupuk dengan pupuk N:P:K perbandingannya 1:6:1. Adapaun teknik pemberian pupuk buatan tersebut adalah:

  • Bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hatihati, jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang tadi dapat terbakar.
  • Disiramkan, yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. Cara ini banyak dilakukan oleh penggiat tanaman anggrek.
  • Penyemprotan, cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar didalamnya, maka akarnya ditutup plastik.

Selain menggunakan pupuk buatan juga bisa menggunakan pupuk kandang. Pupuk yang sering digunakan adalah kotoran kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam dan lain-lain. Keunggulan pemakaian pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air, apalagi pada musim kemarau. Kelemahan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang mengandung jamur. Untuk itu dianjurkan disangan terlebih dahulu untuk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5.00 sore.

4. Pengairan dan Penyiraman

Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari:

  • Air Ledeng, baik untuk menyiram karena jernih dan steril, tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. PH yang baik sekitar 5,6-6.
  • Air sumur, baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya.
  • Air hujan, yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk menyiraman.
  • Air kali/air selokan, tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur, bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek atau tidak.
Referensi

Dinas Pertanian Provinsi Yogyakarta
http://distan.jogjaprov.go.id/wp-content/download/tanaman_hias/anggrek.pdf

nggrek adalah bunga yang cantik dan lembut yang memiliki beragam warna, bentuk, dan ukuran. Ada lebih dari 22.000 spesies anggrek. Perawatan anggrek bisa berbeda-beda sesuai jenisnya. Namun, ada beberapa panduan sederhana yang dapat Anda ikuti terlepas jenis anggrek yang Anda miliki untuk menjaga kesehatan dan kecantikannya. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal karena memiliki banyak sekali jenis bunga anggrek yang mana di sini anda akan menemukan lebih dari 4000 jenis tanaman anggrek yang tersebar di berbagai pulau seperti Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Papua, Jawa, dan lain sebagainya. Adapun jenis tanaman anggrek yang tumbuh di sini adalah antara lain Vanda, Cymbidium, Bulbophyllum, Phalaenopsis, Dendrobium, Coelogyne, dan lain sebagainya yang mana jenis anggrek tersebut banyak sekali dicari oleh para pecinta tanaman hias dan juga mereka tidak segan โ€“ segan untuk mematok harga tinggi bagi siapa saja yang memiliki jenis tanaman โ€“ tanaman tersebut.

Memberikan Lingkungan yang Tepat

Gunakan pot yang memiliki lubang drainase. Anggrek harus ditanam dalam pot yang memiliki lubang drainase sehingga kelebihan air dapat mengalir keluar dari dalam pot. Jika tidak, busuk akar akan membunuh tanaman yang cantik ini! Jika saat ini Anda menanam anggrek di pot tanpa lubang drainase, pindahkan tanaman itu ke pot yang baru.

Siapkan media tanam yang cepat mengalirkan air khusus untuk anggrek. Anda boleh memilih media tanam berbasis batang pohon maupun lumut. Media tanam berbasis batang pohon dapat mengalirkan air dengan baik sehingga mencegah kelebihan air, tetapi mudah pecah. Sementara itu, media tanam berbasis lumut lebih mampu menahan kelembapan, tetapi mengharuskan Anda berhati-hati dalam memberikan air dan mungkin mengganti pot anggrek lebih sering

Letakkan pot anggrek di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau timur. Agar dapat tumbuh subur, tanaman anggrek membutuhkan sinar matahari yang kuat, tetapi tidak langsung. Jika bisa, letakkan pot anggrek di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau timur untuk mendapatkan sinar matahari dalam jumlah dan intensitas yang tepat. Namun, jika di rumah Anda hanya ada jendela yang menghadap ke barat, cobalah memasang gorden tipis untuk mencegah anggrek terbakar sinar matahari.

Pertahankan suhu ruangan antara 16-24 derajat Celsius. Anggrek tumbuh subur di suhu sejuk dan akan mati dalam suhu yang terlalu dingin. Meskipun suhu pertumbuhan yang tepat bisa berbeda-beda dan ditentukan oleh spesiesnya, secara umum, Anda sebaiknya mempertahankan suhu ruangan lebih dari 16 derajat Celsius di malam hari. Sementara itu, di siang hari, atur suhu 8-10 derajat lebih tinggi daripada suhu tersebut.

Atur sirkulasi udara ringan. Oleh karena anggrek tidak ditanam di tanah, Anda harus memberikan sirkulasi udara untuk menjaga kesehatan akarnya. Saat cuaca cukup sejuk, Anda boleh membuka jendela ruangan sehingga angin sepoi-sepoi bisa mengalir masuk. Sementara itu, nyalakan kipas langit-langit dalam kecepatan rendah atau kipas angin berputar yang diarahkan menjauhi anggrek agar udara di dalam ruangan terus bergerak.

Menyirami, Memberikan Pupuk, dan Memangkas Anggrek

Sirami anggrek tepat sebelum mengering. Anda harus memberikan air sebanyak yang digunakan oleh anggrek. Jadi, jangan menjadwalkan waktu menyiram berdasarkan jumlah hari tertentu. Setiap beberapa hari, tusukkan 1-2 jari Anda ke dalam media dalam pot anggrek, kemudian keluarkan dan usap. Jika Anda tidak merasakan kelembapan pada jari Anda, siramkan sedikit air ke media dalam pot anggrek dan biarkan hingga meresap. Setelah beberapa menit, buang kelebihan air yang mengalir keluar dan masuk ke tatakan atau alas di bawah pot.

Anda mungkin harus menyirami anggrek beberapa kali dalam seminggu atau beberapa minggu sekali, bergantung pada kondisi iklim, tingkat kelembapan, dan media tanamnya.

Bersihkan pot anggrek untuk membantu menentukan waktu menyiram. Jika tidak ada kondensasi di bagian dalam pot, inilah waktunya untuk menyiram.

Semprotkan air setiap hari jika tingkat kelembapan udara di rumah Anda kurang dari 40%. Anggrek tumbuh paling bagus di lingkungan yang memiliki kelembapan udara antara 40-60%.[7] Belilah alat higrometer di toko peralatan berkebun atau toserba dan gunakan untuk mengukur kelembapan udara di rumah. Jika kelembapan udara di rumah Anda kurang dari 40%, berikan semprotan air halus ke anggrek dan media tanamnya sekali setiap hari dengan botol semprot. [8]

Jika kelembapan udara di rumah Anda melebihi 60%, nyalakan alat dehumidifier di ruangan tempat Anda meletekkan anggrek untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Berikan pupuk sebulan sekali saat anggrek sedang berbunga. Gunakan pupuk seimbang seperti pupuk 10-10-10 atau 20-20-20. Encerkan menjadi separuhnya dan gunakan untuk memupuk anggrek sebulan sekali saat sedang berbunga. Jangan sirami anggrek selama beberapa hari setelah dipupuk, atau nutrisinya akan mengalir keluar bersama air. [9]

Setelah anggrek berbunga, pertumbuhan daunnya akan berhenti. Anda boleh mengurangi pemberian air dan pupuk hingga daun anggrek tumbuh kembali.

Potong batang yang telah selesai berbunga. Bunga anggrek tidak akan tumbuh kembali di batang yang sama, terkecuali anggrek Phalaenopsis , atau anggrek ngengat. Jika Anda menanam anggrek jenis ini, cukup potong batangnya tepat di atas nodus atau titik pertemuan batang setelah bunganya mati. [10] Untuk varietas anggrek berumbi semu, potonglah batangnya tepat di atas umbi ini. [11] Sementara itu, untuk varietas anggrek lain, potonglah seluruh batang yang telah selesai berbunga sedekat mungkin dengan permukaan media tanam.[12]

Umbi semu adalah bagian yang menebal pada bagian dasar pertumbuhan batang.

Selalu gunakan gunakan peralatan berkebun yang steril untuk memangkas anggrek.

Menangani Hama dan Penyakit

Semprotkan insektisida jika masalah ini masih terjadi. Jika Anda telah menyingkirkan serangga serta membersihkan daun tetapi masih menemukan tanda-tanda serangan hama, belilah insektisida di toko berkebun sekitar. Mintalah bantuan penjual di sana untuk memilih insektisida yang aman untuk anggrek. Ikuti petunjuk pemakaian insekstisida yang tertera dalam kemasannya.

Pangkas jaringan tanaman yang sakit. Jika Anda menemukan daun-daun anggrek yang berubah warna atau berbintik-bintik (mungkin berwarna krem, kuning, cokelat, atau hitam), kemungkinan anggrek sedang terserang penyakit. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memangkas jaringan yang terserang penyakit sesegera mungkin. Gunakan alat potong steril untuk memangkas daun, batang, dan bunga yang sakit. Pastikan untuk mendisinfeksi peralatan berkebun Anda sebelum dan sesudahnya.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin harus membuang seluruh tanaman untuk mencegah penyakitnya menyebar.

Atasi infeksi pada tanaman dengan fungisida atau bakterisida. Infeksi bakteri yang lazim terjadi pada anggrek meliputi akar cokelat, akar hitam, dan bintik cokelat yang ditandai dengan kemunculan bintik-bintik gelap pada daun dan umbi semunya. Infeksi jamur yang lazim terjadi pada anggrek meliputi hawar dan busuk akar yang ditandai dengan pembusukan pada akar, umbi semu, dan daun. Setelah memangkas jaringan yang terinfeksi, semprotkan fungisida atau bakterisida sesuai penyebab penyakit pada anggrek.

Produk-produk ini tersedia di toko berkebun sekitar.