Bagaimana cara penularan dan distribusi penyakit Kolera unggas?

Kolera unggas adalah penyakit menular yang menyerang unggas peliharaan dan unggas liar dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, disebabkan oleh
bakteri Pasteurella multocida (P.multocida) dan tersebar diseluruh dunia.

1 Like

image

Kolera unggas adalah penyakit menular yang menyerang unggas peliharaan dan unggas liar dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida (P.multocida) dan tersebar diseluruh dunia. Penyakit bersifat septikemik dan biasanya berjalan akut, tetapi di daerah endemik pada bangsa burung yang kurang peka penyakit ini dapat terjadi secara kronis.

Penyakit ini dilaporkan pertama kali di Eropa oleh Chabert pada tahun 1782, di Amerika Serikat oleh Salmon pada tahun 1880 dan di Canada oleh Higgins pada tahun 1898. Di Indonesia kejadian klinis kolera unggas diperkirakan sudah lama terjadi, namun bakteri penyebab penyakit baru berhasil diisolasi oleh Sri Poernomo pada tahun 1972.

Kerugian akibat penyakit kolera unggas dapat berupa kematian, penurunan berat badan, dan penurunan produksi telur. Penularan secara alami pada ayam dapat mengakibatkan kematian sebesar 10-20%, pada itik dapat mencapai 50%, sedangkan pada kalkun lebih dari 50%.

Cara Penularan:
Penularan terjadi melalui saluran pencernaan, saluran pernapasan terutama pada unggas muda. Penularan juga terjadi lewat luka pada kulit atau luka suntikan. Tungau, lalat, tikus dan burung liar dapat bertindak sebagai vektor mekanik yang dapat menularkan kuman dari satu hewan ke hewan lainnya. Ayam yang menderita kolera unggas secara kronis merupakan sumber penularan penyakit yang paling penting. Penularan penyakit dapat terjadi melalui sekresi hidung, mulut, atau kotoran ayam yang sakit. Penularan yang penting adalah melalui air minum atau tempat pakan dibanding dengan penularan melalui udara. Kuman masih tetap tinggal di dalam saluran pernafasan bagian atas terutama pada hewan-hewan yang baru sembuh dari sakit, yang nantinya dapat disebarkan ke hewan lain melalui sekresi hidung. Ketika hewan minum kuman dapat mencemari air minum yang kemudian menjadi sumber penularan.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan ayam sakit (carrier) atau dapat juga secara tidak langsung melalui pakan, air minum, alat-alat kandang, alat transportasi dan juga pekerja yang tercemar P.multocida. Penularan juga dapat terjadi melalui memakan bangkai hewan sakit, kontak dengan burung liar pemangsa, hewan liar lain seperti tikus, juga ternak lainnya seperti babi, kucing anjing, atau insekta terutama lalat yang mengandung bakteri P.multocida.

Distribusi Penyakit:
Di berbagai negara di dunia yang memelihara unggas, kolera unggas biasanya ditemukan secara sporadis atau penyakit bersifat enzootik pada beberapa negara. Di Indonesia penyakit ini ditemukan secara sporadik di
berbagai wilayah termasuk peternakan ayam pedaging, petelur, maupun pembibitan. Ada kecenderungan penyakit muncul pada wilayah atau lokasi kandang yang sama.