Bagaimana cara pengendalian dan pengobatan penyakit Scabies pada hewan ?

penyakit_hewan

(Muhammad Anton) #1

Penyakit Skabies

Penyakit Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang dapat menyerang hewan dan manusia. Bagaimana cara pengendalian penyakit Scabies ?


(Rizky Aulia) #2

Scabies termasuk penyakit yang wajib dilaporkan ke Institusi Pemerintah yang berwenang, sebagaimana diatur dalam Staatsblaad No. 432 dan 435 tahun 1912 yang masih berlaku hingga saat ini. Disarankan agar peternak tidak mememperjualbelikan hewan yang diketahui menderita scabies, karena hal tersebut dapat mempercepat perluasan penyakit.

Pencegahan

Jaga kebersihan kandang dan lingkungannya, awasi secara cermat ternak yang masuk ke dalam peternakan, dan populasi ternak (densitas) agar disesuaikan dengan luas lahan/kandang yang tersedia, sehingga tidak terlalu padat.

Pengendalian dan Pemberantasan

Tindakan pengendalian yang terpenting adalah manajemen pengobatan dan penggunaan obat yang tepat, serta pengawasan yang ketat terhadap lalu lintas hewan penderita, baik klinis maupun subklinis. Di samping itu, perhatian juga harus ditujukan terhadap induk dan pejantannya.

Pejantan yang menderita scabies dapat menulari induk, dan selanjutnya induk dapat menulari anaknya.

Tindakan pemberantasan scabies pada peternakan yang bersifat intensif (pada satu pemilik peternakan) akan mudah dilakukan, yang ditunjukkan oleh banyaknya laporan keberhasilan yang sangat memuaskan.

Sebaliknya, tindakan pemberantasan pada suatu daerah dengan pola peternakan tradisional, hasilnya seringkali kurang memuaskan, karena infeksi ulang dapat kembali terjadi, sehubungan dengan kurangnya pengawasan terhadap lalu lintas ternak.

Perlakuan Pemotongan Hewan dan Daging

Hewan penderita scabies dapat dipotong dan dagingnya dapat dikonsumsi, setelah bagian kulit yang rusak dibuang atau dimusnahkan dengan pembakaran.

Pengobatan


Penderita scabies dapat diobati secara langsung mengenai kulit (perendaman/dipping, disikat/brushing, penyemprotan/spraying), oral dan paranteral. Pengobatan sebaiknya diulang sampai 2-3 kali dengan interval 1-2 minggu, untuk memutuskan siklus hidup tungau.

Obat yang digunakan secara langsung pada kulit antara lain larutan coumaphos 0,1 %, benzena hexa chloride (1 % larutan yang berisi serbuk BHC dengan kadar 0,625 %), emulasi benzyl benzoate 25 %, kombinasi benzyl berzoate dan BHC, phosmet 20 %, odylen 20 % (dimenthyl-diphenylene disulphide), lindane 20 %, amitraz 0,1 %, malathion, phoxim.

Mengingat lokasi tungau Sarcoptes berada di dalam kulit, maka pengobatan agak sulit dan membutuhkan kesabaran. Pada kasus yang sudah lanjut, keropeng yang tebal dapat menghambat penetrasi akarisida.

Hasil yang baik baru diperoleh bila keropeng tersebut dibersihkan terlebih dahulu, namun hal ini kurang praktis di lapangan.

Obat yang bersifat sistemik dan cukup ampuh adalah ivermectin, diberikan secara subkutan dengan dosis 200 mg/kg bb. Secara oral, ivermectin tablet diberikan dengan dosis 100-200 mg/kg bb setiap hari selama 7 hari.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf