Bagaimana Cara Merawat Ayam Pelung?


Meskipun Ayam Pelung sebenarnya adalah ayam lokal seperti jenis ayam kampung pada umumnya, akan tetapi bagi para penghobinya ayam pelung termasuk ayam hias yang unik. Banyak disekitar tempat tinggal kita yang memelihara ayam kampung, namun suara kokoknya dari beberapa jenis ayam kampung tersebut hampir sama. Itulah mengapa ayam pelung dinilai memiliki suara kokok yang unik, karena suara kokok ayam pelung berbeda dengan suara kokok ayam kampung pada umumnya.
Untuk itu bagaimana cara merawat suara kokok ayam pelung agar tetap merdu?

1 PERAWATAN KANDANG
Perawatan kandang menjadi awal perawatan suara kokok ayam pelung. kandang juga menjadi faktor semangat atau tidaknya ayam pelung berkokok. Biasanya ayam mulai ada tanda-tanda dapat berkokok yaitu pada umur 5 bulan. buatlah Papan untuk bertengger yang terbuat dari kayu. Selain itu selalu jaga kebersihan kandang, apapun yang ada disekitar kandang sangatlah berbahaya bagi suara kokoknya, karena ayam pelung suka mematuk benda apapun yang ada disekitarnya. Saat ada benda yang berbahaya masuk kedalam tenggorokannya tentunya akan merusak kokok yang awalnya merdu.
2 BERIKAN PAKAN YANG SESUAI
Dalam pemberian pakan sehari-harinya berikan pakan dengan campuran seperti beras merah, kacang hijau dan gabah. Selain itu juga ada beberapa jenis buah-buahan yang dapat menjaga suara kokoknya diantaranya :
• Pisang dapat bermanfaat untuk melembutkan dan menghaluskan suara kokoknya
• Jeruk dapat mengobati serak-serak didalam tenggorokannya
• Tomat bermanfaat untuk mendinginkan dan menghilangkan lendir yang ada dalam tenggorokan
• Pepaya berfungsi untuk memperlancar pencernannya
3. PEMBERIAN MULTIVITAMIN
Karena ayam pelung dipelihara umumnya untuk dinikmati suara kokoknya. Biasanya ayam pelung akan diberikan multivitamin untuk menjaga tubuh dan menjaga suara kokoknya.
Selain itu bagi ayam pelung yang sering dikonteskan biasanya akan diberikan jejamuan atau ramuan herbal yang dapat menjaga stamina tubuh, menambah nafsu makan dan memperindah suaranya.
Ayam pelung merupakan salah satu ayam yang digolongkan sebagai ayam hias yang bisa dinikmati keindahan dan kemerduan suaranya, sekaligus juga dimanfaatkan sebagai ayam petelur dan pedaging yang unggul. Keunggulan ayam pelung sebagai petelur dikarenakan ayam ini mampu bertelur sebanyak 30 butir per periode. Pertumbuhannya juga tergolong pesat, bahkan bobot ayam pelung jantan yang sudah dewasa bisa mencapai 8 kg. Karena itu, ayam ini sangat baik jika dikawinsilangkan dengan ayam kampung untuk mendapatkan keturunan ayam besarSaat ini, para penggemar dan peternak ayam pelung banyak memanfaatkan ayam ini sebagai ayam hias untuk dinikmati keindahan suaranya dibandingkan dengan memanfaatkannya sebagai ayam petelur dan pedaging.
Hal ini bisa dimaklumi karena harga jual ayam pelung sebagai ayam penyanyi sangat tinggi. Apalagi jika pernah menjuarai sebuah kontes, tidak hanya ayam tersebut yang berharga mahal, tetapi harga jual keturunannya juga melambung.Kunci keberhasilan para hobiis dan peternak ayam pelung untuk menjadikan ayamnya juara adalah dengan memaksimalkan beberapa kebutuhan pokok ayam seperti pemilihan indukan, pemilihan dan perawatan bibit, pemilihan dan pemberian pakan, penanggulangan penyakit, sampai perawatan menjelang kontes.Oleh sebab itu, memelihara ayam pelung untuk kepentingan kontes diperlukan perlakuan khusus. Peternak, hobiis, atau pebisnis ayam pelung mesti memiliki pengetahuan yang memadai dalam memelihara, merawat, dan melatih ayam pelung.