Bagaimana cara merawat anak kucing yang baik dan benar?

Bagaimana cara merawat anak kucing yang baik dan benar ?

Bagaimana cara merawat anak kucing yang baik dan benar ?

2 Likes

Merawat anak kucing

  1. Minggu pertama
    Setelah anak-anak kucing lahir, pastikan secepatmya mereka memperoleh tempat yang hangat. Ketika bulu mereka masih basah, suhu tubuh dapat menurun dengan drastis. Bila induk mengizinkan, letakkan anak-anak kucing di bawah sinar lampu agar mendapat kehangatan. Alternatif lain, dengan menggunakan botol yang berisi air hangat, lalu bungkus dengan handuk atau menggunakan handuk hangat. Hal penting adalah anak-anak kucing secara bertahap mendapatkan kehangatan.

  2. Minggu kedua
    Bila induk mengalami kesulitan memberikan ASI pada anaknya maka dapat dibantu denganmemberi susu tambahan. Susu ini banyak dijual di pet shop. Bila kesulitan dapat memakai susu bayi manusia yang kadar laktosanya rendah. Frekuensi pemberiannya spuit atau dot karet yang lembut. Jangan terlalu berlebihan memberikan susu pada anak kucing yang masih kenyang. Bila hal itu terjadi, biasanya ditandai dengan keluarnya buih di sekitar mulut. Jangan lupa untuk memberi pakan kepada induknya dalam porsi memadai.

  3. Minggu ketiga
    Anak-anak kucing mulai lebih memperhatikan keadaan sekelilingnya dan mulai mencoba menjelajah di sekitar kandang. Pada saat ini, saluran telinga sudah terbuka sempurna. Anak kucing sudah mulai buang air besar tanpa harus distimulus induknya.

  4. Minggu keempat
    Anak kucing sudah dapat tidur mendengkur. Pada dasarnya, anak kucing mulai mendengkur sejak lahir tetapi saat ini mereka menyadari kalau dapat mendengkur. Anak kucing sudah dapat berdiri denganbaik meski jalannya masih sempoyongan. Pada saat ini, anak kucing boleh diletakkan di little box. Namun, pembiak harus hati-hati kaena beberapa anak kucing mencoba memakan pasir. Bila hal itu terjadi maka gantilah pasir dengan jenis lain yang terbuat dari kertas atau kayu atau menempatkan pasir terjadwal.

  5. Minggu kelima
    Anak kucing bisa dikenalkan atau disosialisasikan dengan orang-orang yang ada disekitarnya atau kucing-kucing lain. Pada saat ini, gigi susunya sdah mulai terlihat.

  6. Minggu keenam
    Anak kucing sudah bisa diberi makanan lunak atau semi-solid. Mata atau irisnya pun mulai berubah warna.

  7. Minggu ketujuh
    Anak kucing sudah bisa diberi obat cacing. Pemberian obat ini bisa lebih awal diberikan bila terbukti anak kucing terinfeksi parasit atau cacing. Jangan memberikan obat saat anak kucing sakit atau tidak fit. Konsultasikan kepada dokter hewan untuk pemberian obat cacing.

  8. Minggu kedelapan
    Anak kucing dapat disapih dari induknya. Tubuh mereka semakin besar sehingga butuh ruang gerak yang lebih luas untuk berlatih.

  9. Minggu kesembilan
    Pada saat ini gigi susunya tanggal dan digantikan oleh gigi dewasa. Kini, anak kucing sudah berumur 12 minggu dan sudah cukup untuk meninggalkan “sarang”-nya. Inilah waktu yang tepat untuk memindahkannya ke tempat baru.

Mengatur pakan anak kucing

Anak kucing umumnya diasuh oleh induknya hingga berumur 7 minggu. Selama dalam asuhan induknya, anak kucing minum ASI. Bila induk dirasakan kewalahan karena mempunyai anak lebih dari 4 ekor maka berikan susu tambahan. Selain susu, juga berikan dry food khusus kittens. Oleh karena teksturnya masih keras maka dapat dilunakkan dengan mencapur susu atau air matang. Namun, pemberiannya jangan terlalu banyak dan sering. Pakan yang lembek dapat menimbulkan karang gigi. Lagipula kucing akan malas mengunyah sehingga sisi pakan akan terselip di antara gigi.

Ada kalanya anak kucing tidak mendapatkan kolostrum karena induk tidak mampu memproduksi kolostrum akibat menderita mastitis. Kondisi induk lemah sehingga menolak kehadiran anak. Penyebab lain, anak lemah dan tidak bisa mengisap kolostrum dari puting susu induknya. Untuk mencegah kekurangan kolostrum, berikan produk kolostrum buatan yang bisa dibeli di pet shop. Pemberiannya bisa dicampurkan dengan minuman atau makanan.

Agar sehat, anak kucing perlu mendapat pakan dengan kandungan gizi seimbang. Selain protein, anak kucing juga butuh lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Kebutuhan air juga sangat penting untuk menjaga kestabilan suhu tubuhnya.

Pakannya harus mengandung protein lebih tinggi, yaitu 34 – 36%. Hal ini berfungsi agar membentuk sel-sel tubuh dan jaringan, mengatur metabilisme, mengangkut bahan-bahan ensensial, dan untuk pertahanan tubuh. Kekurangan protein dapat mengakibatkan gejala pertumbuhan yang kurang baik, seperti kurus, buu kasar, kusam, sensitif terhadap penyakit.

Berdasarkan umur kucing, pakan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu kitten untuk umur 1 – 10 bulan. Pakan ini banyak mengandung kalori dan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan aktivitasnya. Pakan ini dapat diberikan pada induk bunting dan menyusui. Pakan selanjutnya adalah tipe adult (remaja) untuk kucing berumur satu tahun. Setelah itu, pakan maintenance untuk menjaga tubuhnya tetap prima.

Anak kucing diberikan pakan dalan jumlah cukup setiap hari. Yang terpenting, perhatikan kondisinya saat makan, apakah anak kucing mau memakannya atau tidak. Pasalnya, kucing termasuk hewan pemilih dan berhati-hati dalam makanannya. Pakan berbau dapat mengurangi nafsu makanannya. Pastikan setiap anak kucing makan dengan baik. Bila terlihat tanda-tanda nafsu makan berkurang, segera ambil serta periksa penyebab dan kondisinya.

Referensi

Suwed, M A dan Budiana. 2008. Membiakkan Kucing Hias. Jakarta : Penebar Swadaya.

1 Like

Merawat anak kucing mirip dengan membesarkan anak-anak. Jika Anda memberikan perawatan yang tepat ketika mereka masih muda, maka mereka akan tumbuh baik dan sehat. Berikut ini tips merawat anak kucing.

  1. Jangan rawat anak kucingmu seperti perawatan kucing dewasa
    Seperti manusia yang memiliki kebutuhan berbeda pada tiap tahap perkembangan, kucing juga begitu. Berikut ini kebutuhan kucing yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan tahap pertumbuhannya :

    • Dibawah delapan minggu
      Pada usia ini anak kucing harus bersama dengan induknya. Karena anak kucing yang berusia dibawah delapan minggu belum dapat mengatur suhu tubuh mereka, mereka bergantung pada panas tubuh induknya. Selain itu mereka masih mengembangkan koordinasi kaki dan pengelihatan. Jika Anda mengadopsi anak kucing berusia dibawah delapan minggu dan tidak memiliki induk perawatan khusus perlu Anda berikan, termasuk memberi makan dengan botol khusus setiap dua jam sekali, menyiapkan handuk hangat untuk menjaga suhu tubuhnya, melatih buang air kecil dan besar. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter hewan.

    • Usia 8-11 minggu
      Anak kucing dapat diberi pakan khusus anak kucing yang kaya akan energi, kaya protein dan mudah dicerna. Makanan dapat berupa pakan kering atau pakan basah, pastikan makanan tersebut khusus dibuat untuk anak kucing. Perubahan besar akan mulai terjadi pada usia ini, anak kucing Anda mengembangkan keterampilan motorik yang kompleks seperti berlari, melompat, bermain dan menjelajah. Letakkanlah anak kucing Anda dalam ruangan tertutup dan aman selama Anda tidak bisa mengawasinya.

    • Usia 2-4 bulan
      Ini adalah fase pertumbuhan yang cepat, anak kucing Anda akan membutuhkan makan 3-4 kali sehari. Makanan mereka harus mengandung minimal 30% protein.

    • Usia 4-6 bulan
      Anak kucing pada usia ini dapat dikategorikan sebagai usia remaja dan telah matang secara seksual. Konsultasikan dengan dokter hewan tentang membiarkan anak kucing Anda atau disteril. Dengan disteril akan menghindari kebiasaan seperti penandaan wilayah (biasanya dengan cara dikencingi) dll.

  2. Sosialisasi
    Sama seperti manusia yang butuh bersosialisasi, kucing pun begitu. Melatih anak kucing Anda bersosialosasi akan mempengaruhi seberapa baik ia akan berinteraksi dengan manusia lain atau hewan lain ketika ia dewasa. Pastikan anak kucing Anda memiliki pengalaman positif dari setiap interaksi sosial yang Anda berikan. Anda harus membimbinga dan menunjukan bahwa dunia adalah tempat yang indah. Pertimbangkan beberapa metode pelatihan dan sosialisasi berikut :

    Anak kucing umumnya akan buang hajat di litter box atau tempat kotorannya berdasarkan naluri. Namun Anda dapat melatihnya dengan menaruhnya pada saat setelah makan atau setelah bermain. Pastikan litter box selalu tersedia dan sering dibersihkan. Sering-seringlah membelainya. Biarkan anak kucing Anda berjalan diberbagai permukaan yang berbeda, seperti karpet, lantai, rumput dll. Berikan vaksin sesuai dengan usianya, agar imunitasnya terjaga. Berikan camilan atau pujian ketika mereka berperilaku baik. Anda juga dapat mengajarkan beberapa trik seperti duduk, berjabat tangan dll.

  3. Jadikan perawatan prevantif sebagai prioritas
    Untuk memastikan anak kucing Anda memiliki kesehatan yang baik, mulailah sejak dini dengan memberikannya perawatan pencegahan. Jadwalkan janji pertemuan dengan dokter hewan. Berkunjung ke dokter hewan dapat membantu dokter menetapkan kesehatan anak kucing Anda dan memberikan perawatan yang tepat. Tanyakan tentang parasit, kutu, dan cacing. Mintalah dokter untuk memeriksanya, jika perlu. Tanyakan pencegahan penyakit yang dapat menjangiti anak kucing Anda. Ancaman terbesar bagi anak kucing adalah kutu. Anda dapat memberikan obat pencegah kutu saat anak kucing Anda berusia 8-12 minggu. Tanyakan pula vaksin mana yang anak kucing Anda butuhkan, seperti vaksin rabies, leukimia kucing dll.

Sumber :
Sellers, J. 2020. Kitten Care: Must-Know Tips for Raising Kittens Online : https://www.petfinder.com/cats/cat-care/kitten-care-must-know-tips-for-raising-kittens/