Bagaimana cara meningkatkan stamina tubuh?

Stamina adalah energi dan kekuatan fisik yang memungkinkanmu untuk bertahan dalam jangka waktu lama saat beraktivitas. Kurang stamina bisa memicu rasa lelah. Bagaimana cara meningkatkan stamina tubuh?

Memiliki stamina tinggi memungkinkan seseorang melakukan ragam aktivitas namun dengan jumlah energi yang lebih sedikit. Kondisi ini membuatmu bekerja dengan efektif dan efisien. Kamu bisa mendapatkan manfaat ini dengan kiat-kiat sederhana berikut:

Cobalah Bergerak
Pernyataan beraktivitas secara fisik di saat lelah dapat meningkatkan energi memang terdengar tidak masuk akal. Namun, kenyataan berkata lain. Aktivitas fisik membantumu mengembalikan energi, apalagi bila dilakukan secara konsisten.

Studi menunjukkan kadar energi pada orang yang mengalami kelelahan akibat pekerjaan justru meningkat setelah rajin berolahraga selama 6 minggu.

Apabila kamu membutuhkan sumber energi segera, coba berjalan cepat selama 10 menit. Kegiatan berintensitas rendah ini bisa mengurangi rasa lelah sekaligus mengembalikan energi. Bahkan, efeknya bisa bertahan hingga 2 jam.

Tak hanya itu, saat dilakukan secara teratur, aktivitas fisik ringan seperti berjalan juga mendorong kerja tubuh dan otak sekaligus memperbaiki suasana hatimu, lho.

Olahraga Secara Bertahap dan Sambil Mendengarkan Musik
Tentu sangat masuk akal bila olahraga teratur bisa meningkatkan stamina fisikmu. Seseorang direkomendasikan untuk berolahraga sebanyak 150 menit selama seminggu. Hal tersebut mungkin terdengar sulit tetapi kamu bisa coba melakukannya secara bertahap.

Misalnya, bila kamu hanya berjalan sekitar 10 menit saat lelah, coba lakukan teratur setiap hari. Saat berjalan 10 menit setiap hari sudah terasa mudah, coba tambah durasinya, misalnya menjadi 20 menit.

Selanjutnya, coba tambah kecepatan berjalan. Jika hal tersebut telah dicapai, kamu bisa merambah jenis olahraga baru yang lebih menantang, misalnya berlari, bersepeda, berenang, dan lainnya. Seiring waktu, stamina dan ketahanan tubuhmu akan bertambah.

Sebagai upaya tambahan untuk mempermudah sesi olahragamu, coba lakukan sambil mendengarkan musik. Musik dapat meningkatkan efisiensi kerja jantung sehingga kamu bisa menempuh jarak lebih jauh tanpa merasa sangat lelah.

Sempatkan Diri untuk Melakukan Relaksasi
Selain aktivitas fisik, beban mental seperti stres juga bisa menguras energimu. Oleh karena itu kamu perlu tahu bagaimana cara menghadapinya dengan benar.

Segala aktivitas relaksasi yang membuatmu merasa nyaman dapat membantu mengatasi stres. Aktivitas ini bisa sangat sederhana seperti duduk-duduk saja atau mendengarkan musik (lakukan tanpa gangguan alat elektronik seperti smartphone).

Bila ingin relaksasi yang lebih menantang, cobalah melakukan yoga. Studi menyebutkan, melakukan yoga secara rutin tidak hanya dapat mengatasi stres, namun juga membuatmu mampu berpikir lebih positif, meningkatkan ketahanan tubuh, serta mengurangi rasa lelah.

Apapun jenis kegiatan relaksasi yang kamu pilih, lakukanlah dengan teratur. Durasi waktu relaksasi yang disarankan adalah sekitar 30 menit setiap hari.

Sesap Secangkir Kopi
Kamu mungkin sudah tahu bahwa minuman berkafein seperti kopi bisa meningkatkan energi secara instan. Studi juga menunjukkan bahwa perenang yang mengonsumsi 3mg kafein 1 jam sebelum lomba, lebih cepat mencapai garis finish tanpa meningkatkan detak jantung mereka.

Meski begitu, konsumsi kafein terlalu banyak bisa memicu ketergantungan dan kekebalan, di mana efek mengonsumsinya dalam jumlah sama tidak lagi berpengaruh. Oleh karena itu, cukup minum kopi dalam jumlah aman.

Selain itu, agar kopi sajian lebih berenergi, kamu bisa menambahkannya dengan susu rendah lemak. Tambahan susu juga membantu meningkatkan kekuatan tulangmu.

Banyak Minum Air dan Perhatikan Pola Makanmu
Sinyal dehidrasi dari otak sering salah dikira sebagai tanda bahwa tubuh kekurangan energi dan membutuhkan makanan. Maka dari itu, sebelum buru-buru menyimpulkan bahwa kamu kekurangan energi, coba minum banyak air mineral.

Bila setelah minum kamu masih merasa lelah, coba santap beberapa makanan sumber energi, seperti oatmeal, seledri, kacang almond, dan cokelat hitam. Agar hal yang sama tidak terulang kembali, coba perhatikan pola dan kebiasaan makan harianmu.

Pasalnya, konsumsi gula terlalu banyak dalam satu waktu bisa menyebabkan energi naik-turun. Kamu merasa sangat berenergi pada satu waktu kemudian merasa lemas setelahnya. Sajian olahan (sosis, kornet) dan instan adalah contoh makanan tinggi kadar gula.

Kamu juga disarankan untuk tidak melewatkan sarapan. Studi menunjukkan orang yang menyantap sarapan pagi lebih berenergi sepanjang hari serta memiliki suasana hati yang lebih baik.

Cukup Tidur di Malam Hari
Waktu tidur malam yang direkomendasikan adalah 7 sampai 8 jam per hari. Tak hanya durasi, waktu kamu tidur malam juga penting di sini.

Pasalnya, proses pemulihan energi dalam tubuh mengikuti irama sirkadian (jam biologis tubuh). Satu siklus irama ini adalah 24 jam sesuai dengan perputaran matahari (siang dan malam). Proses pemulihan energi disebut paling optimum pada jam 11 malam sampai jam satu pagi.

Oleh karena itu, cobalah tidur sebelum jam 11 malam. Hal ini mungkin agak sulit bagi kamu yang terbiasa tidur tengah malam. Tetapi, coba dan lihat hasilnya. Kamu akan merasa lebih berenergi.

Trik terakhir untuk mengembalikan energimu adalah tidur siang. Penelitian menunjukkan tidur siang selama 60 menit bisa menyegarkan otak setelah bekerja keras dan membantumu menyerap informasi yang telah dipelajari dengan lebih baik.