Bagaimana cara meningkatkan personal accountability?

personal accountability

Personal Accountability adalah kewajiban seorang individu atau organisasi untuk mengelola kegiatannya, menerima tanggung jawab untuk mereka, dan untuk mengungkapkan hasil secara transparan.

Istilah akuntabilitas sendiri berasal dari istilah dalam bahasa Inggris accountability yang berarti pertanggungan jawab atau keadaan untuk dipertanggung jawabkan atau keadaan untuk diminta pertanggung jawaban.

Akuntabilitas dapat diartikan sebagai kewajiban-kewajiban dari individu-individu atau penguasa yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya publik dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggung jawabannya. Akuntabilitas terkait erat dengan instrumen untuk kegiatan kontrol terutama dalam hal pencapaian hasil pada pelayanan publik dan menyampaikannya secara transparan kepada masyarakat.

Jika Anda ingin memiliki softskill personal accountability berarti anda harus memiliki kemauan untuk menjawab hasil pilihan, tindakan, dan perilaku Anda. Ketika Anda secara pribadi bertanggung jawab, Anda akan berhenti menyalahkan orang lain, sering menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu, dan membuat alasan.

Sebaliknya, Anda harus mengambil resiko ketika pilihan Anda menyebabkan masalah. Karena, seseorang dengan akuntabilitas yang tinggi tidak akan melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain. Memiliki akuntabilitas berarti melakukan yang terbaik dengan sebenar-benarnya, dan tidak mengabaikan atau menyesatkan tanggung jawab.

Bila Anda sepenuh hati mempertanggungjawabkan segala sesuatu dengan integritas yang tinggi, maka dari waktu ke waktu reputasi dan kredibilitas Anda pasti meningkat pesat. Akuntabilitas berarti mengambil posisi dan melakukan apa yang harus dilakukan untuk menghormati komitmen yang kalian miliki.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan untuk mencapai personal accountability :

  1. Jujur
  2. Ketahuilah bahwa tanggung jawab berhubungan dengan kewajiban, bukan hak.
  3. Buktikan bahwa Anda bisa melakukan hal-hal kecil dengan baik sehingga pantas menerima tanggung jawab yang lebih besar, baik di tempat kerja, di sekolah, atau saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Hentikan kebiasaan mencari-cari alasan.
  5. Akuilah kesalahan Anda.
  6. Jangan menyalahkan orang lain saat menghadapi masalah.
  7. Berhentilah mengeluh.
  8. Jangan menganggap diri Anda sebagai korban.
  9. Terimalah hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan.
  10. Jadilah orang yang mampu menentukan tujuan.

Saat ini personal accountability terasa kurang dan sangat dibutuhkan dalam bisnis dan di dalam masyarakat secara keseluruhan. Padahal personal accountability sangatlah penting untuk membina hubungan yang mengantarkan Anda pada keberhasilan.

Contohnya di dalam pekerjaan. Dalam banyak pekerjaan dan karier, Anda mungkin tidak bekerja sendirian. Anda mungkin lebih banyak bekerja dalam sebuah tim. Walaupun demikian, tanggungj awab dan akuntabilitas anda sendiri, serta tanggung jawab dan akuntabilitas tim sangat dibutuhkan untuk kesuksesan bersama. Saat anggota-anggota tim gagal memenuhi tanggung jawab dan akuntabilitas, maka tim tersebut akan hancur dengan sendirinya. Maka dari itu, personal accountability sangatlah penting bagi kehidupan.

Referensi
3 Likes

Gunakan “Tidak ada alasan” sebagai mantra dalam mempraktikan personal accountability dalam berkerja.

Karena sudah menjadi tanggung jawab bagi individu yang diberi kepercayaan atau tanggung jawab dalam memimpin, sehingga tidak ada alasan untuk menyalahkan orang lain dan keadaan yang terjadi akibat kesalahan kita. Bagaimana pun kesalahan tersebut harus dipertanggung jawabkan. Tidak dengan menutupi dan menyalahkan keadaan. Gunakan personal accountability saat bekerja, meskipun nampaknya akan banyak hambatan.

Personal accountability bukan hanya mindset tapi kemampuan yang bisa dipelajari dan dibangun tiap orang. Berikut langkah-langkahnya:


  1. Mulailah dengan Tujuan yang Terukur
    Ketika menerima personal responsibility atau diberikan tanggung jawab, hal ini akan menginspirasi karyawan untuk mengikuti kita. Saat anggota tim melihat keinginan kita yang begitu besar untuk sukses, mereka paham bahwa kita akan mengajak mereka untuk ikut mengambil tanggung jawab dalam mencapai tujuan tersebut.

    Aturlah tujuan dari tim. Bisa tujuan jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Jadikan personal responsibility untuk dijadikan teladan dalam mencapai tujuan dan setiap orang terlibat dalam mencapai kesuksesan tersebut.

  2. Terhubung dengan Solusi
    Menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap tim dan perusahaan, serta menuntut tanggung jawab pribadi dari karyawan, memberikan peluang untuk menghubungkan kita pada solusi. Misalnya, kita mungkin akan melatih atau memberi pengarahan pada anggota tim yang mengalami masalah dalam mencapai tujuannya. Juga harus mengembangkan kemampuan komunikasi untuk melakukan percakapan dengan karyawan, vendor, pemimpin perusahaan dan klien.

  3. Memberdayakan Diri Sendiri dan Anggota Tim
    Hal ini perlu dilakukan daripada memberikan kontrol pribadi saja. Memberdayakan anggota tim untuk membentuk tanggung jawab, memberikan kebebasan pada mereka untuk menemukan solusi dan berhasil mencapai tujuannya.

  4. Mengelola Hasil dan Harapan
    Sebagai manager, tugas pertama adalah memberi tahu tim bahwa kita mempraktikkan personal accountability dan mengharapkan hal sama akan mereka lakukan juga. Ketika kita melakukan ini, maka hal yang sama akan dilakukan pada diri kita ketika malakukan kesalahan.

    Jujurlah tentang kesalahan atau masalah yang akan melibatkan kepercayaan pada karyawan. Karena orang lain pasti lebih menghargai kejujuran itu. Menjadi terbuka dan jujur juga berarti bahwa kita tidak malu bertanya bila perlu, dalam rangka membuat standar bagaimana menjalankan departemen tersebut. Serta mampu memberikan hasil yang transparan.

  5. Memlihara Konsistensi dengan Umpan Balik yang Teratur
    Ketika tim kita mencapai tujuan, maka saatnya membuat target yang lebih tinggi. Tantangan pada diri sendiri dan yang diberikan pada tim membuat mereka terus termotivasi dan akhirnya mencapai keberhasilan.

    Memberikan umpan balik secara teratur menjamin bahwa kita selalu berada pada upaya mencapai target dan semua orang akan memberikan tanggung jawab pada bagiannya masing-masing dalam pekerjaan tersebut.

  6. Fokus pada Apa yang akan Didapat dari Personal Accountability
    Saat kita mempraktikkan bentuk manajemen dengan personal accountable, tidak hanya berpeluang besar dalam mencapai tujuan, tapi juga akan membangun hubungan kerja yang positif dan produktif.

    Ketika kita bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, mungkin akan ada omelan yang menyalahkan kita dan cenderung membuat tidak tenang. Tapi hal ini lambat laun akan mendekatkan hubungan dengan karyawan lain.

Referensi

https://kimmel.com/candidates/building-personal-accountability-at-work.html

Personal Accountability A Requirement for Life Advancement

Posted by Todd Smith

Akuntabilitas Biasanya dilihat sebagai tanggung jawab untuk memberi penjelasan tentang tindakan kita dengan orang lain dalam kepentingan tertentu.

Ketika anda memberikan 100 persen diri anda untuk tetap bertanggung jawab , kinerja anda akan meningkat , hubungan anda akan berkembang , orang orang akan menghormati anda , dan anda akan menjadi contoh yang baik bagi orang lain untuk di ikuti .

Bagaimana mungkin dalam semua bidang kehidupan anda , anda akan melihat peningkatan dramatis seperti itu ? karena ketika anda tetap memegang diri anda untuk bertanggung jawab atas melakukan hal hal yang anda tahu bahwa anda harus lakukan itu , anda akan membedakan diri dari yang lain.

Saya Yakin jika anda ingin mementingkan kepentingan pribadi atau bersikap professional , anda harus Mempertahanan diri untuk tetap bertanggung jawab atas tindakan , kewajiban , dan tujuan anda. Pikirkan tentang itu . mengapa harus menjadi tugas orang lain untuk memastikan bahwa anda melakukan hal hal yang anda tau harus anda lakukan.

Pola pikir saya yang saya gunakan selama 25 tahun adalah terserah kepada saya dan tidak ada orang lain untuk memastikan saya melakukan apa yang saya tahu saya harus lakukan. Ketika seseorang menahan saya untuk bertanggung jawab , karena saya gagal melakukan apa yang seharusnya saya lakukan , saya akan berbicara serius dengan diri saya sendiri . Keyakinan saya adalah bahwa tidak ada yang seharusnya menahan saya untuk bertanggung jawab atas tindakan , kewajiban dan tujuan saya. Sementara saya menghargai orang lain membantu saya untuk menjadi lebih baik , saya seharusnya satu satu nya yang harus memiliki pegangan standart yang tinggi terhadap diri saya sendiri

Tiga Jenis akuntabilitas
ada tiga area dimana anda harus memegang diri anda untuk bertanggung jawab :

  1. Tindakan dan pilihan anda , yang mencakup hal hal seperti ini
  • Cara di mana Anda berkomunikasi dengan orang lain
  • Bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda
  • Perilaku dan sopan santun
  • Pertimbangan dan sikap yang anda tunjukkan untuk menghormati orang lain
  • Kebiasaan makan dan berolahraga rutin
  • Sikap dan pikiran
  • Cara Anda menanggapi tantangan

2.Kewajiban Anda yang mencakup jenis hal ini :

  • Menjawab panggilan, email, dan teks pada waktu yang tepat
  • Membedakan berada di waktu untuk bisnis dan janji pribadi
  • Menjaga rumah, mobil, dan tempat kerja Anda tetap bersih
  • Pengeluaran kurang daripada yang Anda dapatkan
  • Melakukan hal-hal yang disepakati Anda lakukan ketika Anda setuju untuk melakukannya
  • Menulis daftar hal hal yang harus " anda lakukan " sehingga Anda tidak lupa

3.Tujuan anda akan mencakup:

  • Target kebugaran dan kesehatan
  • Tujuan keuangan
  • Tujuan keluarga
  • Ambisi karir
  • Tujuan pribadi
  • Dan tujuan-tujuan lain yang telah Anda tetapkan untuk diri sendiri

Jangan buat kesalahan tentang itu. Anda tidak dapat mencapai apapun , tujuan pribadi atau professional goal , jika anda tidak tahan untuk bertanggung jawab atas tindakan anda. Alasannya sederhana . Ini hidup anda ! Misal anda harus bertanggung jawab di tempat kerja , jangan berharap untuk di promosikan atau kemajuan karir yang signifikan jika anda tidak punya rasa untuk bertanggung jawab atas tindakan anda

Memegang diri untuk tetap bertanggung jawab atas tindakan / tingkah laku tidak lebih dari mengikuti komitmen. Lakukan apa yang anda tahu anda harus lakukan dan kapan harus melakukannya

Apakah anda berusia 15 tahun atau 60 tahun ?
Biarkan hari ini menjadi hari dimana anda berkomitmen untuk diri anda bahwa anda tidak akan membutuhkan orang lain untuk bertanggung jawab atas tindakan anda . Saya sarankan anda mulai membuat “ To Do “ List dan berfokuslah dalam memegang diri anda untuk terus bertanggung jawab dalam pekerjaan yang harus anda lakukan sesuai prioritas list anda.

This is your life! Take control. Be responsible for it

" If you will hold yourself accountable for your actions, responsibilities, and goals, you can achieve anything that is important to you ".

.

1 Like

Definisi sederhana dari Akuntabilitas pribadi:
Bersedia bertanggung jawab - untuk hasil yang dihasilkan dari pilihan, perilaku, dan tindakan anda.

Arti Akuntabilitas Pribadi:

Bahwa definisi dari akuntabilitas pribadi yaitu berfokus pada hasil, yang mana berada pada AKHIR proses. Dalam kenyataannya, “Akuntabilitas Pribadi” meliputi semua tahapan proses yaitu sebelum, selama, dan sesudah. Selama proses tersebut, anda harus BERSEDIA (tidak dipaksa) untuk secara pribadi mengambil kepemilikan untuk:

  • Memahami dan menerima tugas.
  • Mengambil tindakan untuk mencapai hasil yang disepakati
  • Menjawab hasil yang diperoleh, terlepas dari keluarannya.

Akuntabilitas berkaitan dengan gagasan kunci di balik akuntansi untuk memberikan penjelasan tentang:

  • Sumber apa yang dipercayakan kepada Anda
  • Apa yang Anda lakukan dengan mereka
  • Apa hasil-hasil yang anda produksi.

Nilai dari Rencana Akuntabilitas Pribadi

Tujuan mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan Anda dan bertanggung jawab untuk hal kecil. tujuan menengah? Untuk menerapkan nilai proses untuk meregangkan Anda dalam mencapai tujuan yang tak terbayangkan sebelumnya. Saya tidak akan pernah berpikir saya bisa melakukan semua tujuan yang tercantum setiap bulan … sampai aku belajar untuk mendisiplinkan diri untuk mengambil tindakan yang konsisten pada mereka setiap minggu.

Keuntungan yang telah saya capai meliputi:

• Mengurangi Kecemasan - Akuntabilitas pribadi memungkinkan saya untuk memulai dan melakukan tindakan yang saya tahu, untuk beberapa waktu, perlu untuk diselesaikan. Saya tahu saya akan selalu harus berurusan dengan perubahan lingkungan untuk konsultasi layanan - dan sekarang saya tahu bahwa saya telah melakukan yang terbaik untuk kesuksesan perusahaan, terlepas dari keadaan di luar kendali saya.

• Ketergantungan pada Hal Lain - Membawa mitra akuntabilitas ke daerah saya sebelumnya, memungkinkan saya untuk lebih melihat pilihan dan menentukan bagaimana saya bisa memanfaatkan kekuatan dari orang lain.

• Fokus pada Hal Penting - Sementara saya selalu berorientasi pada tindakan, saya tidak selalu seimbang dengan fokus pada kepentingan. Memiliki mitra akuntabilitas membawa “objektivitas pihak ketiga” untuk situasi dan mempertajam fokus saya.

• Tingkat yang lebih tinggi dari perhatian - Manfaat yang signifikan adalah saya bisa lebih fokus pada klien, kolega, dan rekan kerja, memberi mereka perhatian yang layak.

Kelemahan dari akuntabilitas pribadi yaitu sulit dilakukan. Membuka diri untuk menjelaskan tindakan Anda kepada orang lain itu sedikit susah. Bersedia dan mampu mengambil arah dari orang lain itu sulit. Menyadari bahwa anda tidak selalu menjadi “bos terbaik,” Anda “Pengatur terbaik,” atau “Manajer Pengembangan Bisnis terbaik”.

Tentu saja, ada kelemahan ketika tanggung jawab pribadi yang kurang. Linda Galindo menulis tentang ini dalam bukunya, The 85% Solution:

Anda tetap dapat melakukan apa yang tidak bekerja untuk Anda di masa lalu jika Anda ingin, tapi itu tidak akan bekerja untuk Anda di masa depan.

Kurangnya akuntabilitas pribadi adalah jantung dari stres kronis. Itu melemahkan produktivitas dan membuang waktu kita. Itu membuat kita kurang puas dengan pekerjaan kita, hubungan kita, dan diri kita sendiri.

Referensi

https://www.toddherman.com/personal-accountability

1 Like