© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana cara meningkatkan kemampuan memimpin orang lain (leading others)?

image

Leading Others adalah bagaimana cara kita mempengaruhi atau memimpin orang lain sehingga orang tersebut dapat menjalankan perintah dan mau diajak bekerjasama dalam satu tim untuk mencapai suatu tujuan yang ada.

Dalam memimpin orang lain, kita memerlukan sikap dalam mendorong, membantu, mendukung, dan memberikan inspirasi kepada orang lain untuk membuat kepercayaan mereka hingga terbentuklah suatu dorongan yang kuat dalam mencapai tujuan secara bersama. Dalam memimpin orang lain, kita memerlukan “Power” atau kekuasaan. Dengan adanya Power atau kekuasaan, akan lebih mudah bagi kita untuk memimpin orang lain.

Soft skill ini sangat penting untuk dimiliki setiap orang karena dengan adanya jiwa untuk memimpin orang lain, artinya kita dapat membuat orang lain mengerti dan paham dengan apa yang harus mereka kerjakan karena seorang pemimpin yang baik mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa orang-orang disekitarnya mengerti tentang apa yang diperlukan, mengapa hal itu diperlukan, atau memberi bimbingan kepada mereka agar mereka dapat memiliki tanggung jawab pula dalam mencapai suatu tujuan.

Untuk menjadi seorang pemimpin, kita harus memiliki rasa bertanggung jawab dengan mampu mengatasi masalah yang ada, kemampuan untuk mengamati atau menemukan suatu kenyataan dalam suatu lingkungan, kemampuan dalam mencari ide yang fresh, kemampuan bersifat obyektif, dan yang terakhir adalah kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi yang baik sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin, hal ini dibutuhkan agar orang lain mengerti dan paham mengenai apa yang dibutuhkan.

3 Likes

Sebagai pemimpin yang baik kita harus memberikan contoh yang baik kepada bawahanya dengan tujuan memberikan rasa kepercayaan kepada bawahan dengan apa yang kita pimpin. Berikut adalah 10 dari banyak cara utuk memimpin :

1. Ambil tanggung jawab. Menjadi pemimpin harus dapat menngambil tanggung jawab atas apa Yang mereka kerjakan dan apa yang telah mereka sugest kan kepada bawahannya.

2. Jujur. Jujur dengan apa yang kita kerjaan akan menunjukan bahwa kejujuran benar-benar sebuah kebijakan yang terbaik.

3. Berani. Berani mengambil resiko yang telah di peritungkan dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar kedepannya.

4. Akui kegagalan. Membuat tim anda untuk mengakuii kegagalan mereka dan mendefinisikannya menjadi bagian dari proses untuk menjadi luar biasa.

5. Gigih. Menghadapi semua tantanngan dan kegagalan dengan cara mencoba dan mencoba Lagi.

6. Buat solusi. Jangan terlalu memikirkan masalah. Cari lah solusi untuk menangani masalah tersebut dan minta tim anda untuk lebih baik lagi.

7. Mendengarkan. Selalu mendengarkan masukan daan tidak menutup diri dari kritik dan saran untuk mencapai sesuatu yang baik.

8. Delegasi bebas. Mendorong suasana di mana orang dapat fokus pada kekuatan inti mereka.

9. Jaga diri. Mencoba untuk mengatur waktu dan tidak berkerja berlebih. Sebuah tim yang seimbang, mental dan fisik, adalah tim sukses.

10. Gulung lengan baju Anda. Seperti Alexander Agung memimpin pasukannya ke medan perang, Anda akan menginspirasi kebesaran dalam perusahaan Anda.

Referensi : http://www.soulcraft.co/essays/lead_by_example.html

2 Likes

Kemampuan memimpin orang lain atau leading others merupakan salah satu kemampuan soft skill yang perlu dimiliki oleh seseorang untuk meningkatkan kinerja dalam sebuah tim dengan baik. Karena dalam sebuah tim perlu adanya seseorang yang mampu mengontrol jalannya sebuah tim tersebut, menurut saya setiap orang perlu mempelajari kemampuan ini. Tidak mudah untuk memimpin orang lain, kita perlu memahami bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Untuk lebih memahami bagaimana caranya menjadi pemimpin yang baik berikut merupakan poin-poin yang perlu diperhatikan :

  1. Communication Skill
    Poin ini merupakan kemampuan yang paling penting untuk dimiliki oleh pemimpin yang baik. Mampu menjaga komunikasi yang baik dengan orang lain, mampu meningkatkan kemampuan interpersonal, mengetahui cara yang efektif untuk berkomunikasi pada setiap orang dengan karakter yang beragam.

  2. Proactive
    Pemimpin yang baik akan melakukan inisiatif untuk berbuat sesuatu. Mencari dan menemukan setiap kesempatan untuk beraksi dahulu bukan menunggu kesempatan datang pada dirinya. Namun untuk melakukan sebuah aksi terhadap kesempatan yang ada, pemimpin yang baik perlu memahami resiko dari setiap kesempatan tersebut.

  3. Inspire and Motivate
    Pemimpin yang baik perlu memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi orang-orang yang ada di sekitarnya untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat. Salah satu cara yang efektif untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain adalah dengan memberikan contoh yang nyata kepada orang lain.

  4. Organizational Skills
    Kemampuan untuk mengatur atau mengorganisasikan segala sesuatu yang ada di sekitarnya dengan baik

  5. Confidence
    Pemimpin yang baik harus mampu menjadikan orang lain percaya dan bergantung pada dirinya, karena itu perlu untuk memiliki percaya diri yang besar.

  6. Analytic Skill
    Kemampuan untuk menganalisis sesuatu dengan baik perlu dimiliki seorang pemimpin karena hasil analisis akan berpengaruh terhadap segala sesuatu keputusan yang akan dilakukan.

  7. Decision-making Skill
    Dari hasil analisis yang baik, seorang pemimpin perlu untuk berhati-hati memilih keputusan yang sesuai dengan permasalahan yang ada.

  8. Creative Thinking
    Berpikir secara kreatif akan menghasilkan sebuah ide yang tidak biasa atau out of the box yang tidak terpikirkan orang lain. Karena kreatifitas selalu dibutuhkan dalam semua sektor bisnis untuk mengungguli persaingan.

  9. Delegation
    Sebaik apapun pemimpin, pasti tidak dapat melakukan segala sesuatunya sendiri. Pemimpin perlu melakukan delegasi kepada anggota tim. Mampu memberikan tugas dan tanggung jawab terhadap anggota dan memberikan kepercayaan terhadap anggota tersebut.

  10. Honesty
    Kejujuran adalah poin yang perlu dimiliki oleh pemimpin yang baik. Pemimpin terbaik adalah yang melakukan tanggung jawab nya sebagai leader dengan pernuh kejujuran.

  11. Listening
    Kemampuan menjadi pendengar yang baik sebagai pendukung yang sangat besar untuk berkomunikasi dengan baik. Dari kemampuan ini, pemimpin dapat memahami setiap anggota tim dengan baik.

  12. Respect
    Kemampuan untuk menghargai orang lain juga sangat penting untuk dimiliki setiap pemimpin. Menghargai orang lain juga dapat memberikan motivasi terhadap orang lain.

  13. Planning
    Kemampuan untuk melakukan perencanaan dengan baik. Karena masa depan terkadang tidak bisa diprediksi dengan baik, maka perlu perencanaan yang baik untuk menghadapi banyak kejadian yang tidak terduga.

  14. Optimistic and Positive Thinking
    selalu berpikir positif dan optimis terhadap masa depan. Kemampuan ini akan memberikan pandangan atau target dari sebuah tim. Namun perlu juga untukk memahami resiko-resiko yang terkait terhadap masa depan agar bisnis tetap berjalan dengan efektif dan efisien dengan hambatan seminimal mungkin.

Referensi : Business Skills and Software

3 Likes

Di dalam kehidupan ini, ada dua tipe pemimpin yaitu pemimpin yang memang memiliki bakat memimpin dari lahir (birth lead) dan pemimpin yang memiliki bakat memimpin karena dilatih (training lead). Pada dasarnya kedua tipe ini sama saja, karena semua bakat memimpin untuk berkembang memang harus dilatih sedini mungkin.

Tetapi seringkali banyak orang yang mengalami kesulitan untuk memimpin tim, hal ini dikarenakan tidak pahamnya orang tersebut akan arti “pemimpin”. Menurut 2knowmyself ada lima pemahaman yang harus dipahami.

Yang pertama, pemimpin berbeda dengan bos karena seringkali bos hanya memberikan perintah dan hal tersebut menimbulkan ketidaksukaan bawahan terhadap atasan. Berbeda hal nya dengan pemimpin, karena seorang pemimpin pasti akan memberikan contoh terlebih dahulu dan untuk selanjutnya dapat dikerjakan sendiri oleh bawahan. Kenapa dengan bersikap bos, banyak tidak disukai oleh bawahan hal ini dikarenakan terlalu besarnya perbedaan posisi yang mebuat bawahan bekerja seperti dibawah tekanan sehingga hasil yang dicapai tidak maksimal.

Yang kedua, memiliki keyakinan yang kuat karena pada dasarnya ketika memimpin orang lain, kita harus yakin terlebih dahulu kepada diri kita sendiri. Dengan kita yakin kepada diri kita dan yakin kepada tujuan dari kepemimpinan kita, hal tersebut dengan sendirinya akan membuat bawahan yakin terhadap arah kerja tim kita, sehingga mereka tidak segan untuk bekerja secara totalitas.

Yang ketiga, menjadi pemimpin berarti menjadi pemberi contoh yang baik. Seperti yang dikatakan pada pemahaman pertama, jangan hanya memberikan perintah tapi juga berikan contoh. Karena hal tersebut memberikan dorongan bawahan untuk ikut bekerja juga.

Yang keempat, pemimpin yang baik membuat bawahan merasa lebih baik dan memotivasi mereka, bantulah mereka untuk menyelesaikan permasalahan mereka dari segi yang tidak memihak siapapun, hal ini dapat memperkuat hubungan secara personal. Dan tidak lupa sering berikan motivasi untuk meningkatkan kinerja mereka. Jangan hanya memberikan perintah dan menunggu mereka untuk menyelesaikannya.

Yang terakhir, pemimpin yang baik adalah memiliki empati ke bawahan mereka. Seperti yang dijelaskan pada pemahaman ke empat, sangat baik untuk pemimpin membangun hubungan personal yang baik dengan bawahan. Sehingga kedepannya, mereka (baca:bawahan) merasa malu apabila tidak memberikan hal terbaik yang mereka punya ataupun untuk melakukan kesalahan.

Selain kelima pemahaman diatas ada satu pemahaman lagi untuk meningkatkan kemampuan memimpin anda, jangan bedakan posisi bawahan ketika anda membangun hubungan personal, hal ini menunjukan keprofesionalan anda sebagai pemimpin dalam sebuah tim untuk tidak memandang seseorang dari jabatan. Kenapa jangan memandang jabatan? Karena dalam membangun hubungan personal baiknya dilakukan ketika diluar jam kerja ataupun lingkungan kerja.

Selain itu kelebihan atas seorang pemimpin juga sangat diperlukan seperti cara berbicara didepan umum, soft skill lain baik bidang olahraga ataupun seni, juga cara mengontrol emosi yang baik terhadap orang lain dan diri sendiri, dan juga tak lupa lead skill seorang pemimpin seperti kewibawaan, ketegasan, body language yang mana itu semua dapat dilatih dari lingkungan terkecil seperti di rumah hingga lingkungan yang agak besar seperti organisasi.

1 Like

Saat ini organisasi-organisasi selalu mencari cara yang tepat untuk mengembangkan dan melahirkan para pemimpin di masa depan kelak, namun pada dasarnya pengembangan “kepemimpinan” itu lebih kompleks dari apa yang dibayangkan. Kepemimpinan itu lebih dari hanya mengetahui bisnis pada perusahaan, memikirkan strategi bisnis, ataupun memahami dunia bisnis.

Seorang pemimpin yang baik harus bisa mengerti apa saja yang menjadi kebutuhan para personelnya, menghormati orang lain, menjadi pendengar yang baik bagi orang lain, membangun kepercayaan bagi orang lain, mempunyai rasa tanggung jawab dan akuntabilitas pada satu pekerjaan, dan menyediakan bantuan dalam rangka mencapai tujuan organisasi / perusahaan.

“Seperti pelancong yang berada di daerah yang tidak familiar dan mengalami masalah perbedaan bahasa, seorang pemimpin-pun juga bisa bingung ketika suatu organisasi tidak memiliki “bahasa” kepemimpinan umum –(dalam artian segala perilaku pemimpin yang bisa memperkuat segala aspek pada organisasi). Karena bahasa itu merupakan aspek kritikal untuk parameter kesuksesan seorang pemimpin. Tapi yang lebih penting adalah bahasa bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif sehingga organisasi bisa lebih mudah untuk mencapai tujuannya.

Bahasa” disini bukanlah bahasa berdasarkan strategi, rencana bisnis, atau kegiatan operasional, tapi lebih kepada bahasa bagaimana orang-orang berinteraksi satu sama lain saat mereka melakukan pekerjaannya—(dalam artian empati, keterlibatan seseorang, kepercayaan, saling share, dan saling memberi bantuan).

SUMBER

Setiap manusia diciptakan adalah bertujuan untuk menjadi seorang pemimpin. seprti halnya isi dari Q.S. Al-Baqarah ayat 30 . Manusia selalu menerapkan kepempinan itu dengan cara yang berbeda. Ada yang memimpin orang lain seperti halnya memerintah orang lain hingga orang lain tersebut tidak ikhlas dalam menjalankan tugasnya atau bahkan memendam rasa sakit hati kepada pemimpinnya, ada pula pemimpin yang memimpin secara benar dengan mengajak tanpa memerintahkan saja, sehingga orang yang dipimpin menyukai pemimpin tersebut,

Lalu bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yang handal yang disukai dan tanpa pemimpin itu memerintahkan anggota tapi anggota tersebut menjalankannya dan anggotanya juga dapat menjadi pemimpin di lingkungannya. seperti kata J. Sakiya Sandifer, Para pemimpin sejati tidak hanya menciptakan pengikut, tapi mereka banyak menciptakan pemimpin baru.

Sehingga untuk mendapatkan itu semua, Pemimpin yang akan di anut oleh banyak orang harus selalu menjalankan seperti berikut :

  1. Tolong
    Perkataan tolong ini sangat simpel, akan tetapi banyak sekali para pemimpin lupa akan ucapan ini. jika ucapan ini terlontarkan dari mulut seorang pemimpin, maka orang yang akan diperkerjakan menjalankan dengan rela ikhlas dan senang hati.

  2. Maaf
    Setiap seseorang yang akan diperintah terkadang banyak kesibukan lain. Akan tetapi jika seorang pemimpin selalu mengawali dengan maaf ketika meminta tolong terhadap orang lain maka orang lain tersebut akan menjadi nyaman dan senang hati melakukan perintah dari seorang pemimpin meski seorang tersebut sibuk ada kegiatan lain.

  3. Terimakasih
    Pemimpin haruslah banyak mengucapkan terimakasih kepada orang lain, karena tanpa pertolongan orang lain seorang pemimpin tidak bisa bekerja sendiri, mengingat hidup itu harus bersosial.

Seorang pemimpin pun harus memiiki karakteristik seperti berikut :

  1. Dapat Dipercaya
    sebagai seorang pemimpin harus memiliki kemampuan menjaga kepercayaan orang lain.

  2. Jujur
    Sebagai seorang pemimpin haruslah memiliki kejujuran yang sangat tinggi terhadap orang lain, agar dalam keharmonisa tetap berjalan. Meskipun jujur itu menyakitkan, akan tetapi lebih menyakitkan lagi jika seorang pemimpin menyembunyikan sesuatu atau berbohong dan merugikan orang lain. Seorang pemimpin juga Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya.

  3. Menyampaikan
    Sebagai seorang pemimpin harus selalu menyampaikan pengalaman, pesan dan nasehat yang baik terhadap orang lain,

  4. Cerdas
    Sebagai seorang pemimpin harus lah cerdas. Harus mampu menjelaskan secara jelas sehingga orang lain dapat menjankan apa yang di inginkan oleh pemimpinnya. Pemimpin harus dapat berdiskusi secara cerdas agar tidak jatuh didalam perdebatan kepada orang lain… Sehingga pemimpin tidak menciptakan suasana yang pecah belah. Akan tetapi menciptakan keharmonisan kepada orang lain

itulah yang harus di miliki oleh seorang pemimpin. kemampuan yang dapat mengantarkan oranglain juga menjadi seorang pemimpin di lingkungannya. :slight_smile:

Keterampilan kepemimpinan dapat memainkan peran besar dalam pengembangan karir. Untuk dapat membantu kita bergerak maju dalam karir diperlukan soft skill seperti kemampuan untuk menjadi pemimpin yang baik. Oleh karena itu, keterampilan kepemimpinan dianggap ciri penting yang dapat membantu mencapai puncak karir. Ada banyak jenis kepemimpinan yang berbeda, dan ada banyak skillsets yang dapat membantu Anda menjadi pemimpin yang sukses.

  1. Mengambil Inisiatif
    Kebanyakan bos akan menetapkan tugas kepada karyawan berdasarkan keahlian mereka. Cara yang baik untuk mengembangkan keterampilan adalah dengan mengambil proyek-proyek tambahan di luar pekerjaan. Semakan banyak pekerjaan yang dilakukan, semakin banyak kita belajar.

  2. Berpikir kritis
    Pemimpin yang baik mampu meramalkan potensi masalah sebelum sesuatu terjadi, dapat mengembangkan cara-cara untuk mencegah masalah terjadi. Pemimpin yang baik juga menyadari potensi peluang mendapatkan keuntungan perusahaan dan karyawan.

  3. Efektif
    Salah satu keterampilan yang paling penting bagi seorang pemimpin adalah mendengarkan. Untuk mendengarkan secara efektif, diperlukan mempertahankan kontak mata, menghindari gangguan dan merespons dengan tepat.

  4. Memotivasi yang Lainnya
    Jika tindakan Anda menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, melakukan lebih dan menjadi lebih, Anda adalah seorang pemimpin,” kata John Quincy Adams. Seorang pemimpin sejati harus positif ketika memberi masukaan kepada orang lain. Ketika karyawan atau rekan kerja kehilangan ambisi dan semangat, seorang pemimpin bisa memotivasi mereka.

  5. Disiplin
    Disiplin diperlukan dalam rangka melaksanakan tujuan. Bahkan jika kita memiliki visi atau ide yang baik, itu sia-sia tanpa adanya disiplin. Jika Anda ingin mengeksekusi secara efektif, Anda perlu disiplin.

  6. Belajar konstan
    Kepemimpinan dan pembelajaran sangat diperlukan satu sama lain,” kata John F. Kennedy. Ketika hal-hal yang berubah dengan cepat, penting untuk terus belajar.

  7. Tahu Cara Melimpahkan Wewenang
    Mendelegasikan pekerjaan kepada karyawan dan membiarkan mereka merasa dibutuhkan. Dengan melakukan hal ini, mereka akan merasa lebih terlibat dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru.

  8. Menangani Konflik
    Pemimpin harus tahu bagaimana menangani orang yang sulit dan menyelesaikan konflik. Jika seorang karyawan tidak bekerja dengan baik maka pemimpin harus mengambil langkah dengan berbicara dengan orang tersebut secara. Pemimpin harus jujur dan berbicara langsung ke intinya.

  9. Seperti Bunga
    Pemimpin harus belajar untuk mengenali nilai dari anggota tim, mendorong anggota tim lain untuk belajar dari anggota tim lainnya. Belajar hal-hal yang tidak diketahui dari seseorang yang ahli dalam hal tersebut.

Keterampilan kepemimpinan yang baik sangat penting untuk pengembangan karir. Jika ingin meningkatkan keterampilan kepemimpinan diperlukan pemikiran tentang tindakan apa yang dapat diambil untuk menjadi lebih baik.

Menurut Jason Olson, modal utama dalam memimpin sebuah tim dan projek tidak bisa ditemukan di hal-hal teknis dan prosedur-prosedur tertentu, tapi ada pada kemahiran untuk berhubungan dengan orang lain. Jadi meskipun kita bisa mengingat semua proses dan prosedur, memiliki semua sertifikat, jadi expert dalam semua hal teknis, dan hafal semua terminology, hal itu tidak akan berguna jika kita tidak mahir me-manage hubungan antar manusia.

Berikut adalah beberapa panduan yang dituliskan Olson untuk meningkatkan kemampuan memimpin kita:

1. Jangan Terus-Terusan Mengkritik dan Komplain

Cara yang paling ampuh untuk menghambat motivasi orang adalah dengan terus mengkritik atau komplain pada mereka. Jika mereka berbuat kesalahan, coba lihat dari sudut pandang mereka terlebih dahulu. Lalu tonjolkan sisi positif dan manfaatkan kesalahan tersebut untuk perbaikan yang berkelanjutan.

2. Puji Setiap Kemajuan, Bahkan Kemajuan Kecil

Psikologis menemukan bahwa ketika kita mendukung dengan positif suatu perilaku, orang-orang akan cenderung mengulang perilaku tersebut. Kebanyakan orang ingin melakukan hal yang benar, jadi kita akan menjadi lebih sukses jika memimpin sebuah tim jika kita berfokus pujian positif.

3. Berikan Pujian dan Apresiasi yang Jujur

Semua orang mengharapkan pengakuan. Hal yang paling mudah untuk memberikan hal tersebut adalah dengan menawarkan pujian dan apresiasi yang Jujur kapan pun memungkinkan.

4. Dorong Anggota Tim untuk Berbicara dan Menjadi Pendengar yang Baik

Manusia hakiatnya ingin didengarkan. Seringkali, daripada mendengarkan orang lain berbicara, kita hanya menunggu kesempatan untuk berbicara. Jika terjadi hal ini, maka salah satu triknya adalah dengan mengatakan: “Dari yang saya pahami, Anda berkata…” Dengan mengulang apa yang orang lain katakan, kita memaksa diri kita untuk benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan. Sekaligus menghormati apa yang mereka katakan.

5. Serius saat Tertarik dengan Orang Lain agar Mereka Merasa Penting

Prioritas utama manusia adalah diri mereka masing-masing. Fenomena selfie menjadi bukti nyatanya. Tidak seorang pun ingin diabaikan dan merasa tidak dihargai. Jadi penting untuk menghargai orang lain jika kita mengharapkan kerja sama mereka.

6. Peka Terhadap Harga Diri Orang Lain

Fakta lain manusia, kita adalah makhluk yang penuh harga diri. Jika kita menunjukkan kesalahan mereka di depan orang banyak dan membuatnya terlihat buruk, mereka akan melawan sampai akhir. Tapi jika kita bisa menawarkan kritik atau ketidaksetujuan dengan santai dan sopan sehingga tidak melukai mereka, maka kita akan lebih mudah untuk bekerjasama dengan kita.

7. Menghormati Ide dan Pendapat Orang Lain. Coba Lihat dari Sudut Pandang Mereka

Ketika kita mencoba memahami sudut pandang orang lain, kita mungkin akan menemukan hal baru. Bahkan jika kita tidak mendapatkan apa-apa, paling tidak kita akan bisa untuk lebih menghormati pendapat orang lain.

8. Jika Kita Salah, Jujur Saja dan Rendahkan Hati untuk Mengakui

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, dan daripada mengelak dan mengulangi kesalahan tersebut, orang bijak akan mengakui kesalahan mereka dan belajar dari pengalaman. Jika kita cukup jujur dan rendah hati untuk mengakui kesalahan kita, lalu meminta maaf pada mereka yang terkena dampaknya, dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan kita. Maka kita akan mendapat rasa hormat dari orang-orang di sekitar kita.

9. Pasang Target yang Tinggi untuk Orang-Orang di Sekitar Kita dan Pastikan Mereka Tahu Kalau Kita Percaya Pada Mereka

Pada 1980, Tim Hoki Olimpiade Amerika Serikat dihadapkan dengan Tim dari Soviet pada Olimpade musim dingin. Saat itu tim Soviet digadang-gadang menjadi pemenang karena jauhnya level antara 2 tim. Tapi berkat kalimat motivasi dari sang pelatih yang percaya pada mereka, tim Amerika Serikat berhasil membawa pulang medali emas. Sebuah contoh bahwa dengan menaruh target yang tinggi dan mempercayai mereka, lalu komunikasikan dengan baik, maka bersiaplah untuk hasil yang tidak terduga.

Menjadi pemimpin yang baik bukan hanya sekedar menyuruh-nyuruh bawahan. Tapi lebih ke menginspirasi dan memandu tim kita untuk mencapai tujuan yang sama.

Dalam BusinessInsider.com, cara agar meningkatkan jiwa kepemimpinan terhadap orang lain yaitu

  1. Hormati sesama
    Tentunya akan mudah dihormati ketika bekerja dengan klien favorit , akan tetapi masihkah dihormati jika bekerja di dalam area yang karyawanya datangnya suka telat-telatan.?
    Ya memang pada dasarnya orang dihormati tidak berdasarkan apa yang ia lakukan, tetapi ketika anda menunjukan rasa hormat terhadap orang lain, hal ini mendorong orang lain menghormati anda.

  2. Menginspirasi
    Jadilah orang yang menginspirasi orang lain, dengan begitu anda akan menjadi pimpinan dari orang yang anda beri inspirasi

  3. Murah Hati
    Mungkin kebanyakan orang mengira murah hati dalam hal uang, akan tetapi murah hati yang dimaksud disini adalah mengapresiasi bawahan ketika dia mendapatkan ide yang bagus, dan membimbing yang melakukan kesalahan,bukan malah diperlakukan semena-mena. Hal ini tentu akan membuat bawahan menjadi lebih senang untuk berbuat dengan sepenuh hati.

  4. Sebarkan aura
    Ketika anda bersemangat dalam melakukan sesuatu, ekspresikan semangat anda agar orang lain ikut bersemangat dalam melakukanya.

  5. Rendah Hati
    Rendah hati disini tidak berarti anda menjadi penurut terhadap orang lain, tetapi menyadari ketika kita berbuat salah dan mengakui secara bangga jika bawahan kita bekerja lebih baik dari kita. Pemimpin yang rendah hati akan lebih disukai oleh bawahanya daripada yang tidak rendah hati.

  6. Bertanggung jawab dalam mengambil keputusan
    Para pemimpin yang mengambil keptusan harus bertanggung jawab atas keputusan yang telah ia buat, seberapa besar dampak keputusan yang telah ia ambil, ia tetap harus bertanggung jawab.

  7. Berani
    Semua orang memiliki rasa takut akan gagal. Tetapi seorang pemimpin harusnya berani dalam mengambil keputusanya. Pemimpin yang besar harus bisa menemukan cara untuk mengubah rasa takut tadi menjadi dorongan semangat untuk maju.

How to Be a Leader?

Untuk menjadi seorang pemimpin, Anda tidak perlu menjadi seorang pejabat terpilih, atau CEO. Seorang pemimpin adalah seseorang yang lain secara konsisten ingin mengikuti tren baru dan ide-ide. Judul mewah dapat membuat itu terjadi sementara, tapi seorang pemimpin sejati yang menginspirasi loyalitas teguh melalui langkah-langkah di bawah ini!

Thinking Like a Leader

Yakin. Langkah ini tidak ada hubungannya dengan benar-benar mengetahui apa yang Anda lakukan - selama Anda yakin, Keyakinan dapat Anda miliki dalam situasi apapun. Bayangkan Anda mengatakan, “Saya tidak tahu jawabannya,” sambil melihat ke bawah, jempol memutar-mutar, dan kaki Anda gelisah. Sekarang bayangkan Anda mengatakan, “Saya tidak tahu jawabannya,” dengan kepala tegap dan melihat pembicara dalam mata. Tidak tahu sesuatu baik-baik saja - hanya menjadi yakin bahwa Anda tidak tahu itu! Kurangnya pengetahuan tidak ada hubungannya dengan keyakinan (atau kemampuan untuk memimpin) Anda.

Bersikaplah tegas, tapi menjadi baik. Karena Anda memimpin, Anda salah satu yang perlu menetapkan aturan dan batas-batas. Terserah Anda untuk membangun beberapa sistem, sajak dan alasan untuk situasi. Untuk melakukannya, Anda harus tegas dalam keyakinan Anda dan menjaga sikap Anda. Namun, menjadi diktator akan menghasut revolusi. Logis dan memahami ketika Anda menegaskan aturan.

Anda harus tahu tempat Anda. Akan ada saat-saat ketika Anda harus membuat keputusan sendiri dan saat-saat ketika Anda harus memberikan waktu tim untuk membentuk konsensus. Hormati pengikut Anda, apa yang mungkin terjadi jika Anda memveto pendapat mereka?

Pedulilah dengan pengikut Anda. Hanya karena mereka bukan pemimpin tidak berarti mereka adalah idiot. Mereka akan dapat memberitahu jika Anda penuh kasih dan benar-benar peduli untuk mereka.

Anda memimpin (mudah-mudahan) karena Anda tahu apa yang terbaik bagi tim, mereka tidak mungkin. Hanya karena seseorang tidak setuju dengan Anda bukan berarti Anda harus memberi mereka apa yang mereka inginkan. Izinkan mereka untuk tidak setuju dengan Anda, mendengarkan argumen mereka, dan membiarkan mereka tahu mengapa Anda berpikir dengan cara yang Anda lakukan. Biarkan mereka tahu bahwa Anda peduli, tapi bertindak dalam cara terbaik Anda.

Percaya bahwa siapa pun bisa menjadi pemimpin. Sejujurnya, semua orang mencari untuk dipimpin. Memikirkan hidup sebagai jalan gelap - semakin banyak orang yang di depan Anda memegang senter sebagai kekuatan industri.

Acting Like a Leader

Menepati janji Anda. Anda tahu bagaimana politisi dipandang sebagai janji-pemutus? Baik. Anda juga tahu bagaimana orang membenci politisi? Nah, di sana Anda memilikinya. Mengingkari janji Anda dan Anda kehilangan rasa hormat. Titik kosong. Anda cocok dapat gugatan itu, Anda dapat memiliki semua karisma, dan Anda dapat memiliki pengetahuan, tetapi jika Anda tidak memenuhi apa yang telah Anda janjikan, bisa jadi orang-orang tidak akan bisa mempercayai Anda lagi.

Perlakukan tim Anda dengan baik. Baiklah, jadi Anda tahu kontribusi tim Anda, tetapi Anda harus menindaklanjutinya dengan tindakan Anda. Jika Anda sekedar memeberi ceramah untuk tim Anda untuk menjadi kohesif, bertindak seperti mereka sedang bersenang-senang, dan bersikap ramah dengan klien Anda, tetapi berbalik dan berteriak pada mereka setiap 5 menit ketika mereka retak senyum. Janganlah menjadi pribadi yang baik di depan namun buruk di belakang.

Menunjukkan komitmen Anda untuk perbaikan tim Anda. Untuk organisasi yang lagi berkembang, setiap orang harus mendapatkan yang lebih baik. Ini tidak ada hubungannya dengan hanya Anda yang besar - Anda harus membuat tim Anda besar. Idealnya, tugas akan dilakukan dan tim akan mengatakan, “Kami melakukannya!”, Bukan berseru, “Aku melakukannya!” Ini tentang seluruh kelompok, bukan satu.

Untuk menumbuhkan tim Anda, Anda harus memberikan perhatian kepada mereka. Memaksa angka dan meninggalkan mereka untuk mencari tahu peran tidak akan melakukannya keadilan. Kenali mereka pada tingkat individu dan berkomitmen untuk mereka menjadi anggota lebih banyak akal. Membantu mereka belajar, membantu mereka tumbuh, dan membantu mereka mengambil kendali ketika Anda membutuhkan cadangan.

Memimpin hanya ketika Anda harus. Seorang pemimpin alami tidak berjalan ke sebuah ruangan dan menyatakan, “Aku di sini!” Ini bukan tentang meraih situasi dengan tanduk dan molding ke visi Anda, tidak, tidak sama sekali. Ini tentang melihat bahwa sesuatu perlu dilakukan.

Putting It All Together

Mengidentifikasi masalah. Melihat - lihat dan menemukan cara untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Mengamati lingkungan Anda dan mendengarkan orang-orang. Bagaimana Anda dapat membantu? Apa yang ditantang belum dijawab? Apa yang bisa digunakan organisasi?

Jadilah proaktif. Jika Anda memiliki ide-ide dalam pikiran Anda tentang apa masalah yang lebih dalam, Anda mungkin dapat memprediksi masalah yang akan muncul sebagai hasilnya. Dari pada menunggu masalah tersebut muncul, mengambil langkah-langkah untuk mencegah mereka. Jika Anda tidak dapat mencegah mereka, maka Anda setidaknya dapat mempersiapkan. Itulah perbedaan inti antara pemimpin dan manajer. Manajer yang baik respons yang baik dengan berbagai situasi, seorang pemimpin yang baik mengambil tindakan efektif untuk mencegah dan menciptakan situasi sebelum mereka benar-benar terjadi.

Membuat keputusan dan bertanggung jawab atas konsekuensi. Untuk menggunakan pengaruh dan mengatasi masalah yang lebih besar, Anda akan membutuhkan kekuatan pengambilan keputusan, dan keputusan-keputusan akan mempengaruhi orang-orang yang memberikan Anda kekuatan itu. Ini adalah sebanyak tanggung jawab itu adalah suatu kehormatan. Anda tidak hanya harus mampu membuat keputusan suara, tetapi Anda juga harus bersedia untuk bertanggung jawab kepada mereka. Jika ada yang salah, orang akan menganggap itu adalah kesalahan Anda.

Pikirkan diri Anda sebagai kapten kapal, nasib kapal pada dasarnya di tangan Anda, dan itu terserah Anda untuk mengarahkan semua orang di arah yang benar. Jika Anda tidak siap untuk mengambil tanggung jawab atas keputusan Anda - jika Anda berjuang dengan ragu-ragu dan keraguan diri - itu mungkin ide yang baik adalah mengundurkan diri.

Berbagi visi Anda. Sebagai seorang pemimpin, Anda dapat melihat masalah yang lebih besar, tetapi Anda juga dapat melihat bagaimana hal-hal bisa menjadi jauh lebih baik jika kita bisa menghilangkan rintangan. Untuk mendapatkan orang-orang untuk membantu Anda dalam mengubah hal-hal, Anda perlu berbagi visi positif dengan mereka. Menginspirasi mereka. Memotivasi mereka. Membimbing mereka. Tunjukkan pada mereka bagaimana tindakan mereka membawa semua orang lebih dekat dengan mimpi itu.

Ingat bahwa itu adalah tentang seluruh tim. Pemimpin terbesar melihat peran mereka secara keseluruhan, dan diri mereka sendiri, sebagai instrumen dari tujuan yang lebih dalam, setiap kemuliaan, prestise, atau kekayaan adalah efek samping dari pada motivasi. Semua itu tidak dapat dilakukan dengan hanya satu orang.

Berikut kutipan lain tepat untuk Anda ini dari Lao Tzu: “Seorang pemimpin yang terbaik adalah ketika orang hampir tidak tahu dia ada Ketika pekerjaannya selesai, tujuannya terpenuhi, mereka akan mengatakan: kami melakukannya sendiri…”

Sumber : http://www.wikihow.com/Be-a-Leader

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan dalam memimpin orang lain ??

Seorang pemimpin yang baik akan membayangkan masa depan yang lebih dibandingkan sekarang, meneyapkan tujuan yang layak dan menentukan langkah-langkah yang tepat untuk mencapainya. Selain itu seorang pemimpin harus selalu terinspirasi, termotivasi dengan apapun yang ada disekitarnya. Seorang pemimpin juga harus mengerahkan banyak energi dan memimpin dengan hati yang berlandaskan pengabdian dan prioritas untuk mencapai tujuan.
Menurut Faisal Hoque yang telah membaca beberapa buku mengenai Kepemimpinan, ada 3 kunci dasar bagi seorang pemimpin :

1. Kepala dan Hati
Bagaimana kita akan memimpin dengan realistis semestara hal tersebut tidak sesuai dengan kata hati kita ?

Dalam bukunya, Bob dan Greff Vanourek mengatakan bahwa esensi hati adalahpusat pada diri manusia di mana segala sesuatu datang bersamaan seperti kecerdasan, nilai-nilai, perasaan, intuisi dan visi. Yang berarti hati adalah sumber integritas seseorang. Dan dibutuhkan keberanian yang besar bagi seorang pemimpin untuk memimpin dengan hati.

Perpaduan antara pemikiran yang realistis dan hati sangatlah penting bagi seorang pemimpin. Ketika dihadapan pada keputusan yang sulit terutama ketika melibatkan etika, pemimpin akan mempertimbangkan :
 Logical, dengan resiko yang tepat
 Konsisten dengan nilai-nilai yang disetujui bersama
 Berdasarkan hati nurani
 Tanggapan stakeholder
Ketika kepala dan hati memiliki jalan yang searah, maka dapat dikatakan pemimpin tersebut cukup bijak.

2. Memimpin dengan Tujuan
Merutut John Baldoni dalam bukunya, tujuan merupakan area yang belum dimanfaatkan oleh pemimpin. Seorang pemimpin harus dapat memanfaatkannya untuk mengeluarkan potensi dari organisasi. Organisasi yang sukses membutuhkan pemimpin yang dapat memahami diri sendiri terlebih dahulu dan dapat berorientasi ke masa depan.

Tujuan seorang pemimpin adalah sebagai pedoman dengan menuntun team ke arah yang benar. Hal tersebut akan berdampak pada :
 Visi organisasi yang dipimpin
 Misi organisasi berjalan baik atau tidak
 Nilai yang dipegang organisasi

3. Kekuatan Kesetiaan
Faisal Hoque mengatakan tidak ada kata pengganti untuk kerja keras. Hampir semua orang yang sangat sukses bekerja lebih keras daripada kebanyakan orang. Beberapa hal yang harus diingat bagi pemimpin adalah :
 Rencana sesuai namun tidak ada upaya, maka tidak akan ada yang didapat
 Fokus terhadap langkah-langkah kita
 Konsentrasi pada pikiran dan tindakan yang positif

Nah, 3 kunci di atas dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan kemampun kita dalam memimpin seseorang sehingga dapat mencapai tujuan dengan tepat sasaran.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba :slight_smile:

Sumber Baca : https://www.fastcompany.com/3005306/lead-others-learn-lead-yourself-first