Bagaimana cara meningkatkan kemampuan inovasi kita ?

meningkatkan kemampuan inovasi

Untuk menghadapi dinamika perubahan dan kompetisi yang sangat tajam dan ketat dan demi keberlangsungan hidup organisasi itu sendiri, maka setiap orang dalam organisasi dituntut untuk dapat berfikir dan bertindak secara inovatif.

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan inovasi kita ?

1. Memiliki visi untuk berubah

Jangan berharap suatu tim akan menjadi inovatif apabila mereka tidak mengetahui tujuan yang hendak dicapai ke depan. Inovasi harus memiliki tujuan dan seorang pemimpin harus mampu menyatakan dan mendefinisikan tujuan secara jelas sehingga setiap orang dapat memahami dan mengingatnya. Para pemimpin besar banyak meluangkan waktu untuk menggambarkan dan menjelaskan visi, tujuan dan tantangan masa depan kepada setiap orang . Mereka berusaha meyakinkan setiap orang akan peran pentingnya dalam upaya mencapai visi dan tujuan, serta dalam menghadapi berbagai tantangan. Mereka mengilhami kepada setiap orang untuk menjadi enterpreneur yang bersemangat dan menemukan cara-cara yang inovatif untuk memperoleh kesuksesan.

2. Memerangi ketakutan akan perubahan

Para pemimpin inovatif senantiasa mengobarkan semangat pentingnya perubahan. Mereka berusaha menggantikan kepuasan atas kemapanan yang ada dengan kehausan akan ambisi. Mereka akan berkata, ” Saat ini kita memang sedang melakukan hal yang baik, tetapi kita tidak boleh berhenti dan berpuas diri dengan kemenangan yang ada, kita harus melakukan hal-hal yang lebih baik lagi”. Mereka menyampaikan pula bahwa saat ini kita sedang melakukan suatu spekulasi baru yang penuh resiko, dan jika kita tidak bergerak maka akan jauh lebih berbahaya. Mereka memberikan gambaran menarik tentang segala sesuatu yang hendak diraih pada masa mendatang. Oleh karena itu, satu-satunya cara menuju ke arah sana yaitu dengan berusaha memeluk perubahan.

3. Berfikir Seperti Pemodal yang Berani Mengambil Resiko

Seorang pemodal yang berani mengambil resiko akan menggunakan pendekatan portofolio, berusaha mencari keseimbangan antara kegagalan dengan kesuksesan. Mereka senang mempertimbangkan berbagai usulan atau gagasan tetapi tetap merasa nyaman dengan berbagai pemikiran yang menggambarkan tentang kegagalan-kegagalan yang mungkin akan diterima.

4. Memiliki Suatu Rencana Usulan yang Dinamis

Anda harus memfokus pada rencana usulan yang benar-benar hebat, setiap rencana mudah dilaksanakan, sumber tersedia dengan baik, responsif dan terbuka untuk semuanya. Berikan penghargaan dan respons yang wajar kepada karyawan serta para senior harus memliki komitmen agar karyawan tetap dapat menjaga kesegarannya dalam melaksanakan setiap pekerjaan.

5. Kolaborasi

Beberapa eksekutif perusahaan memandang kolaborasi sebagai kunci sukses dalam inovasi. Mereka menyadari bahwa tidak semua dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan pada sumber-sumber internal. Oleh karena itu, mereka melihat dunia luar dan mengajak organisasi lain sebagai mitra, sehingga bisa saling bertukar pengalaman dan keterampilan dalam team.

6. Menerima kegagalan

Pemimpin inovatif mendorong terbentuknya budaya eksperimen. Setiap orang harus dibelajarkan bahwa setiap kegagalan merupakan langkah awal dari perjalanan jauh menunju kesuksesan. Untuk menjadi orang benar-benar cerdas dan tangkas, setiap orang harus diberi kebebasan berinovasi, bereksperimen dan memperoleh kesuksesan dalam melakukan pekerjaannya, termasuk didalamnya mereka juga harus diberi kebebasan akan kemungkinan terjadinya kegagalan.

7. Bersemangat

Anda harus fokus terhadap segala sesuatu yang ingin dirubah. Siap dan senantiasa bergairah dan bersemangat dalam menghadapi dan menanggulangi berbagai tantangan. Energi dan semangat yang Anda miliki akan menular dan mengilhami setiap orang. Tak ada gunanya jika Anda mengisi bus dengan penumpang yang selalu merasa asyik dengan dirinya sendiri. Anda membutuhkan dan menghendaki orang-orang dan para pendukung Anda dengan semangat yang berkobar-kobar. Anda mengharapkan setiap orang dapat meyakini bahwa upaya mencapai tujuan merupakan sesuatu yang amat penting dan bermanfaat.

Sumber : https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/12/10/10-cara-meningkatkan-inovasi/

Analisis yang dilakukan oleh Zenger Folkman dari lebih dari sejuta orang mengungkap bahwa kecepatan pemimpin menjadi faktor yang kuat dalam menentukan efektivitas kepemimpinan secara menyeluruh. Tak perlu dikatakan lagi, bahwa menjadi cepat merupakan nilai yang kecil, kecuali ditemani dengan melakukan hal dengan benar. Tetapi sekali kualitas standard tercapai dan dijaga, makan akan menambah kecepatan dalam mendapatkan keuntungan. Ini disebut kecepatan kepemimpinan.

Bagaiman para pemimpin dapat menyelesaikan tugasnya dengan cepat dan kualitas yang baik? Dalam pengujian yang lebih lanjut ditemukan bahwa perilaku yang paling dibutuhkan adalah inovasi. Inovasi muncul dan memberikan dampak yang besar terhadap kecepatan dan efisiensi kerja.

Apa kualitas yang menjadi awal seseorang untuk menjadi sangat inovatif dan tidak dibatasi oleh yang lain? Sesuatu mendorong mereka untuk keluar dari apa yang sudah ada, untuk melihat dunia dari sisi baru dan segar, dan mereka mempunya rasa ingin tahu untuk mencoba sesuatu yang baru.

Ada beberapa opini yang dapat menjawab pertanyaan ini:

1. Kerelaan untuk berubah

Berawal dari kegelisahan dan kerelaan to mengadakan suatu perubahan. Banyak orang dapat berpikir baru,lebih cepat, dan lebih efisien untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Tetapi, perubahan memerlukan energi, disiplin, dan keyakinan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mungkin terasa aneh ketika kita melakukan perubahan dari sesuatu yang sudah kita kuasai ke sesuatu yang belum kita kuasai sama sekali. Hal yang baru tersebut membuat kita merasa sangat tidak nyaman dan dalam kondisi kompetensi terburuk.

Kita memerlukan waktu untuk latihan agar kemampuan kita kembali ke kemampuan awal, Namun sedikit demi sedikit kita akan melihat perubahan nilai pada hal tersebut dan bahkan kita akan bertanya-tanya mengapa kita melakukan hal yang tidak efisiensi sebelumnya. Kerelaan untuk berubah seringkali disebabkan oleh loyalitas tak kenal takut untuk melakukan apa yang benar bagi organisasi dan pelanggan.

Salah satu responden mengatakan,

”Agar inovasi ada pada dirimu, kamu harus merasa terinspirasi.” Ini datang dari niat dan tujuan yang bersih dalam bekerja.

2. Tidak cukup dengan pencapaian yang bagus
Orang-orang yang inovatif tidak puas hanya dengan performa yang bagus namu mereka tidak berhenti mencari cara untuk menaikkannya lagi. Mereka memiliki filosofi “ kamu memilih untuk bunuh diri ketika kamu selesai untuk pilihan terbaik yang kedua.” Orang yang inovatif terus mencari cara dan opsi yang lebih baik untuk meraih tujuan mereka. Mereka unggul dengan mengatur tujuan yang luas. Tujuan ini akan menuntut seseorang untuk berkelana lebih jauh diluar bekerja keras, tetapi menuntut mereka untuk menemukan cara baru dengan tujuan untuk meraih target mereka.

Tantangan untuk meraih target seringkali diungkapkan sebagai “menuju ke level berikutnya.

Pikirkan tentang situasimu. Aktivitas mana yang memerlukan waktu banyak dan bagaimana caranya agar mereka lebih efisien?

3. Menghimpun sebuah komunitas inovatif

Keluarga medici sangat terkemuka. Pada abad ke-15 mereka mengumpulkan dan mendanai banyak sekali artis, filosofis, arsitektur, dan ahli keuangan di Florence, Italy. Efek medici ini mengacu kepada efek besar dari inovasi dan kreatifitas dari hasil mengumpulkan orang-orang hebat dengan talenta yang berbeda-beda. Hasilnya kita kenal dengan nama the Renaissance. Beberapa inovasi berasal dari pemikiran sendiri yang belum pernah dilakukan orang lain dan beberapa invoasi diambil dari suatu disiplin dan diterapkan pada disiplin yang lain. Orang yang inovatif akan mendapatkan keperceyaan dari rekan-rekannya karena orang itu dapat memimpin teman-temannya dan organisasinya untuk mencapai target dari organisasi tersebut.

Referensi
https://www.forbes.com/sites/jackzenger/2017/02/02/3-simple-ways-to-improve-your-innovation-skills/#14ba79275ee7