Bagaimana Cara Mengobati Kuku yang Rusak?

Kuku adalah lapisan tipis zat tanduk yang tumbuh melekat pada ujung jari. Meski tidak seluas kulit, kuku yang bergerigi atau menghitam tetap bisa mengganggu penampilan hingga aktivitas. Bagaimana Cara Mengobati Kuku yang Rusak?

Kuku Rapuh dan Mengelupas
Kuku dapat menjadi rapuh, pecah-pecah, ataupun mengelupas. Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat kuku terlalu sering terpapar air, sabun berbahan keras, atau bahan kimia lainnya.

Kamu bisa mengatasi kondisi ini dengan menggunakan sarung tangan karet saat mencuci atau kegiatan lain yang dapat membuat jarimu terkena air, sabun atau bahan kimia lain. Selain itu, oleskan juga losion pelembap ke kuku-kukumu.

Bercak Putih Pada Kuku
Bercak-bercak putih pada kuku dalam bahasa medis disebut leukonychia. Kondisi ini biasanya muncul setelah kuku mengalami cedera ringan. Bercak ini umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.

Agar bercak-bercak ini tidak muncul kembali di kemudian hari, langkah pencegahan seperti berikut dapat kamu lakukan

Menghindari kontak dengan zat penyebab iritasi
Menghindari pemakaian cat kuku berlebihan
Menjaga kuku tetap pendek
Menghindari kondisi kuku menjadi kering dengan selalu mengoleskan pelembap setelah mencuci tangan

Garis-garis Bergerigi Pada Kuku
Garis-garis pada kuku baik vertikal maupun horizontal dapat mengganggu penampilan kukumu. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari eksem, kulit kering, kekurangan protein, mineral atau vitamin, hingga penyakit tertentu.

Penanganan kondisi ini disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, bila pada kuku muncul garis horizontal yang dalam (garis Beau), terdapat kemungkinan kamu menderita diabetes mellitus. Oleh sebab itu, mengontrol gula darah dapat menjadi solusinya selain mengonsumsi obat-obatan untuk diabetes.

Bila garis-garis muncul karena eksem, gunakan salep atau pelembap untuk mengatasi kondisi tersebut. Penanganan umum dari luar seperti menghaluskan kuku secara lembut dengan papan buffer bisa kamu lakukan setelah mengatasi akar masalah.

Garis Merah hingga Cokelat di Bawah Kuku
Kondisi munculnya garis tipis berwarna merah hingga kecokelatan yang sejalan dengan arah pertumbuhan kuku disebut splinter haemorrhage. Kondisi ini dapat terjadi karena kerusakan pembuluh darah di bawah kulit.

Penanganan khusus tidak dibutuhkan bila kerusakan pembuluh darah disebabkan oleh trauma atau luka berat pada kuku. Perdarahan ini dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan kuku.

Bila kuku terasa sakit setelah luka, kompres dingin dapat kamu tempelkan untuk membantu mengurangi peradangan yang terjadi. Tetapi, jika kondisi terjadi pada lebih dari satu kuku, penanganan yang diberikan dapat berbeda, karena biasanya merupakan tanda dari suatu penyakit tertentu.

Kuku Berubah Warna Menjadi Ungu Hingga Hitam
Kondisi kuku yang berubah warna menjadi ungu kehitaman hingga hitam disebut subungual hematome. Kondisi ini terjadi karena terdapat darah yang menggumpal di bawah kulit dan umumnya muncul setelah kuku mengalami cedera.

Sakit berdenyut-denyut atau nyeri saat disentuh pada jari yang terkena dapat terjadi bila kamu mengalami kondisi ini. Subungual hematome dapat menghilang dengan sendirinya seiring dengan sembuhnya cedera.

Namun, penanganan sederhana seperti mengompres jari dengan es batu dan meletakkan jari yang terkena lebih tinggi dari jantung seperti menyangga jari kaki dengan bantal saat berbaring dapat kamu lakukan. Cara tersebut dinilai dapat mengurangi rasa sakit dan bengkak akibat kondisi ini.

Kuku Terangkat dari Bantalan Daging
Onycholysis adalah kondisi kuku yang terangkat dari bantalan daging di bawahnya baik sebagian ataupun seluruhnya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh trauma, paparan bahan kimia, ataupun kondisi kulit tertentu seperti psoriasis.

Penanganan oncholysis dapat disesuaikan dengan penyebabnya. Selain memeriksakan diri ke dokter, penanganan umum seperti selalu menjaga kuku tetap pendek tanpa mengguntingnya terlalu pendek dapat kamu lakukan.

Kamu juga sebaiknya menjaga kuku bersih dan kering agar tidak ada kesempatan bagi bakteri ataupun jamur untuk tumbuh. Kuku jari tangan biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk tumbuh kembali sedangkan kuku jari kaki selama 18 bulan.

Infeksi Jamur Kuku
Onychomycosis adalah infeksi jamur pada kuku. Infeksi ini biasanya dimulai dari tepi kemudian menyebar ke bagian tengah kuku. Kuku dapat menjadi kekuningan, rapuh, mudah patah, ataupun terangkat dari bantalan daging di bawahnya.

Jamur umumnya berkembang dalam lingkungan yang lembap dan hangat. Oleh karena itu, memakai alas kaki yang membuatmu berkeringat dapat menjadi penyebab onychomycosis.

Selain itu, memakai sepatu serta gunting kuku bersama dengan orang lain juga meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi jamur pada kuku. Bila mengalaminya, pemeriksaan langsung ke dokter sangat disarankan. Dokter mungkin akan memberikan obat anti jamur oles ataupun minum.