Bagaimana cara mengobati dry socket atau alveolar osteitis ?

cabut_gigi

(Alisya Putri) #1

dry socket atau alveolar osteitis

Salah satu contoh masalah gigi adalah alveolar osteitis atau disebut juga dry socket. Alveolar osteitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian tulang rahang, dimana hal ini terjadi selama tiga atau empat hari pasca pencabutan gigi permanen. Bagaimana cara mengobati dry socket atau alveolar osteitis ?


(Nafiani) #2

Ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan masalah rasa sakit akibat pencabutan gigi atau operasi. Salah satu cara cabut gigi bungsu tanpa operasi yang harus diketahui prosedurnya. Untuk mengetahui apa saja tindakan tersebut, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan seperti di bawah ini :

  1. Rutin membersihkan dan merawat rongga dari sisa makanan yang tertinggal, dengan cara oleskan salep khusus berbahan dasar analgesik untuk meredakan rasa sakit dan melindungi tulang dan juga saraf yang terbuka. Berikut ini efek gigi bungsu tidak dicabut yang wajib diketahui.

  2. Dokter akan memberikan beberapa obat-obatan untuk meredakan gejala dry socket yang dialami, seperti obat antiinflamasi nonSteroid atau OAINS, seperti hydrocodone, acetaminophen, hingga obat antibiotik untuk mengatasi infeksi dari kuman dan peradangan.

  3. Melakukan pembersihan rongga lanjutan di rumah dengan menggunakan jarum suntik plastik dengan uujung yang melengkung untuk menyuntikan air, air garam, atau obat pembersih dari dokter. Hal ini dilakukan sampai tidak ada lagi serpihan yang tersisa pada rongga yang terluka.

  4. Dapat mengunakan ramuan air garam hangat sebagai obat kumur untuk menghilangkan rasa nyeri, bengkak dan juga menghindari dari infeksi kuman. Beberapa resiko dan akibat gigi bungsu tidak dicabut yang wajib diketahui.

  5. Gunakan obat kumur yang dapat dikonsultasikan sebelumnya oleh dokter, agar kesehatan rongga tetap terjaga kesehatannya.

  6. Untuk menghindari radang dan mengurangi rasa sakit, dokter akan menyarankan untuk mengompres air dingin di wajah terutama di daerah yang nyeri sampai kondisi membaik, dan dilanjutkan dengan kompres air panas setelahnya.

sumber: https://halogigi.com/penyebab-alveolar-osteitis


(Arvind Zahair Akalanka) #3

Untuk mengobati dry socket atau alveolar ostetitis, sebaiknya harus dengan bantuan dokter gigi, karena ditakutkan terjadinya komplikasi lanjutan apabila tidak ditangani dengan benar.

Apabila tidak dilakukan perawatan, maka komplikasi ini akan hilang secara spontan dengan sendirnya. Biasanya dibutuhkan waktu selama 4 minggu dan selama itu rasa sakit akan tetap timbul. Apabila tidak dilakukan perawatan dengan benar, maka dry socket akan berkembang menjadi osteomyelitis.

Menurut Pederson (1996), perawatan yang dilakukan harus dilakukan dengan hati-hati. Bagian yang mengalami alveolitis dirigasi dengan menggunakan larutan saline yang hangat dan diperiksa. Lakukan palpasi yang hati-hati dengan menggunakan aplikator kapas untuk membantu dalam menentukan sensitivitas. Apabila pasien tidak tahan, maka dilakukan anastesi lokal atau topikal sebelum melakukan packing. Packing ini dilakukan dengan memasukkan pembalut obat-obatan ke dalam alveolus. Pembalut diganti sesudah 24-48 jam kemudian dirigasi dan diperiksa kembali.

obat-obatan untuk dry socket

Kebanyakan dry socket akan sembuh sesudah 4-5 hari, apabila sampai 5-7 hari maka harus dilakukan rontgen, dan diperkirakan terjadi osteomyelitis.

Menurut Pedlar dan kawan-kawan (2001), perawatan yang dilakukan yaitu irigasi soket dengan menggunakan larutan saline hangat untuk menghilangkan debris. Lalu lakukan pemberian antiseptic dressing untuk menutupi tulang yang terekspos. Antiseptic dressing yang digunakan adalah pasta eugenol yang diletakaan di bagian korona dari soket gigi untuk menutup tulang. Biasanya dressing ini tidak perlu diganti karena akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Ada juga dressing alternatif yang dapat digunakan yaitu Whitehead’s varnish pada ribbon gauze, Bismuth iodoform dan parafin paste dalam gauze. Dressing alternatif ini harus diganti setelah satu minggu.

Menurut Laskin (1985), perawatan yang dilakukan bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit yang timbul akibat dari soket. Perawatan yang dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama dengan terapi lokal berupa irigasi soket gigi dengan sterile isotonic saline solution atau dilute solution dari hidrogen peroksida untuk menghilangkan material nekrotik dan debris. Lalu diikuti dengan pemberian dressing dengan menggunakan eugenol atau guaiacol, anastesi topikal (butacaine) yang diletakkan pada gauze. Yang kedua sebagai tambahan dari terapi lokal adalah dengan pemberian analgesik seperti codeine sulfate (1/2 gram) atau meperidine (50 gram) setiap 3-4 jam sekali. Pasien harus selalu di evaluasi. Jika rasa sakitnya telah hilang, maka pemberian medikasi di dalam soket tidak harus diganti. Tetapi jika rasa sakitnya masih muncul, maka lakukan irigasi dan dressing di dalam soket harus di ganti. Pemberian analgesik dapat diberikan secara oral maupun parenteral.

Tindakan kuretase tidak boleh dilakukan sebagai perawatan dry socket.