Bagaimana Cara Mengobati Biduran?

http://www.autoimuncare.com/wp-content/uploads/2017/01/Penyakit-Kulit-Gatal-980x635.jpg

Biduran atau secara medis disebut urtikaria, tidak hanya menimbulkan bentol, tapi juga gatal serta kemerahan di kulit. Bagaimana Cara Mengobati Biduran?

Umumnya gangguan urtikaria akan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Kalau pun membutuhkan pengobatan, hal tersebut akan disesuaikan dengan lama gangguan ini.

Urtikaria jangka pendek
Jika gatal-gatal sudah begitu mengganggu, pengobatan urtikaria akut atau jangka pendek umumnya menggunakan antihistamin. Obat jenis ini akan meredakan efek histamin, membantu menghentikan rasa gatal, dan mengurangi ruam-ruam yang menimpa kulit.

Meski bagi kebanyakan orang obat ini tidak menimbulkan kantuk, namun sebaiknya tunggu reaksi tubuh terhadap obat ini sebelum menyetir atau mengoperasikan alat berat. Oleh karena keamanannya belum diketahui, antihistamin biasanya tidak diresepkan untuk perempuan yang sedang hamil.

Jika gejalanya amat parah, penggunaan tablet kortikosteroid mungkin diperlukan. Obat jenis ini berperan menekan sistem kekebalan tubuh sehingga mengurangi gejala biduran. Hanya saja, obat ini tidak disarankan untuk pemakaian jangka panjang karena bisa meningkatkan tekanan darah, glaukoma, katarak, dan diabetes.

Sehingga untuk lebih aman, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter.

Urtikaria jangka panjang
Untuk urtikaria jangka panjang atau kronis, kemungkinan penderita harus dirujuk ke spesialis kulit. Hal ini terutama jika gangguan diikuti kemunculan angioedema (pembengkakan di bawah kulit akibat reaksi alergi) yang berpotensi serius dan bisa menyebabkan kesulitan bernapas.

Datang langsung ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat jika kondisi ini terus berlanjut meski sudah dilakukan pengobatan.

Pengobatan untuk biduran kronis bisa dilakukan dengan mengonsumsi antihistamin secara teratur yang diresepkan dokter. Umumnya dosis akan meningkat untuk mengendalikan gejala yang sebelumnya tidak bisa diredakan dengan dosis sebelumnya.

Selain itu krim mentol bisa dipakai sebagai alternatif atau tambahan dari pengobatan antihistamin di atas. Tentu saja, hal ini harus sesuai resep dokter.

Dokter juga bisa saja meresepkan tablet kortikosteroid jika kondisinya lebih serius. Hanya saja, pengobatan sebaiknya hanya untuk jangka pendek karena bisa memberikan efek berupa peningkatan nafsu makan, penambahan bobot badan, perubahan suasana hati, dan susah tidur.

Obat jenis lain yang bisa diberikan untuk meredakan urtikaria kronis adalah H2 antihistamin. Jenis ini berperan untuk mempersempit pembuluh darah guna mengurangi kemerahan pada kulit. Adapun efek yang mungkin muncul adalah sakit kepala, diare, dan pusing.

https://www.dokterbabe.com/artikel/cara-mengobati-biduran/