Bagaimana cara menghilangkan Kutu Rambut?

kutu rambut

Penyakit kutu rambut adalah kondisi ketika kulit kepala terinfeksi kutu. Kutu rambut merupakan serangga kecil yang tinggal di rambut manusia dan hidup dari mengisap darah melalui kulit kepala. Bagaimana cara menghilangkan Kutu Rambut?

  1. Sisir kutu Nitwits 3-in-1
    Cara pertama ini paling kami rekomendasikan. Karena selain efektif, penggunaan sisir kutu rambut Nitwits ini terbilang sangat aman dan ampuh. Baik itu digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.

  2. Salep
    Cara berikutnya ialah dengan menggunakan salep pembasmi kutu. Anda dapat membelinya di apotek-apotek terdekat dengan harga yang tidak terlalu mahal.

  3. Obat
    Cara kedua untuk membasmi kutu yaitu menggunakan obat kutu rambut. Sebenarnya penggunaan obat dan salep tidak jauh berbeda. Jika saleb berbentuk krim, obat pembasmi kutu dapat berupa cairan. Adapun obat yang terbukti ampuh yaitu Reditox dan Neutralice Advance.

Metode pengobatan akhir-akhir ini telah berubah, dan sekarang bisa diterapkan strategi yang mencakup metode fisik maupun kimiawi. Pengendalian secara kimiawi, yaitu penggunaan insektisida atau pedikulisid, telah secara luas dipakai di seluruh dunia. Insektisida mudah dan nyaman digunakan serta hasilnya sangat efektif. Akan tetapi, telah disadari adanya efek samping yang potensial dan juga banyak ditemukan terjadinya resistensi tungau terhadap beberapa insektisida. Metode fisik yang dapat digunakan adalah mencukur rambut untuk mencegah infestasi dan membantu agar obat topikal bekerja lebih baik (tidak terhalang rambut).
Tujuan pengobatan adalah memusnahkan semua kutu dan telur serta mengobati infeksi sekunder.3 Terapi pilihan berdasarkan pada keberhasilan, potensi toksisitas, dan pola resistensi tungau terhadap berbagai insektisida di area geografik tertentu. Pedikulisid merupakan terapi yang tetap digunakan sampai saat ini. Semua sediaan topikal diberikan dengan cara pemakaian 1 kali seminggu dan diulang pada minggu berikutnya. Cara ini dianjurkan untuk membunuh semua tungau dan telur yang yang selamat dari terapi serta untuk pediculosis yang resisten.

Belum ada bukti keberhasilan pengobatan alternatif, produk non pestisida termasuk petroleum jelly, minyak rambut, minyak zaitun, mayones, minyak sayur, dan minyak mineral. Produk-produk tersebut akan memperlambat gerakan tungau dewasa dan memudahkan untuk disisr dari kulit kepala, tetapi zat tersebut tidak bisa mematikan tungau. World Health Organization (WHO) tidak membenarkan untuk menentukan kematian tungau sebelum 24 jam setelah terpajan obat. Berikut adalah macam macam obat yang dapat digunakan untuk terapi pediculosis capitis :

  1. Piretrin

    Nama dagang : A-200, Pronto, Rid, Triple X
    Piretrin berasal dari ekstrak alami bunga Chryantheum cinerariaefolium. Ekstrak piretrin alami digunakan pada tahun 1940 dan sangat mahal. Sehingga, Piperonyl Butoxide (PBO) ditambahakan sebagai zat sinergis. Pasien yang alergi terhadap tanaman chysanteums atau sari tanaman yang terkait akan mengalami sesak nafas dan dispnea. Di Amerika Serikat,piretrin adalah satu-satunya pedikulisid yang tersedia di pasaran dan di jual bebas yang di izinkan oleh Food and Drug Administration (FDA). Insektisida ini tersedia dalam bentuk lotion, shampoo, foam mouse dan krim. Penambahan BPO akan memperlambat biotransformasi piretrum dan mencegah resitensi melalui jalur mixed function oxidase(MFO). Produk piretrin dioleskan pada kepala selama 10 menit lalu dibilas. Walaupun efektifitas pedikulisidae mendekati 100% pada pertengahan tahun 1980, kegagalan pengobatan sebesar 88% karena resistensi yang baru-baru ini dilaporkan.

  2. Permetrin

    Nama dagang : Nix
    Permetrin adalah satu-satunya piretoid sintesis yang yang memiliki kegunaan untuk membunuh tungau di seluruh dunia. Diperkenalkan di Amerika Serikat tahun 1986, permetrin memiliki aktifitas residual selama 2 minggu setelah pengobatan tunggal selama 10 menit. Permetrin krim di aplikasikan selama 10 menit,namun pengobatan 8-12 jam dengan krim 5% untuk penyakit kudis/scabies adalah pengobatan alternatif dan lebih efektif. Resistensi terhadap konsentrasi tinggi juga menjadi masalah, terutama di daerah dimana terdapat resistensi DDT/piretroid.

  3. Lindane

    Nama dagang : Tidak tersedia
    Lindane adalah Chlorinated hydrocarbon, seperti DDT, dan kelas ini adalah senyawa yang pada umumnya lambat membunuh. Tersedia dalam sediaan shampoo 1% yang diaplikasikan selama 4 menit. Para peneliti tidak menyarankan penggunaan Lindane karena resistensi, efek samping pada sistem saraf pusat (SSP). Obat ini hanya dianjurkan untuk pasien yang gagal untuk respon terapi tungau.

  4. Carbaril

    Nama dagang : Sevin
    Carbaril adalah inhibitor cholinesterase. Carbaril tersedia dalam lotion dan shampoo 0,5% di Inggris dan di negara-negara lain. Produk ini tidak tersedia di Amerika Serikat dan mungkin tidak disetujui FDA karena toksisitasnya. Carbaril lebih beracun dan bersifat karsinogenik pada pasien dan kurang mematikan tungau.

  5. Malathion

    Nama dagang : Ovide
    Seperti Carbaril, Malathion adalah inhibitor cholinesterase dan telah digunakan selama 20 tahun untuk mengobati tungau. Pengobatan secara topikal di antaranya dengan pemberian malathion yang memberikan efek pedikulosid dengan cara pemberian sebanyak 0,5% atau 1% dalam bentuk lotion atau spray. Lotion malathion digunakan malam hari sebelum tidur setelah rambut dicuci dengan sabun,kemudian kepala ditutup dengan kain. Keesokan harinya rambut dicuci lagi dengan sabun dan disisir menggunakan sisir rapat atau serit. Pengobatan dapat diulangi satu minggu kemudian jika masih terdapat telur.

  6. Ivermectin

    Nama dagang : Mectizan
    Ivermectin adalah agen antiparasit yang memberikan hasil baik secara topikal maupun oral untuk terapi tungau. Sediaan dengan konsentrasi 1% di aplikasikan 10 menit pada kulit kepala. Pengobatan oral 250ug/kg diberikan dua kali dengan jarak satu minggu merupakan pilihan pengobatan pasien yang resisten terhadap terapi topikal, meskipun masih dibutuhkan uji klinis lebih lanjut.

Untuk pengobatan oral, antibiotik Trimetroprim/ sulfometoxazole terbukti efektif untuk membunuh tungau. Antibiotik ini bekerja dengan cara membunuh bakteri simbiotik flora normal usus tungau sehingga mengganggu bakteri tersebut mensistesis vitamin B. Selain efek tersebut antibiotik ini dipercaya memiliki efek toksik langsung terhadap tungau.4,23
Pada Infeksi sekunder terlebih dahulu diobati dengan antibiotik sistemik dan topikal seperti Eritromisin ,Cloxacilin dan Cephalexin kemudian diikuti dengan obat di atas dalam bentuk shampo.

Menghilangkan atau Mengobati Kutu Rambut


Pengobatan Pedikulosis kapitis menurut Brown dan Burns (2005) dapat menggunakan metode fisik dan metode kimiawi.

  1. Metode Pengobatan Fisik

Metode pengobatan fisik yang sederhana antara lain adalah mencuci rambut dengan shampo, kemudian diikuti dengan penggunaan kondisioner dalam jumlah yang banyak. Rambut kemudian disisir menggunakan serit (sisir yang giginya kecil-kecil dan rapat) dengan tujuan agar semua kutu dapat terangkat. Tindakan ini dianjurkan diulangi setiap 4 hari selama 2 minggu (Brown dan Burns, 2005). Sedangkan menurut Natadisastra dan Agoes (2009) metode pengobatan fisik kutu kepala dapat dilakukan dengan cara membunuh kutu dewasa menggunakan tangan dan sisir serit untuk menyisir nimfa dan telurnya.

  1. Metode Pengobatan Kimiawi

    Menurut Behrman et al. (2000) salah satu pengobatan pedikulosis kapitis adalah dengan hexachlorocyclohexane atau sering disebut lindane. Prinsip penggunaan shampo lindane menurut Behrman et al. (2000) adalah:

    • Menggunakan shampo lindane 1% selama 10 menit dengan pemberian berulang dalam 7-10 hari.

    • Seluruh anggota keluarga/penghuni tempat tinggal harus diterapi pada waktu yang sama.

Sedangkan menurut Wibowo (2009) lindane yang digunakan untuk memberantas kutu kepala mempunyai kadar kurang dari 1%. Behrman et al. (2000) dan Werner (2010) juga menjelaskan bahwa untuk memberantas kantong telur yang melekat di rambut adalah dengan menggunakan serit (sisir bergigi rapat) yang telah dicuci dengan cuka yang dicampur air hangat dengan perbandingan 1:1 selama setengah jam.

Pengendalian Pedikulosis kapitis secara kimiawi juga dapat menggunakan insektisida jenis pedikulosida lain seperti malation, karbaril dan permetrin fenotrin yang telah secara luas dipakai di seluruh dunia (Brown dan Burns, 2005). Pedikulosida mudah dan nyaman digunakan untuk memberantas kutu kepala serta hasilnya sangat efektif. Namun, pada beberapa kasus ditemukan adanya resistensi kutu kepala terhadap malation dan insektisida piretroid (Brown dan Burns, 2005).