bagaimana cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi?

Gusi berdarah setelah cabut gigi adalah hal yang wajar. Darah juga mungkin keluar bersama air liur. Efek samping cabut gigi ini umumnya aman dan tidak menyebabkan komplikasi. Tapi, adakah cara menghentikan pendarahan setelah cabut gigi?

Gigi tanggal adalah hal yang lumrah, baik itu pada anak-anak yang menantikan kunjungan peri gigi, maupun orang dewasa yang menghindari kunjungan ke dokter gigi. Namun, apabila gigi yang dicabut menyebabkan pendarahan, ada beberapa strategi sederhana yang bisa diterapkan, dan biasanya berhasil mengatasi masalah ini dengan cepat. Hanya saja, jangan gunakan saran dalam artikel ini sebagai pengganti anjuran dokter gigi atau praktisi medis profesional jika gigi yang tercabut menyebabkan pendarahan berat yang tidak bisa dihentikan.

Biarkan gigi tanggal secara alami. Gigi susu yang tanggal disertai pendarahan ringan biasanya menandakan bahwa gigi tersebut tanggal lebih dini. Jadi, membiarkan gigi susu mengendur secara alami hingga tanggal tanpa dorongan apa pun biasanya selalu dianjurkan dan juga merupakan cara yang paling sedikit menimbulkan sakit (serta tanpa disertai pendarahan). [1]

Alih-alih menarik gigi susu hingga lepas menggunakan benang seperti yang dilakukan orang tua Anda dahulu, mintalah anak untuk menggoyangkan gigi susunya sendiri hingga lepas. Lidah adalah alat bantu terbaik untuk melakukannya, dan gerakan lembut ini biasanya pada akhirnya akan berhasil membuat gigi terlepas.
Jika anak Anda perlu dibantu, cukup pegang giginya dengan ibu jari dan jari telunjuk Anda yang dilapisi kain kasa kemudian goyangkan ke depan dan ke belakang dengan lembut. Jika giginya sulit digerakkan, berarti belum siap untuk dicabut.
Konsultasikan dengan dokter gigi anak jika Anda mengkhawatirkan gigi anak yang kendur namun tidak juga tanggal

Perhatikan bahwa ada sedikit darah yang akan keluar. Sebagian gigi susu akan tanggal tanpa disertai keluarnya darah, namun jika sedikit darah yang keluar pun masih normal. Ingatlah bahwa beberapa tetes darah yang tercampur dengan air liur dalam mulut bisa membuatnya tampak banyak. Jadi, persiapkan anak Anda (juga jangan bereaksi berlebihan) jika ada darah yang tampak di dalam mulutnya.

Berkumur sejenak dengan air dingin segera setelah gigi tanggal bisa membantu menghilangkan darah dari dalam mulut. Namun, setelah itu jangan terus-menerus berkumur untuk membantu proses pembekuan darah, bukan malah menghambatnya.

Tempelkan kain kasa lembap dan bersih selama 15 menit. Jika pendarahan yang terjadi cukup ringan, seperti umumnya terjadi pada gigi susu yang tanggal, Anda tidak perlu melakukan apa-apa. Namun, jika pendarahan masih berlangsung setelah sekitar 1 menit, gunakan kain kasa untuk menyerap darah yang keluar sekaligus merangsang pembekuannya.

Gulung satu atau beberapa lembar kain kasa bersih yang telah dibasahi dengan air untuk mencegah darah menempel. Mintalah anak menggigit gulungan ini selama 15 menit. [2]
Mintalah anak untuk tidak melepaskan gigitan gulungan kain kasa maupun menggerakkannya. Mintalah anak terus menggigitnya. Anda mungkin sulit meyakinkan anak melakukannya, namun ingatkan hadiah dari peri gigi setelah itu.
Untuk anak yang lebih kecil, Anda mungkin perlu meregangkan gulungan kain kasa ini, terlebih jika Anda cemas ia akan menelannya.
Periksa pendarahan pada gigi setelah 15 menit. Jika belum berhenti, gunakan gulungan kain kasa yang baru seperti sebelumnya dan hubungi dokter gigi anak Anda.[3]

Tinggikan posisi kepala anak dengan memiringkan wajahnya sedikit ke bawah. Jika harus menggunakan kain kasa untuk menghentikan pendarahan, meninggikan posisi kepala anak akan membuat aliran darah ke bagian tersebut berkurang akibat gaya gravitasi. Sementara itu, memiringkan kepala ke depan akan mencegah gumpalan kain kasa tertelan oleh anak. [4]

Darah yang tertelan dapat menyebabkan mual. Hal inilah juga alasan yang membuat Anda sebaiknya memiringkan kepala ke depan saat mimisan.

Jangan terus-menerus meminta anak berkumur. Penggunaan air garam hangat untuk berkumur merupakan perawatan yang lazim digunakan untuk menghentikan pendarahan setelah gigi tanggal. Hanya saja, jika langkah ini dilakukan saat darah mulai membeku, gumpalan darah yang sudah terbentuk bisa terlepas atau melarut, akibatnya darah kembali keluar.

Jangan gunakan hidrogen peroksida maupun obat kumur berbasis alkohol. Cairan seperti ini bisa melarutkan atau melepaskan gumpalan darah. [5]
Minuman dan makanan panas juga bisa membuat darah kembali keluar, jadi hindari konsumsi sup hingga esok hari. Minum air dingin adalah cara terbaik untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setelah gigi tanggal baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.
Anda boleh mulai berkumur dengan air garam suam-suam kuku (yang dibuat dari sekitar 1 sendok teh garam dalam secangkir air) sehari setelah gigi tanggal untuk menjaga kebersihan area tersebut. Namun, pastikan anak-anak bisa dan mau mengeluarkan kembali air garam setelah berkumur. [6]

Hubungi dokter gigi anak jika pendarahan berlanjut lebih dari 15 menit. Hal ini perlu ditekankan kembali karena dalam kondisi normal, gigi susu yang tanggal seharusnya tidak disertai pendarahan berat. [7]

Pendarahan yang berlanjut mungkin menandakan bahwa pecahan gigi masih tertinggal, ada kerusakan di gusi, atau anak Anda memiliki kondisi medis yang menyebabkan masalah pada pembekuan darah. Ambil langkah aman dan hubungi dokter.
Walaupun demikian, sedikit darah yang keluar dari lokasi gigi yang tanggal maupun bercak merah muda dalam air liur anak tidak menandakan pendarahan aktif. Jika darah tidak mengumpul atau menetes dari lukanya, menunggu umumnya aman untuk dilakukan. [8]

Sumber :
https://www.klikdokter.com/
http://ciptadent.co.id/
https://www.dentassure.com/konsultasi-gigi