Bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang adalah pencuri?

pencuri

Mohon info untuk mengetahui siapa orang disekitar kita yang telah mencuri barang kita, secara psikologi. Terimakasih.

Anda mungkin pernah mengalami kehilangan uang secara konyol/bodoh, maksudnya kehilangan uang yang sudah di simpan dengan baik namun hilang begitu saja baik itu di tempat kerja, kampus, dirumah teman kita sendiri atau di manapun anda berada.

Kasus seperti ini memang sering di temui, menurut pengalaman yang pernah terjadi pada saya ada beberapa ciri-ciri khusus yang bisa kita ambil kesimpulan bahwa orang yang termasuk dalam kriteria berikut ini adalah pencuri yang pelakunya tidak lain merupakan teman dekat kita sendiri.

  1. Jika kita maupun sahabat kita yang mengaku kehilangan uang, maka sang pelaku mengaku ikut mengalami hal serupa. Baik itu kehilangan uang , barang, atau apapun yang di anggap berharga olehnya. Dalam hal ini biasanya sang pelaku ikut kehilangan uang dengan jumlah yang lebih sedikit. Perbuatan seperti ini di lakukan untuk menghilangkan jejaknya. Karena toh ia juga sama-sama kehilangan.

  2. Saat terjadi keributan tentang pencurian biasanya sang pelaku ikut rebut juga, bahkan ia bisa lebih heboh membahas kejadian pencurian itu.

  3. Jika kejadian kehilangan uang itu sering terjadi atau bahkan bergiliran dari satu teman ke teman yang lain, maka sang pelaku adalah orang yang paling jarang kehilangan uang. Ia akan mengaku kehilangan uang saat telah ada orang lain yang kehilangan lalu dengan spontan ia juga mengaku mengalami kejadian serupa.

  4. Jika terjadi kehilangan maka setelah di analisa kronologis kejadianya maka sang pelaku selalu ada dalam aktivitas korban.

  5. Selang beberapa hari setelah kejadian kehilangan uang biasanya sang pelaku memakai sesuatu yang baru pada dirinya. Bisa itu berupa baju baru, sepatu, tas, atau barang-barang yang lainya.

  6. Dalam kehidupan sehari – hari maka pelaku tidak tampak seperti pencuri, bahkan ia cenderung baik dan mempunyai banyak teman. Hal ini di lakukan agar pikiran-pikiran buruk yang tertuju padanya akan hilang karena sifat kebaikanya selama ini. Juga untuk memperluas sasaran target yang akan ia curi.

  7. Perhatikan orang – orang yang jauh atau tidak begitu dekat denganya. Jika mereka aman-aman saja alias tidak pernah kehilangan uang maka bisa di pastikan orang yang kita curigai adalah benar-benar pelakunya.

  8. Pencuri yang ada di sekitar kita biasanya meninggalkan uang yang lebih kecil nominalnya, ia hanya mengambil uang yang nilainya paling besar pada dompet korban. Belum tau apa sebabnya namun ini merupakan pengalaman yang pernah terjadi pada kehidupan saya.

  9. Pencuri seperti ini bukan hanya dari kalangan yang kelas ekonominya rendah saja tetapi bisa dari kalangan orang yang bekecukupan. Hal ini di karenakan factor kebiasaan yang sudah ia alami. Kenikmatan yang sudah ia rasakan membuat sang pelaku untuk melakukanya lagi lagi dan lagi dan juga di karenakan tidak adanya tindakan terhadap kasus pencurian. Yang ada hanya keributan sebentar dan akhirnya keadaan kembali normal, begitu seterusnya.

  10. Sang pelaku biasanya mempunyai kebiasaan selalu memegang dompet atau tempat handphone yang bisa di isi uang pada setiap aktivitasnya. Hal ini di lakukan untuk menghilangkan jejak pada gerak gerik tanganya. Karena biasanya pencuri seperti ini memiliki kecepatan tangan yang luar biasa.

Demikian beberapa ciri-ciri yang bisa di jadikan pedoman dalam mengenali pencuri yang ada di sekitar lingkungan pergaulan sehari-hari kita.

Didalam teori psikologi, kita kenal dengan istilah Teknik Pertahanan Diri. Teknik ini digunakan seseorang untuk menolak realita yang ada pada dirinya. Nah untuk menggunakan teori ini, buat orang-orang yang anda curigai menjadi marah dengan tuduhan-tuduhan anda.

Dituduh sekali dua kali, biasanya orang bisa menahan diri, tapi kalau dituduh berkali-kali, pasti dia akan marah, apalagi kalau dia tidak melakukan seperti apa yang anda tuduhkan.

Lalu mengapa orang yang mencuri juga marah ketika dituduh mencuri ?

Itulah yang dinamakan self defenced. Pada dasarnya amarah yang dilakukannya hanya untuk menutupi realita yang ada.

Bagaimana membedakan marah alami dengan marah self defence ?

Orang yang benar-benar tidak mencuri seperti yang dituduhkan, akan marah setelah lebih dari 3 kali tuduhan itu dijatuhkan padanya. Sangat jarang mereka marah ketika pertama kali dituduh. Yang perlu diingat bahwa tuduhan itu dijatuhkan dalam rentang waktu yang tidak berdekatan .

Reaksi yang biasa diekspresikan bagi orang-orang yang tidak melakukan seperti yang ditudukan adalah ekspresi wajahnya sangat tenang, santai dan kalem menghadapi tuduhan itu. Pembelaan yang disampaikannya stabil, tidak berbelit-belit dan konsisten. Wajahnya tidak terlihat takut ketika diinterogasi dan yang paling penting, orang yang benar-benar tidak melakukan akan berani melakukan kontak mata (menatap) ketika diinterogasi.

Sedangkan, orang yang menjadikan amarah sebagai pertahanan diri, akan bereaksi dengan cara yang berbeda. Ketika awal dilakukannya interogasi, terdapat kemiripan ciri dengan orang yang benar-benar tidak melakukan. Tetapi itu hanya sementara. Di lain waktu, ia menunjukkan perbedaan ekspresi yang berbeda. Pembelaan yang dilakukannya menjadi berbelit-belit, tidak stabil dan yang paling penting, sangat tidak konsisten ketika ditunjukkan fakta-fakta yang menegasikan pembelaannya. Selama diinterogasi, muncul eksperis takut dan penuh beban, sehingga tidak berani mentapa mata orang yang bertanya.

Catatan : Jangan main hakim sendiri, karena untuk dapat menangkap ekspresi tersebut, membutuhkan keahlian khusus.