© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana cara mengelola pegawai milenial?

Generasi Milenial

Generasi Milenial (Generasi Y atau Gen Y) merupakan generasi yang hidup pada era digital, dimana teknologi sangat mendominasi kehidupan mereka. Para peneliti mengkategorikan generasi ini sebagai generasi yang lahir pada awal 1980-an dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

3 Likes

Menurut data dari BPS ( Biro Pusat Statistik ) tahun 2018, populasi generasi milenial di Indonesia sekitar 90 juta orang. Hal ini merupakan potensi besar bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh berkembang menjadi lebih maju. Salah satu ciri generasi milenial dalam urusan bekerja adalah mereka lebih tertarik memiliki pekerjaan yang bermakna (mempunyai nilai di mata mereka) dibandingkan hanya sekedar mengejar gaji yang besar.

Tuntutan generasi milenial saat ini adalah sebagai berikut,

“Jika seorang milenial ingin menjadi “valued knowledge workers”, mereka harus belajar untuk tidak hanya mengumpulkan informasi tetapi juga bagaimana memverifikasi dan memahami informasi-informasi tersebut dan paham terkait konteks-konteks yang diperlukan. Mereka dituntut dapat menganalisis, mensintesis, dan merepresentasikan informasi tersebut dengan cara yang relevan dengan masalah yang dihadapi, mereka perlu mengetahui lebih banyak hal serta mereka perlu belajar membaca secara mendalam dan tersirat. ”

Beberapa cara mengelola generasi milenial, menurut manajer-manajer global adalah sebagai berikut :

  • Jangan mempunyai anggapan bahwa Anda tahu apa yang dapat memotivasi mereka. Apa yang dapat memotivasi Anda belum tentu dapat memotivasi orang lain. Menyelaraskan seluruh anggota team dengan tujuan bersama adalah hal yang sangat penting. Hanya ada dua cara yang kredibel untuk menemukan apa yang dapat memotivasi anggota team anda, yaitu : bertanya dan mengamati. Anda mungkin mendapatkan respons yang jujur ​​atas pertanyaan langsung tentang apa yang memotivasi seseorang tetapi kemungkinan jawaban itu lebih idealis daripada realistis.

    Oleh karena itu, cara yang paling dapat diandalkan adalah dengan mengamati bagaimana mereka berperilaku dan berinteraksi di tempat kerja. Dengan mengambil waktu untuk melakukan bagian ini dengan benar, itu akan memungkinkan Anda, sebagai manajer, untuk mengambil pengetahuan tersebut dan memasukkannya ke dalam proses manajemen kinerja Anda.

  • Generasi Millenial sering disebut sebagai “digital natives” karena hubungan mereka yang khas dengan teknologi. Kondisi ini menyebabkan generasi milenial berbeda dengan generasi sebelumnya. Banyak penelitian yang menyarankan untuk menciptakan atau mengubah lingkungan kerja mereka menjadi hyperconnected, dimana hal tersebut akan membuat mereka bekerja lebih efisien dan / atau produktif. Beberapa rekomendasi yang disarankan adalah mengubah desain ruang kerja / kantor menjadi lebih seperti ruang tamu / lounge, sehingga mereka merasa lebih santai dan nyaman ketika bekerja.

  • Generasi milenial menginginkan / mengharapkan hubungan yang lebih pribadi dengan manajer mereka.

    Karena tuntutan tersebut, hubungan antara manajer dan anggotanya merupakan hubungan yang unik. Mereka harus dekat dengan Anda secara personal, walaupun mungkin anda tidak dapat menjadi teman dekatnya (sahabat), tetapi mereka harus nyaman dengan anda secara personal. Tetapi disaat yang sama mereka juga harus menjaga posisi bahwa Anda adalah atasan mereka yang harus dipatuhi, jangan sampai karena terlalu dekat membuat mereka berbuat “sesuka hatinya”.

  • Promosikan etos kerja yang kuat. Etika kerja adalah nilai berdasarkan kerja keras dan ketekunan. Adalah sebuah prinsip bahwa kerja keras merupakan perilaku yang berbudi luhur. Dengan kata lain, etos kerja adalah perilaku yang harus dipelajari.

    Beberapa cara yang disarankan agar anggota team Anda dapat fokus dan menghasilkan karya yang kuat adalah sebagai berikut :

    • Mengkomunikasikan dengan jelas etos kerja yang diharapkan;
    • Menunjukkan etos kerja yang TEPAT setiap hari;
    • Menghubungkan nilai-nilai etika kerja dengan gambaran besar (big picture) perusahaan

    Setelah standar kinerja ditetapkan, maka berikan ruang kepada anggota team Anda untuk menjalankan nilai-nilai yang baru terbentuk ini. Amati apakah standar mereka sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Referensi : Terence P. Malloy, (2018) “Managing millennials: tips for global managers”, Human Resource Management International

3 Likes