Bagaimana cara mengatur uang bulanan dengan baik?

Sebagai mahasiswa pasti banyak dari kita yang menjadi anak rantau, dan menjadi seorang anak rantau tidaklah mudah. Kita mulai dihadapkan oleh masalah – masalah dalam hidup. Kasus yang sering dihadapi oleh anak rantau adalah ketika harus dihadapkan dengan uang bulanan. Orang tua kita mulai memberikan uang bulanan sesuai dengan keperluan kita. Namun, munculnya faktor – faktor eksternal memicu munculnya berbagai pengeluaran tak terduga. Nah, maka dari itu Bagaimana sih cara mengatur keuangan untuk satu bulan dengan baik?

Tentu managerial uang merupakan tantangan besar bagi semua orang dikarenakan hal tersebut membuat seseorang menahan akan sesuatu yang dia inginkan. Tindakan yang terlihat mudah ini dalam realita kehidupan sungguh sangatlah sulit diterapkan. Sifat manusia yang tidak pernah puas akan suatu hal adalah faktor utama dalam ketidak berhasilan seseorang dalam menyimpan keuangan yang dimiliki.

Managerial keuangan tentunya harus diterapkan tidak hanya oleh anak kuliahan, tetapi semua orang pun tentunya membutuhkan kemampuan untuk menyimpan dan mengelola keuangannya masing-masing. Tidak masalah jika anda hanya dapat menyimpan dan mengelola keuangan sedikit demi sedikit, karena semua pasti berawal dari sesuatu yang kecil. Untuk dapat mengatur keuangan diperlukan keteguhan hati yang tinggi akan setipa penggunaan dan pengeluaran uang yang akan digunakan. Anda dipacu untuk berfikir secara kompleks agar dapat mengatur keuangan, yang dimana uang tersebut menjadi suatu permasalahan untuk anda bertahan hidup.

Berikut merupakan cara mengatur keuangan dengan baik dalam jangka waktu 1 bulan :

Bagian Pertama :
1. Make a Budget ( Membuat Anggaran )
Selama satu bulan, catat semua pengeluaran Anda. Anda tidak harus membatasi diri; hanya mendapatkan ide dari apa yang Anda menghabiskan uang pada setiap bulan tertentu. Simpan semua kuitansi Anda, catat berapa banyak uang yang Anda butuhkan, lalu perhitungkan berapa uang yang dikeluarkan dalam waktu yang ditentukan dan cari tahu berapa banyak uang yang tersisa. Sungguh membuat sebuah anggaran akan mendorong kalian untuk selalu mengawasi setiap pengeluaran uang yang dilakukan.

2. Be honest with yourself about your budget
( Jujurlah dengan diri Anda tentang anggaran Anda )

Ini adalah uang Anda, benar-benar tidak masuk akal berbohong kepada diri sendiri tentang berapa banyak yang akan Anda belanjakan saat menghasilkan anggaran. Satu-satunya orang yang Anda sakiti saat melakukan ini adalah diri Anda sendiri. Di sisi lain, jika Anda tidak tahu bagaimana Anda membelanjakan uang Anda, anggaran Anda mungkin memerlukan waktu beberapa bulan untuk memperkuatnya.

3. Keep track of your budget overtime ( Lacak anggaran anda dari waktu ke waktu )
Bagian yang sulit dari anggaran adalah biaya yang anda keluarkan bisa berubah dari bulan ke bulan. Tapi, hal bagusnya adalah dari suatu anggaran yang anda buat dimana kalian tetap bisa melacak setiap perubahan yang ada, sehingga memberikan anda gambaran akurat tentang uang yang anda gunakan. Menetapkan anggaran akan membuka mata anda untuk seberapa banyak uang yang anda pergunakan. Sadarilah, bahwa mereka yang telah memahami fungsi dari membuat sebuah anggaran adalah dapat menyesuaikan dirinya dalam pengeluaran dan membelanjakan uangnya untuk hal-hal kecil yang cantik. Menetapkan anggaran juga akan mengajarkan anda bahwa anda tidak pernah tahu kapan anda membayar sesuatu yang tidak terduga. Jika suatu saat ada kejadian yang tak terduga terjadi, maka anggaran tersebut akan membantu anda untuk menyesuaikan keuangan sesuai kebutuhan anda.

Bagian Kedua:
1. When you can borrow/rent, don’t buy ( Ketika anda dapat meminjam/menyewa, jangan membeli )
Merupakan konsep sederhana yang kurang begitu dipahami oleh kebanyakan orang. Dimana saat anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan sebuah ilmu tanpa mengeluarkan sepeser biaya yang sebenarnya diperlukan, tentunya menjadi sesuatu yang sangatlah baik dalam menghemat dan menyesuaikan pengeluaran uang anda. Namun, jika anda meminjam sesuatu dalam jangka waktu yang lama, maka dianjurkan untuk memilikinya sendiri agar memahami bahwa peminjaman bukan berarti sesuatu yang anda pinjam berpindah hak kepemilikan.

2. Spend what you have, not what you hope to make ( Gunakan sesuai kebutuhan, tidak sesuai keinginan semata )
Anda mungkin menganggap diri anda sebagai pencari nafkah yang dapat menerima penghasilan tinggi dari keuangan bulanan anda, tapi jika kenyataannya itu semua berbanding terbalik, sama hal nya seperti menembak diri Anda sendiri. Aturan dalam pengeluaran keuangan anda adalah jika tidak darurat dan uang tersebut hanya untuk digunakan sebagai keinginan semata, maka tahanlah keinginan tersebut dan rencanakan apa yang anda inginkan dengan mengelola keuangan anda. Jika tidak, anda dapat berakhir dalam kegiatan hutang piutang terhadap beberapa orang dikarenakan keinginan anda yang tidak terpenuhi.

Bagian Ketiga:
1. Build your Savings ( Membuat simpanan )
Anda pasti familiar dengan uang kaget, nah membuat simpanan adalah hal efektif untuk menyimpan keuangan anda, tidak masalah jika dalam jumlah yang sedikit dalam satu harinya, karena suatu saat ketika anda membutuhkan sesuatu yang sangatlah dibutuhkan oleh anda, uang simapanan tersebut bisa menjadi solusinya untuk anda. Mungkin ketika anda melihat hasil dari uang yang anda simpan tersebut, anda akan kaget melihat betapa banyaknya uang yang telah anda simpan, tanpa anda menyadarinya.

src :


Jika berbicara tentang uang bulanan tentu saja saya langsung teringat mahasiswa yang menyewa kamar karena merantau dari daerah nya asalnya dan saya juga merupakan salah satu dari mereka

Biasanya ketika beranjak kuliah, banyak di antara kamu yang mendapatkan uang saku secara berkala misalnya mingguan atau bulanan. Ketika mengalami situasi seperti ini, kamu dituntut untuk terampil dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran yang dibutuhkan. Jangan sampai pengeluaran yang terlalu banyak. Tidak jarang kamu mungkin mengalami kehabisan uang saku padahal “jatuh temponya” masih jauh. Tentunya hal ini akan berdampak pada kegiatan kamu ke depannya dimana kamu tidak dapat memenuhi kebutuhan kamu lainnya seperti makan. Jika berada pada kondisi seperti ini, demi bertahan hidup, bisa saja kamu menghubungi lagi orang tua untuk mendapatkan uang saku tambahan. Hal ini akan merepotkan kembali orang tua kamu nantinya.

Besar pasak dari pada tiang sampai kenaikan harga kebutuhan

Penyebab paling sering terjadi ketika uang saku habis sebelum masanya adalah ketidakmampuan kamu dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran, di mana pengeluaran yang kamu lakukan jauh lebih besar daripada pemasukannya alias besar pasar dari pada tiang. Misalnya jika kamu mendapat jatah uang saku bulanan yang kemudian habis untuk memberi barang-barang di luar kebutuhan atau di luar daftar belanja bulanan kamu dan kamu terlalu boros dan tergiur dengan penawaran-penawaran promo dan diskon yang tidak pernah berhenti di pusat perbelanjaan. Sangat banyak sekali yang mengalami seperti itu. Seharusnya yang baik itu, apa yang kamu keluarkan sama dengan apa yang kamu terima. Atau akan jauh lebih baik jika apa yang kamukeluarkan lebih kecil dari apa yang kamu terima.

Ubah mindset

Uang saku biasanya diberikan oleh orang tua kamu memang untuk memenuhi kebutuhan kamu. Namun sayang, beberapa dari kamu menganggap kebutuhan itu sebatas hanya untuk jajan saja. Ini adalah pandangan yang salah. Uang saku yang diberikan oleh orang tua kepada kamu memiliki tujuan lainnya yaitu untuk melatih kamu agar pandai mengelolanya sebaik mungkin. Sehingga ketika terjadi kebutuhan yang mendesak, kamu bisa mengatasinya sendiri sesegera mungkin tanpa perlu menunggu bantuan atau keputusan dari orang tua.

Buatlah perencanaan, kelompokkan kebutuhan

Dari uang saku yang diberikan oleh orang tuamu, kamu harus memiliki tujuan finansial yang bertindak sebagai pelajaran dasar dalam keuangan. Misalnya kamu ingin membeli sesuatu atau mencapai sesuatu yang belum tercapai sebelumnya. Jika kamu sudah tau apa yang menjadi goal setting kamu, tentunya agar segala sesuatunya berjalan dengan sangat baik, alangkah lebih baiknya jika kamu mencoba untuk merencanakan sesuatu yang bermanfaat, termasuk dalam mengelola keuangan kamu. Kamu bisa memulainya dengan cara mendata seluruh kebutuhan yang harus kamu penuhi. Setelah selesai, langkah selanjutnya adalah kamu harus bisa membedakan mana kebutuhan, keinginan dan harapan dan mengelompokkan setiap poin kebutuhan kamu kepada kelompok primer, kelompok sekunder dan kelompok tersier.

Kontrol diri, jangan boros

Menabung

Berbisnis

Menjadi seorang pengusaha bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk kalangan mahasiswa yang memiliki modal cukup terbatas. Kreativitas yang mereka miliki serta luasnya pengetahuan yang didapatkannya di bangku perkuliahan, menjadi bekal mahasiswa untuk menyiasati minimnya modal usaha yang mereka miliki. Keinginan untuk terjun di dunia usaha memang cukup sering kita temui dalam diri anak muda, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai mahasiswa. Meski untuk bisa menekuni bisnis sampingan di sela-sela jam perkuliahan tidaklah semudah teori yang dikatakan, namun semangat entrepreneur yang tertanam dalam dirinya cukup membantu mereka untuk menghadapi segala kendala usaha dengan mudah.

Pesan penting lainnya adalah agar kamu mulai membudayakan diri untuk menabung dan berinvestasi, karena roda kehidupan berputar begitu pula dengan roda ekonomi. Kebutuhan kamu akan meningkat semakin banyak, jangan sampai pemasukan kamu lebih kecil dari pengeluaran kamu

sumber :


https://www.mappingyourfuture.org/money/
https://www.nationwide.com/newsletter-featurestory-fall11.jsp
http://ekonomi.kompas.com/read/2016/09/21/053000526/7.cara.hemat.uang.khusus.mahasiswa