Bagaimana Cara Mengatasi Trauma Setelah Perpisahan?

S E PA RA T I ON

Pada titik tertentu di kehidupan, kita pasti akan mengalami perpisahan. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah, terutama jika kita berpisah dengan orang yang kita sayangi. Elizabeth Kübler-Ross dalam bukunya yang berjudul “On Death and Dying” menyatakan bahwa ada lima tahap kesedihan setelah seseorang mengalami perpisahan atau kehilangan, yaitu denial (penyangkalan), anger (kemarahan), bargaining (penawaran), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan). Namun, tahapan tersebut tidak selamanya dialami dengan lancar. Banyak orang yang merasa trauma setelah mengalami perpisahan. Ada yang hari-harinya dipenuhi oleh tangis, marah, dan bahkan ada yang menarik diri. Sifat manusia sangat berbeda, sehingga cara setiap manusia menyikapi perpisahan pasti juga berbeda.

Nah, apakah Youdics sudah pernah mengalami perpisahan? Menurut Youdics, bagaimana cara mengatasi trauma setelah mengalaminya?

Referensi

Stages of Grief: General Patterns for Breakups, Divorce, Loss, More

2 Likes

Tentu saja setiap orang mengalami permisahan entah perpisahan sementara ataupun perpisahan selamanya yang tak mungkin bertemu lagi, begitu juga saya. Berikut ada 5 cara mengatasi trauma setelah perpisahan dari Mark Tei (2020)

1. Hindari penyesalan

Mungkin terdengar sederhana tapi menghindari penyesalan merupakan salah satu cara yang vital dalam mengatasi trauma itu. Adakalanya penyesalan terjadi karena tidak bisa mengatakan perpisahan terakhir pada seseorang. Mungkin penyesalan itu awalnya hanya terasa kecil, tapi hal itu bisa menjadi penyesalan yang lebih besar saat keinginan bertemu dengan orang tersebut meningkat padahal bisa saja sudah tidak bisa untuk bertemu lagi. Penyesalan yang berlarut-larut tidak baik, maka lebih baik menghindarinya.

2. Kesadaran diri
Perpisahan akan membuatmu menyadari perasaan dimomen penting dalam kehidupan. Saat kamu mengalami perpisahan kamu terpaksa juga akan menganalisis kehidupanmu. Emosi yang kamu rasakan pada saat itu akan membuatmu memikirkan apakah sudah melakukan keputusan yang benar dan apakah jalan hidupmu sudah tepat. Sehingga perpisahan bisa saja membantu kesadaran diri.

3. Memisahkan diri dari ego (Detachment)

Segala yang ada dikehidupanmu, akan ada masanya untuk pergi. Setiap kali kamu menghadapi perpisahan, maka akan teringat tentang makna kehidupan dimana tidak ada yang bertahan selamanya termasuk waktu bersama dengan seseorang. Ini melatih diri untuk memisahkan diri dari ilusi yang egomu buat bahwa tidak akan ada perpisahan.

4. Lebih menghargai waktu

Tidak ada yang bertahan selamanya, termasuuk waktu bersama seseorang. Dengan menyadari bahwa waktu itu terbatas, Kamu akan mulai menganggap penting hal-hal yang mempengaruhi kehidupan. Kamu juga akan semakin lebih puas dengan apa yang dimiliki adn mulai mengusahakan yang terbaik untuk menikmati waktu bersama seseorang.

5. Pendewasaan emosi (Emotional Maturity)

Emotional maturity berlahan-lahan terbangun sehingga menjadikan diri lebih baik dalam mengatur emosi. Inti dari emotional maturity yaitu kontrol emosi dan tahan perilaku impulsif. Saat kamu tidak lari dari perpisahan, maka kamu memaksa diri untuk menerima kenyataan akan kepergian seseorang. Itu adalah salah kesempatan terbaik untuk menghadapi emosimu sendiri dan lama-kelamaan dengan melakukan hal tersebut dapat membangun kedewasaan emosi.

Summary
1 Like

Setiap orang pasti pernah mengalami yang dinamakan perpisahan, entah dengan teman, keluarga, atau bahkan orang terkasih. Ada orang yang dapat menanggapi perpisahan itu dengan baik, namun ada pula yang berujung pada gangguan psikologis, seperti depresi. Reaksi masing-masing orang terhadap trauma perpisahan juga berbeda-beda. Ada yang dapat membaik dengan sendirinya, ada pula yang menetap hingga waktu lama. Namun jika dibiarkan, trauma dapat mengganggu kehidupan.

Apakah aku pernah mengalami perpisahan? Ya, tentu saja aku pernah mengalami perpisahan, bahkan belum lama ini aku mengalaminya. Dan jika ditanya apakah trauma itu ada? Sudah pasti iya akan ada rasa dimana aku trauma. Bagaimana cara aku mengatasi trauma setelah mengalami perpisahan? Ada beberpaa cara yang memang aku lakukan seperti :

  1. Mencoba mensyukuri apa yang sudah terjadi dan mencoba untuk menenangkan diri.
  2. Tidak menyalahkan diri sendiri terhadap perpisahan dan trauma tersebut.
  3. Mencoba untuk kembali ke rutinitas seperti melakukan hal yang membawa dampak positif untuk diri sendiri.

Pada dasarnya memang trauma dan perpisahan akan menimbulkan perasaan yang kurang / tidak menyenangkan, dan menurut aku itu wajar. Hanya saja reaksi yang terjadi akan berbeda di setiap orang tergantung bagaimana cara kita menanggapi atau merespon perpisahan dan trauma itu. Jadi memang sudah sewajarnya juga untuk kita mencari cara yang terbaik untuk keluar dari trauma tersebut.

1 Like

Setiap orang yang mengalami perpisahan khususnya dengan orang yang mereka sayangi pasti merasa sedih. Hal itu sangatlah wajar karena perpisahan adalah suatu hal yang tidak kita inginkan. Sebagian besar orang yang mengalami perpisahan juga tidak jarang mengalami depresi hingga trauma yang sulit untuk dihilangkan hingga bertahun-tahun lamanya. Termasuk aku sendiri pernah mengalami hal tersebut, yaitu berpisah dengan seseorang karena suatu hal sehingga menimbulkan rasa takut dan cemas yang berlebihan. Namun, memang membutuhkan waktu yang lama untuk bisa pulih dan menerima keadaan hingga akhirnya semuanya bisa menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

Berikut terdapat beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasi rasa trauma:

  1. Cerita ke orang terdekat
    Bercerita kepada orang terdekat atau orang yang dapat dipercaya merupakan salah satu cara yang dapat menenangkan hati seseorang sehingga memiliki perasaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Hal ini karena cara tersebut mengarahkan kita untuk berpikir bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi hal itu.
  2. Curahkan melalui tulisan
    Jika takut untuk bercerita kepada orang lain, maka alternatifnya dapat dilakukan dengan mencurahkannya melalui tulisan. Mungkin pada awalnya hal ini kurang efektif dalam membantu, namun seiring berjalannya waktu kita dapat merasa lebih rileks dalam menuangkan perasaan melalui tulisan.
  3. Alihkan perhatian pada kegiatan yang menarik
    Apabila kita teringat kejadian-kejadian yang membuat trauma, coba untuk menenangkan diri secara perlahan. Namun, jika hal itu tidak berhasil maka sebaiknya alihkan perhatian kita pada hal-hal lain seperti melakukan aktivitas yang kita suka seperti olahrga, menonton film, bermain dengan teman, dan lain-lain.
  4. Hadapi ketakutan yang dirasakan
    Rasa trauma memang sulit dihadapi, namun jangan lari dari rasa trauma itu karena akan lebih sulit untuk pulih. Lebih baik hadapi rasa trauma itu dengan menetapkan mindest bahwa kita akan bisa melewati hal ini seiring berjalannya waktu.
  5. Mengenali trauma yang memerlukan perhatian serius
    Jika dirasa trauma tersebut menimbulkan stress dan rasa takut yang berlebih maka sebaiknya melakukan psikoterapi yang dipandung langsung oleh psikiater untuk memahami, mengelola, dan mengembangkan cara yang spesifik untuk menghilangkan trauma.
Sumber

Cara Menghilangkan Trauma yang Patut Dicoba - Alodokter

1 Like

Rasa trauma sendiri merupakan gangguan psikologis yang biasanya terjadi pada seseorang dengan suatu alasan, diantaranya [gejala-gejala konflik stess taruma dan frustasi, sehingga dari alasan itulah yang membuat kita merasakan sebuah perasaan yang menjadikan hidup kita seolah tidak bergerak, dan yang lebih berbahayanya lagi jika terjadi secara terus menerus malah akan menimbulkan penyakit depresi yang cukup berat. tentu hal ini harus segera diatasi, karena jika terjadi terus menerus malah akan membahayakan diri sendiri bahkan kehidupan kita ke depannya.

Seseorang yang terkena gangguan trauma yang satu ini bukan tidak mungkin akan mengehentikan semangat di dalam hidupnya dan jika semakin parah malah bisa membahayakan nyawa orang tersebut. untuk itu dalam artikel kali ini kita akan mengulas mengenai cara mengatasi trauma kehilangan.

  1. Jangan menyalahkan siapapun
    Rasa truma kehilangan memang bisa saja terjadi pada siapapun, sehingga hal tersebut bisa menimbulkan perasaan kecewa, tidak dapat menerima, perasaan deprsi, stress bahkan ada yang sampai ingin bunuh diri. Biasanya jika terjadi trauma kehilangan biasanya kita menyalahkan seseorang karena kejadian tersebut. malah tidak jarang ada juga yang terkadang menyelahkan dirinya sendiri. Sebaiknya hentikan menyalahkan siapapun, termasuk diri sendiri, sehingga lama-lama kita ikhlas menerima kenyataan tersebut.

  2. Menangislah
    Biasanya secara naluri kemanusian seseorang yang mengalami rasa kehilangan akan menumpahkan perasaan sedihnya dengan menangis, tapi ada juga yang ebrusaha tabah sehingga memendam rasa sedih agar tetap terlihat tabah, padahal secara psikologis hal tersebut bisa berdampak buruk pada kondiis kejiwaan, untuk itu cobalah menangis sepuasnya dengan meluapkan seluruh perasaan yang ada di dalam diri agar bisa kembali bangkit dan menghilangkan beban yang ada di hati.

  3. Mencoba menghadapi perasaan tersebut.
    Rasa sedih akan kehilangan itu merupakan hal yang sangat normal, sehingga tidak apa untuk menghadapi perasaan anda sendiri merupakan jalan yang terbaik.Cobalah hadapi dengan senyuman, jika ingin menangis, mennagislah, namun kemudian bangkit dan lupakan.

  4. Berikan waktu untuk diri sendiri
    Cobalah beri ruang untuk diri anda sendiri. Memang semua yang anda alami bukanlah yang mudah, namun jika anda mampu mengehadapinya secara tidak langsung dan sedikit demi sedikit anda pun akan bisa menerima kenyataan pahit tersebut, kehilangan bukanlah hal yang mudah namun sebaiknya jangan terlalu terlarut dengan perasaan tersebut.

  5. Cobalah untu terbuka
    Kebanyakan seseorang yang mengalami trauma, khususnya lebih sering menutup dirinya sendiri, karena mengangap tidak ada yang paham dan juga mengerti mengenai dirinya. Untuk itu cobalah untuk terbuka, baik pada keluarga aupun sahabat yang memang paham mengenai situasi yang kamu alami agar dapat merasakan perasaan yang jauh lebih baik lagi.

  6. Berfikir positif
    Setiap kejadian atau peristiwa tentu saja akan selalu ada hikmah dibalik hal tersbeut. Untuk itu cobalah berfikir positive dan mengatakan pada diri sendiri bahwa selalu ada hikmah atas kejadian yang sedang di alami.

  7. Mengatur pola tidur
    Biasanya seseorang yang sedang terkena trauma akibat kehilangan akan lebih sulit untuk menikmati tidurmya, hal ini malah akan berdampak buruk untuk tubuhnya, untuk itu sebaiknya perbaiki kembali pola tidur agar nantinya tubuh pun akan menajdi lebih sehat dan tidak sakit.

Summary

12 Cara Mengatasi Trauma Kehilangan - DosenPsikologi.com