Bagaimana cara mengatasi stres di tengah pandemi COVID-19?

stress

  Stress merupakan bagian dari proses adaptasi terhadap persoalan atau perubahan yang terjadi dalam hidup. Stress dapat dijumpai di berbagai tempat, baik itu di rumah, tempat kerja, lingkungan sekitar, dan sebagainya serta dapat berbentuk kecil, sedang, ataupun besar. Oleh karena itu, stress tidak dapat dihindari dan bersifat dasar netral. Saat ini, beberapa orang juga dapat terkena stress saat pandemi. Mengingat siapapun dapat mengalami stress dimanapun, dan kapanpun, stress harus dapat dihadapi dengan cara-cara yang objektif, proporsional, dan realistis.

  Seperti yang kita tahu pada masa pandemi banyak perubahan dan tekanan yang timbul secara cepat, maka dari itu tidak menutup kemungkinan bagi seseorang untuk mengalami stress. Menurut youdics bagaimana sih cara mengatasi stres di tengah pandemi Covid-19?

Berikut ini adalah beberapa coping stress selama pandemi covid-19 :

  1. Meditasi dapat memberikan perasaan tenang, damai, dan keseimbangan batin bagi
    individu dan ketika meditasi dapat menghilangkan pikiran-pikiran yang kurang penting serta berlebih yang membuat stres. Meditasi dapat memberikan manfaat berupa kesejahteraan mental seperti meningkatkan kemampuan untuk mengatur dan menurunkan tingkat stres (MayoClinic, 2020).
  2. Olahraga mampu menurunkan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol pada individu serta membantu memproduksi hormon endorphin yang mampu mengurangi tingkat stres pada individu (HarvadHealthPublishing, 2020).
  3. Mendengarkan musik memberikan efek relaksasi yang dapat berpengaruh pada
    pikiran dan badan individu, seperti menenangkan detak jantung dan nadi, menurunkan tekanan darah, menurunkan hormon stres (Collingwood, 2020).
  4. Membaca membuat individu untuk fokus pada kata-kata yang berada di dalam
    buku yang membuat individu teralihkan dari stressor yang biasa mereka rasakan dan
    membaca dapat merelaksasi tubuh kita dengan menurunkan detak jantung dan
    meredakan ketegangan otot tubuh (UniversityOfMinnesota, 2016).
  5. Menulis seperti halnya membuat jurnal (buku harian, surat kabar, majalah, dan
    lainnya) dapat menjadi penurun stres dengan berfokus pada satu pemikiran menulis,
    membersihkan pikiran dari stressor dan membantu dalam problem solving individu
    (Tams, 2013).
  6. Memasak dengan menyiapkan makanan yang bernutrisi membuat otak kita
    sehat, proses memasak dapat menjaga kesehatan mental dengan berfokus pada proses memasak dan mengurangi gangguan dari stressor, dan ketika menyajikan masakan
    akan ada rasa puas atau apresiasi terhadap masakan yang membuat individu merasa
    lebih baik secara mental, selain itu juga memasak membuat individu gembira dan lebih kreatif (Andrews, 2015).
Salah satu mengatasi stress adalah bermain game yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, bisa di HP, tablet, maupun pc. Riset tentang pecinta game masa kini mengungkapkan bahwa bermain video game telah menjadi salah satu cara untuk mengatasi stres. Riset dilakukan dengan mewawancarai 1.000 gamer dengan usia 18 hingga 30 tahun tentang pandangan mereka terhadap game. Hasilnya, periset menemukan bahwa 55% perserta riset bermain video game karena membantu mereka untuk menghilangkan stres. Sementara itu, sebesar 47% mengaku saat mereka menang dalam permainan, itu memiliki dampak positif pada kehidupan mereka di dunia nyata. Ini memungkinkan mereka untuk melihat aspek lain dari kehidupan mereka secara lebih positif. Dalam bermain game tidak hanya tentang menyelesaikan suatu teka-teki atau rintangan, tetapi kita bisa membuang stress dengan mengobrol dengan teman maya didalam game, melakukan hal yang menyenangkan bersama selama didalam game, dan lain-lain.

Paparan hasil dari sumber covid19.co.id menunjukkan bahwa dampak dari pandemic covid-19 ini menimbulkan stress bagi masyarakat yang merasakannya. terdapat beberapa ahli mendefinisikan stress yang berbeda-beda. menurut Robbins (2001) menyatakan stress adalah suatu kondisi yang dapat menekan keadaan psikis individu dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapainya tersebut akan terasa lebih adanya Batasan atau hambatan. sedangkan menurut Weinberg dan Gould (2003) stress tersebut adanya ketidakseimbangan antara tuntutan fisik atau psikis seseorang untuk kemampuan untuk mencapai atau memenuhinya.
Selama adanya pandemic covid-19 ini terdapat beberapa stress yang ditimbulkan antara lain stress akademik, stress kerja, dan stress dalam keluarga. dengan adanya muncul beberapa stress maka tetap perlu mengetahui terlebih dahulu akan tanda-tanda munculnya stresss seperti apa sebelum melakukkan bagaimana cara coping stressnya.

  1. Memiliki rasa khawatir sehingga munculnya pikiran-pikiran yang tidak rasional
  2. berpikiran negative pada seseorang yang memiliki tanda penderita
  3. membaca berita-berita palsu atau hoax dan tanpa mencari referensi berita lain yang akurat sehingga munculnya rasa cemas
  4. sakit kepala serta fisik lainya.
    Ketika sudah mengerti bagaimana tanda-tanda munculnya stress akan pandemic-covid19 ini perlu adanya bagaimana mengatasi stress tersebut, ada banyak sumber seperti apa dan bagaimana mengelolah stress dengan baik. penting bagi seseorang untuk memahami dalam mengatasi stress, karena itu dengan memahami teori dan konsep stress seseorang dapat secara penuh dalam mengontrol diri dan dan emosinya sehingga indvidu tersebut memiliki kemampuan untuk mengatasi stress yang dimilikinya. Menurut Lazaruz dan Folkman, copng stress merupakan proses individu untuk mengelolah tuntutan-tuntutan baik dalam diri atau lingkungan dengan sumber-sumber daya yang dimilikinya untuk mengatasi situasi yang penuh tekanan. terdapat 2 jenis coping stress yaitu emotion focus coping dan problem focus coping. pertama, emotion focus coping ini digunakan untuk bagaimana seseorang merespon stress dengan emotional, biasanya dengan cara mengkonsumsi obat, meniadakan informasi yang tidak menyenangkan, jika tidak dapat mengatasi stress inividu tersebut maka cenderung untuk mengatur emosinya. kedua problem focus coping ini dalam mengatasi stressnya individu tersebut lebih membuat cara-cara yang baru dan cenderung dapat mengubah situasi, biasanya coping ini dilakukan oleh para kalangan dewasa. ada delapan strategi coping yang berbeda secara umum yang dikenal dalam psikologi antara lain konfrontasi, mencari dukungan sosial, rencana pemecahan masalah dengan problem focus coping, control diri, penilaian kembali secara positif, menerima tanggung jawab, dan lari atau menghindar. Menurut WHO sendiri terdapat strategi untuk mengatasi stress selama pandemic covid-19 yaitu berbagi cerita kepada orang yang dapat dipercayai bisa membantu mengurangi rasa tertekan, makan-makanan yang sehat, menghindari rokok, narkoba atau alcohol untuk menyelesaikan masalah emosi, dan mencari berita yang kredible sehingga agar tidak munculnya rasa cemas dan takut. Jadi menurut penulis bahwa dengan adanya situasi pandemic covid-19 ini perlu adanya bagaimana untuk tetap beradaptasi seperti menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, menjaga psikis dengan mencari berita yang kredible, berbagi cerita kepada orang-orang terdekat yang dapat mengurangi rasa cemas atau takut, dan tentunya tetap menjaga protocol kesehatan yang telah diterapkan seperti social distancing, dan memakai masker jika keluar rumah.

Sumber :
Muslim, M. (2020). Manajemen Stress pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Manajemen Bisnis, 23 (2), 192-201.