Bagaimana cara mengatasi penyakit white feces disease (WFD) pada udang?

Udang adalah hewan yang hidup di air. Hewan ini bisa terkena penyakit juga seperti hewan lainnya. Salah satu penyakitnya yaitu penyakit WFD. Bagaimana menanganinya?

Penyakit WFD atau disebut juga penyakit kotoran putih ini sempat mewabah di tahun 2016 kemarin, sampai mengakibatkan penurunan produksi udang vanamei nasional. Pasalnya, penyakit ini selain menurunkan FCR, juga menghambat pertumbuhan sampai menurunkan survival rate udang dari 90% menjadi 70%.

http://efishery.com/sites/wp-content/uploads/2017/09/Penyakit-WFD-300x271.png

Tidak hanya memproduksi banyak kotoran putih yang mengambang di permukaan, udang yang terserang WFD juga kulit luarnya mengelupas dan terdapat parasit berbentuk cacing di dalam ususnya. Penyakit ini disebabkan oleh parasit dan bakteri Vibrio yang muncul ketika kualitas air menurun, seperti menumpuknya sisa pakan yang akhirnya menjadikan banyaknya senyawa organik di perairan tambak.

Untuk itu, mengatasi penyakit WFD ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kebersihan media hidup udang, di antaranya:

  • Menambahkan disinfektan berbagai jenis agar ampuh membunuh organisme merugikan. Contohnya seperti kaporit (10 ppm selama 7 hari), BKC atau Benzalkonium Chloride 100% (2 ppm selama 2 hari), dan formaldehid (10-15 ppm selama 5 hari).
  • Menambahkan probiotik yang menekan pertumbuhan parasit dan bakteri Vibrio. Bisa juga menambahkan bawang putih sebanyak 5-10 gram/kg pakan.
  • Mengurangi padat tebar. Padat tebar maksimal 80 ekor/m2 terbukti mampu menghilangkan wabah WFD.
  • Menerapkan biosekuriti, yaitu sistem yang meminimalisir masuk-keluarnya patogen dari luar seperti membuat tandon

Referensi: http://efishery.com/efishery-university/siar/mengatasi-penyakit-ikan-dan-udang/