Bagaimana Cara Mengatasi Penurunan Fungsi Ginjal?

Bagaimana Cara Mengatasi Penurunan Fungsi Ginjal?

Penderita penyakit ginjal mungkin perlu mengonsumsi obat-obatan, melakukan diet, bahkan menjalani dialisis ataupun transplantasi ginjal untuk mempertahankan fungsi ginjal dan mencegah kondisi makin parah.

Obat-obatan
Mengonsumsi obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan diabetes dapat memperlambat kerusakan ginjal. Beberapa obat yang sering kali diberikan di antaranya adalah:

Obat antihipertensi untuk mengatur tekanan darah.
Obat diuretik untuk meningkatkan pengeluaran urine.
Obat pengikat fosfat untuk mengontrol kadar fosfat.
Obat untuk menjaga fungsi jantung.
Beberapa orang juga mendapatkan obat artritis dan obat lainnya bila memang disertai penyakit tersebut. Pahami semua obat yang diresepkan oleh dokter dan konsumsi sesuai anjuran yang diberikan.

Diet
Penderita penyakit ginjal membutuhkan pengaturan makan (diet) untuk memertahankan kondisinya. Terdapat 5 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

Mengurangi asupan garam dan sodium.
Memerhatikan jumlah dan jenis protein yang dikonsumsi. Jangan mengonsumsi protein terlalu banyak.
Pilihlah makanan yang juga baik untuk jantung guna menghindari penumpukan lemak di pembuluh darah, hati, dan ginjal. Misalnya, daging rendah lemak, ayam tanpa kulit, ikan, kacang-kacangan, sayuran, dan buah.
Saat fungsi ginjal mulai menurun, kamu juga perlu mengurangi makanan yang mengandung fosfor dan kalium.

Dialisis
Dialisis dilakukan untuk menggantikan fungsi kerja ginjal dalam menyaring zat-zat sisa dan cairan ekstra dari darah. Terdapat 2 jenis dialisis, yaitu hemodialisis (cuci darah) dan dialisis peritoneal. Namun jenis hemodialisis paling sering diterapkan.

Hemodialisis akan menyaring darah dengan bantuan mesin pencuci darah. Kemudian darah yang bersih akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh.

Transplantasi Ginjal
Pilihan lain untuk mengatasi penurunan fungsi ginjal dan memperoleh hidup berkualitas adalah dengan melakukan transplantasi ginjal. Prosedur ini dilakukan dengan menanamkan ginjal baru yang sehat untuk menggantikan peran ginjal yang rusak.

Penanganan berupa dialisis dan transplantasi dibutuhkan bila penyakit sudah memasuki fase gagal ginjal. Pada kondisi ini, ginjal tidak bisa lagi menjalankan fungsinya.