Bagaimana cara mengatasi pasangan yang keras kepala ?

Keras kepala sering didefinisikan sebagai tidak mau menurut nasihat orang, tegar, atau kepala batu. Bagaimana cara mengatasi pasangan yang keras kepala ?

Beberapa cara jitu menghadapi pasangan yang keras kepala :

  1. Menunggu sampai emosinya mereda
    Ketika dia sedang emosi, apa pun yang kamu lakukan atau katakan tak akan bisa diterimanya dengan baik. Dia merasa diserang olehmu dan akan melakukan apa pun untuk mempertahankan bentengnya. Sudahlah Bela, tak ada gunanya memaksakan pembicaraan dengannya. Tunggu saja sampai amarahnya menyurut dan dia bisa berpikir jernih, baru lanjutkan percakapan kalian dalam suasana yang lebih tenang.

  2. Tahan diri untuk tidak melawannya
    Ingatlah bahwa api tidak bisa dilawan dengan api. Jadi ketika dia mulai terbakar emosi, tarik nafas dalam dan katakan pada dirimu sendiri, “Saat ini akan berlalu juga pada akhirnya. Melawannya sekarang tidak bakal menghasilkan pemecahan masalah atau membuatnya lega. Justru akan memperkeruh suasana,”. Dengarkan saja seluruh ocehannya dan tanggapi dengan, “Iya, aku mengerti kok sayang,”.

  3. Sampaikan maksudmu dengan ikhlas
    Orang yang keras kepala sulit menerima hal-hal di luar nalarnya. Maka itu, ketika sedang menyampaikan maksudmu, jangan berputar-putar atau mengandung makna tersirat. Jelaskan dengan runtut, jujur, dan dengan logika yang mudah diterima. Hindari berkata, “Pokoknya aku maunya kamu begini,” atau, “Aku nggak suka aja kalau kamu begitu.”. Ganti dengan, “Aku paham kok kalau kamu pergi sama teman-temanmu, kamu pasti tak mau diganggu. Tapi kadang aku cemas juga, kan kamu kalau main sama mereka pulangnya bisa sampai larut malam. Nah, aku jadi merasa nggak tenang kalau aku nggak tahu di mana keberadaanmu. Jadi aku bukannya melarang kamu, sayang.”.

  4. Jangan memotong saat dia bicara
    Biarkan dia menyelesaikan kalimatnya tanpa interupsi. Semakin sering kamu memotong kata-katanya, dia akan semakin tak mau kalah. Kamu juga akan lebih mengerti apa yang dia maksud kalau kamu menunggu hingga ia selesai bicara.

  5. Gunakan nada bicara yang rendah
    Pacar yang keras kepala selalu menganggap bahwa konflik atau perbedaan pendapat adalah medan perang yang harus ia menangkan. Jadi jangan sampai kamu menciptakan kesan bahwa kalian sedang bermusuhan, ya. Caranya dengan menjaga nada bicaramu agar tidak meninggi.

  6. Berikan contoh yang baik
    Bela, orang yang keras kepala memiliki cara belajar yang berbeda. Mereka cenderung lebih suka diperlihatkan contoh dan teladan yang baik daripada diberitahu mana yang benar. Mereka benci didikte dan dituntut. Nah, jadilah contoh untuknya. Misalnya dia tak pernah mau diajak pergi bersama teman-temanmu, kamu sendiri harus berinisiatif dan mau bermain bersama teman-temannya. Jangan malah terus-terusan menagihnya untuk kumpul bersama gengmu.

  7. Tunjukkan rasa sayangmu padanya
    Kepala yang sebeku es itu bisa dicairkan kalau hatinya hangat lho, Bela. Dengan menunjukkan perhatian dan rasa sayangmu padanya, dia akan perlahan luluh dan melihat bahwa ia bisa memercayaimu. Meskipun akan memakan waktu yang lama, nantinya kalian akan merasa sangat bersyukur memiliki satu sama lain.

  8. Akhiri setiap argumen baik-baik
    Kalau kalian baru saja beradu pendapat atau bertengkar, akhiri dengan nada yang positif. Katakan bahwa kamu senang ia mau jujur padamu. Kamu juga bersyukur bahwa kalian bisa membicarakan masalah ini dengan baik. Dengan begitu, ia akan melunak dan berusaha supaya lain kali dia bisa lebih menekan egonya.

  9. Pahami alasan dan penyebab sikapnya
    Tak mengetahui alasan mengapa ia sangat bersikukuh pada pandangannya itu memang membuatmu sangat frustasi. Jadi, alangkah baiknya kalau kamu berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan dia begitu keras kepala. Mungkin dia sangat insecure dan ingin melindungi dirinya sendiri dari ancaman atau sejak kecil ia dididik dengan keras. Memahami alasan-alasan ini akan membantumu bersabar menghadapinya dan tahu apa yang harus dilakukan.