Bagaimana cara mengatasi kutu air?

Kamu bisa mengenali kutu air bila terdapat area di kaki yang bau, terasa gatal, seperti terbakar juga tersengat. Pada area gatal tersebut, kulit juga bersisik dan berwarna kemerahan. Tak hanya itu, kulit juga mungkin melepuh, mengelupas, dan pecah-pecah.

Kutu air dapat terjadi di salah satu atau kedua kakimu. Kondisi ini juga umum dikenal dengan nama kaki atlet (athlete’s foot). Pasalnya, kutu air umum ditemukan pada atlet. Bagaimana cara mengatasi kutu air?

Sebagian besar kasus kutu air dapat disembuhkan lewat obat anti jamur (krim, gel, losion, bedak) yang dijual secara bebas. Pilihlah kemasan dengan kandungan miconazole atau ketoconazole.

Kamu perlu tetap perlu mengoleskan obat tersebut selama beberapa waktu meski ruam telah menghilang untuk mencegah kutu air muncul kembali.

Selain menggunakan obat dan menghindari penyebab kutu air, kamu juga bisa mengatasi kondisi dengan merendam kaki dalam air cuka atau air garam. Cara ini dapat membantu mengeringkan lepuhan yang mungkin muncul.

Bila area kutu air tidak melepuh atau pecah-pecah, kamu boleh membersihkan lapisan-lapisan kulit mati yang rontok dengan sikat bertesktur lembut sebelum mengoleskan salep anti jamur.

Jika kondisi tidak kunjung membaik, kamu disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat memberi obat anti jamur yang lebih kuat.

Penyebab kutu air terjadi karena infeksi jamur. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada orang yang sering membiarkan kakinya dalam kondisi hangat dan lembap, seperti jarang mengganti kaus kaki.

Untungnya, sebagian besar kutu air dapat ditangani dengan obat anti jamur. Namun, bila kondisi tidak membaik, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, kutu air bisa menular dan menyebar ke bagian tubuh lain!