Bagaimana cara mengatasi keasaman pada air kolam lele ?

Apabila pH air sudah menjadi terlalu asam, akan mempengaruhi metabolisme lele sehingga membuatnya lemah dan cenderung mengambang di permukaan air, terutama di pinggir-pinggir kolam. Apabila keasaman ini terus berlanjut dapat menyebabkan kematian masal pada lele-lele tersebut. Bagaimana cara mengatasinya ?

Untuk mengatasi masalah lele yang mengambang di permukaan air dapat dilakukan dengan mengganti air kolam secara berkala. Penggantian air ini bertujuan untuk menjaga pH kolam agar tidak terlalu asam sehingga tidak mengganggu metabolisme lele. Selain itu, pemberian garam pada kolam juga akan menjaga pH kolam sehingga tidak mudah berubah dan garam (apabila tidak terlalu banyak) juga aman bagi lele.

Namun sebaiknya para peternak lele melakukan tindakan pencegahan agar kejadian ikan mengambang tidak terjadi. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kualitas kolam lele. Apabila daerah tempat budidaya anda sulit memperoleh air, dapat diatasi dengan mengembangkan kolam organik dengan air hijau yang ditumbuhi alga. Alga yang menyebabkan air hijau ini mampu menghancurkan kotoran lele dan menetralkan efek racunnya, selain itu keasaman air hujan juga dapat dinetralkan oleh alga-alga baik tersebut.

Sumber: https://tanikan.blogspot.co.id/2015/01/ikan-lele-mengambang-di-permukaan-air.html

Faktor kualitas air menjadi asam lebih banyak dipengaruhi oleh asam proses pembusukan bahan-bahan organik yang mengandung belerang oleh bakteri anaerob. pH air yang ideal untuk ikan lele adalah antara 7 - 8. Lele lebih toleran terhadap air basa dibandingkan dengan air yang bersifta asam.

Karena faktor air asam pada kolam lele disebabkan adanya proses pembusukan bahan-bahan organik (misalnya kotoran ikan, pakan yang tidak dimakan dll) oleh bakteri anaerob, maka cara terbaik adalah dengan menggunakan sistem aerasi menggunakan aerator. Dengan adanya aerasi, selain membantu melepaskan Amoniak di air ke udara, juga dapat membantu bakteri aerob melakukan mengurai bahan-bahan organik tersebut.

Sistem yang paling ideal adalah dengan menggunakan sistem resirkulasi air, dimana air diproses didalam filter-filter untuk membantu menjaga kualitas air tetap bagus. Kelemahannya adalah dibutuhkan biaya yang besar untuk modal membuat sistem resirkulasi tersebut.

Cara lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan probiotik, sehingga kualitas air yang ada dapat dijaga kualitasnya dengan cara penambahan bakteri-bakteri baik.

Tetapi, apabila sumber air yang ada di kolam melimpah, maka sebaiknya dilakukan pergantian air 1/4 dari volume total setiap hari, sehingga air tetap terjaga kualitasnya. Untuk pembuangan air, sebaiknya mengggunakan cara di siphon, yaitu dengan menyedot air dasar kolam sehingga kotoran-kotoran yang mengendap juga dapat dihilangkan ketika melakukan pergantian air. Apabila dirasa terlalu berat, maka dapat digunakan cara dengan merancang pembuangan kolam, agar kotoran ikan dapat tersedot dengan baik. Kolam terbaik untuk kondisi ini adalah dengan menggunakan kolam bulat, sehingga kotoran dapat berkumpul di tengah kolam.