© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana cara mengatasi complex trauma ?

kompleks trauma

Complex trauma atau biasa juga disebut dengan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) merupakan keadaan dimana mental mengalami serangan panik dikarenakan adanya trauma pengalaman di masa lalu. Pada umumnya, mengalami kejadian traumatis adalah hal yang sangat berat.

Bagaimana cara mengatasi complex trauma ?

Sebagian orang yang mengalami trauma kemaudian akan mengembangkan coping strategies yang diyakininya bisa mengurangi atau meredam perasaan-perasaan negatif (Rollins, 1996). Beberapa cara yang umumnya dilakukan adalah secara verbal seperti menangis, berteriak-teriak, serta secara non verbal seperti berjalan-jalan atau berdiam diri di kamar dan tidak mau bergaul dengan orang lain di luar rumah (Kelly, 1988).

Konseling dan pendampingan psikologis penting bagi para korban yang mengalami trauma, tetapi perlu juga psikoterapi. Psikoterapi bisa diberikan dengan pendekatan cognitive reappraisals yang tujuan utamanya adalah meredefinisikan kejadian traumatis yang dialami, dan membantu korban untuk berpikir positif (Rollins, 1996). Terapi, khususnya terapi behavioral kognitif (CBT) atau terapi proses kognitif yang dikembangkan untuk mengurangi simtom-simtom stres pascatrauma pada korban pemerkosaan juga bisa menjadi efektif dengan formula yang tepat bagi korban (Foa et al., 1991; Resick & Schnike, 1992).

Dua pendekatan behavioral kognitif yang juga efektif diaplikasikan pada korban adalah stress inoculation techniques (SIT) dan prolonged exposure (PE) (Foa et al. 1991 dalam Rollins, 1996). Termasuk dalam pendekatan SIT adalah latihan bernafas, relaksasi otot, penghentian pemikiran obsesif, yang efektif bagi simtom yang tampak. PE bisa dilakukan dengan cara korban menceritakan kejadian yang dialaminya dan direkam, kemudian ia mendengarkannya kembali selama beberapa sesi. Teknik ini dapat mengurangi kecemasan, depresi, dan distres yang berkaitan dengan kejadian dalam jangka panjang pasca kejadian. Sementara itu, penekanan CPT adalah pada ekspresi afek, di mana komponen eksposumya adalah menuliskan dan membaca kembali detail kejadian.

Komponen kognitif terdiri dari:

  • pelatihan untuk mengidentifikasi pemikiran dan afek
  • teknik untuk menantang keyakinan maladaptive
  • penyusunan modul yang spesifik dengan sasaran lima area keyakinan: safety, trust, power, esteem, dan intimacy (Resick & Schnike,l 992).