Bagaimana cara mengatasi berita hoax?

Akhir-akhir ini banyak sekali berita yang tidak jelas kebenarannya atau bisa dikatakan sebagai berita “hoax” menyebar di dunia maya. Informasi ini dimunculkan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab. Misalnya pada tgl 13 Mei kemarin banyak sekali berita “hoax” muncul berkaitan dengan aksi terorisme yang ada di Surabaya. Berita tersebut sangat meresahkan karena membuat masyarakat ketakutan dengan berita yang beredar

Oleh sebab itu, penting untuk kita selalu berhati-hati dengan berita-berita yang muncul. Terlebih jika kita sudah terhasut dengan berita “hoax” dan ikut menyebarkan informasi palsu itu maka akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah. Bagaimana caranya agar kita tidak terhasut oleh berita _hoax _ dan bagaimana cara mengatasi penyebarannya?

Cara mengatasi berita Hoax :

1. Hati-hati dengan judul provokatif
Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.

Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebabagi pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati alamat situs
Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3. Periksa fakta
Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.

Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto
Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikut serta grup diskusi anti-hoax
Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

Sumber : https://kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media

Akhir-akhir ini dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab. Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah. Berikut cara cara menagkal berita hoax yang menyebar :

Jangan mudah terprovokasi dengan judul berita

Artikel dengan judul clickbait memiliki isi yang sama sekali tidak berhubungan dengan headline artikel. Berita semacam ini biasanya dibuat dengan tujuan tertentu, misal untuk mendongkrak jumlah visitor atau viewers, yang pada akhirnya berhubungan dengan seberapa banyak uang yang bisa didapatkan. Baca dan pahami dengan perlahan agar tidak terprovokasi. Biasanya, berita hoax menggunakan judul berita bertipe clickbait ini.

Hati-hati dengan judul provokatif

Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax. Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya kita mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya kita sebabagi pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

Bersikap kritis terhadap apapun yang didapat

Seperti yang telah diketahui, siapapun bisa menulis berita di internet. Namun tak semua orang memiliki kapasitas serta tanggung jawab terhadap apa yang ditulis. Untuk itu kita harus mencari tahu apakah berita tersebut valid.

Cermati alamat situs

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat url situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan. Menurut catatan dewan pers, di indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

Utamakan logika

Selanjutnya, selalu gunakan logika saat mendapati suatu berita yang belum diketahui kebenarannya. Seperti berita tentang konspirasi corona yang santer terdengar hingga broadcast yang menggiring opini agar masyarakat meninggalkan protokol kesehatan karena disebut bahwa corona hanya akal-akalan. Padukan dengan data dan jurnal ilmiah. Sudah banyak contoh bahaya berita hoax covid-19, sehingga kita perlu benar-benar menyikapinya dengan bijaksana dan mencegah penyebaran berita hoax tersebut supaya tidak semakin luas.

Periksa fakta

Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti kpk atau polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

Cek keaslian foto

Di era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian google images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

Lakukan konfirmasi

Selalu tanyakan kepada lembaga yang bersangkutan. Lembaga profesional tidak akan mungkin sembarangan dalam menyampaikan berita kepada masyarakat. Tak ada salahnya jika kita mem-follow akun-akun media sosial yang memang sudah terpercaya dalam menyampaikan konten.

Hoax merupakan berita palsu yang dibuat oleh oknum dan dapat memberikan dampak negatif bagi pembacanya.

Luthfie (2017) mengatakan ada 3 cara untuk memerangi berita hoax (dalam Yovita, 2017), yaitu:

  1. Penegakan Hukum
    Menegakkan hukum bagi para pembuat berita palsu sangat diperlukan. Ditambah di Indonesia telah memiliki UU ITE yang memperkuat hukum tersebut.

  2. Bekerjasama dengan Platform
    Media sosial menjadi tempat berita hoax untuk dapat tersebar kepada masyarakat. Pemerintah dapat bekerjsama dengan penyedia platform guna memerangi berita hoax dan pemerintah dapa memberikan sanksi apabila platform tidak menindak berita hoax tersebut.

  3. Edukasi Masyarakat
    Selain pemerintah, masyarakat sebagai target berita hoax juga harus mengerti dan memilah-milah berita agar berita yang dikonsumsi merupakan berita yang faktual dan terpercaya. Pemerintah menyediakan platform untuk pengaduan berita hoax melalui email [adukonten@mail.kominfo.go.id]

Reference:
Yovita. (2017). 3 langkah penting memerangi hoax. Diakses: Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Penyebaran berita hoax yang sering terjadi di Indonesia mungkin bisa disebut sebagai “budaya” karena terjadi secara terus menerus, bahkan hingga saat ini. Menyikapi hal ini, tentunya kita sebagai Gen Z yang melek terhadap teknologi dan informasi, menuntut kita untuk lebih waspada dalam memperluas berita yang belum diketahui keakuratannya, dengan ini menurut saya perubahan yang besar dilakukan dengan langkah kecil dan dari diri kita masing-masing dengan mengontrol diri sendiri untuk waspada dengan informasi yang tersebar dan juga mengedukasi orang sekitar kita untuk menggunakan media sosial sebaik-baiknya.

Menurut informasi yang saya baca melalui website https://www.qubisa.com/article/mengatasi-berita-hoax#showContent

  1. Jangan terpancing dengan judul
    Biasanya para media menuliskan judul yang clickbait agar menarik kita sebagai pembaca. Jadi, kita gaboleh baca hanya dari judul saja. Kita baca dulu semua isi yang ada pada berita tersebut.
  2. Kita harus bisa bersikap kritis
    Kita cari media-media yang memang sudah kita percaya beritanya, jangan baca dari 1 media berita saja. Kita kritisi berita tersebut, dan perbanyak literasi.
  3. Utamakan logika
    Sebagai pembaca, kita harus menggunakan logika saat membaca sesuatu. Jika menurut kita itu sudah tidak masuk akal, cari referensi lain lagi dari media berita yang berbeda untuk lebih meyakinkan.

saat ini banyak sekali berita-berita hoax yang mudah tersebar, mereka biasanya hanya membaca dari judul saja atau tidak menacari keaslian berita di media resmi.
cara mengatasi berita hoax menurut kominfo:

  • Hati-hati dengan judul provokatif
    biasanya berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif.
  • Cermati alamat situs
    Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, bila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan
  • Periksa fakta
    Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.
  • Cek keaslian foto
    Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.
  • Ikut serta grup diskusi anti-hoax
    Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.
Referesi

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Menurut saya, langkah pertama yang kita lakukan agar tidak terhasut berita hoax adalah dengan memastikan atau mencari tau kebenaran dari berita tersebut. Terkadang, berita hoax ini bisa saja datang dari grup keluarga, yang cenderung suka membagikan informasi-informasi terkait apapun tanpa mencari tau terlebih dahulu apakah berita tersebut benar dan valid. Kedua, kita bisa mencari tau mengenai berita tersebut di sumber yang memang sudah terpecaya, karena di zaman saat ini dimana teknologi sudah semakin maju, banyak orang yang bisa mengakses atau membuat website yang isinya adalah berita-berita yang belum diketahui kebenarannya. Maka dari itu, sebisa mungkin kita cegah berita hoax tersebut sebelum semakin luas penyebarannya dengan melakukan research terlebih dahulu, agar masyarakat pun tidak merasa takut.

Menurut saya, untuk memerangi berita hoax ialah dengan bersikap kritis terhada segala informasi yang diperoleh. Seperti yang telah diketahui, siapapun bisa menulis berita di internet. Namun tak semua orang memiliki kapasitas serta tanggung jawab terhadap apa yang ditulis. Untuk itu kita harus mencari tahu terlebih dahulu apakah berita tersebut valid. Cara memeriksa valid tidaknya suatu berita ialah dengan mencari referensi lain mengenai bahasan yang sama. Kemudian jangan mudah terprovokasi dengan judul berita. Artikel dengan judul clickbait memiliki isi yang sama sekali tidak berhubungan dengan headline artikel. Berita semacam ini biasanya dibuat dengan tujuan tertentu, misal untuk mendongkrak jumlah visitor atau viewers, yang pada akhirnya berhubungan dengan seberapa banyak uang yang bisa didapatkan. Biasanya, berita hoax menggunakan judul berita bertipe clickbait ini.