Bagaimana Cara Mengasah Kemampuan Memecahkan Suatu Masalah?

Memecahkan Suatu Masalah

Soft Skill yang sangat dibutuhkan saat ini atau masa mendatang adalah problem solving ability.

Problem solving ability adalah kemampuan untuk mengidentifikasi lalu memberikan beberapa solusi alternative untuk masalah yang dihadapi dan memilih pilihan atau keputusan yang terbaik atau kemampuan untuk mengidentifikasi komponen sistem yang menyebabkan kesalahan, serta pilihan yang tersedia untuk memecahkan masalah itu dan menyelesaikan tugas.

Tahapan problem solving menurut para ahli memiliki beberapa langkah yang pendapatnya saling berbeda satu sama lain tetapi memiliki kesimpulan atau inti yang tidak beda jauh dan dapat diringkas menjadi 5 langkah pokok yaitu :

  • Menemukan permasalahan,
  • Identifikasi permasalahan,
  • Merancang beberapa alternative hipotesis,
  • Membuat penilaian dan keputusan mengenai hipotesis yang akan digunakan dan
  • Evaluasi diikuti pengujian solusi.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan untuk problem solving terdapat tiga langkah atau konsep secara general yang telah terbukti keberhasilannya, yakni :

  1. Mengidentifikasi masalah secara tepat. Secara konseptual suatu masalah didefinisikan sebagai kesenjangan antara kerja secara actual dan target kinerja yang diharapkan. Berdasarkan konsep yang ada, seorang problem solver professional harus lebih dahulu untuk mampu mengetahui sejauh mana tingkat kinerja actual saat ini serta kita harus mampu mendefinisikan secara tegas apa masalah utama kita kemudian menetapkan pada tingkat mana kinerja actual kita dan kapan waktu pencapaian target kinerja itu.

  2. Menentukan sumber dan akar penyebab masalah. Apabila kita berhasil menemukan sumber-sumber dan akar-akar dari masalah itu, kemudian mengambil tindakan untuk menghilangkan atau menyelesaikan masalah tersebut.

  3. Membuat Solusi masalah secara efektif dan efisien.

Adapun langkah-langkah membuat solusi masalah yang efektif dan efisien yaitu:

  1. Mendefinisikan masalah secara tertulis.

  2. Membangun diagram sebab akibat yang dimodifikasi untuk mendefinisikan akar penyebab masalah dan penyebab-penyebab yang tidak dapat dikendalikan namun dapat diperkirakan.

  3. Setiap akar penyebab dari masalah dimasukkan ke dalam diagram sebab aibat sedangkan penyebab yang tidak dapat diperkirakan didaftarkan pada sebab akibat itu secara tersendiri.

  4. Mendefinisikan tindakan atau solusi yang efektif melalui pencegahan munculnya kembali penyebab-penyebab itu, tindakan yang diambil harus ada dibawah pengendalian kita dan memenuhi tujuan dan target kinerja yang ditetapkan.

  5. Menerapkan implementasi atau tindakan-tindakan yang diajukan.

Selain langkah-langkah diatas, ada juga langkah-langkah dalam problem solving yang sangat sederhana yaitu kesadaran akan adanya masalah, merumuskan masalah, mencari data dan merumuskan hipotesa-hipotesa tersebut kemudian menerima hipotesa yang benar. Akan tetap problem solving itu tidak selalu mengikuti urutan yang teratur, melainkan dapat meloncat-meloncat antara beberapa langkah tersebut.

Pada dasarmya metode problem solving ini menekankan pada penemuann dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. Dan mengapa memiliki Problem solving ability ini penting adalah karena metode ini mendorong kita untuk berpikir secara ilmiah, praktis, intuitif dan bekerja atas dasar inisaitf sendiri,menambah keterampilan dalam menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganilisisnya untuk diteliti kembali hasilnya, meningkatkan potensi intelektal serta menumbuhkan sikap objektif, jujur dan terbuka.

Selain itu, penerapan problem solving juga memiliki beberapa kelebihan antara lain:

  1. Melatih kita untuk mendesain suatu penemuan.
  2. Berpikir dan bertindak kreatif.
  3. Memecahkan masalah secara realistis.
  4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan
  5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan
  6. Merangsang perkembangan kemajuan berpikir untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
Referensi
3 Likes

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita hidup beriringan dengan masalah dimana kita harus menghadapi dan memecahkan masalah tersebut, dan setiap ada masalah yang datang kita pasti harus berfikir bagaiman cara terbaik untuk memecahkan masalah tersebut dan dilaksanakan dengan cepat. Pemecahan dalam masalahpun mudah jika kita mengetahui bagaiamana cara pendekatan efektif dalam memecahkan masalah. berikut adalah 5 langkah dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah :

  1. Menentukan masalah secara rinci sebelum mencoba menyelesaikannya
    Coba berpikir sejenak tentang bagaimana menyelesaikan masalah yang ada dengan cara memahami dengan baik masalah yang terjadi, dan mengerti bagaimana harus menyelesaikan masalah dengan baik sehingga menghasilkan solusi yang tepat

  2. Menawarkan satu dari dua solusi secara tegas
    Kita harus memiliki beberapa solusi dari setiap masalah yang kita hadapi, tetapi kita harus memfilter solusi terbaik yang kita punya, karena jika terdapat banyak solusi itu akan membingungkan dan membuat anda bimbang.

  3. Memprioritaskan langkah-langkah dan tindakan
    Jika seseorang telah mantap dalam mengambil solusi tersebut maka pastikan langkah yang dicapai dilakukan secara tepat waktu

  4. Melaksanakan rencana langkah demi langkah
    Setiap rencana dan keputusan yang anda ambil lalu di eksekusi anda bisa tandai proses atau langkah yang sudah anda tempuh

  5. Mencari cara yang lebih baik dalam memperbaiki ide dalam pemecahan masalah, agar terhindar dari masalah di masa depan
    Dengan mengasah terus kemampuan dalam menyelesaikan masalah, anda bisa memperbaiki kemapuan anda menjadi lebih baik. Semakin efektif juga anda menyelesaikan masalah nilai yang anda dapatpun akan semakin baik lagi.

sumber : https://www.fastcompany.com/3034396/5-ways-to-hone-your-problem-solving-abilities-and-become-an-expert-in-your-field

1 Like

Setiap manusia pasti akan dihadapkan dengan yang namanya masalah. Sebuah masalah tidak hanya kita temui saat memecahkan soal matematika atau sains dibangku sekolah, tetapi juga sampai perkuliahan bahkan sampai saat ini pun, kita akan dihadapkan dengan yang namanya masalah. Masalah sendiri merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan harus dihadapi. Kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu kompetensi yang diperlukan dalam segala aspek di kehidupan. Berikut ini akan dijelaskan beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada diri kita.

  • Memiliki kerangka pikiran yang sehat. Ketika kita dihadapkan dengan suatu masalah, cobalah untuk tidak panik dan tetaplah berpikir positif.

  • Jaga emosi. Menjaga emosi tidaklah mudah. Tetapi dengan keadaan emosi pula, kita tidak dapat memecahkan masalah, melainkan memperbesar permasalahan yang sedang dihadapi. Ingatlah bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya.

  • Tahu kapan seharusnya kita berbicara dan kapan kita tidak harus membicarakan permasalahan itu.

  • Tentukan masalah dengan jelas. Pastikan bahwa anda benar-benar mengerti apa permasalahan yang sedang dihadapi. Coba renungkan dengan mengajukan perrtanyaan seperti apa masalah sebenarnya, siapa dan apa yang bisa membantu memecahkan masalah ini.

  • Identifikasi akar penyebab permasalah tersebut. Pikirkan mengapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi. Cobalah untuk melihat masalah tersebut dari sudut pandang yang berbeda.

  • Sebisa mungkin kumpulkan banyak fakta. Kumpulkan informasi berdasarkan bukti bukan dengan perasaan. Lakukan observasi apa yang benar dan lihat apakah ada ide untuk membenarkan apa yang salah.

  • Solusi brainstorm. Kita bisa menanyakan pendapat orang lain terkait masalah tersebut atau dapat melakukan pertemuan dengan anggota tim untuk membahas cara penyelesaian masalah yang ada dengan mengumpulkan gagasan-gagasan mereka. Ingat, sudut pandangan seorang individu biasanya berbeda dengan pandangan individu lain.

  • Membuat keputusan sesegera mungkin. Menunda sesuatu bukanlah hal yang baik, terutama menunda dalam hal penyelesaian masalah. Menghindari masalah dapat menyebabkan masalah yang lebih besar atau masalah tersebut terbagi menjadi beberapa masalah lainnya.

  • Menetapkan tanggung jawab dan tugas masing-masing individu. Hal ini dapat membantu kita untuk mengatur dan merencanakan langkah-langkah apa saja yang dibutuhkan untuk solusi. Selain itu, memastikan kita untuk tidak beralih dan fokus terhadap hal-hal yang tidak memiliki keterkaitan dengan masalah.

  • Menetapkan standar untuk mengukur kemajuan dan/atau deadline. Dengan cara ini, kita dapat melihat dan memantau hasil kerja kita. Apabila dalam beberapa hari tidak terjadi kemajuan, maka berhentilah karena itu hanya akan membuang-buang waktu anda.

  • Mengambil tindakan yang berfokus pada solusi. Pilih solusi anda dan buatlah rencana tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah.

Apabila tidak dapat menemukan solusi, ulangi kembali tahap untuk mendefinisikan permasalahan tersebut. Ketika permasalahan yang kita hadapi tidak bisa diselesaikan, biasanya penyebabnya karena kita tidak mengidentifikasi masalah tersebut dengan jelas.


Sumber: http://www.lifehack.org/articles/productivity/the-simplest-ways-improve-your-problem-solving-skills.html

2 Likes

Problem solving atau pemecahan masalah merupakan sebuah kemampuan diri yang sangat diminati . Sehingga banyak dari pengusaha banyak menggunakan sebuah pemecahan masalah dari calon karyawan dalam penilaiannya.

Dalam bukunnya Curious, Ian Leslie mendefinisikan dua jenis masalah, yaitu teka-teki dan misteri.

  • Teka-teki merupakan menemukan informasi yang telah hilang dan bersifat pasti. Sebuah teka-teki kebanyakan memiliki pertanyaan yang jelas akan tetapi tetap membingungkan dan tampak kompleks tetapi sebenernya mereka adalah sama.

  • Misteri menurut Leslie adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab secara definitif karena jawabannya saling terkait satu sama lain dan kompleks. Dengan ketidakjelasan dan keambiguan maka belum ada metode yang dapat diterapkan dalam memecahkan misteri .

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam memecahkan suatu masalah, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan :

  1. Practice solving mysteries
    Dengan berlatih memecahkan misteri akan lebih mudah menganalisa dan menemukan masalah yang ada dan mengetahui jalan memecahkan misteri tersebut .

  2. Learn as much as you can about as many topics as you can
    Terkadang sebuah misteri berkaitan dengan banyak topik atau sumber pengetahuan, maka dari itu mempelajari banyak topik dapat membantu dalam memecahkan misteri tersebut sehingga dapat melihat masalah tersebut dalam berbagai padangan ilmu pengetahuan .

  3. Make connections.
    Banyak dari misteri merupakan sebuah hubungan atau koneksi antara beberapa pengetahuan yang menurut kita terkadang tidak relevan tetapi ternyata itu berhubungan, maka dari itu membuat koneksi antara beberapa topik atau ilmu pengetahuan bisa dilakukan untuk memecahkan sebuah masalah. Sebagai contoh aplikasi yang dikembangan oleh Steve Jobs menggambungkan antara pengetahuan kaligrafi kedalam sistem operasi apple.

  4. Read books about mysteries, problem solving, and even mystery novels
    Membaca buku tentang misteri, pemecahan masalah juga diperlukan untuk menambah wawasan. Bukan hanya itu, membaca novel misteri juga diperlukan karena terkadang didalamnya terdapat prinsip-prinsip dasar dalam pemecahan masalah yang dikemas dalam sebuah cerita kehidupan sehari-hari sehingga akan lebih mudah dipahami. Contohnya seperti novel sheclock Holmes.

  5. Solve simpler mysteries first.
    Fokus pada masalah-masalah yang sederhana terlebih dahulu daripada langsung fokus pada masalah yang berat dan kompleks sehingga malah membuat anda menghiraukan masalah-masalah sederhana yang sebenarnya dapat anda selesaikan terlebih dahulu.

  6. Adopt a problem-solving mindset
    Banyak dari permasalahan-permasalahn yang ada cara mengatasinya sudah tercontoh dalam lingkungan sekitar kita, maka lebih peka terhada lingkungan sekitar kita dapat pula meningkatkan anda dalam menilai hidup, bekerja dan hal sederhana yang anda lakukan.

  7. Learn about design thinking
    Dalam memecahkan masalah anda harus mengetahui untuk siapa dan apa kebutuhan mereka dalam pemecahan masalah tersebut dan memberikan solusi terbaik pada mereka.

SUMBER :

Problem solving adalah proses mengidentifikasi suatu masalah dan menentukan serta menerapkan solusi untuk masalah tersebut. Dalam hidup, masalah akan terus dating silih berganti. Maka dari itu, soft skills yang satu ini sangat penting di tiap pekerjaan.

  • Sebelum kita bisa memecahkan masalah, kita harus mengakui bahwa masalah itu pasti ada, maka dari itu kita harus selalu jeli.

  • Perhatikan segala sesuatu di sekitar anda. Jadilah orang yang sensitive pada hal-hal yang dirasa tidak benar dan hasil tidak sesuai ekspektasi. Contoh: Meningkatnya ketidakhadiran pegawai dan menyebabkan turunnya hasil penjualan.

  • Sekali kita menemukan masalah, kita harus melakukan analisa. Cari tahu bagaimana kita bisa menyelesaikannya dan apa kendalanya.

  • Solusi tidak hanya 1. Kita juga harus bisa memikirkan solusi alternative ataupun solusi yang sudah pernah kita lakukan ketika menghadapi masalah yang sejenis.

  • Setelah semua solusi di list, saatnya kita berpikir kritis untuk menentukan solusi manakah yang terbaik.

  • Lalu implementasikan best solution yang telah dipilih. Tidak berakhir disini, kita juga harus melakukan pengawasan terhadap tindakan yang kita lakukan, apakah bekerja dengan baik atau tidak. Jika tidak, maka kita harus mengimplementasi solusi yang lain.

SUMBER

Setiap hari manusia akan dihadapkan dengan sebuah permasalahan untuk dipecahkan. Namun itu akan lebih mudah jika sadar bahwa permasalahan adalah hanya sebuah pilihan. Tidak ada hal yang menakutkan dari sebuah permasalahan selain harus membuat sebuah keputusan.

Menurut Zoe B dalam artikelnya yang menjelaskan bagaimana meningkatkan soft-skill dalam memecahkan masalah, yaitu:

• Fokus pada sebuah solusi, bukan pada permasalahan
Ketika hanya terfokus pada sebuah permasalahan, secara tidak sengaja hanya akan memberikan sugesti negatif sehingga akan terfikirkan emosi negatif di otak yang tidak memberikan solusi yang positif. Tetap tenang adalah kuncinya. Hal itu membantu untuk mengakui permasalahan dan dilanjutkan untuk fokus ke pola pikir berorientasi solusi di mana terus tertuju pada hal yang bisa dilakukan bukan berlama-lama pada sebuah kesalahan.

• Memiliki pikiran yang terbuka
Selalu mencoba dan berpikiran semua bisa menjadi kemungkinan sebuah solusi walaupun awalnya tampak konyol. Sangat penting tetap berpikiran terbuka untuk meningkatkan pola pikir kreatif yang dapat memicu solusi potensial. Tidak merasa rendah diri dengan sebuah solusi bodoh yang dimiliki.

• Melihat permasalahan secara netral
Tidak melihat sebuah permasalahan sebagai hal yang menakutkan karena jika demikian. Sebuah masalah memberitahu bahwa ada sesuatu tidak bekerja dan diharuskan untuk mencari jalan baru di sekitar itu. Jika takut akan masalah maka pola pikir akan selalu berpikiran negatif dan memblokir setiap solusi potensial yang bermunculan.

• Berpikir lateral
Mencoba untuk mengubah pendekatan dan pandangan dengan cara yang baru. Walaupun dengan melakukan pendekatan yang konyol, segar, dan unik biasanya dapat merangsang solusi yang baru dan segar.

• Menggunakan bahasa yang meciptakan kemungkinan
Dengan menanamkan pada pikiran kita kata-kata yang memotivasi seperti halnya bagaimana jika, bayangkan jika, dan lain-lain. Hal tersebut berfungsi untuk berpikir kreatif dan mendorong solusi.

• Menyederhanakan segala sesuatu
Manusia memiliki kecenderungan untuk membuat hal-hal menjadi lebih rumit. Coba menyederhanakan masalah dengan cara generalisasi. Menyederhanakan dengan menghapus semua detail dan kembali pada dasar.

Orang-orang cenderung menghindar ketika dihadapkan dengan suatu masalah. Terkadang juga mereka takut akan masalah yang akan datang. Alasan kenapa kita selalu menganggap masalah itu sebagai masalah adalah karena masalah harus diselesaikan dan kita tidak tahu bagaimana mencari solusi yang terbaik. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu melatih problem-solving :

1. Identifikasi Masalah
Memperjelas masalah apa yang sedang dihadapi. Ketika dihadapkan dengan suatu masalah cari tahu apa yang menyebabkan masalah tersebut dan apa dampaknya. Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda terhadap masalah yang ada.

2. Memahami Kepentingan Semua Orang
Ini merupakan langkah paling penting yang sering hilang. Solusi terbaik adalah salah satu yang memenuhi kebutuhan dan kepentingan semua orang. Saatnya untuk aktif mendengarkan hilangkan perbedaan untuk sementara dan mulai untuk mendengarkan satu sama lain untuk saling memahami.

3. Daftar/List Solusi yang Mungkin
Saatnya melakukan brainstorming. Kemudian membuat daftar solusi yang memungkinkan. Sehingga nanti akan memudahkan memilih solusi yang terbaik.

4. Mengevaluasi Solusi
Apa kelebihan dan kekurangan dari setiap solusi yang telah ada didaftar solusi lakukan secara jujur!.

5. Memilih Solusi
Pilih solusi yang paling baik dan seimbang.

6. Dokumen perjanjian
Jangan hanya mengandalakan memori. Menuliskannya akan membantu anda berpikir melalui semua rincian dan implikasi.

7. Sepakati kontinjensi, monitoring, dan evaluasi.
Kondisi bisa berubah. Buat perjanjian kontingensi tentang keadaan di masa mendatang. Menciptakan peluang untuk mengevaluasi perjanjian dan pelaksanaannya.

Sumber : http://www.mediate.com/articles/thicks.cfm

Pemecah masalah yang baik adalah para pemikir yang baik. Tidak terlalu mendramatisir suatu hal dan tidak terlalu emosional saat menghadapi suatu masalah. Mereka biasanya menganggap suatu masalah sebagai sebuah tantangan dan pengalaman hidup dan mencoba untuk berdiri diatasnya. Para pemecah masalah yang baik menggunakan logika dan intuisi yang ada untuk menemukan solusi. Mereka menggunakan hal-hal ini untuk menggali banyak informasi yang dapat membantu mereka memecahkan masalah yang ada. Selain itu mereka memiliki pemikiran yang terbuka namun skeptis secara logika. Michelle Roya Rad, seorang psikolog professional, memaparkan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh seorang pemecah masalah yang baik:

  • Mereka lebih fokus pada cara untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi daripada memikirkan bagaimana ingin membuktikan pada setiap orang bahwa mereka benar.

  • Mereka melihat sebuah masalah sebagai suatu tantangan dan mencoba belajar dari masalah-masalah tersebut.

  • Mereka dapat membedakan kapan saat untuk berpikir secara sistematis dan kompleks dan kapan saat untuk memikirkan solusi yang mudah

  • Tidak berpikiran sempit terhadap masalah yang dihadapi dan mencari cara untuk memperluas pilihan-pilihan yang ada untuk memecahkannya.

  • Mereka paham masalah seperti apa yang sedang terjadi sehingga untuk mencari pemecahannya bisa tepat sasaran.

  • Mereka bisa menghindari masalah yang mungkin akan terjadi. Mereka menghindari konflik, situasi yang membuat frustasi. Mereka lebih dari seorang pemikir positif sehingga secara alami mereka dikelilingi dengan banyaknya positif dan energi untuk menjadi produktif.

Mereka dapat memikirkan skenario terburuk dan menemukan solusinya. Ketakukan hanya akan membuat logika dan intuisi kurang baik dan keputusan yang akan dibuat menjadi kurang produktif.

Menjadi seseorang yang dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi membawa keuntungan tersendiri. Konflik yang dibiarkan begitu saja bisa berbahaya sehingga mau tidak mau kita harus dapat berpikir kritis untuk menemukan sebuah solusi. Sayangnya tidak dimiliki secara alami oleh setiap orang. Jika anda ingin menyelesaikan masalah secara efektif, anda harus menguasai beberapa ciri esensial berikut.

dikutip dari halaman https://www.illumine.co.uk/2013/12/what-traits-should-you-improve-in-yourself-to-be-a-good-problem-solver/, hal pertama yang dapat dilakukan adalah kita harus melihat sebuah masalah dari berbagai sudut pandang. Jangan pandang dari satu sisi dengan sudut pandang tunggal saja. Anda harus menggali sampai akar permasalahan dan berpikir penyebab masalah itu dari berbagai sudut pandang. Hal ini dapat membuat analisis anda menjadi lebih mudah dan memunculkan solusi yang lebih efektif.

Hal kedua, anda dapat menghubungkan masalah yang sedang anda hadapi sekarang dengan masalah yang pernah anda hadapi di masa lalu. Pengalaman membuat seseorang menjadi lebih baik, begitu pula dengan pemecah masalah yang baik. Dengan menghubungkannya ke masalah masa lalu anda yang tampak serupa, menemukan solusi akan terasa lebih mudah karena anda telah belajar dari masa lalu anda.

Kemudian anda bisa menggabungkan masalah-masalah yang pernah anda hadapi. Ketika suatu masalah membutuhkan jawaban, anda memerlukan kemampuan ketrampilan komunikasi verbal yang baik sehingga anda dapat menemukan pola dimana masalah tersebut pernah muncul.

Jangan menghakimi. Hal ini penting. Saat seseorang menceritakan masalah mereka kepada anda, tentu saja mereka tidak suka disalahkan atas masalah yang sedang mereka hadapi. Jadi jangan menghakimi sebelum anda mendengarkan secara keseluruhan masalah mereka dan menemukan detail penting yang terkait dengan masalah tersebut. Anda harus bersikap positif dan visualisasikan masalah tersebut dengan menempatkan anda pada posisi orang tersebut sebelum memberikan solusi.

Memiliki ketrampilan komunikasi verbal itu sangatlah penting. Setengah dari masalah yang anda hadapi akan dengan mudah ditemukan solusinya jika anda memiliki ketrampilan tersebut. Anda akan menjadi sensitif terhadap perasaan orang lain. Ini merupakan salah satu ciri yang penting yang harus anda miliki untuk memecahkan masalah. Berkomunikasi memberikan gambaran bahwa setiap orang itu unik sehingga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman yang mungkin dapat terjadi. Seiring ketrampilan berkomunikasi, memiliki ketrampilan mendengarkan akan menjadi penting juga untuk dapat memahami sudut pandang orang lain.

Semua orang mempunyai suatu masalah. Entah itu besar maupun kecil, banyak maupun sedikit. Tentu dengan adanya masalah, orang akan otomatis mencari cara untuk menyelesaikan (memecahkan) masalah tersebut. Namun, banyak orang berusaha memecahkan masalah namun dengan cara-cara yang tidak efisien atau tidak kreatif. Sehinga bukan menyelesaikan masalah tersebut, namun justru menambah masalah menjadi rumit. Orang perlu berpikir kreatif dalam pemecahan masalah dan berpikir berbeda.

Creative problem solving (CPS) adalah sebuah cara untuk menyelesaikan masalah ataupun mengidentifikasi kentungan, ketika cara yang konvensional gagal. Hal tersebut, membuat anda untuk mencari prespektif baru dan mendatangkan solusi yang inovatif, sehingga anda dapat merumuskan rencana yang tepat untuk mencapai tujuan.


Kenapa memakai CPS?

Berurusan dengan rintangan dan tantangan merupakan bagian rutin dari kehidupan kerja, dan mengatasi nya tidak selalu mudah. Untuk meningkatkan produk, layanan, komunikasi, dan keterampilan interpersonal anda, perlu adanya dorongan berpikir kreatif dan menemukan solusi inovatif.

CPS membantu anda memisahkan ide “divergent” dan “convergent” dan membantu menyelesaikannya. Berpikir divergen adalah proses menghasilkan banyak solusi potensial dan kemungkinan, atau dikenal sebagai brainstorming. Sedangkan berpikir konvergen adalah evaluasi pilhan-pilhan tadi dan memilih satu solusi yang terbaik . Sering kali, kita menggunakan kombinasi dari dua cara tadi untuk mengembangkan ide-ide atau solusi baru. Namun, menggunakan mereka secara bersamaan dapat menghasilkan keputusan yang tidak seimbang atau bias.

Prinsip inti dari CPS

Prinsip inti dari CPS ada 4, yaitu:

  • Pemikiran divergent dan convergent harus seimbang. Kunci dari sebuah kreatifitas adalah belajar mengidentifikasi dan menggunakan pemikiran divergent dan convergent secara terpisah, dan tahu kapan menggunakan nya.

  • Ajukan masalah layaknya ketika bertanya. Ketika anda mengutak atik sebuah masalah dan menjadikan nya tantangan dengan pertanyaan-pertanyaan open-ended, akan meciptakan banyak solusi.

  • Menunda atau menangguhkan keputusan. Maksudnya ketika sebuah kelompok melakukan brainstorming, hindari memutuskan solusi secara awal yang cenderung akan menutup kemungkinan solusi-solusi lain. Sebaliknya, ada waktu yang tepat dan dibutuhkan untuk memutuskan ide-ide selama tahap konvergensi.

  • Fokus terhadap “Ya,dan”, daripada “tidak,tapi”. Bahasa anda ketika mengemukakan sebuah pendapat maupun informasi sangatlah berpengaruh. “ya,dan” membuat orang menjadi percaya diri akan pendapat nya, dan mau untuk berbagi ide. Sedangkan “tidak,tapi” membuat sebuah diskusi menjadi cepat berakhir, bahkan membuat ide-ide sebelumnya tak bernilai.

Cara menggunakan

1. CLARIFY

Explore the Vision
Identifikasi tujuan Anda, apakah itu sebuah keinginan atau tantangan. Hal ini adalah langkah pertama yang penting karena mudah untuk menentukan nya, tidak benar, bahwa anda benar tahu apa masalahnya. Namun, Anda mungkin telah melewatkan sesuatu atau telah gagal untuk memahami masalah ini sepenuhnya.

Gather Data
Setelah anda tahu dan paham masalah tersebut, Anda dapat mengumpulkan informasi tentang hal itu dan mengembangkan pemahaman yang jelas tentang itu. Buat catatan yang terperinci seperti siapa dan apa yang terlibat, semua fakta yang relevan, dan semua hal.

Formulate Questions
Bila Anda telah meningkatkan kesadaran Anda akan tantangan atau masalah yang sedang dihadapi, ajukan pertanyaan dan Tambahkan ke catatan pribadi anda, yang akan menghasilkan solusi. Pikirkan tentang hambatan yang mungkin Anda hadapi dan peluang apa saja yang ada.

2. IDEATE

Explore Ideas
Buatlah ide-ide yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tantangan yang sudah anda identifikasi di langkah 1. Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk solusi yang sudah anda coba sebelumnya, pikiran kita cenderung untuk kembali ke pola berpikir kebiasaan yang menghentikan kita dari memproduksi ide-ide baru. Namun, ini adalah kesempatan untuk menggunakan kreativitas Anda.

3. DEVELOP

Formulate Solutions

Ini adalah tahap konvergen CPS, di mana Anda mulai fokus mengevaluasi semua solusi yang sudah anda buat. Menganalisis semua solusi potensial, apakah sesuai dengan kebutuhan dan kriteria. Putuskan juga apakah anda dapat menerapkannya dengan sukses atau tidak. Selanjutnya, pertimbangkan bagaimana Anda dapat memperkuat mereka dan menentukan mana yang terbaik dan sesuai.

4. IMPLEMENT

Formulate a Plan

Setelah Anda memilih solusi terbaik, saatnya untuk melakukan aksi. Mulai dengan mengidentifikasi sumber daya dan tindakan yang tepat guna penerapan solusi yang anda pilih. Berikutnya, komunikasikan rencana Anda dan pastikan bahwa setiap orang yang terlibat memahami dan menerimanya.


Lakukan hal-hal di atas di kehidupan sehari-hari!

Pernahkah menghadapi suatu masalah yang Anda pikir itu hal yang mudah untuk diatasi? Mungkin atasan Anda meminta Anda untuk mengurangi pengeluaran di departemen Anda, tetapi Anda tidak bisa menentukan langkah yang tepat tanpa mengorbankan sesuatu di tempat kerja anda
.
Cobalah mengikuti langkah pertama dari proses CPS, dan identifikasi sebuah masalah secara jelas. Selanjutnya, kumpulkan data. Kemudian, Anda dapat mengeksplorasi ide-ide dilanjutkan dengan solusi. Akhirnya, jalankan aksi dan buat solusi Anda menjadi kenyataan.

Berikut usaha yang bisa dilakukan untuk melatih kemampuan memecahkan masalah.

Prosedur dalam pemecahan telah dijelaskan Rebori sebagai berikut:

  1. Menemukan adanya masalah
    Ketika seseorang mampu menggambarkan masalah, ia akan mengetahui situasi yang sebenarnya berdasarkan fakta yang ia temukan.

  2. Mengidentifikasi dan menemukan penyebab utama dari suatu masalah
    Untuk dapat memecahkan suatu masalah diperlukan kemampuan identifikasi dan kemampuan menganalisis penyebab dari permasalahan tersebut.

  3. Menghasilkan beberapa alternatif solusi
    Pada tahapan ini dihasilkan lebih dari satu solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

  4. Menentukan alternatif solusi
    Setelah didapatkan beberapa solusi alternatif, kemudian dipilih solusi terbaik untuk memecahkan masalah.

  5. Mengembangkan suatu rencana tindakan
    Perencanaan tindakan dilakukan untuk mengetahui keefektifan dari solusi yang dipilih.

  6. Penerapan
    Setelah membuat perencanaan tindakan, dilakukan penerapan solusi yang dipilih untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

Proses pemecahan masalah juga telah diungkapkan oleh Berry Beyer , yaitu:

  1. Merumuskan masalah atau soal

    • Menyadari adanya problem atau persoalan
    • Melihat maknanya
    • Mengusahakan agar masalah itu dapat dikendalikan
  2. Mengembangkan jawaban sementara (hipotesis)

    • Meneliti dan mengklasifikasi data yang ada
    • Mencari hubungan, membuat tafsiran yang logis
    • Merumuskan hipotesis
  3. Menguji jawaban sementara

    • Mengumpulkan data/bukti
    • Menyusun data/bukti
    • Menganalisis data/bukti
  4. Mengembangkan dan mengambil kesimpulan

    • Mengevaluasi hubungan antara bukti dan hipotesis
    • Merumuskan kesimpulan
  5. Menerapkan kesimpulan pada data atau pengalaman baru

    • Menguji dengan bukti baru
    • Membuat generalisasi tentang hasilnya

Sedangkan Polya mengemukakan bahwa dalam pemecahan masalah memuat empat langkah fase penyelesaian yaitu:

  1. Memahami masalah
    Siswa tidak mungkin dapat menyelesaikan masalah dengan benar, bila tidak memahami masalah yang diberikan.

  2. Merencanakan penyelesaian
    Fase ini sangat bergantung pada pengalaman siswa dalam menyelesaikan masalah, semakin bervariasi pengalaman mereka, ada kecenderungan siswa lebih kreatif dalam menyusun rencana penyelesaian masalah.

  3. Menyelesaikan masalah sesuai rencana
    Bila penyusunan rencana telah dibuat, selanjutnya dilakukan penyelesaian masalah sesuai rencana.

  4. Melakukan pengecekan kembali
    Dan fase terakhir ini adalah melakukan pengecekan atas apa yang telah dilakukan mulai dari fase pertama sampai fase ke tiga.

Menurut Gagne, dalam pemecahan masalah biasanya ada 5 langkah yang harus dilakukan, yaitu:

  • Menyajikan dalam bentuk yang lebih jelas.
  • Menyatakan masalah dalam bentuk yang operasional (dapat dipecahkan).
  • Menyusun hipotesis-hipotesis alternatif dan prosedur kerja yang diperkirakan baik untuk dipergunakan dalam memecahkan masalah itu.
  • Mengetes hipotesis dan melakukan kerja untuk memperoleh hasilnya (pengumpulan data, pengolahan data, dan lain-lain), hasilnya mungkin lebih dari satu.
  • Memeriksa kembali (mengecek) apakah hasil yang diperoleh itu benar, atau mungkin memilih alternatif pemecahan yang terbaik.