Bagaimana cara menemukan suatu ide produk dengan Computational Thinking?

Ide Produk

Computational thinking tidak hanya berlaku untuk dunia IT saja, banyak ruang lingkup lain yang sebenarnya bisa menggunakan computational thinking, salah satunya dala dunia bisnis. Bagaimana Menemukan Suatu Ide Produk dengan Computational Thinking ?

Menurutku dengan menerapkan Computational Thinking bisa menghasilkan produk dalam dunia bisnis yang lebih terarah dan terstruktur.

Sebagai contoh, seorang wirausaha yang sedang mengembangkan restaurantnya mencoba menemukan/mengembangkan suatu produk yang memiliki potensi laba yang besar. Maka orang ini akan mencoba mencari permasalahan pelanggannya atau mencoba mengembangkan suatu produk sehingga akan memiliki nilai jual yang tinggi, sebagai contoh pengusaha ini mempunyai wilayah restaurant yang kurang strategis.

Lalu setelah menemukan permasalahan yang umum, dibagi menjadi masalah yang lebih detail, dalam contoh ini seperti tempat restaurant yang sulit di jangkau sehingga masyarakat kesusahan dalam menemukan lokasi restaurant.

Selanjutnya melakukan Pattern Recognition, dalam contoh ini melihat pola jalur kendaraan, bisa dimulai dengan pertanyaan, Masyarakat sering melewati jalur yang mana?.

Setelah mengetahui polanya, melakukan abstraksi. Dalam contoh ini, bisa dimulai dengan pertanyaan, Mengapa orang-orang memilih jalur itu? apakah karena mudah dilalui, atau karena orang-orang hanya mengetahui jalur itu?

Lalu melakukan tahap Algoritma Design, dalam contoh ini jalur yang sering dilewati oleh orang-orang diubah agar mengarah kepada restaurant. seperti membuat spanduk, atau promosi secara online, sehingga orang-orang akan tau lokasi restaurant ini dan dituntun agar orang-orang melewati jalur yang mengarah ke restaurant

mungkin seperti itu yang saya pikirkan jika bisnis menggunakan Computational Thinking untuk menemukan suatu ide produk. Kurang lebihnya mungkin salah

1 Like

Computational Thinking (CT), mendengarkan 2 kata ini mungkin terasa asing bagi Anda karena memang cara berpikir ini belum diperkenalkan kepada masyarakat secara umumnya. Saya baru tahu mengenai computational thinking ini disaat mengikuti perkuliahan Pengantar Ilmu Komputer. Ternyata, cara berpikir ini begitu menarik dan sepertinya mampu memecahkan berbagai masalah dengan lebih terurut dan logis.

Definisi Computational Thinking merupakan cara berpikir dengan memecah-mecah masalah menjadi bagian yang lebih kecil hingga menemukan akar dari pemikiran tersebut. Lalu, akar dari apa yang kita pikirkan tersebut kita proses untuk menemukan bagaimana pola-pola dari pemikiran tersebut. Selanjutnya, berupa abstraksi dari pemikirannya dan menemukan algoritma atau langkah apa saja untuk menyelesaikan atau menghasilkan kesimpulan dari masalah tersebut.

Begitu pula dalam dunia wirausaha, kita dapat menemukan ide produk dengan menggunakan metode berpikir computational thinking. Bagaimana caranya?

Pertama, dalam menemukan produk berangkatlah dari masalah. Lalu, masalah itulah yang akan kita pecahkan dengan produk yang kita buat. Kenapa? Hal ini disebabkan pasar akan membeli produk kita karena mereka merasa produk tersebut bisa digunakan untuk memecahkan masalah mereka.

Kedua, setelah menemukan masalah, carilah akar dari permasalahan tersebut, apa sebenarnya yang menjadi penyebab-penyebab dari munculnya permasalahan tersebut. Misalnya, ada seseorang yang merasakan keluhan terhadap model jam tangan yang hanya begitu-begitu saja, tak ada spesialnya dari jam yang digunakan orang lain. Ini adalah masalah yang komplek.

  1. Kenapa dia merasa tak ada yang spesial?
  2. Bagian jam mana saja yang cenderung monoton selama ini?
  3. Bagaimana caranya agar setiap orang tampak spesial disaat menggunakan jam tangan?
  4. Kemudian, konsep jam yang bagaimana bisa membuat seseorang tampak spesial?
Ketiga, cari tahu solusi dan bagaimana pola masyarakat dalam masalah tersebut. Usahakan untuk menjawabnya dengan lebih spesifik.
  1. Owh, kiranya strap jam tangan yang cenderung desainnya tidak berubah.
  2. Karena desain jam tangan hanya itu dan itu saja. Tidak tampak perubahan yang siginifikan.
  3. Jam tangan custom desain adalah solusinya. Setiap orang berhak mengekspresikan diri mereka melalui desain jam tangan mereka sendiri.
  4. Selain jam tangan custom, jam tangan dengan kategori khusus mungkin bisa juga jadi solusi, misalnya jam tangan custom dengan konsep batik, konsep anime, hingga konsep retro juga bisa menjadi pilihan.
Dalam hal ini kiranya, masyarakat menginginkan pola yang lebih unik, kreatif, dan berbeda. Jam mengekspresikan bagaimana diri mereka dan jam menjadi ciri khusus untuk diri mereka.

Keempat, rancang produk untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tak cukup dengan ide saja. Layaknya pemrogramana tahap ini untuk merancang algoritma dan menulis kode. Begitu pula dalam kasus menciptakan produk, setelah menemukan bagaimana keluhan pasar, sesuatu yang harus kita lakukan adalah merancang dan memproduksi jam tangan tersebut.

Lalu?

Kelima, luncurkan produk Anda dan lihatlah bagaimana respon pasar terhadap produk tersebut.

Segera luncurkan produk Anda pada pasaran. Jangan lupa minta feedback mereka terhadap produk yang Anda buat. Dari feedback inilah kita bisa mengetahui respon pasar yang sebenarnya.

Dalam dunia pemrograman langkah ini masuk kategori sintax err, jika true maka akan lanjut pada proses lebih lanjut, jika false kita harus menemukan dimana kesalahannya dan menciptakan kembali.

Tak jauh berbeda dalam dunia bisnis, langkah ini bila pasar merespon dengan baik lanjutkanlah produknya. Jika hasilnya kurang baik, segera temukan kesalahannya dimana, apakah di pemasaran atau kualitas dari produk tersebut yang kurang.

Nah, begini pendapat saya, semoga ada manfaatnya dan mari kita sama-sama berkreasi untuk Indonesia.

https://computationalthinkingcourse.withgoogle.com/unit

Bagaimana Menemukan Suatu Ide Produk dengan Computational Thinking?

Suatu ide produk dapat muncul darimana saja. Ketika kita melamun dikamar mandi misalnya. Suatu ide produk akan menentukan apakah produk yang akan dibuat tersebut dapat berkembang di masyarakat atau tidak. Oleh karena itu suatu ide produk harus kita pikirkan secara matang – matang sehingga produk yang akan kita ciptakan dapat sukses sesuai ekspektasi yang kita harapkan. Lantas bagaimana cara menemukan suatu ide produk agar dapat menghasilkan produk yang sukses? Salah satunya adalah dengan menerapkan computational thinking dalam mencari suatu ide produk tersebut. Berikut cara menemukan suatu ide produk dengan computational thinking :

  1. Mencari masalah yang ada disekitar
    image
    Suatu ide produk dapat muncul ketika kita mengetahui masalah – masalah apa yang ada disekitar kita. Dalam computational thinking kita dituntut agar dapat memecah – mecah suatu masalah agar dapat mudah untuk dipahami dan diselesaikan. Dengan mengetehui masalah – masalah yang ada disekitar kita secara mendetail.Kita bisa memanfaatkan masalah tersebut menjadi sebuah ide untuk menciptakan sebuah produk yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga produk yang kita ciptakan tentunya akan diminati masyarakat disekitar kita yang mengalami masalah tersebut.

  2. Menentukan tujuan produk
    image
    Ketika kita ingin mendapatkan suatu ide produk, maka kita harus memikirkan apa tujuan produk yang ingin kita buat. Tujuan merupakan hal yang sangat penting untuk kita miliki ketika ingin mencari suatu ide produk. Karena dengan memikirkan apa tujuan produk yang kita inginkan, maka kita bisa lebih terfokus dan cenderung lebih mudah dalam menentukan suatu ide produk. Dalam computational thinking terdapat langkah yang bernama abstraction. Abstraction mengarahkan kita untuk melakukan pemodelan yang berguna agar kita lebih mudah dalam menyelesaikan suatu masalah salah satunya yaitu menemukan suatu ide produk. Dalam abstraction kita akan dituntut untuk dapat menemukan sebenarnya apa tujuan yang ingin kita capai dari penyelesaian masalah tersebut.

  3. Melihat peluang yang ada
    image
    Peluang merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan ketika kita ingin menemukan suatu ide produk. Karena dengan melihat peluang yang ada maka kita akan mengetahui apa saja produk yang kirannya akan cocok untuk dikembangkan dalam suatu periode tertentu. Selain itu, dengan melihat peluang kita bisa merasa lebih yakin akan kesuksesan suatu produk yang ingin kita ciptakan. Karena suatu peluang merupakan suatu lumbung yang akan digunakan untuk menjadi suatu patokan dalam pembuatan produk.

https://barefootcas.org.uk/barefoot-primary-computing-resources/concepts/computational-thinking/

1 Like

Bagaimana menemukan suatu produk dengan berpikir computational thinking?
pembahasan yang menarik mengenai hal yang satu in, perkenankan saya untuk menyampaikan beberapa pendapat saya mengenai hal ini.

Apakah kamu termasuk orang yang suka berpikir secara computational thinking? Jika iya maka kabar baik bagimu karena survey mengatakan bahwa kebanyakan dari penemu adalah orang yang berpikir secara computational. Dengan berpikir secara computational, kita tidak hanya berpikir mengenai logika, namun juga berpikir secara logis,sistematis dan abstractis. Serta kita juga dapat mampu dengan mudah menyelesaikan masalah-masalah yang rumit menjadi masalah-masalah yang kompleks. Dahulu orang hanya memikirkan mengenai berpikir secara logika, namun sekarang orang perlu juga memahami secara pasti dengan berpikir secara computational. Pemikiran ini tentu juga sangat bermanfaat pada kesehatan otak karena kita selalu berpikir kritis dalam segala hal. Orang berpikir computational juga cenderung sering berpikir mengenai inovasi-inovasi apa saja yang dapat dilakukan dan menunjang kehidupan manusia yang lebih baik kedepannya .Berikut merupakan cara bagaimana berpikir computational thinking dapat menemukan suatu produk baru:

1. Selalu bertanya-tanya mengapa

Orang yang berpikiran Computational selalu berpikir dan bertanya-tanya. Mengapa,mengapa dan mengapa. Hal ini karena pikiran mereka yang terlalu banyak dan daripada memikirkan solusi secara rumit, lebih baik jika dijabarkan dengan cara bertanya mengapa. Orang yang berpikir secara computational selalu bertanya kepada dirinya sendiri maupun orang lain untuk mendapatkan suatu jawaban. Dengan bertanya pada diri sendiri, kita juga dapat membentuk pemikiran computational karena secara tidak langsung kita secara spontan akan menjawab pertanyaan yang kita lontarkan tadi. Dengan itu, kita selalu membuat suatu permasalahan baru yang bukan benar-benar suatu masalah yang nantinya bisa dikembangkan menjadi suatu inovasi.

2. Melihat Tren Kini dan Masa Depan

Orang yang berpikiran computational juga cenderung futuristic. Hal ini dimaksud dengan mereka dapat menganalisis kejadian-kejadian dimasa lalu dan dimasa sekarang yang nantinya akan digunakan untuk membuat pengelihatan kedepannya. Mereka cenderung tinggi akan rasa tahu dan selalu haus akan ilmu dan masalah. Ketepatan dalam memberikan solusi dapat juga membantu melihat kesempatan apa yang ada di masa depan.
Hal ini tentu menjadi factor bahwa orang yang berfikir computational thinking dapat dengan mudah menemukan suatu inovasi dan produk karena mereka suka menganalisis suatu kejadian. Mereka memecah-mecah itu dan merangkainya menjadi suatu kesimpulan untuk pengembangan suatu produk dimasa depan.

3. Melihat kebutuhan masyarakat

Apa yang menjadi faktor utama dalam masyarakat? Apakah ekonominya? Politiknya? Kesenjangannya? Kesehatan? Atau lainnya?. Hal ini tentu bisa menjadi suatu pertimbangan pada nantinya ketika membuat suatu produk. Orang yang berpikir secara computational dapat melihat potensi yang ada pada masyarakat luas. Ciri mereka yaitu abstraksi, melihat sesuatu yang tidak terduga pada masyarakat. Masalah yang ada pada masyarakatpun disulap menjad orang seperti ini menjadi suatu miracle yang nantinya bisa berguna kedepannya baik untuk kebutuhan orang lain maupun dirinya sendiri.

1 Like