Bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala ?

Anak keras kepala biasanya sangat sulit diatur dan cenderung berbuat sesuka hatinya sendiri. Bagaimana cara mendidik anak yang keras kepala ?

Cara mendidik anak yang keras kepala yaitu :

  1. Hindari selalu melarang
    Melarang memang wajar karena anak harus dikenalkan pada hal yang namanya peraturan dan juga hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tetapi rasa penasaran dan ingin tahu seorang anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka mencoba hal-hal diluar batas, Dampak anak sering dimarahi dan terlalu sering dilarang juga akan buruk jadinya.
    Kebanyakan orang tua selalu menerapkan larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak, terutama anda yang Paranoid Personality Disorder. Larangan hanya akan menambah rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya.

  2. Menuruti semua anak sama dengan salah
    Banyak orang tua yang beralasan bahwa mereka sayang, memanjakan dan lainnya karena alasan A dan B. Padahal sebenarnya tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja. Mungkin ketika masih kecil tidak terasa, namun ketika sudah dewasa anda akan merasa kerepotan dengan sikap manjanya.
    Perkembangan Sosial Anak Usia Dini memang belum stabil, jangankan anak terkadang orang dewasa juga masih belum stabil. Tetapi apabila sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua pasti memberikan apa yang mereka inginkan. Dan hal seperti ini memulai sifat keras kepala.

  3. Hindari hukuman fisik
    Cukup banyak orang tua yang salah mengaplikasikan kata “disiplin”, umumnya orang tua menerapkan pendidikan yang keras dan juga berlebihan dengan tujuan menggunakan metode ini karena termasuk cara mendidik anak agar mandiri.
    Termasuk menggunakan kekerasan fisik untuk membuat sang anak mengerti akan arti disiplin. Sayangnya hukuman fisik merupakan hal yang paling bodoh yang dilakukan oleh orang tua. Kekerasan fisik hanya akan menambah anak semakin keras kepala dan juga trauma psikologis.

  4. Hindari mempermalukan depan umum
    Apabila anda menasehati anak maka lakukan dengan cara yang rahasia dan dengan suara lembut, namun tidak mengurangi ketegasan yang dihasilkan dengan cara tidak memberikan kompromi. Seperti contoh ,”Kamu tidak boleh coret-coret tembok rumah”, namun anda bisa mengatakan”Kalau kamu suka menggambar besok mama belikan buku gambar yang besar.” Dengan begitu mereka akan tahu alasan utamanya.
    Apakah anda tahu, keras kepala merupakan perlawanan ketika mereka dipermalukan didepan umum. Sehingga mereka menyangkal ketika disebut salah atau dinyatakan salah. Mempermalukan di depan umum juga menghasilkan rasa trauma pada anak.

  5. Pilih waktu yang tepat untuk menasehati
    Dapat memilah waktu yang tepat adalah sesuatu yang penting dan perlu diperhatikan apabila ingin menasehati anak anda. Pilihlah saat yang tepat dimana kita bisa mentransfer maksud dan tujuan kita menegur anak bukan merasa digurui yang akhirnya tidak mendapatkan pembelajaran apapun dari kesalahan tersebut. Pada saat anda bisa mengobrol dan mengatakan harapan-harapan anda pada sang buah hati atau sedang bermain bersama, selipkan maksud dan nasihat anda.

  6. Bersikap tenang
    Tips menahan emosi mungkin dibutuhkan oleh orang tua dengan anak yang memiliki sifat keras kepala. Buka tanpa sebab, ketika anda memiliki anak keras kepala sebagai orang tua anda harus bisa bersikap tenang. Jika keras kepala dibalas dengan sifat yang keras kepala juga justru yang ada bertengkar dan tidak pernah selesai. Coba tata emosi anda sebelum menghadapi anak yang sedang marah.

  7. Salurkan hobi
    Bagaimana cara melunakan sikap keras kepala anak-anak. Salah satunya dengan mengalihkan energi besarnya ke arah yang tepat yakni dengan cara menyalurkan hobi. Selain membantu anak menemukan kesukaan atau kegiatan yang positif, orang tua juga bisa mencari potensi yang ada pada anak.

  8. Jadilah orang tua yang bijak
    Seperti yang dikatakan bahwa menjadi orang tua tidaklah mudah, selain itu peran keluarga dalam pendidikan anak juga penting. Seperti halnya sikap bijak yang harus dimiliki oleh setiap orang tua. Yang terbaik bagi anak, kadang bukanlah yang terbaik bagi orang tua, dan disinilah sebagai orang tua harus bisa percaya dan membiarkan anak memutuskan apa yang menjadi kehedaknya. Perlu diingat terkadang keras kepala anak karena mereka yakin apa yang mereka pilih, bukan hanya memaksakan keinginan semata.

  9. Berlaku adil
    Jika berlaku adil sulit maka bagaimana bisa anda mendidik anak dengan baik dan menghilangkan sifat keras kepalanya? berlaku adil bisa menunjukan bahwa mereka sama dengan kakak dan adiknya. Hak dan kewajiban yang didapatkan sudah jelas berbeda, karena posisi yang berbeda. Anak pertama memiliki kewajiban lebih banyak dan hal lebih banyak. Seringkali terjadi anak menjadi pemarah dan keras kepala karena orang tua yang salah seperti halnya memanjakan si bungsu dan memaksa si sulung.

  10. Berikan pujian
    Menghilangkan keras kepala bukan harus dilawan dengan keras lagi namun bisa juga dengan cara orang tua yang mengalah. Memberikan pujian bisa membantu menghilangkan sifat keras kepalanya, dengan begitu anak merasa dihargai dan juga diakui apapun yang telah mereka lakukan. Jangan ragu memberikan pujian sesekali namun juga tidak terlalu berlebihan agar anak-anak tidak merasa diagungkan.

  11. Contohkan sikap yang baik
    Ketika anak menjadi keras kepala dan bersikap sangat tidak baik maka itulah waktu untuk ibu, ayah dan lingkungan keluarga lainnya agar introspeksi. Biasanya seorang anak menunjukan sikap yang sama dengan orang tuanya. Maka coba contohkan hal yang baik sehingga anak-anak bisa menerapkan hal yang baik dan juga menirukan sikap yang sesuai.

  12. Berikan dampak sikap buruknya
    Ketika seorang anak memutuskan untuk mengikuti kata hatinya tanpa memikirkan lingkungan atau orang lain, maka sesekali mereka harus menghadapi kenyataan yang sesuai. Seperti halnya jika mereka melakukan hal yang buruk, maka dampak dari perlakuan tersebut harus mereka tanggung sendiri. Meskipun masih anak-anak, dengan pengawasan anda sebagai orang tua tentunya. Nantinya mereka akan mencoba mencari cara memaafkan diri sendiri dan mengetahui bahwa sikap mereka memberikan resiko yang sama buruknya.

  13. Ajak temannya bermain
    Mengajak teman bermain mungkin bisa menjadi solusi selanjutnya. Dimana dengan adanya teman ia akan merasakan saling berbagi dan bagaimana caranya mengalah pada keras kepalanya agar semua berjalan lancar. Berteman memang tidak mudah, terutama kadang anak-anak memilah temannya yang sama-sama memiliki permainan yang sama atau yang satu cengeng satu lagi tidak.

  14. Sosialisasi di berbagai lingkungan
    Anak yang sering bermain di berbagai lingkungan dengan anak yang di rumah saja jelas berbeda. Meskipun anak-anak yang sering mengeksplor dunia luar akan lebih aktif dan tidak bisa diam, namun keaktifannya akan membuka pikirannya termasuk sifat dan sikapnya. Sehingga anak-anak tersebut tidak terlalu keras kepala dan memiliki sikap adaptasi yang tinggi dan baik. Jika sudah besar apalagi, anda tidak perlu bingung bagaimana mengajarkan mereka berada di lingkungan yang berbeda dengan rumah.

  15. Berikan masalah
    Memberikan masalah bukan berarti membebankan anak kita sebuah tanggung jawab yang berat. Berikan masalah disini adalah biarkan mereka menghadapi masalah layaknya sebayanya, dengan kasus yang berbeda dengan orang dewasa dan tentunya berikan pengawasan. Dengan begitu dibanding mengeluarkan tenaga untuk rasa kesal dan sifat keras kepala akan lebih baik ia memikirkan solusi untuk masalah yang diberikan oleh anda.

  16. Biarkan anak memutuskan
    Seringkali karena meremehkan bahwa anak kecil tidak tahu apapun maka sebagian orang tua tidak membiarkan anaknya memutuskan atau memilih keputusan. Karena rasa tidak percaya, tidak yakin dan hal lain sebagainya. Padahal karena sikap orang tuanya itulah sang anak menjadi keras kepala dan ingin menjadi dewasa dengan cara yang salah. Biarkan sesekali mereka memilih dan menyatakan apa yang salah dan apa yang benar, agar mereka juga tahu pilihan mereka memberikan hasil yang tepat atau tidak.

  17. Dengarkan pendapatnya
    Karena masih anak-anak maka apa yang diutarakannya tidak masuk akal atau hanya sekedar pendapat lewat semata. Karena sikap menyepelekan inilah akhirnya anda tidak tahu apa yang diinginkan anak dan anak berusaha memberikan pendapat terbesar atau hal besarnya dengan cara yang mungkin salah. Tak ada salahnya mendengarkan mau dan cerita mereka sesering mungkin.