Bagaimana cara mencegah kepikunan dengan permainan kartu ?

Di usia lanjut tidak jarang banyak orang yang mengalami penurunan daya ingat. Sampai penurunan daya ingat yang paling parah adalah kadang tidak bisa mengingat ngingat kembali apa yang sudah terjadi di masa lalu. Permainan kartu dapat mencegah kepikunan, bagaimana caranya ?

Terdapat ekelompok wanita separuh baya tengah bermain kartu bridge di sebuah ruangan. Dilihat dari usia mereka, permainan ini ternyata bukanlah sekedar hobi. Di dalamnya terkandung pula nilai-nilai pandangan hidup, kesenangan sehari-hari dan tantangan. Sebuah wadah komunal mengasah otak, agar segala sesuatunya tidak tiba-tiba menjadi gelap.

“Kami bermain ini karena sudah mendarah daging,” ujar Ruth Cummins (92)

“Inilah yang menjaga kami tetap bertahan. Tempat dimana teman-teman terdekat kami ada,” tambah Georgia Scott (99), wanita penggemar bridge lainnya.

Di meja bridge inilah terjadi hal mencenangkan. Para lansia yang biasanya identik dengan kepikunan justru mampu berbuat hal sebaliknya. Mampu mengingat kartu bahkan melakukan penghitungan sulit. Jenis permainan kartu yang melibatkan empat pemain yang saling berpasangan ini memberi keuntungan besar buat mereka yang bisa mengingat dengan baik.

Melupakan kartu, berarti tertinggal. Tentunya ini dapat berakibat negatif pada tim dan sayangnya, juga koneksi sosial dengan pasangannya.
" Saat pasangan kita mulai jatuh, Anda cenderung tidak mempercayainya," ujar Julie Davis (89), perempuan yang rutin bermain bridge di Laguna Woods, sebuah komunitas yang terdiri dari 20.000 pensiunan di selatan Los Angeles, Amerika Serikat,

Dementia atau kepikunan adalah kondisi yang lazim terjadi pada para lansia. Pada usia 65 tahun, peluang terhinggapi kepikunan mencapai 15 persen. Peluang itu meningkat dua kali lipat setiap bertambah umur lima tahun. De mensia Alzheimer, adalah salah satu varian demensia yang paling ditakuti. Penyakit yang dipicu degenerasi otak ini bahkan bisa memicu perubahan perilaku manusia. Di dunia, saat ini, penderitanya diperkirakan sedikitnya 15 juta orang.

Laguna Woods adalah pusat studi terbesar di dunia dalam hal kesehatan dan ketajaman mental para kaum lansia. Dirintis oleh para peneliti Universitas California di tahun 1981 dengan studi bernama 90+ Study, komunitas ini mencakup lebih 14.000 orang usia 65 ke atas dan lebih dari 1.000 lansia usia 90 ke atas.

Beberapa orang, secara berganti, memutuskan mulai berhenti bermain (bridge).
“Maka, di saat itu, semakin sering berhenti bermain, mereka pun tidak lama lagi untuk hidup,” ujar Norma Koskoff, pemain lainnya yang masih tetap rutin bermain.