Bagaimana cara mencegah alveolar osteitis?


(Alisya Putri) #1

Salah satu contoh masalah penyakit gigi yaitu alveolar osteitis atau disebut juga dry socket. Alveolar osteitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian tulang rahang, dimana hal ini terjadi selama tiga atau empat hari pasca pencabutan gigi permanen. Karena rasa sakit yang teramat sangat yang menyebabkan hal ini terjadi.
sakit gigi


(Nafiani) #2

Ada beberapa cara dan langkah untuk mencegah terjadinya masalah ini terjadi, berikut ini penjelasan serta contohnya untuk Anda :

  1. Menghindari aktivitas atau olahraga berat selama seminggu setelah pencabutan gigi, agar terhindar dari pencopotan pembekuan darah dari rongga.
  2. Mengonsumsi air putih lebih banyak. Hindari minuman yang mengandung alkohol, kafein, berkarbonasi, atau minuman panas selama setelah operasi dilakukan. Beberapa efek samping gigi geraham dicabut yang perlu diketahui.
  3. Menghindari makanan keras, panas, pedas dan sulit untuk dikunyah untuk beberapa waktu. Disarankan untuk mengkonsumsi yogurt dan makanan lembut lainnya.
  4. Membersihkan mulut dengan larutan air garam hangat setiap 2 jam dan setelah makan selama seminggu. Sikat gigi dianjurkan, namun hindari bagian pencabutan agar tidak melukainya.
  5. Menghindari merokok selama seminggu ke depan untuk menghindari komplikasi. Contoh dampak dan efek samping gigi dicabut yang wajib diketahui sebelum dicabut.
  6. Rutin menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan menggosok gigi dan berkumur dengan pasta dan obat kumur anti septic.
  7. Jaga pola makanan dan minuman yang dikonsumsi, baik yang mengandung gula, makanan keras atau makanan yang lengket.

sumber: http://www.sehatfresh.com/alveolar-osteitis/


(Arvind Zahair Akalanka) #3

Insiden terjadinya komplikasi ini dapat dicegah. Karena ada keterlibatan bakteri yang dapat menimbulkan dry scoket, maka sebelum tindakan pencabutan gigi dilakukan pemberian prophylactic administration berupa metronidazole, atau melakukan irigasi pada gingival crevice.

Menurut Pedlar dan kawan-kawan (2001), pencegahan komplikasi ini dapat dilakukan dengan mengurangi trauma, pembersihan alveolus, dilakukan packing sebagai profilaksis dengan pembalut obat.

Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan atraumatic surgery, hindari terjadinya kontaminasi, dan menjaga kesehatan umum pasien dengan baik.