Bagaimana Cara Membuat Rencana Hidup Yang Baik?

Rencana Hidup

Walaupun kita sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan atau dengan hidup kita, tetapi tetap dibutuhkan rencana hidup agar kita bisa melakukan evaluasi apakah apa yang kita lakukan sudah baik atau belum. Apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat rencana hidup? Bagaimana melakukannya?

rencana hidup

Setiap manusia pasti memiliki kebiasaan yang melekat pada dirinya. Kebiasaan tersebut bisa muncul karena seseorang sering melakukan suatu hal yang sama dalam kurun waktu yang berbeda.

Namun kebiasaan itu dapat berdampak baik ataupun buruk bagi kita sendiri. Tergantung dari perilaku yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan juga dapat mengukur tingkat kesuksesan seseorang dalam hidupnya. Maka dari itu, suatu kebiasaan baik harus ditumbuhkan mulai sejak dini. Ibarat pepatah mengatakan apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai. Selama apa yang dilakukan itu baik bagi kita, maka kita akan mendapat balasan yang baik pula. Begitu juga sebaliknya.

Banyak sekali kebiasaan seseorang yang bisa mendorongnya menjadi sukses. Salah satunya adalah memiliki rencana dalam hidup. Setiap rencana yang kita miliki akan membentuk sebuah target. Dimana target tersebut dapat berupa selang waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya dan hasil yang akan dicapai nanti.

Memiliki sesuatu yang bisa menjadi pengarah kita untuk menjalani hidup ataupun untuk mencapai apa yang kita inginkan memang bisa dibilang mudah dan sulit. Mudah jika dikatakan namun sulit jika dilakukan bagi sebagian orang. Namun dengan adanya suatu rencana, kita bisa belajar banyak hal.

Seseorang yang memiliki rencana cenderung bersikap kritis terhadap segala yang dilakukannya. Ia lebih bertindak hati-hati dan memikirkan terlebih dahulu sebelum ia memutuskan sesuatu.

Berbeda dengan orang yang tidak mempunyai rencana dalam hidupnya. Ia cenderung menyepelekan masalah dan tidak berorientasi pada masa depan.

Seseorang yang memiliki kebiasaan membuat rencana, pasti ada sesuatu yang ingin ia capai. Hal-hal yang perlu dilakukan saat membuat rencana yaitu :

  1. Tentukan apa yang ingin kita capai. Ini merupakan alasan utama kenapa kita membuat suatu rencana karena tanpa adanya sesuatu yang ingin kita capai maka kita tidak akan termotivasi untuk mewujudkannya.

  2. Senantiasa meminta petunjuk-Nya. Sebagai manusia kita hanya bisa berencana dan hanya Tuhan lah yang menentukan. Maka dari itu kita diharapkan untuk senantiasa meminta yang terbaik dari Tuhan atas rencana yang kita miliki.

  3. Buatlah sasaran dan catat. Sasaran disini adalah target pencapaian di setiap bidang yang ingin kita kuasai.

  4. Bangunlah relasi. Relasi disini adalah orang-orang yang mempunyai pemikiran sejalan dengan kita yang nantinya orang tersebut dapat mendukung di segala aktifitas kita.

  5. Buat daftar rencana jangka pendek dan jangka panjang. Ini berguna ketika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi.

  6. Evaluasi dan perbaiki. Setelah kita melakukan apa yang sesuai dengan rencana, kita perlu mengevaluasi apakah rencana tersebut efektif bagi kita? Selain efektif, apakah rencana tersebut sudah kita jalankan seefisien mungkin?

Melalui evaluasi tersebut, kita bisa memperbaiki apa yang sekiranya kurang atau bahkan apa rencana yang kita buat terkesan dipaksakan sehingga membuat kita kesulitan dalam menjalankannya.

Evaluasi dan perbaikan bertujuan agar kita belajar dari pengalaman sebelumnya.

Kebiasaan membuat rencana dalam hidup sangat dibutuhkan dan penting bagi kita. Namun kebiasaan tersebut tidak datang dengan sendirinya melainkan dorongan tekad yang kuat dari kita untuk ingin mewujudkannya.

Semua yang dilihat adalah prosesnya, urusan hasilnya baik atau tidak setidaknya kita sudah berusaha melakukan yang terbaik bagi hidup kita sendiri. Orang yang terbiasa membuat rencana saja terkadang gagal, apalagi orang yang tidak memiliki rencana dalam hidupnya.

Kebiasaan yang baik memang awal-awalnya sedikit sulit dilakukan, tapi tidak ada salahnya kita melakukan perubahan perilaku sehari-hari dengan kebiasaan baru yang kita miliki yaitu bertindak sesuai apa yang kita rencanakan dari awal.

Banyak sekali manfaat yang kita peroleh jika kita mempunyai kebiasaan membuat rencana, antara lain :

  • Pertama, sebagai pengarah hidup. Hidup kita bisa terkontrol dan tidak mudah terjerumus oleh hal-hal yang bersifat negatif.
  • Kedua, membantu kita untuk tetap konsisten. Kita dituntut untuk senantiasa fokus pada pencapaian target sehingga tetap konsisten dengan rencana awal kita.
  • Ketiga, memotivasi diri kita untuk senantiasa melakukan yang terbaik agar dapat membahagiakan orang yang kita sayang.
  • Keempat, dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Maksud kesempatan disini adalah waktu, tenaga kita, dan sumber daya yang ada.
  • Kelima, dapat menghindari kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Kebiasaan membuat rencana setidaknya dapat meminimalisir beberapa masalah yang akan timbul di masa depan.
  • Keenam, selalu siap dan bersikap tenang. Orang yang memiliki rencana akan siap selalu dikala orang lain merasa keadaan yang sedang dialaminya sedang genting.

Salah satu tokoh dunia yang kita kenal adalah Leonardo da Vinci. Dia merupakan seniman yang terkenal di dunia dengan karya lukisannya yaitu Mona Lisa. Selain itu, Leonardo da Vinci merupakan seorang arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis yang berasal dari Australia.

Di dalam hidupnya, ia memiliki visi dimana dari visi tersebut ia susun rencana bagaimana ia harus mencapainya. Segala hal ia pelajari sehingga sudah sepantasnya ia dianggap sebagai orang yang mempunyai keahlian di banyak bidang. Mulai dari seni, anatomi, matematika, pengobatan, dll.

Ia selalu berpikir ke depan dan rasa penasarannya ingin mengetahui sesuatu dapat membuatnya menjadi pribadi yang genius dan banyak dikagumi orang hingga kini.

Dari semua itu, mari kita bentuk kebiasaan baik sejak dini dengan membuat kesepakatan terhadap diri sendiri yang telah kita implementasikan pada rencana-rencana yang sudah kita buat demi masa depan yang lebih terarah.

Referensi :
  1. http://wasawa.blogspot.co.id/2011/01/10-manfaat-memiliki-rencana-dalam-hidup.html
  2. https://keluarga.com/141/pertumbuhan/jangan-hanya-berharap-6-langkah-untuk-membuat-dan-mencapai-tujuan-hidup
  3. http://www.muudu.com/6-tokoh-inspiratif-sukses-di-dunia.html
  4. http://www.biografiku.com/2009/01/biografi-leonardo-da-vinci.html

Metode Orientasi Masa Depan (OMD)


Orientasi masa depan merupakan upaya antisipasi terhadap masa depan. Dalam hal ini, individu mulai memikirkan kebutuhan tentang masa depan secara sungguh-sungguh, memberikan perhatian kepada yang besar terhadap bebagai lapangan kehidupan yang akan dijalaninya dimasa yang akan datang.

Nurmi (dalam Steinberg, 2009) orientasi masa depan merupakan fenomena yang luas yang berhubungan dengan bagaimana seseorang berpikir dan bertingkah laku menuju masa depan yang dapat digambarkan dalam proses pembentukan orientasi masa depan, secara umum dibagi menjadi tiga tahap yaitu:

1. Tahapan Motivasi

Motivasi merupakan tahap awal pembentukan orientasi masa depan. Tahap ini mencakup motif, minat, dan tujuan yang berkaitan dengan orientasi masa depan. Pada mulanya remaja menetapkan tujuan berdasarkan perbandingan antara motif umum dan penilaian, serta pengetahuan yang telah mereka miliki tentang perkembangan sepanjang rentang hidup yang dapat mereka antisipasi. Ketika keadaan masa depan beserta faktor pendukungnya menjadi sesuatu yang diharapakan dapat terwujud, maka pengetahuan yang menunjang terwujudnya harapan tersebut menjadi dasar penting bagi perkembangan motivasi dalam orientasi masa depan.

2. Tahapan Perencanaan

Perencanaan merupakan tahap kedua proses pembentukan orientasi masa depan individu, yaitu bagaimana remaja membuat perencanaan tentang perwujudan minat dan tujuan mereka. Menurut Nurmi (1991), perencanaan dicirikan sebagai suatu proses yang terdiri dari tiga subtahap. Pertama, penentuan subtujuan. Pada subtujuan ini, individu membentuk suatu representasi dari tujuan-tujuannya dan konteks masa depan di mana tujuan tersebut di harapkan dapat terwujud. Kedua hal ini didasari oleh pengetahuan individu tentang konteks dari aktifitas di masa depan, dan sekaligus menjadi dasar menjadi dasar bagi kedua subtahap berikutnya.

  • Penyususunan Rencana
    Pada tahap ini individu membuat rencana dan menetapkan strategi untuk suatu rencana, individu dituntut menemukan cara- cara yang dapat mengarahkannya pada pencapaian tujuan dan menetukan cara mana yang paling efisien. Pengetahuan tentang konteks yang diharapkan dari suatu aktifitas di masa depan menjadi dasar bagi perencanaan ini. Berbagai tindakan yang ditetapkan harus dievaluasi, sehingga tujuan- tujuan dan rencana-rencana yang telah disususn dapat diwujudkan.

  • Melaksanakan Rencana dan Strategi yang Telah Disusun
    Dalam subtahap ini, individu dituntut melaksanakan pengawasan terhadap pelaksaan rencana tersebut. Pengawasan dapat dilakukan dengan membandingkan tujuan yang telah ditetapkan dengnan konteks yang sesungguhnya di masa depan. Artinya, selama melaksanakan rencana, individu harus melaksanakan pengawasan secara sistematis, apakah tujuan yang telah ditetapkan dapat didekati melalui system yang sedang dilaksanakan atau tidak. Jika tidak maka harus dilakukan perubahan terhadap rencana-rencana yang ada. Untuk menilai sebuah perencanaan yang dibuat oleh individu, dapat dilihat dari tiga variable yang tercakup di dalamnya, yaitu knowledge, plans, dan realization.

Dalam sebuah buku juga dijelaskan bahwa terdapat karakteristik sebuah tujuan atau goals yang dianggap baik yakni dijelaskan sebagai berikut :

Effective goals – the kind that really do motivate – should be : concrete and spesific, realistic, measurable in some way, deadline – targeted, value achored, written (an unrecorded goals is only wish

3. Tahapan Evaluasi

Tahap terakhir dari proses pembentukan orientasi masa depan. Menurut Nurmi (1991) memandang evaluasi sebagai suatu proses yang melibatkan pengamatan dan melakukan penilaian terhadap tingkah laku yang ditampilkan, serta memberikan penguat bagi diri sendiri.

Dalam mewujudkan tujuan dan rencana dari orientasi masa depan ini, proses evaluasi melibatkan causal attributions yang disadari oleh evaluasi kognitif individu mengenai kesempatan yang dimiliki dalam mengendalikan masa depannya, dan affects yang berkaitan dengan kondisi-kondisi yang muncul sewaktu-waktu dan tanpa disadari.

Dalam proses evaluasi ini, konsep diri memainkan peranan yang penting, terutama dalam mengevaluasi kesempatan yang ada untuk mewujudkan tujuan dan rencana sesuai dengan kemampuan yang dimiliki individu.