© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana cara memberikan tugas kepada orang lain agar tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik?

Merencanakan Tujuan Realistis untuk Orang Lain (Realistic Goal Setting for Others) merupakan kemampuan untuk mengatur tujuan agar orang lain dapat menyelesaikan tugas dengan memanfaatkan submer daya yang ada dalam jadwal yang sudah ditentukan; kemampuan untuk untuk memperbaiki performa kerja sebelumnya dalam meraih tujuan atau memenuhi kuota.

2 Likes

Bagi orang-orang yang berperan sebagai manajer, menetapkan tujuan sebuah pekerjaan sangatlah penting agar para karywan bisa motivasi dan menciptakan lingkungan kerja dimana mereka merasa seperti pemenang.

Smart Goal Setting menunjukkan bahwa 10% waktu awal yang dimanfaatkan untuk melakukan penjelasan tentang apa yang harus dilakukan akan menghemat 90% waktu pengerjaan, terjadinya kesalahan, biaya, dan waktu orang lain yang terlibat.

You’ve heard it said that, “You can’t hit a target that you can’t see.” And the follow-up that is, “If you don’t know where you are going, any road will take you there.”

  • SMART Goal Setting
    Dalam penentuan tujuan baik pribadi dan bisnis, terdapat istilah “SMART” Goal Setting, yakni:

    • A SMART Goal is Specific: memastikan siapa saja yang terlibat dan tujuan sejak awal dengan spesifik

    • A SMART Goal is Measurable: sebuah tujuan dapat dipecah menjadi langkah-langkah, yang masing-masing dapat dilakukan pengukuran pencapaian.

    • A SMART Goal is Achievable: tujuan yang jelas dapat tercapai meskipun dengan banyaknya keterbatasan dan kendala yang ada.

    • A SMART Goal is Realistic: tujuan yang tidak hanya menggambarkan harapan, namun juga realistis sehingga masih dapat mengembangkan kepercayaan diri untuk mencapai.

    • A SMART Goal is Time-Bounded: tujuan memiliki jadwal dalam pencapaiannya secara utuh maupun terbagi ke beberapa bagian.

  • Break it Down
    Mendefinisikan kemenangan bisa menjadi faktor utama dalam memotivasi karyawan. Pemenang haruslah tahu di mana garis finish, harus tahu apa definisi menang, dan harus tahu persis apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas sehingga sampai di garis finish. Semakin jelas tujuannya, semakin mudah bagi orang lain untuk merasa seperti seorang pemenang.

  • Motivating Employees with Successfull Experiences
    Cara terbaik untuk memotivasi karyawan yang baru adalah untuk memberi mereka serangkaian pekerjaan kecil, pekerjaan jelas dalam pengalaman dan kemampuan mereka. secara konsisten memotivasi karyawan, namun hal ini dengan membantu setiap orang untuk memiliki pengalaman sukses. Fokusnya adalah selalu memastikan bahwa, apa pun pekerjaan orang tersebut memiliki, mereka mampu melakukan hal itu berhasil cepat atau lambat.

  • Individual Recognition

    They say, “Children cry for it; grown men die for it.”

    Semua orang perlu diakui akan tercapainya prestasi individu mereka oleh orang-orang di sekitar mereka, terutama di atas mereka. Sebuah taktik yang baik untuk memotivasi karyawan adalah memberikan pengakuan positif atas prestasi/pencapaian, yang bisa meningkatkan harga diri, citra diri, dan memotivasi mereka untuk melakukan lebih banyak dan lebih baik di masa depan.

  • Provide Rewards
    Pemberian pujian dan pengakuan untuk penyelesaian tugas dalam waktu terbatas terkadang tidaklah cukup. Dalam beberapa poin, harus ada juga pemberian semacam imbalan untuk mengakui hasil yang lebih unggul. Seiring dengan memotivasi karyawan, jika tidak ada imbalan atas upaya ekstra, karyawan bisa kehilangan antusiasme mereka dan menyimpulkan secara pribadi,“apa gunanya lebih unggul?”. Imbalan atau hadiah yang diberikan dapat berwujud atau tidak berwujud. Misal, berupa kenaikan gaji, sertifikat maupun asuransi kesehatan.

1 Like

Tujuan utama dalam dunia bisnis adalah bisa mencapai sebuah kesuksesan. Menurut Goal Setting - Setting Employee Goals Effectively is Critical to Your Success, hal-hal yang mungkin bisa membuat sebuah organisasi atau perusahaan mencapai kesuksesannya yaitu dengan cara sebagai berikut :

1. Setting Goals

Cara ini dilakukan dengan adanya proses kerjasama antara karyawan dan manager untuk memikirkan atau mencatat tujuan bersama dalam jangka panjang maupun jangka pendek sebuah perusahaan. Biasanya ketika merancang sebuah goals perusahaan, karyawan dan manager menggunakan kerangka S-M-A-R-T = Specific-Measurable-Attainable-Relevant-Time Bound.

Berikut penjelasan dari kerangka S-M-A-R-T :

  • Specific : seorang manager diharapkan memberitahu tujuan apa yang diharapkan untuk perusahaan secara spesifik atau detail kepada karyawan, agar tercapai tujuan bersama.

  • Measurable : seorang manager dapat mengukur dan mengetahui bagaimana perkembangan dan kemajuan karyawannya serta memberikan motivasi dengan cara memberi penghargaan terhadap karyawan teladan.

  • Attainable : untuk mencapai kesuksesan diperlukan adanya usaha dari semua pihak yang terlibat dalam satu organisasi tersebut.

  • Relevant : manager dan karyawan harus fokus terhadap dampak terbesar yang akan terjadi dengan strategi perusahaan menyeluruh.

  • Time Bound : menetapkan jangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Aligning Goals

Keselarasan tujuan merupakan hal yang paling penting demi keberhasilan sebuah bisnis. Yang dibutuhkan yaitu memperbanyak komunikasi antar manager dan karyawan agar tidak terjadi kesalahpahaman, tidak membuang-buang waktu, dan tidak akan ada pekerjaan sia-sia yang dilakukan. Dengan adanya keselarasan tujuan yang sama dan sejalan, sebuah perusahaan dapat menjalankan proses dan strategi bisnis dengan cepat dan tepat sasaran, fokus terhadap tujuan terpenting perusahaan, memiliki tanggung jawab terkait dengan tujuan tertentu, dan memperkuat akuntabilitas.

3. Tracking Goals

Hal yang paling penting yaitu melacak kemajuan apa yang telah dikerjakan oleh karyawan selama proses untuk mencapai target tujuan tersebut. Seorang manager juga harus menyadari kemajuan pada tujuan perusahaan agar mengetahui hal-hal apa yang kurang maupun tidak melewatkan satu hal tertentu dan bisa ditangani sesegera mungkin kekurangan yang ada. Manager dan karyawan juga harus saling bekerjasama untuk mendokumentasikan apa yang sudah dikerjakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa mencapai kesuksesan bersama.

1 Like