Bagaimana cara membentuk kebiasaan / budaya kreatif di kantor?


(Abdul Latif) #1

Untuk mendapat produk dengan kualitas tinggi dibutuhkan kinerja dan ide dari tim yang baik. Namun untuk meraih hal tersebut, budaya kreatif perlu ditumbuhkan didalam sebuah perusahaan. Bagaimana cara menumbuhkan budaya tersebut?


(Gamal Hadi) #2

Mengutip dari laman studentpreneur.co, Pada dasarnya, setiap organisasi ataupun perusahaan memiliki budaya organisasi (culture organizational). Budaya organisasi tersebut sebagai corak ataupun karakteristik aspek yang memiliki nilai khas (specific values) dan juga dilembagakan oleh organisasi.

Karena memiliki nilai yang khas, maka budaya organisasi yang didalam tataran teknis tentu saja sangat bervariasi sesuai keberadaan organisasi atau perusahaan itu sendiri. Jika inovasi merupakan hal penting untuk pertumbuhan perusahaan, maka satu hal yang sangat penting untuk dikembangkan adalah budaya perusahaan yang kreatif.

Tidak peduli ukuran perusahaan, industri atau anggaran, perubahan lingkungan dan perilaku tertentu dapat meningkatkan hasil kreatif tim perusahaan Anda. Pasalnya, company yang baik pasti memiliki culture kuat yang menjunjung values. Jika Anda ingin perusahaan Anda menjadi kuat, Anda harus menemukan nilai itu.

Anda harus menemukan nilai personal

Sebelum Anda menemukan nilai sebuah perusahaan, Anda harus menemukan nilai personal Anda. Cobalah untuk membuat peta timeline kehidupan Anda. Carilah “the peak moments”. Setiap orang pasti memiliki nilai yang berbeda dari peak moments. Sebagai contoh, jika Anda mendapatkan football championship di SMA, itu berarti nilai yang Anda dapatkan adalah kerja keras dengan terus menerus dan teamwork. Kemudian cobalah lihat the low moments. Ini mungkin yang membuat sesuatu hilang dari nilai yang Anda ikuti.

Kemudian cobalah untuk membuat list teman dimana memungkinkan Anda memiliki dan sharing nilai personal yang sama. Lalu, cobalah untuk membuat list orang yang Anda tidak sukai. Mungkin ada sesuatu yang disconnect dengan mereka. Pasti Anda pernah berteman dengan mereka awalnya, tuliskan mengapa Anda sekarang membenci mereka? Dengan cara seperti ini, Anda akan menemukan core values dari company Anda.

Coba samakan values dengan karyawan Anda

Mungkin jika karyawan Anda sedikit, ini bukan masalah, tetapi jangan sampai Anda baru mengetahui ini penting pada saat telah memiliki 100 karyawan lebih.

Nilai yang Anda dan karyawan Anda anut harus berjalan bersama. Karyawan memiliki nilai kebersamaan dengan Anda jika mereka ikut membangun perusahaan. Anda bisa mengetahui hal tersebut dengan menanyakan secara personal kepada karyawan.

Setiap karyawan akan mengungkapkan bagaimana seharusnya perusahaan berjalan dengan semestisnya. Lantas, masukan dari karyawan tersebut nantinya yang dapat menjadi acuan dalam menentukan budaya kerja perusahaan.

Pasalnya, setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda telah memiliki persepsi yang sama terkait core values dari perusahaan Anda. Dengan hal tersebut semua elemen karyawan mempunyai rasa memiliki company. Mengapa orang berangkat kerja jika dia tidak ingin bekerja?

Semakin banyak karyawan beragam maka perusahaan Anda semakin berwarna

Banyak pemilik bisnis kreatif sering mengeluh bahwa mereka memiliki kesulitan dengan staf yang beragam. Mungkin mereka berusaha untuk menemukan replika dari diri mereka sendiri. Mereka keliru menganggap bahwa bisa menemukan “kembaran” profesional yang bisa memajukan bisnis mereka dalam semalam.

Sebaliknya, bangunlah tim yang beragam dengan kekuatan terletak pada pengalaman kerja anggotanya, pendidikan dan latar belakang budaya perusahaan yang berbeda satu sama lain. Sulit memang untuk menemukan orang yang memiliki culture atau attitude yang baik dan ahli di bidangnya.

Jika pada saat interview, ada karyawan yang tidak menghargai nilai inti perusahaan, maka sebaiknya Anda tidak mempertahankannya. Sekalipun dia nantinya menjadi superstar di kantor Anda, dengan tingkat keahlian tinggi, tetapi jika Anda terus mempertahankan orang seperti ini maka perusahaan akan menanggung rugi yang disebabkan olehnya. Lebih baik perusahaan rugi dengan memecatnya di awal.

Membangun tempat kerja yang menginspirasi

Semuanya dimulai dengan tempat kerja. Pasalnya, tempat kerja akan mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Pada zaman modern seperti saat ini, perusahaan harus bergerak cepat dan berinovasi terus-menerus. Dan ini tidak akan terjadi jika masih menggunakan warna model lama yang membosankan dan pencahayaan di ruang kantor yang kurang baik. Ruang besar dan terbuka, ruang tamu yang nyaman, jendela besar, dapur dan fasilitas nyaman seperti kamar mandi dan parkir kendaraan. Hal-hal tersebut dapat menjadi gambaran untuk membuat tempat kerja yang baik ditempat Anda.

Tentukan jam kerja yang fleksibel

Meskipun jam kerja yang konsisten dibutuhkan suatu organisasi, terkadang pikiran kreatif tidak bisa muncul pada jam 08:00-16:00 WIB. Tiap orang memiliki ritme berbeda yang membuat mereka lebih atau kurang produktif pada jam-jam tertentu.

Bagi sebagian orang, ide-ide terbaik datang di tengah malam atau selama makan siang panjang ketika pikiran santai. Dalam dunia teknologi, misalnya, biasa bagi para pengembang untuk lebih produktif ketika kondisi lebih tenang disaat menjelang malam. Jadi mereka mungkin memilih untuk tidur di siang hari dan bekerja dengan baik di kesunyian malam.

Buatlah hari libur

Salah satu cara paling tepat untuk menemukan inspirasi adalah beristirahat dari pekerjaan. Inspirasi lebih mungkin datang ketika orang bebas dari rutinitas sehari-hari. Pikirkan tentang berapa kali Anda memiliki ide cemerlang selama di pesawat atau naik kereta api. Ada nilai yang luar biasa dengan hanya mengambil satu atau dua hari libur untuk beristirahat di rumah, dapat juga dengan berjalan melewati lingkungan baru di kota Anda.

Utamakan tim dengan pemecahan masalah secara kelompok

Untuk memiliki budaya perusahaan yang benar-benar kreatif, staf Anda harus menjadi prioritas terbesar. Anda mungkin berpikir bahwa pelanggan harus selalu diutamakan, tapi mengutamakan tim membuat pelanggan dan bahkan pemegang saham justru lebih bahagia.

Pada bisnis kecil, setiap karyawan harus membantu satu sama lain untuk menyelesaikan proyek-proyek besar. Seseorang dari tim desain mungkin harus bekerja dengan seseorang dari pemasaran. Ciptakan situasi di mana orang-orang dengan keahlian yang sangat berbeda dan perspektif berbeda harus bekerja sama, hal tersebut dapat merangsang timbulnya kreativitas yang terbaik.

Hargai pengambilan risiko dengan mengambil keputusan sesedikit mungkin

Sekarang Anda telah menciptakan waktu dan ruang untuk kreativitas, lebih lanjut lagi, beri penghargaan pada setiap pengambilan risiko. Pikirkan perusahaan yang menginspirasi Anda, berapa banyak dari mereka mencapai sukses dengan mengikuti tradisi dan berpegang teguh pada aturan? Membangun perusahaan sendiri adalah risiko yang sangat besar.

Jadi mengapa tidak bekerja dengan orang-orang yang dapat mengambil risiko untuk lebih dekat dengan visi Anda? Perusahaan seperti Google, mengamanatkan para karyawan untuk mendedikasikan jam kerja mereka mengembangkan proyek-proyek mereka sendiri, sehingga mendorong perilaku pengambilan risiko dalam lingkungan yang terkendali. Sebagai seorang CEO sebaiknya Anda tinggal menyingkirkan setiap rintangan kecil saja, karena masalah-masalah besar sudah diselesaikan dengan keputusan dari bawahan Anda.

Menekan perselisihan sembari mengarahkan dengan baik

Tidak selamanya perselisihan itu buruk, terutama untuk berbagi ide. Anda tidak perlu melakukan perang internal kantor atau membuat perselisihan psikologis. Perselisihan antara profesional akan memunculkan perdebatan dan perdebatan dapat membuat ide-ide besar muncul.

Oleh karena itu, biarkan orang menyuarakan apa yang mereka rasakan. Dorong anggota tim Anda untuk berbicara secara terbuka daripada selalu mendorong untuk menjadi orang “baik” apalagi jika mereka mulai saling menyerang.

Ciptakan budaya perusahaan dimana karyawan mengajukan pertanyaan keras satu sama lain tanpa defensif. Hal ini memastikan bahwa orang tidak gampang puas dan terus berpikir ketika berbicara tentang masalah yang paling relevan dan mengajukan pertanyaan cerdas.

Kondisikan agar culture perusahaan selalu hidup

Sebuah perusahaan besar pasti memiliki culture yang selalu berkembang berdasarkan keingingan karyawan apakah mereka senang atau tidak dengan culture yang ada. Jika sebuah culture perusahaan selama ini dirasa tidak nyaman untuk dijalankan maka sebaiknya Anda segera menggantinya dengan yang baru agar karyawan lebih nyaman bekerja.

Misalnya, pada bulan Februari ini ada momen valentine dan imlek, maka Anda bisa menentukan dresscode ke kantor sesuai moment tersebut. Biarkan karyawan Anda membuat makanan, menyalakan musik dan hal-hal gila serta random lainnya asalkan karyawan Anda tetap menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.

Selain itu, Anda juga bisa membuat sebuah game agar setiap karyawan tetap terkoneksi satu sama lainnya. Caranya adalah, pada saat karyawan membuka komputer mereka harus menebak foto siapa yang sedang terpampang dengan pilihan ganda. Setelah itu profile orang tersebut akan keluar dimana setiap orang akan mengenal dengan baik satu sama lain. Ciptakan suasana dimana karyawan merasakan energi yang uar biasa dan merasakan bekerja tidak seperti bekerja pada umumnya.

Otonomi dan tanggung jawab yang luar biasa

Di sebuah perusahaan kecil dengan visi besar, bahkan karyawan yang paling junior menanggung banyak tanggung jawab. Beri orang tanggung jawab untuk suatu harapan yang besar ditambah memberi mereka otonomi untuk membuat keputusan sendiri (dengan bimbingan seminimal mungkin). Hal ini menciptakan suasana yang sangat mendukung kreativitas. Anda juga bisa membuat suatu service yang luar biasa dimana tidak pernah dilakukan oleh kompetitor. Misalnya saja Anda memberikan layanan diatas rata-rata yang biasa diberikan, bahkan kepada karyawan Anda sendiri. Jika karyawan Anda sudah tertarik, tentu dirinya akan lebih semangat dalam bekerja untuk menghasilkan suatu produk berkualitas.

Buatlah brand dengan cara yang unik untuk masa depan dengan tujuan tinggi

Pada saat kita berbicara tentang brand, banyak orang akan berkata, aku suka yang ini atau aku tidak suka yang ini. Setelah itu biasanya pembeli akan sangat senang dan mungkin saja mereka akan memberitahu teman mereka, lalu mereka akan terus membicarakannya sehingga terjalin ikatan emosional yang bisa diingat terus.

Jangan lupa, Anda juga harus melakukan training dan mentorship untuk melatih para karyawannya. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan karyawan agar tetap bisa membuat perusahaan Anda maju, bahkan hingga beberapa dekade ke depan.

Sebagai karyawan, bekerja tidak hanya tentang bagaimana cara mendapatkan rupiah dalam jumlah yang banyak, tetapi juga harus memiliki arti di setiap pekerjaan yang dilakukan. Banyak perusahaan besar memiliki tujuan yang lebih tinggi, tetapi biasanya itu adalah bagaimana membuat untung lebih banyak daripada pesaing. Anda harus bisa menginspirasi karyawan Anda dan harus lebih dari company culture yang terpampang di dinding kantor saja. Tetapi lebih bagaimana untuk selalu hidup lebih baik di kehidupan personal dan banyak hal lainnya.

Jika Anda bisa menjadi pemimpin yang menyenangkan bagi karyawan, dan bisa menciptakan suasana kerja yang kreatif, budaya perusahaan yang luar biasa pun akan tercipta. Pastikan karyawan Anda senang bekerja dan bisa menuangkan ide kreatifnya.

Sumber: studentpreneur.co


(I Made Andwi Raditya Prabhawa) #3

Dikutip dari laman virala.id, Menjadi pribadi yang kreatif tentu saja bukan bakat, ia adalah kebiasaan. Sebagaimana kebiasaan lainnya, ia bisa dilatih. Ia bisa dibiasakan, agar terbiasa. Terbiasa apa? Tentu saja terbiasa kreatif. Saat kreativitas dibiasakan, ia akan berkembang. Dan saat ia berkembang, kita akan terus menghasilkan inovasi.

Jadi, alurnya memang membiasakan diri untuk kreatif terlebih dahulu, baru akan tercipta hal-hal inovatif. Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan agar terbiasa dengan kreativitas dan melahirkan inovasi.

1 – Membiasakan Otak dan Tindakan
Masalah utama mengapa kita kita sulit banget berpikir kreatif adalah faktor kebiasaan berpikir dan juga bertindak. Kreatif itu hasil dari pola pikir yang berbeda dari apa yang kita lakukan sehari-hari.

Artinya, perbedaan mendasar dari orang kreatif dan nonkreatif hanya satu: orang yang kreatif sering melatih otakanya; sering membiasakan otaknya untuk berpikir kreatif; agar bisa mendapatkan jawaban yang berbeda dengan jawaban yang sudah ada, sedangkan nonkreatif tidak melakukannya.

2 – Melawan Kultur
Di sebuah perusahaan besar, sering kali kreativitas tidak bekerja dengan baik, karena kultur sistematis yang ada. Kultur sistematis ini memang menghambat kreativitas. Bahkan, para petinggi perusahaan pun tahu hal itu.

Oleh itulah, mengapa perusahaan sering kali mengadakan acara outing atau outbound, atau hal-hal lainnya yang dianggap bisa menghadirkan kreativitas bagi karyawannya.

Tetapi, setelah acara itu selesai, nyatanya keadaan juga tidak berubah.

Mengapa?

Karena memang kultur sistematis itu. Cara kerja, alur kerja, suasana, dan segala hal yang ada memang tidak ramah dengan kreativitas.

Bila jasa atau produk yang ditawarkan dari perusahaan tersebut menuntut daya kreativitas yang tinggi, tentu saja kultur perusahaan harus diubah agar ramah dengan kreativitas.

3 – Sering Mencatat Hal-Hal Kecil
Pikiran kita akan terasa sesak bila kita tidak menuangkan apa yang ada padanya. Cobalah sesekali menulis blog, catatan di Facebook, atau sekadar corat-coret di notebook.

Pikiran akan terasa lebih segar.

Kreativitas terasa lebih greget.

Hal ini sering saya lakukan. Makanya, blog pribadi saya malah terasa terlalu sering ter-update.

Hal ini dikarenakan banyaknya bahan bacaan yang saya baca setiap hari. Bila tidak segera saya menuangkan apa yang saya tahu, rasanya sesak di otak.

4 – Melakukan Hal-Hal Baru
Setiap kita memiliki kesukaan khusus. Tetapi, cobalah sesekali untuk melawan kesukaan itu. Pergi ke tempat yang tak pernah terpikirkan. Membeli buku yang tak pernah kita pikirkan akan membelinya. Membaca majalah yang sama sekali tak menarik minat.

Awalnya reaksi otak kita akan, “Ini apaan, sih?” Tetapi, lama-lama akan berbunyi, “Ahahaha, ini lucu, nih!”

Menjemput hal-hal baru, aneh, asing, dan sama sekali bertentangan dengan diri akan menghadirkan antusiasme yang aneh. Dan sensasi itu, sesekali perlu dihadirkan.

5 – Taruh Mainan Atau Benda Favorit di Tempat Kerja
Boleh Gundam, boleh action figure. Atau benda-benda favorit lain di meja kerja. Efeknya, benda-benda favorit tersebut menghindarkan kita dari rasa bosan dan stres.

6 – Bangun Lebih Pagi
Itu adalah saat udara terasa sangat segar. Pikiran masih jernih. Kita bisa berpikir dengan tenang dan bening. Kata Benjamin Franklin, saat kita tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, kita akan menjadi leih sehat, makmur, dan bijaksana.

CEO Disney, Robert Iger, bahkan selalu bangun pagi pada jam 04.30, dan menikmati masa sunyi dan lengangnya, untuk men-charge baterai kreativitasnya.

Sumber: virala.id


(Vina Shaw) #4

Membentuk sebuah kebiasaan pada sebuah perusahaan menurut saya memanglah tidak mudah. Namun, jika kita ingin perusahaan kita berkembang kita perlu menerapkan budaya yang baik, khususnya budaya kreatif.
Diambil dari laman saintia.com, ada beberapa cara untuk menumbuhkan budaya kreatif pada perusahaan:

Biasakan untuk diskusikan dan berbagi pekerjaan yang belum selesai

Tim yang kreatif selalu berbagi atau sharing pekerjaan mereka yang belum selesai kepada tim lainnya. Ini ditujukan untuk meningkatkan kerjasama dan umpan balik bagi setiap pekerjaan yang dilakukan. Hal ini dapat menumbuhkan rasa untuk mengerjakan sesuatu dengan hati – hati dan teliti, yang pada akhirnya berujung pada kebiasaan kreatif.

Bekerja dengan tim lainnya

Pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang juga di bagi dengan tim lainnya. Jika anda hanya bekerja dengan tim anda tanpa meminta pendapat atau bantuan dari tim lain, berarti anda hanya meikirkan organisasi atau tim anda, anda tidak memikirkan akan pekerjaan anda.

Cobalah untuk berkomunkasi dengan tim lainnya terkait masalah pekerjaan. Ini dapat menumbuhkan inovasi baru untuk pekerjaan yang akan diselesaikan.

Perkuat tim

Pixar selalu membuat tim – tim kecil dan memperkuat tim tersebut untuk mengembangkan sebuah ide. Ide dari tim-pun tidaklah bebas, ide yang dikeluarkan ada batasnya. Dalam Pixar, mereka harus bisa membuat ide yang menghasilkan uang, karena mereka menyediakan hal yang bersifat komersil.

Tim yang kuat akan memiliki rasa bebas, dan mereka dapat bekerja bersama. Membentuk budaya yang baik bagi tim di perusahaan anda, dibutuhkan kerja keras dari pemimpin dan juga tim itu sendiri.

Baca selengkapnya : http://www.saintia.com/cara-membentuk-budaya-atau-kebiasaan-kreatif-di-kantor/